NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Gery masih berdiri kaku di sudut lorong, matanya terbuka lebar menatap Juna seolah baru saja melihat sesuatu yang mustahil. Mulutnya terbuka sedikit, namun tidak ada suara yang keluar untuk beberapa detik.

"Kamu... kamu yang tadi itu..." Gery akhirnya bersuara, terbata-bata, matanya bergantian menatap wajah Juna dan kedua sosok yang baru saja lari terpincang-pincang di ujung lorong. "Itu... gimana caranya... semalam kamu terlihat seperti murid cupu, ternyata kamu—"

"Itu biasa aja," potong Juna, nadanya datar, menghindari pertanyaan yang belum siap ia jawab. "Yang penting, kamu nggak apa-apa, kan?"

Gery mengangguk cepat, masih setengah gemetar, lalu menyandarkan punggungnya ke dinding seolah baru sanggup bernapas lega setelah ancaman itu benar-benar pergi. "Iya... iya, aku nggak apa-apa. Cuma... makasih. Serius. Kalau kamu nggak dateng tadi, aku bakal—"

"Kenapa mereka nyariin kamu?" Juna memotong lagi, kali ini lebih tajam. "Kamu bilang kemarin, kamu nggak punya faksi. Tapi mereka jelas-jelas punya urusan sama kamu."

Gery menunduk, jari-jarinya meremas ujung kemejanya sendiri. "Karena... yah, karena aku salah satu dari mereka yang mereka sebut sampah. Orang-orang kayak aku nggak punya faksi buat lindungin, jadi kalau mau, siapa aja bisa nyari-nyari masalah sama kita kapan pun mereka bosen."

"Berapa banyak orang seperti kamu di sekolah ini?"

"Banyak," Gery mengangkat bahu, suaranya melemah. "Anak-anak yang nggak diterima faksi mana pun. Entah karena nggak berprestasi, nggak punya duit, nggak punya fisik, atau... yah, karena alasan yang nggak jelas juga. Kita cuma numpang sekolah di sini, jadi bahan hiburan buat yang di atas."

Juna terdiam sejenak, memutar kembali ingatannya ke peristiwa siang tadi—siswa berblazer hijau yang ia coba tolong dari tong sampah, lalu justru meninggalkannya sendirian menghadapi tiga orang berjaket hitam.

"Anak yang tadi siang," ucap Juna pelan, "yang aku coba tolong di tong sampah, terus dia malah kabur ninggalin aku, dia menggunakan blazer hijau dan dia dimasukkan ke tong sampah. Kamu tahu siapa dia?"

Gery mengangguk pelan, wajahnya berubah agak canggung. "Aku tahu. Namanya Kevin. Kevin Aditama. Dia anak Akademik, tapi... entahlah, dia emang gitu orangnya. Penakut. Dia sering banget jadi sasaran empuk soalnya nggak berani ngelawan sama sekali."

'Kevin Aditama,' Juna mengulang nama itu dalam hati, menyimpannya seperti mencatat sesuatu yang penting di kepalanya. 'Penakut yang kabur meninggalkan orang lain... tapi justru orang seperti itu yang paling mudah dikendalikan.'

Sebuah gagasan mulai terbentuk perlahan di benaknya, sesuatu yang belum pernah ia pikirkan sebelum malam ini—bukan sekadar bertahan hidup di Arcapolis, tetapi menggunakan setiap orang yang ia temui sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar.

"Gery," Juna berkata, nada bicaranya berubah, lebih tegas, lebih berat dari sebelumnya, seolah ia baru saja menemukan sesuatu untuk dipegang. "Mulai sekarang, aku mau kamu bantu aku."

Gery mengerjap. "Bantuin... apa?"

"Aku mau tahu semua tentang sekolah ini. Siapa yang lemah, siapa yang kuat, siapa yang bisa dipercaya, siapa yang cuma menunggu kesempatan buat menusuk dari belakang." Juna menatap Gery lurus-lurus, matanya memancarkan sesuatu yang baru—bukan lagi rasa takut atau kehati-hatian seorang siswa baru, melainkan keyakinan seseorang yang baru menyadari dirinya punya kartu yang tidak dimiliki orang lain. "Dan aku mau kamu bawa aku ke Kevin besok."

"K-kenapa Kevin?"

"Karena dia titik paling lemah yang bisa aku mulai," jawab Juna tanpa ragu. "Orang yang penakut biasanya paling gampang dijinakkan, asal tahu caranya."

Gery menatapnya lama, seperti mencoba mencerna perubahan yang tiba-tiba terjadi pada sosok yang baru semalam ia antar ke asrama dengan penuh rasa kasihan. Ada sesuatu di mata Juna sekarang yang membuatnya sedikit merinding, meski ia tidak bisa menjelaskan dengan tepat apa itu.

"Oke," Gery akhirnya mengangguk, suaranya pelan. "Besok pagi, sebelum kelas. aku tahu dia biasanya nongkrong di perpustakaan."

Juna mengangguk puas, lalu berbalik berjalan meninggalkan lorong itu, langkahnya jauh lebih ringan dibanding saat ia diseret paksa ke gudang beberapa jam lalu. Hujan sudah benar-benar reda, menyisakan bau tanah basah yang menguar dari rerumputan di sekelilingnya.

'Mulai dari satu nama,' batin Juna sambil menatap langit malam yang mulai membersih dari awan. 'Kevin Aditama. Setelah itu, satu per satu, aku akan kumpulkan semuanya.'

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!