NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

Malam itu kembali sunyi.

Setelah semua yang terjadi, Liora tidak benar-benar bisa tenang.

Ia masih gemetar.

Masih terbayang wajah Yena. Cara rambutnya ditarik.

Air dingin yang mengguyur tubuhnya. Bahkan bayangan-bayangan dari awal pertemuannya dengan saga juga ikut terbayang.

Dan rasa… sendirian itu.

Namun kini.

ia tidak sendiri.Saga duduk di sisi ranjang.

Liora memeluknya.

Erat.

Seolah jika ia melepas. semuanya akan terulang lagi.

“Saga…”

bisiknya pelan.

Suaranya lemah.

“Aku di sini.”

Jawaban itu datang cepat.

Tanpa jeda. Tangannya mengusap punggung Liora.

Pelan.

Berulang.Tidak seperti dirinya biasanya. Namun cukup untuk membuat napas Liora perlahan stabil.

“Jangan pergi…”

Lagi.

Saga tidak menjawab dengan kata. Namun tangannya sedikit mengerat.Memberi jawaban yang lebih jelas dari ucapan.

Dan perlahan tubuh Liora mulai rileks.

Matanya berat. Napasnya teratur.

Hingga akhirnya.

ia tertidur. Di pelukan Saga. Dan merasa saga memiliki sisi baiknya , Karna tidak sekejam awal mereka. ia melihat sosok saga yang berbeda.

Dan hal itu membuatnya tidak merasa ketakutan lagi.

Karna akhir-akhir ini liora merasa tidurnya dipenuhi ketakutan.

***

Pagi datang.Cahaya matahari masuk dari celah tirai.

Liora terbangun.

Perlahan. Kepalanya terasa lebih ringan.

Tubuhnya masih lemah.namun tidak seperti kemarin.

Ia menoleh.

Saga sudah bangun. Duduk di kursi dekat jendela.

Matanya menatap ke luar. Namun saat ia menyadari Liora bangun

tatapannya langsung beralih.

“Bangun.”

Nada suaranya kembali datar. Namun tidak setajam biasanya.

Liora duduk pelan.

“Iya…”

Ia menarik napas. Masih ada sisa takut. Namun jauh lebih tenang.

“Siap-siap.”

“Kita keluar.”

DEG.

“Keluar…?” Liora sedikit ragu.

Saga berdiri.

“Jangan jauh dariku.”

Satu kalimat.

Namun cukup membuat Liora mengangguk.

“Iya…”

***

Beberapa saat kemudian, mobil hitam kembali melaju.

Kali ini menuju pelabuhan. Udara laut langsung terasa.

Angin berhembus cukup kencang. Kapal-kapal besar terlihat berjejer.

Dan...

orang-orang dengan tatapan tajam. Suasana itu langsung membuat Liora kembali tegang.

Tangannya tanpa sadar.

mencari.

Dan menemukan.

lengan Saga. Ia langsung memeluknya.

Erat.

DEG.

Beberapa anak buah yang melihat. langsung menahan napas.

Berani sekali. pikir mereka.

Namun.

Saga tidak menolak. Ia tetap berjalan. Seolah itu hal biasa.

“Di sini saja.”

Ucapnya pelan pada Liora. Namun tangannya tetap berada di dekatnya. Seolah siap menarik kapan saja.

Liora mengangguk. Matanya melihat sekitar.

Takut.

Namun tetap mengikuti.

Beberapa pria mendekat.Membawa koper besar. Percakapan singkat terjadi.

Nada rendah.

Serius. Bisnis yang jelas bukan hal biasa.

Liora hanya diam. Tidak mengerti sepenuhnya.

Namun ia tahu...

ini berbahaya.

***

Dan benar saja. Tak lama

dari kejauhan. beberapa sosok muncul.

Gerakannya mencurigakan.

Cepat.

Terlalu cepat.

Ben yang berdiri tidak jauh. langsung menyipitkan mata.

“Tuan…”

Belum selesai kalimatnya.

DOR!

Tembakan pertama terdengar.

DEG!

Liora langsung terlonjak.

“Saga!”

Refleks..

ia langsung memeluk lengan pria itu lebih erat. Saga langsung menariknya.

Melindungi.

“Masuk ke belakang!”

Perintahnya tegas. Namun Liora tidak mau lepas.

“Aku—aku takut—”

“LIORA!”

Nada suaranya meninggi. Untuk pertama kalinya.

Membuat Liora membeku.

Namun, itu justru membuatnya menurut. Saga menariknya ke balik peti besar. Melindunginya dari arah tembakan.

DOR! DOR! DOR!

Suara tembakan kembali pecah.Suasana pelabuhan langsung kacau.

Orang-orang berlarian. Beberapa anak buah Saga langsung membalas.

Ben bergerak cepat.

Matanya dingin. Lebih fokus dari sebelumnya.

“Lindungi Tuan!"

Liora menutup telinganya. Tubuhnya gemetar.

Matanya terpejam.

Namun tangannya,tidak pernah lepas dari baju Saga.

Saga berdiri di depannya.

Seperti tembok. Seperti pelindung. Tidak bergerak mundur. Tatapannya tajam ke arah musuh.

Berbahaya.

Dan dingin. Sangat dingin.

“Berani sekali…”

gumamnya pelan. Matanya menyipit. Dan di tengah suara tembakan itu,

DOR! DOR! DOR!

Suara itu terus bermunculan dari berbagai arah baik dari para bandit dan anak buah saga.

sesuatu kembali muncul.

Dalam dirinya. Bukan hanya amarah.

Namun juga, keinginan untuk menghancurkan siapa pun.

yang mencoba mendekat.

Terutama. saat Liora ada di sisinya. Pelabuhan itu kembali berubah menjadi medan kacau.

Dan Liora.

sekali lagi.

terjebak di tengah dunia Saga. Dunia yang penuh bahaya.

Darah. Dan ancaman yang tidak pernah benar-benar berhenti.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung......................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!