NovelToon NovelToon
The Prince Arrogant

The Prince Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

McLaren Valkiry, terlahir sempurna dengan ketampanan dan kekayaannya juga statusnya sebagai putra dari seorang bangsawan Inggris.

Prinsifnya yang tidak mempercayai pernikahan malah membuatnya terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dikenalnya.

Maureen adalah seorang gadis cantik yang terpaksa menikah dengan McLaren karena kejadian yang tidak mengenakkan.

Bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka bisa lari dari pernikahan? Atau malah jadi saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-5 Hari Pernikahan

Hari ini Mac adalah hari pernikahan Mac dan Maureen. Mac benar-benar kesal kenapa dia harus menikah dengan gadis yang benar-benar orang asing baginya. Dari awal dia tidak terlalu berniat dengan yang namanya pernikahan. Dia merasa trauma dengan pernikahan orangtuanya. Dalam benaknya pernikahan itu akan membawa banyak masalah dalam hidupnya. Dan ternyata sekarang dia mengalaminya.

Mac merasa wanita akan benar-benar membuat hidupnya hancur, lihat saja gadis disampingnya itu. Tidak hujan tidak angin tiba-tiba begitu saja jadi istrinya. Ingin rasanya dia menendang jauh wanita itu pergi dari kehidupannya. Sepanjang acara pernikahan wajahnya terus cemberut.

Begitu juga dengan Maureen. Dia baru saja patah hati dengan kelakuan pacarnya yang ternyata berselingkuh berkali-kali, dia tidak percaya lagi pada pria. Dia ingin jauh dari yang namanya pria tapi ternyata dia malah harus mengikat janji dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Diapun berfikir untuk pergi jauh dari pria ini.

Maureen merencanakan untuk pergi sejauh jauhnya dari pria yang ada disampingnya itu, meskipun di statusnya sudah menjadi istrinya, dia sama sekali tidak berminat untuk menjadi istrinya.

Elsa menatap putranya yang sepanjang acara cemberut saja. Dia tidak tahu apakah ini yang terbaik atau tidak, tapi dia tetap berharap pernikahan putranya akan bahagia.

“Akhirnya aku bisa melihat putra kita menikah meskipun dengan cara yang kurang baik,” terdengar suara pria mengagetkan lamunannya Elsa.

Diapun menoleh kearah suara, James sudah berdiri disampingnya, menatap kedepan memperhatikan pengantin itu.

“Kau benar, meskipun sebenarnaya aku masih mengkhawatirkan kebahagiaannya, kau lihat? Mac cemberut terus sepanjang hari,” ucap Elsa, dengan raut muka sedih.

“Kau tidak perlu khawatir semua akan baik-baik saja, kita sudah melakukan yang terbaik untuk putra kita,” kata James. Elsa hanya mengangguk.

Malam resepsipun sudah usai, tamu-tamu sudah pulang, sanak keluarga juga sudah pulang. Sepasang pengantin ini sudah berada dikamar hotelnya, masih berbalut baju pengantin.

Maureen duduk disofa terdiam, banyak rencan keluar dari kepalanya, dia akan kabur dari kehidpan pria ini, dia tidak mau terikat dalam pernikahan ini, ya dia harus kabur. Dia tidak akan membiarkan pria ini menyentuhnya, dia tidak mau manghabiskan hidupnya dengan pria ini, tidak mau.

Mac duduk dipinggir tempat tidur dengan tampang kusut, dia merasa berat menjalani pernikahan ini, dia tidak mau seumur hidupnya diikuti wanita itu, dia tidak mau. Dalam benaknya dia akan melarikan diri meninggalkan wanita ini, dia akan kembali ke Washingnton atau kemanapun yang penting pergi jauh dari wanita ini, dan menunggu waktu yang agak tenang dia akan  membuat surat peceraian supaya urusannya dengan wanita ini tuntas.

Mac masuk ke kamar mandi dia berganti pakaian dengan pakaian tidur. Sekarang dia duduk diatas tempat tidur sambil berbselonjor, dia mengotak atik handphonenya membaca pesan yang langsung masuk begitu banyak.

Mac terus berfikir kira-kira dia akan pergi kemana untuk menghindari wanita ini, dia tidak mau ada wanita yang mengikutinya.

Diliriknya gadis itu juga pergi ke kamar mandi, mereka sama sekali tidak bicara, wajah keduanya memasang wajah cemberut seharian ini.

Tidak berapa lama terdengar pintu kamar mandi terbuka, wanita itu sepertinya sudah berganti pakaian dengan baju tidurnya stelan celana panjang.

Mac mencibir, apa maksudnya menggunakan baju tidur stelan celana panjang? Dia fikir dia akan tertarik? Salah, lihat saja, besok pagi kau akan langsung menjadi janda, batinnya, sedangkan tangannya masih sibuk dengan handphonenya.

Maureen mendekati tempat tidur, mengambil bantal dan selimut, lalu berdiiri menatap Mac.

“Aku mau tidur, pindah!” usirnya dengan ketus.

Mac yang mendengar perkataan Maureen menoleh kearah gadis itu, matanya menatap Maureen dengan sorot mata tajam.

“Apa? Aku pindah? Huh yang benar saja!” kata Mac , kembali mengetik di handphonenya.

“Aku bilang pindah, pindah! Kau tidur di sofa!” kata Maureen.

“Apa maksudmu? Kau menyuruhku tidur di sofa? Enak saja!” kata Mac, kembali mengotak atik handphonenya.

“Aku serius, aku mau tidur!” ucap Maureen bersikeras.

“Tidak bisa, kau yang tidur di sofa!” kata Mac tidak mau mengalah.

“Masa perempuan yang tidur di sofa? Yang benar saja?” Maureen tidak mau terima.

“Memangnya kenapa? Aku tidak terbiasa tidur di sofa,” kata Mac.

“Kau fikir aku juga terbisa tidur di sofa? Dimana-mana laki-laki yang mengalah,” ucap Maureen, menatap Mac dengan tajam.

“Apa maksudmu laki-laki mengalah? Enak saja! Kau yang tidur disofa, dan janagn sekali kali menganggu tidurku, pergi jauh jauh dariku!” bentak Mac.

Maureen mencibir.

“Kau fikir aku mau dekat-dekat denganmu? Kau salah, cepat menyingkir, aku mau tidur!” usir Maureen lagi. Dia menepuk-nepuk kasurnya dan menata bantalnya diujung besebrangan dengan Mac.

“Apa-apaan ini? Kau tidur di sofa!” teriak Mac. Dia benar-benar kesal dengan kelakuannya Maureen yang tidak mau mengalah.

“Tidak mau, kau yang pindah!” ucap Maureen bersikeras, tapi Mac tidak mau mengalah, dia sibuk dengan handphoennya, tidak menghiraukan perkataaan Maureen.

Melihat Mac tidak mau pergi, membuat Maureen jadi kesal. Dia mendekati Mac dan menarik tangannya dengan keras.

“Turun! Aku mau tidur!” teriaknya.

Karena Maureen menarik tangan Mac dengan sekuat tenaga, hampir saja Mac terjatuh kalau kakinya tidak dengan segera menapak kelantai dan buru-buru berdiri, menjaga keseimbangan jangan sampai terjatuh.

“Kau tidur di sofa!” kata Maureen, dia langsung saja naik ke tempat tidur.

Melihat Maureen naik ke tempat tidur, Mac jadi kesal, dia pun menarik kakinya Maureen dengan keras supaya Maureen mau turun dari tempat tidur.

“Apa ini? Lepaskan!” teriak Maureen, menarik kakinya dari pegangan Mac.

“Turun!” Bentak Mac.

“Tidak mau!” Maureen, menarik kakinya lagi sampai lepas dari pegangan Mac.

“Kataku turun, turun!” teriak Mac lagi, tapi Maureen tidak mau dengar dia malah akan berbaring lagi.

Melihat sikap Maureen itu membuat Mac hilang kesabaran, diapun menarik kedua kaki Maureen dengan keras  sampai Maureen terjatuh ke lantai dan menjerit kesakitan.

“Aww!” teriaknya.

“Kau fikir kau siapa? Perempuan sok jago begitu? Aku bilang kau yang tidur di sofa, ya di sofa!” bentak Mac, diapun kembali naik ke tempat tidur dan duduk lagi bersandar.

“Haaa…” Maureen langsung menangis, merasakan pantatnya yang sakit.

“Kau benar-benar kasar,” keluhnya, masih terduduk di lantai.

“Salah sendiri, seenaknya menarik orang,” gerutu Mac.

Maureen berdiri dan menghapus airmatanya.

“Dimana-mana laki-laki yang mengalah,” kata Maureen, sambil menghapus airmatanya, pantatnya terasa sakit karena terjatuh akibat ditarik Mac itu.

“Tidak denganku, aku bukan laki-laki yang kalah oleh perempuan!” kata Mac. Maureen menatapnya dengan sebal.

Tangan Mac meraih bantal yang tadi sudah Maureen siapkan untuk tidur di tempat tidur itu, diapun melempar bantal itu ke sofa.

Pluk! Banta itu jatuh ke sofa.

Setelah bantal di lempar, Mac juga mengambil selimut yang juga dilemparnya jke sofa.

Bruk! Selimut itu jatuh diatas bantal tadi.

“Tuh! Tidur disana!” kata Mac, menunjuk dengan kepalanya.

“Jangan sekali-kali kau mencoba ke tempat tidur, jangan menggangguku!” warning Mac.

Maureen menatap pria yang tidak berperasaan itu. Kenapa ada pria yang sekasar itu pada seorang gadis. Dia masih berdiri mematung menatap Mac.

“Kenapa kau masih berdiri disitu? Pergi sana! Jangan coba-coba naik ke tempat tidur lagi atau aku akan menyeretmu keluar,” ancam Mac.

Maureen semakin sebal saja pada pria ini, dia benar-benar dapat mimpi buruk menikah dengan pria kasar seperti ini. Akhirnya dengan berat hati, Maureen melangkah menuju sofa, menata bantalnya dan berbaring dengan berselimut sampai keujung kepala.  Dari tempat tidur Mac hanya bisa melihat ujung kepalanya Maureen saja yang tertutup selimut.

Mac masih mengotak-atik handphonenya, tapi fikirannya melayang kemana-mana.  Pagi nanti sepertinya dia akan pergi dari hotel ini meninggalkan wanita ini, dia tidak mau diikuti oleh wanita ini, meskipun statusnya menjadi istrinya dia tetap tidak mau.

Mac kembali berfikir, kira-kira dia akan pergi kemana untuk menghindari Maureen? Kalau ke Washington orangtuanya pasti akan tau dan akan mencarinya ke sana.

Mac terus berfikir lebih baik dia pergi ke…, tiba-tiba dia teringat perkabunan milik ibunya dulu. Perkebunan itu kan sangat jauh, dan keluarganya tidak pernah lagi mengunjungi perkebunan itu meskipun perkebunan itu masih milik ibunya. Biasanya ibunya hanya mendapatkan laporan hasil dari perkebnan itu saja.

JIka tinggal diperkebunan sementara waktu, Pasti keluarganya tidak akan menyangka kalau dia pergi keperkebunan itu. Dan keberadaannya tidak akan ditemukan.

Setelah mendapatkan jawaban dari rencana esok hari,  Macpun berbaring di tempat tidurnya dan mencoba tidur.

Dia melihat sekilas kepala wanita itu yang tertutup selimut tidak bergerak mungkin wanita itu sudah

tidur. Lagipula mau tidur ke mau mati ke, masabodoh, dia tidak peduli, fikir Mac.

********************

1
Ivana Monica
sedih nih sampe skrg ga daa lanjutannya..
dr awal cerita dr ayah n mama max aku bc.. masa skrg ga da lg cerita nya..
Ivana Monica
sedih bnr ga da lanjutan lg
Ivana Monica
kyk nya ga bakal da lanjutan lg ya??? ceritanya jd lupa nih..
ʕ´•ᴥ•`ʔ
masih menunggu kelanjutan mac sama mauren, hampir satu tahun ni menunggu
UTIEE
🌹🌹🌹🌹🌹
ʕ´•ᴥ•`ʔ
sampai sekarang belum jg next 👉 udh menganti tahun bentar lagi juga mau ganti tahun lagi ni author di lanjut yukk tanggung udh setengah jalan gak pulang" dong 📄
ʕ´•ᴥ•`ʔ
lanjut yuk ini bukan lagi bulan tapi tahun sudah berganti tahun loh blm di lanjut ya 😄
Anisjuliana Zakaria
lanjutt thor sayanggg..ngakk rela mac and maureen Gantung teruss😭
Edy Pamuji
aku rindu Mac dan maureen
Nartyana Gunawan
kak kalo yang di lapak sebelah mistery merrid with rich man gimana kak..masih lanjut kan ??
bigstone: sekarang sudah tamat kok kak.silahkan dilanjutkan bacanya 🥰
aku udah baca sampe tamat.kalo sekarang aku nungguin suami ternyata milyarder karya kak RR Maesa di lapak yg sama dg Mystery married with rich man
total 1 replies
Jenk Retno Hany
lanjutannya mana ini
rossydah96
Lnjut thor nulisnya aku suka
Asrika Alexander
kapan up Thor uda lama ditungguin
jennifer
ini mau hiatus sampai brp lama ya thor?? atau udh gak dilanjut lg ya??
Sungai Panjang
thorrrrr.. lama bgt Ampe 5 bulan kita gak ketemu 🥺🥺🥺🥺🥺🥺


makasih ya karya nya... sehat2 disana...


aku padahal penggemar berat 😭bakalan kangen nih
Siti Harum Munthe
gak suka karakter ceweknya
Siti Harum Munthe
dasar suka tuh mauren. kan ada kamar lain. dasar pengen sekamar mac
nur imamah
kenapa harus dipaksa dijodohkan sih...
nia kurniawati
ditunggu up nya ya
<ᴍᴀʀɪᴀ ʜᴀ ɴᴀ>👑 Ha Na maria💣
bln ramadhan udah lama lewat tp kok blm up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!