Ini karya ku yang ke 4 ya sista... masih bergendre dewasa dan romantis..so Akan ada beberapa eps yang sedikit vulgar. Pembaca harap bijak memilih bacaan.. sesuaikan dengan gendre umur kalian.
Mengisahkan seorang gadis lulusan smu yang bekerja sebagai ob ...ia bernama Melodi, gadis polos nan riang.
Melodi bekerja di Perusahaan milik Samudra... seorang Duda berumur 35 tahun yang senantiasa berganti wanita karena ia tak suka berkomitmen.... Namun Ia tak pernah menyentuh pekerjanya apalagi kategori remaja... Ia menyukai wanita dewasa yang mengerti keinginannya dan bisa memuaskannya
Trauma karena di hianati oleh istrinya 3 tahun yang lalu membuat Samudra hanya memandang wanita sebagai alat pemuas hasrat belaka.
Namun keanehan terjadi pada Samudra... Saat ia semakin hari semakin memperhatikan Melody yang notabene bahkan tak pernah menatapnya Apalagi mengodanya seperti wanita2 lain... mengapa ia suka memperhatikan semua tingkah laku gadis remaja itu???
Apakah seorang Melody mampu menjamah hati seorang Samudra?
Baca kelanjutannya di novel aku yang ke 4 ini sista, kalian bisa baca juga 3 Karya aku sebelumnya
1. Akhir Pelarian
2. My Starla
3. Aku Tidak Mandul
Jangan lupa untuk like komen dan terutama memberi vote pada karya ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06. Bertemu
Dengan ragu-ragu Iwan dan istrinya masuk ke dalam resto... Namun Melody menarik keduanya sambil tersenyum
" Bapak sama Ibu tenang saja, Mel sudah 3 kali ke sini...ditraktir teman yang ul-tah, ayo kita cari tempat duduk dulu " ucap Melody lalu mencarikan tempat duduk yang nyaman untuk kedua orang tuanya.
" Bapak sama Ibu tunggu di sini ya.. Melody mau antri dulu " ucap Melody lalu segera mengantri ke barisan.
Iwan dan Imah memperhatikan Melody yang mengantri.. sambil saling berpegangan tangan
" Senangnya ya pak... ibu bahagia sekali hari ini " ucap Imah dengan mata berkaca-kaca... Iwan tersenyum melihatnya
" Iya bu... bapak selalu bersyukur.. Allah menitipkan Melody pada kita, anak yang sangat pintar.. cantik dan baik hati. Bapak selalu berdoa agar Melody bisa mendapatkan suami yang Kaya Raya agar Ia terbebas dari kemiskinan... kasihan dia seumur hidup bersama kita yang miskin ini " ucap Iwan sedih, mata tuanya memandang ke arah Melody dengan sayu
" Insha Allah pak... anak kita akan cerah masa depannya " ucap Imah yang di amini oleh Iwan.
Sementara Melody yang sedang asik mengantri di kejutkan oleh tepukan seseorang di bahunya.
" Melody...? Kebetulan sekali kita bertemu di sini... apa kabarmu? " sapaan seseorang mengagetkan Melody, Melody pun menengok ke belakang
" Ibu....?? ah Melody kangen, Mel baik-baik saja bu..ibu sendiri?? " tanya Melody.. ternyata mantan guru keseniannya Ibu Sinta yang menegurnya
" Iya ibu sendirian aja, Mel sama siapa.. sama pacarnya ya?? "
" Ngak lah bu.. Mel kan ngak mau pacaran sampai Mel berhasil. Mel sama Ibu dan bapak.. itu mereka di sana!! " tunjukkan Mel pada meja kedua orang tuanya
" Boleh ngak ibu gabung, Kebetulan ibu ada perlu sama Mel.." ucap Sinta
" Tentu saja boleh... Ibu pesennya gabung aja sama Mel, nanti biar Mel yang bayar... Hari ini Mel gajian pertama bu " adunya senang.. Sinta tersenyum mendengarnya... Melody memang anak yang sangat baik itulah mengapa ia sangat menyukainya
" Iya... pesanannya gabung aja.. tapi karena kamu sudah bekerja.. biar ibu yang bayar sebagai hadiah buat Mel, Nanti besok2 baru Mel yang bayar ya... " ucap Sinta sambil mengelus rambut panjang Melody
" Yah ibu... Jangan dong, ini sudah niat Mel mau traktir ibu sama bapak " tolak Melody
" Ya udah.. sini deh uangnya Melody 100 ribu kasih Ibu.. tapi ibu yang pesan yah " jawab Sinta.. akhirnya Melody pun memberikan yang 100 pada Sinta, Namun Sinta malah memesan banyak sekali makanan sampai membuat meja mereka penuh makanan
Ketiganya melotot melihatnya
" Waduh Mel.. kok banyak banget ya makanannya, Nanti ngak habis lho " ucap ibunya
" Ngak tau bu.. yang pesan bu Sinta " jawab Melody
" Bapak... ibu... ngak papa Kebetulan kita bertemu disini, saya mau ikut merayakannya gaji pertamanya Melody... Melody kan murid kesayangan saya, saya bangga sekali Ia sudah bekerja sekarang " ucap Sinta senang
" Baiklah.. Terimakasih bu Sinta, kalau begitu kita berdoa dulu sebelum makan ya... " Iwan lalu memimpin doa.. ia membacakan doa selamat sebelum membaca doa makan.
Mereka makan sambil berbincang, tak terkira bahagianya Hati Melody melihat kedua orang tuanya makan dengan lahap.
" Melody kerja dimana? " tanya Sinta
" di PT. Samudra bu.. jadi ob " jawabnya
" PT. Samudra...?? " beo Sinta
" Iya bu... kenapa? " tanya Melody
" Ah Enggak... cuman namanya kok seperti temannya suami ibu, oh ya kalau hari Sabtu Melody kerja ngak? "
" Sabtu setengah hari bu.. kenapa? "
" Begini.. ibu minta tolong, mumpung di depan kedua orang tuamu.. bisa ngak tiap hari Sabtu itu setelah pulang kerja Melody nemanin ibu sampai jam 10 malam, Nanti jam 10 kalo suami Ibu pulang... Melody di antar pulang sama supir Ibu. Sepi saya sendirian ..boleh ya ibu.... bapak... " izin Sinta
Imah dan Iwan saling tatap...
" Kami mah terserah Melody saja.. kalau dia ngak cape.. ya silahkan " jawab Iwan.. jawaban Iwan membuat Sinta tersenyum senang
" Gimana Mel mau yah, temanin ibu..itu bapak sama ibu kamu sudah kasih lampu hijau " desak Sinta..Melody terdiam sesaat, Ia memandang ke arah bapak dan Ibunya bergantian meminta izin melalui pandangan matanya mereka. Melihat keduanya mengangguk.. Melody pun tersenyum senang
" Baik bu.. karena bapak dan ibu sudah mengizinkan Melody mau " jawabnya... semua merasa senang malam itu, Namun Melody dan keluarganya tak tau pertemuan mereka yang tak di sengaja malam itu dengan Sinta merupakan awalnya cikal bakal pertemuan Melody dengan calon masa depannya kelak.... wallahu alam.
🌷🌷🌷🌷
Kedatangan Samudra ke kediaman kedua orang tuanya mengagetkan isi rumah terlebih adiknya... Sandra. Sandra berlari menyambut Samudra ke pintu depan sambil mengendong anaknya yang masih bayi
" Kakak..... tumben pulang ke rumah , Masuk kak !! " sambutnya senang, Samudra tersenyum mendapat sambutan hangat dari adiknya... seandainya sambutan itu dari istri dan anaknya......
Sandra menyeret Samudra ke meja makan, di meja makan sudah berkumpul kedua orang tuanya dengan juga adik iparnya
" Assalamu alaikum.. " ucap Samudra Ia lalu memeluk Ibunya dan menciumnya
" Bagaimana kabar nenekmu di Jepang nak? " tanya Sakura... ibu Samudra
" Baik Mommy... nenek titip salam buat kalian semua, ini oleh 2 untuk kalian semua " jawab Samudra sambil menyerahkan banyak paper bag pada Pelayan mereka
Sandra berpura-pura celingukan sambil berlagak seperti orang bingung
" Apa yang kau Cari Sandra... " tanya ibunya
" Kakak..... kapan Kakak akan membawakan seorang kakak Ipar yang cantik untukku, Sandra bosan kak sendirian di rumah..mommy selalu menemani daddy memancing, suamiku selalu bekerja..... Sandra kesepian kak.... " ucapnya manja pada Samudra... Samudra hanya tersenyum kecut
" Maaf ya adikku yang comel... sepertinya kau tak akan pernah punya kakak Ipar, Hati kakakmu ini sudah patah tak akan bisa di sambung Lagi mengerti!! lagi pula sekarang kau sudah punya anak... Kau tak akan kesepian lagi " jawab Samudra santui.. Karena sudah ratusan kali hal serupa di ajukan oleh keluarganya
" Samudra.... kau sudah dewasa, semua teman2 mu sudah memiliki anak, sampai kapan kau akan menduda... sudah lebih 3 tahun son. Tidak semua wanita seperti mantan istrimu itu, masih banyak wanita yang baik dan tulus son " nasihat daddynya... Samudra hanya tersenyum saja... Ia tak membantah namun tak juga pernah mau berkomentar
Daddy atau ayah Samudra adalah orang America sedangkan Ibunya keturunan Indonesia-Jepang. So Samudra mengikuti gen daddynya yang bule asli coy hingga perawakannya tinggi besar dan juga sangat bule lah istilah kita...sedangkan adiknya lebih mirip Ibunya. Membuat Sandra dan Samudra tak ada mirip2nya .
Ayah Samudra memiliki perusahaan ekpor impor, saat lulus kuliah Samudra membuka usaha sendiri dengan bantuan dana dari daddynya hingga kini usaha Samudra berkembang pesat. Usaha daddy nya Samudra kini di kelola oleh adik iparnya Walaupun Samudra memiliki saham sebesar 49 % disitu, namun Ia lebih suka mengurusi usahanya sendiri.
Tak ada wanita yang tak akan mengagumi seorang Samudra, perawakannya yang mendekati sempurna membuatnya jadi rebutan Apalagi dengan kekayaannya yang berlimpah. Namun seorang Samudra tetaplah manusia biasa yang bisa trauma dan patah hati, bagaimana tidak saat Samudra bekerja keras... istrinya malah berselingkuh dengan sahabatnya sendiri dengan alasan Samudra tak pernah ada untuknya.
Usut punya usut ternyata Naura mendekati dan menikahi Samudra hanya untuk memeloroti uangnya dan Naura tak pernah putus dengan pacarnya yang merupakan sahabat Samudra sendiri... padahal Samudra sangat mencintai Naura
Karena traumanya itulah Samudra tak mau lagi terikat dengan wanita... Ia tak percaya apa wanita yang tulus padanya, Ia memerlukan wanita kini hanya untuk melakukan pelepasan hasrat lelakinya saja.
Tak satupun wanita tersebut yang boleh ke apartemennya apalagi ke Kantornya, ia hanya akan melakukannya dikamar hotel setelah itu membayarnya. Bagi Samudra hal itu sudah cukup.. ia tak mau lagi menjadi budak cinta dan wanita sampai kapanpun... Walaupun untuk itu Kemungkinan Ia akan menua sendirian.
Diamnya Samudra sudah menjadi kode bagi keluarganya untuk berhenti membicarakan pendamping Samudra, jika mereka terus mendesak seperti biasa Samudra akan pergi ke apartment nya dan menghindar dari keluarganya.
Sakura menarik nafas panjang melihat kelakuan Samudra... sampai kapan. anaknya itu akan selalu trauma..... 😐😐😐
Pada mau liat ngak kekecean seorang Samudra... pasti semua pada klepek-klepek deh... author aja meleleh liatnya
Samudra