ketika keluarga belum dikaruniai keturunan dan memilih poligami sebagai solusi, bagaimana kisah keluarganya? Bagaimana sekitar bisa memahami kondisinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#chapter 6, Menenangkan Diri.
Dalam satu siklus menstruasi, kedua indung telur tidak akan mengeluarkan sel telur diwaktu yang bersamaan. Ovarium akan melepaskan satu sel telur secara bergantian setiap bulan. Misalnya, bulan ini sel telur akan dikeluarkan oleh ovarium kanan, kemudian bulan selanjutnya ovarium kiri yang melepaskan sel telur. Namun memang, tidak diketahui pasti bagaimana urutan sebenarnya. Inilah yang membuat kesempatan buat hamil ada. Selama rahim masih ada, maka masih bisa.
Kalimat demi kalimat dokter terus terngiang-ngiang dipikiran Nayara. Hujan membasahi Kampung sedari pagi, selepas Isya, Nayara ijin buat masuk ke kamar seusai makan malam.
Di kamar yang masih bergaya tradisional dengan bilik ciri khas daerah Ciloto membuat udara dingin menyusup melalui lubang-lubang kecil anyaman bambu, sebenarnya Maulana mau renovasi rumah Abah, tapi Abah menolak.
Dibentangkan sajadahnya, kemudian sholat Isya, Maulana sedang ada tamu, warga yang mau jadi petani binaannya Maulana. Seusai sholat Isya, Nayara membaca Al Qur'an. Kemudian mengadukan semua resah jiwanya pada Sang Maha Kuasa.
"Ya Allah ... Biarlah semua berjalan apa adanya. Berlalu dengan semestinya. Dan berakhir dengan seharusnya. Sekarang Hamba hanya bisa pasrah, jika akhirnya menyerah, setidaknya Hamba pernah berusaha dan bersusah payah. Ya Allah, Ya Rabbi ... Hilangkan segala gundah dan gelisah Hamba, jauhkanlah dari rasa takut dan putus asa. Berilah Hamba ketenangan hati dan jadikanlah Hamba berguna untuk orang banyak. Ya Allah, Ya Rabbi ... Hamba mengerti, cobaan yang diberikan adalah untuk menguatkan. Ujian dari Mu adalah untuk mengajarkan arti kesabaran. Terima kasih atas apapun yang Engkau berikan atas keberkahan yang telah dilimpahkan untuk kami" ucap Nayara dengan penuh cucuran air mata.
Nayara tertidur dalam posisi duduk diatas sajadahnya dan menyandarkan kepala di pinggiran tempat tidur. Maulana yang baru masuk langsung memindahkan istrinya ke tempat tidur. Nayara terbangun karena kaget.
"A'...." ucap Nayara dengan suara penuh getir.
"Aa' mencintaimu apa adanya, bukan seadanya. Aa' berharap saat melihat kamu untuk pertama kalinya, memimpikan kapan waktunya bisa bersama dengan hanya kita berdua diujungnya. Ijinkan Aa' mencintaimu dengan setulus hati hingga nafas Aa' berhenti. Kita harus menanamkan keyakinan bahwa Allah sudah menentukan kapan masa terbaik sosok kecil itu datang. Selama masa menanti, ga ada salahnya memanfaatkan quality time buat kita berdua. Semua yang sudah digariskan untuk kita pasti ada hikmahnya, kita hanya perlu memasrahkan segala usaha dan do'a kita selama ini pada ketetepan-Nya" ujar Maulana dengan segala ketegaran yang coba diperlihatkan didepan sang istri tercinta, walaupun hatinya ga setenang biasanya.
"Sayang .... bersama derasnya hujan kudekap kau dengan penuh cinta. Tetaplah bersama Aa', menghabiskan putaran waktu bersama hingga ajallah yang memisahkan kita. Operasi ini bukan akhir dunia, bukankah kita telah berjanji dihadapan Allah untuk selalu bersama dan saling mendukung didalam kondisi apapun. Aa' ga akan ingkar janji ... Aa' akan selalu disini ... ya disini ... dipelukan hangatmu" ucap Maulana dengan suara lirih yang hampir tak terdengar karena hujan turun sangat lebat malam ini.
🌷
"San .. tunduh pisan euy (ngantuk banget deh)" kata Atikah sambil masih serius nonton Drakor di HP nya, Santi sedang menginap di rumahnya Atikah karena besok libur sekolah, guru-guru ada lomba di Kantor Bupati.
"Isuk deui wae lah drakoranana (besok lagi aja nonton drakornya)" jawab Santi.
"Gugahkeun abdi nya', ulah kasiangan, aya shooting eptipi di perkebunan Pak Maulana. Aya artis nu kasep ti Jakarta (bangunin ya, jangan kesiangan, ada shooting FTV di perkebunan. Ada artis yang ganteng dari Jakarta)" kata Atikah.
.
Sebenarnya daerah Ciloto udah ga terlalu pedalaman banget, hampir sama seperti daerah Bogor Kota, tapi Desa ini memang paling ujung dekat gunung, jadi bisa dibilang fasilitas hiburan masih terbatas. Kalo mau nonton bioskop harus ke Bogor Kota yang jarak tempuhnya sekitar tiga jam. Pasar kaget pun sebulan sekali adanya.
Tentu aja shooting film jadi tontonan para warga yang haus akan hiburan. Dipilihnya perkebunan milik Pak Maulana karena tampak tertata rapih dibandingkan perkebunan lain.
Pihak Production House menyewa ke Abahnya Maulana. Bahkan rumah yang awalnya buat tempat istirahat Maulana kalo lagi ke Kampung juga disewa buat para artis berteduh.
Para warga rada-rada takjub melihat para artis muda yang lagi naik daun dan setiap FTV yang menjadikan mereka pasangan pasti melejit. Sang artis cowo ini debutan baru, baru juga booming empat bulan kebelakang setelah malang melintang selama lima tahun jadi pemeran sekali lewat aja alias figuran. Berkat kisah cintanya sama salah satu selebgram, namanya perlahan ikut naik dan bisa mendapatkan peran-peran utama. Sebenarnya ganteng, tapi kurang mujur aja dulunya.
Artis pemeran utama wanitanya ini sudah lama berkecimpung di dunia keartisan, bahkan sejak berusia lima tahun, kini diusianya yang ketujuh belas tahun sudah merambah ke dunia tarik suara, walaupun belum sebooming saat dia didalam dunia seni peran.
"Eta kulit .... bening pisan kaya air pegunungan" ucap salah satu cowo dengan logat Sunda tapi ngomong gaya Jakarta.
"Mihil biaya perawatanna ... skinkerna bisa buat kita makan sabulan" jawab cowo lainnya.
"Berat dikantong eta mah lur" ucap lainnya lagi.
.
Tempat syuting pun akhirnya penuh sama tukang makanan juga. Dari tukang bakso sampe tukang soto, dari yang jualan balon ampe jualan alat-alat salon, dari yang ngegelar dagangan kolor sampe baju buat molor.
Rencananya syuting disini akan dilaksanakan selama dua hari, para artis dan kru akan menginap di hotel daerah Puncak Pass dan ada juga yang pulang ke Jakarta karena ga terlalu jauh juga buat pulang pergi.
"Nanti kalo kita udah lulus SMA terus ke Jakarta, muka kita kaya gitu kali ya" ucap Atikah kagum.
"Lo tuh udah cantik, mau kaya gimana lagi sih" kata Santi sok gaul.
"Bener juga Lo ngomongnya ala agata (anak gaul Jakarta), kan anak muda disini juga semua gayanya udah modern. Ga usahlah pake bahasa daerah, pake bahasa yang semua orang ngarti wae" sahut Atikah.
"Eh ... liat tuh Manajernya sesembak hartes, lagi jualan lipstik merek Mbak nya yang terbaru" tunjuk Santi kearah salah satu sudut yang rame banget dimininati para Ibu dan remaja putri.
Santi dan Atikah pun mendekati kearah sana. Lipstik yang biasa dijual seratus ribuan sekarang hanya separuh harga plus dapat foto yang sudah ditandatangani sama Mba artis. Atikah membeli, kalo Santi ga beli karena ga ada uangnya.
"Tenang sist, nanti kita pake berdua. Biar cakepnya barengan" janji Atikah.
"Lo emang soulmate banget deh" jawab Santi sambil ber tos ria sama Atikah.
Makin siang warga makin banyak yang memadati lokasi syuting, tampak dari kejauhan, Maulana dan Nayara pamit ke Abah dan Ambu, karena besok sore operasi akan segera dilaksanakan.
membuka wawasan, tau gimana kita harus mengerti orang lain gak berkutat pada diri sendiri.
keluar dari zona nyaman itu berat
Alhamdulillah Zay banyak anak jadi penerus nya juga ada
mbokya sekali kali selesaikan masalah sendiri gitu