NovelToon NovelToon
BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: radetsa

Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.

Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.

Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.

Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?

Selamat menyaksikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI BERDARAH

Taufiq Haytham, polisi muda itu berlari memasuki rumahnya. Raut kecemasan tergambar jelas di wajahnya saat itu. Dia berlari kesana-kemari menyusuri ruang demi ruangan rumahnya itu.

“Renimaaaa… Renimaaa… Reeeennn…” Suaranya menggelegar memenuhi setiap ruangan yang dia telusuri.

“Daddyyyyy…” Lengkingan seruan Samudra terdengar memanggilnya. Anak kecil itu berlari dan menghamburkan dirinya memeluk lutut Taufiq dengan kuat. “Daddyy… Ibu… Ibu…” Dia menangis sambil menunjuk-nunjuk

kearah dapur rumah itu.

“Dimana ibumu, Sam?” Tanya Taufiq  semakin panik ketika melihat tangisan Samudra.

Samudra tidak menjawab. Dia hanya menarik tangan Taufiq dengan sekuat tenaganya menuju ke tempat telunjuknya tadi mengarah.

“Renimaaa…” Mata Taufik membulat. Dia begitu terkejut ketika mendapati Renima terduduk tak berdaya di lantai dapur. Renima memegangi perutnya yang buncit sambil meraung-raung kesakitan.

Taufiq berlari mengejar posisi Renima, matanya menangkap darah segar mengalir dari pangkal paha Renima.

“Kak Taufiq… Sakit, Kak… Sakit… Hiks… Hiks… Hiks…” Ringis Renima kesakitan. Jemarinya dengan kuat meremas lengan baju Taufiq, berusaha mengurangi rasa sakit yang ditanggungnya saat itu.

“Iya… Iya… Iya, sayang… Kakak tahu… Kamu tahan sebentar, ya… Kita ke rumah sakit sekarang…” Ucap Taufiq cepat. Rasa cemas membuat napasnya tersengal tak beraturan. Dia mengangkat tubuh Renima dan menggendongnya ke luar rumah menuju ke dalam mobilnya yang terparkir tak beraturan di pekarangan.

“Bu Liaaaan… Bu Liaaaan…” Seru Taufiq sekeras-kerasnya kearah rumah tetangga sebelah kanan dari rumahnya. Seorang wanita paruh baya keluar dari rumah itu dan berlari tergopoh-gopoh ke arah Taufiq berdiri.

“Ada apa, Nak Taufiq? Kenapa teriak-teriak begitu?” Tanya wanita yang dipanggilnya Bu Lian.

“Bu Lian… Renima terjatuh…” Ujar Taufiq getir.

“Apa? Kok bisa? Lalu bagaimana keadaannya sekarang, Nak Taufiq?” Tanya Bu Lian menyerocos cemas.

“Renima ada di dalam mobil, Bu. Dia sepertinya mengalami pendarahan. Dia kesakitan, Bu. Bolehkah saya minta tolong buat jaga anak-anak sementara, Bu?” Pinta Taufiq berharap.

“Tentu, nak… Biarkan Sam dan Sunny bersama ibu. Keselamatan Reni dan bayinya sangatlah penting sekarang.” Sahut Bu Lian terlihat tulus. “Pergilah…”

“Terima kasih, Bu…” Ucap Taufiq. Dia segera masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobil itu dengan kecepatan tinggi.

Suara rintihan Renima membuat telapak kaki Taufiq menginjak pedal gas mobilnya dengan begitu kuat, sehingga mobil itu melaju kencang menembus jalanan kota yang lumayan padat pada jam-jam itu.

Mobil yang mereka tumpangi membawa mereka sampai di rumah sakit tempat Nathan bekerja. Karena kondisi Renima sangat parah, Renima harus dibawa ke ruang IGD. Suasana rumah sakit itu sangat berbeda dari biasa mereka datang. Begitu ramai dan padat. Semua orang-orang berpakaian putih di sana

tidak satu pun yang terlihat berleha-leha. Mereka semua sibuk.

“Maafkan kami, Pak. Dokter di rumah sakit ini tidak ada yang kosong, jadwal mereka terisi penuh. Sementara istri bapak harus segera

dioperasi. Beliau mengalami pendarahan hebat. Untuk memindahkannya ke rumah

sakit lain juga tidak mungkin, Karena bisa membahayakan nyawa keduanya.” Ucap

seorang suster memberitahu kondisi Renima kepada Taufiq.

“Lalu bagaimana dengan Dokter Nathan, Sus?” Tanya Taufiq cepat.

“Dokter Nathan sedang mengambil cuti, Pak. Beliau sedang melangsungkan pernikahannya hari ini.”

“Tolong hubungi Dokter Nathan segera, Sus. Bagaimanapun caranya, Renima saya harus selamat.” Tekan Taufiq dengan tegas.

“Tapi, Pak…”

“ Berikan nomornya kepada saya. Biar saya yang menghubungi Dokter Nathan.” Pinta Taufiq berharap.

Tut… Tut… Tut…

Tidak butuh menunggu lama, telepon Taufiq disahuti dari seberang. Nathan terdengar menyapanya dengan salam sopan.

“Wa’alaikumussalam… Ini saya, Taufiq Haytham…” Sahutnya cepat. “Dok, tolongin Renima… Dia terjatuh tadi, dan suster di sini bilang Renima mengalami pendarahan hebat. Renima harus dioperasi, Dok. Saya mohon…

Selamatkan Renima dan bayinya. Tolong, Dok… Saya tahu hari ini pernikahan

Dokter. Tidak seharusnya dokter memperdulikan pekerjaan, tapi saya mohon Dok. Tolong Renima, Dok…” Taufiq berbicara banyak menyampaikan keputusasaannya saat

itu. Air matanya sudah membasahi pipinya. Dia begitu pedih dan terluka.

Tidak lama, sahutan dari seberang membuat dia bangkit dan kembali tersenyum. “Terima kasih, Dok. Saya tahu Anda akan datang. Anda seorang dokter yang berhati baik dan professional. Sekali lagi, terima kasih Dokter.

Saya tunggu kedatangan Anda, Dok.” Ucap Taufiq lega. Dia mengusap kasar pipinya

yang basah. Rasa kehilangan di masa lalunya lah membuat polisi muda itu terlihat cengeng.

Ayahnya seorang polisi juga dahulunya, tewas dalam misi balas dendam para perampok yang pernah ditangkapnya. Sedangkan ibunya, meninggal ketika ia masih SMA kala itu.

Dan saat itu, hanya Renima, Samudra dan Sunny yang dia punya. Beruntung Bu Lian, tetangganya yang berhati malaikat begitu baik. Selalu ada untuknya dan Renima semenjak ia tinggal di rumahnya sekarang.

.

.

.

.

.

1
Andaru Obix Farfum
terus g nikah Kantor ya.
Ran Aulia
😫😫😫😫 mewek lagi
Ran Aulia
😫😫😫😫😫😫
Ran Aulia
keren kak, ceritanya berhasil bikin gemes , penasaran , mewek , senyum2 mewek lagi

terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍
Ratna Dewita Sari: terima kasih Kak /Smile/
total 1 replies
Bzaa
satu vote terkirim buat gift nya debay ya tor 😘
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗🥰
total 1 replies
Bzaa
coba sing jujur satu sama lainny, bias gak ada miiskom
Bzaa
Luar biasa
Bzaa
hadirrrrr aku tor....
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Ria Dardiri
klo di dunia nyata biasanya disebut " Iya Ndan,,,Siap komandan"😉😉
Ria Dardiri
sukaaaa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
sri mindaryati
jadi gregeten sm taufik,kno ga jujur aja siihhh
Selvy Anton
Luar biasa
aima
knp hampir setiap bab mengandung bawang berlebihan ya thor 🤧🤧🤧😭😭😭 mana baca ny di tempat kerja lagi
Ratna Dewita Sari: hehe
maaf ya kk 😁
total 1 replies
umi qomari
bagus
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Hr sasuwe
menarik ceritanya sukaa
Herlina Lina
,tdk ad nikah Dinasx thor
Nadia
Raniya dokter kok BG mestinya kasih tau ke orang masa iya gak ada curiga2 nya
Nadia
Thor bukannya kalau mau nikah anggota polisi harus ada laporan ke kantor dan calon istri di briefing dulu untuk menjadi istri Anggow polisi,,masak Raniya gak,,kalau iya masak gak tahu status Taufiq yg belum pernah menikah??????
Ratna Dewita Sari: hehe
iya, kk
maaf, kurang riset kemarin kk
total 1 replies
Yati Nurjati
karya ini baik aku senang membacanya.
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!