"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.
Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.
Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.
"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.
Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?
Cover Source : Pinterest.
Setting tempat : Paris, Perancis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Rue Lepic
Hari ini, Detektif Martin kembali menyelidiki kasus tabrak lari yang menimpa Razel. Setelah mendengar pernyataan Jaksa Leo, Detektif Martin semakin bersemangat untuk membongkar kasus ini. Ini adalah kasus yang cukup rumit, mengingat tidak ada satupun barang bukti yang berhasil ia temukan. Namun kecurigaannya tertuju dengan keluarga Tuan Albert, setelah ia mendengar Jaksa Leo membeberkan analisanya.
Detektif Martin berjalan menyusuri trotoar Jalan Rue Lepic, tempat di mana Razel ditemukan dengan keadaan tidak sadar diri.
"Ini rumit sekali!" Keluhnya seraya mengelap keringat yang membasahi dahinya.
Saat menyusuri Jalan Rue Lepic, Detektif Martin memperhatikan ada seorang penjual koran keliling. Penjual koran itu adalah seorang pria paruh baya. Pria paruh baya itu memperhatikan gerak-gerik Detektif Martin.
Detektif Martin merasa ada yang janggal dengan gerak-gerik pria itu. Saat sadar Detektif Martin memperhatikannya, pria itu berjalan dengan cepat seraya menenteng koran yang ada dipangkuannya. Ia memasuki salah satu gang yang berada didekat jalan Rue Lepic.
"Tuan, Tunggu!!" Detektif Martin itu berusaha mengejar Pria paruh baya itu.
Pria itu mempercepat langkahnya dengan panik, lalu sesekali menoleh kebelakang. Detektif Martin tak kalah cepat, ia mengejar pria itu dan menghadang tepat didepannya.
"Kau menghadang jalanku!" Seru pria itu panik.
"Emm, siapa nama anda, Tuan?" Detektif Martin memandang pria itu dengan tatapan serius dan penuh selidik.
"Namaku Gustav, tuan. Minggirlah, kau menghalangi jalanku!"
"Aku tidak akan membiarkan tuan pergi, sebelum tuan menjawab pertanyaanku."
"Aku mohon, tuan! Biarkan aku pergi!" Gustav mengatupkan tangannya gemetar
Detektif Martin memperhatikan jalanan gang itu, cukup sepi. tidak ada orang yang melewat gang ini.
"Duduklah!" Detektif Martin mulai melunak.
Mereka pun duduk dikursi yang cukup berdebu. Pria paru baya itu mendudukan dirinya dengan kaki gemetar, sehingga membuat Detektif Martin semakin curiga dengan gerak-geriknya.
"Apa tuan tahu ada kecelakaan 5 hari yang lalu di Jalan Rue Lepic?" Tanya Detektif Martin penuh selidik.
Pria paruh baya itu menganggukan kepalanya pelan, dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Apa tuan ada saat terjadinya kejadian itu?" Detektif Martin kembali mencecar Gustav dengan pertanyaannya lagi.
Lagi-lagi Gustav hanya menganggukan kepalanya.
"Apa tuan tau siapa yang ada didalam mobil ?"
"Saya akan menceritakannya, tuan. Akan tetapi, saya mohon jangan libatkan saya! Saya hanya orang kecil. Saya tidak mau anda mengambil saya menjadi saksi," mata Gustav memerah karna merasa ketakutan.
"Baiklah. Saya akan merahasiakan identitas anda. Tetapi, saya mohon berikan saya informasi!"
"Saya lihat mobil itu mobil bermerk Maybach 60 S, tuan. Pengemudi itu adalah Dave Abellard pewaris tahta Perusahaan Abellard Company."
"Apa?" Mata Detektif Martin membulat dengan sempurna.
"Rupanya Analisa Jaksa Leo tepat sasaran, Anda memang jaksa hebat, tuan !" Batin Detektif Martin
**
"Detektif?" Sapa Sophie (Ibu dari Maura) saat membuka pintunya.
Setelah mendengar informasi dari Pedagang Koran tadi, Detektif Martin segera bergegas menuju rumah Jaksa Leo yang berada di kediamannya di Montmartre. Biasanya, Detektif Martin akan mendatangi kantor jaksa kondang itu. Namun berhubung hari ini adalah wekeend, maka Detektif Martin mendatangi kediaman jaksa yang terkenal adil itu.
"Nyonya?" Detektif Martin tersenyum hormat
"Masuklah!" Seru Sophie ramah
Terlihat Jaksa Leo sedang duduk santai di sofa, sambil membaca koran ditemani cemilan dan kopi yang masih berasap.
"Detektif Martin?" Sapa Jaksa Leo, mereka berjabat tangan erat.
"Ayo, masuklah keruang kerjaku!" Lanjut jaksa Leo seraya berjalan menuju ruang kerjanya, diikuti dengan Detektif Martin dibelakangnya.
"Aku mempunyai informasi penting, tuan," Detektif Martin mendudukan kursinya diruang kerja Jaksa Leo.
" Hmm. Pasti kau menemukan bukti atas kasus tabrak lari yang menimpa Razel ?"
"Betul, tadi saya mendapatkan informasi dari seorang pedagang Koran keliling. Dia melihat sendiri insiden yang menimpa Razle. Dia melihat mobil Maybach 60 S, dan pengemudinya adalah Dave Abellard Putra pewaris dari Tuan Albert Abellard. Kita harus segera menangkapnya tuan!"
"Kita tidak bisa main tangkap begitu saja, Kita belum mempunyai bukti yang cukup kuat. Apalagi informan yang kau temui harus kau lindungi identitasnya, karena Tuan Albert adalah orang cukup berkuasa dinegara ini. Apa kau mau mereka melakukan yang tidak-tidak kepada pedagang itu?" Sahut Jaksa Leo seraya menyeruput kopinya yang masih mengeluarkan asap tipis.
"Iya juga. Apalagi saya sudah berjanji untuk tidak melibatnya. Kasus ini pelik sekali!"
"Ya, dia adalah orang kecil. kita harus melindunginya, termasuk dari intervensi Tuan Albert. Bersabarlah sebentar ! Kita akan segera menemukan sebuah cara untuk menemukan bukti yang bisa menjerat Dave," Jaksa Leo menatap Detektif Martin dengan mimik yang serius.
Detektif Martin menganggukan kepalanya, dan segera meminum kopinya yang mulai dingin.
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung novel terbaru ini. Terima kasih 🤗