NovelToon NovelToon
MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Di usianya yang baru 25 tahun, Inayah Putri adalah gabungan sempurna antara kecerobohan, ketomboyan, dan kejeniusan. Ide-ide cemerlangnya sukses mengguncang perusahaan papan atas, melejitkan karier dan gajinya secara instan.

Sayang, sukses di dunia kerja tak sebanding dengan percintaannya. Bertahun-tahun berkorban demi Pasya, Inayah justru menerima kenyataan pahit saat tak sengaja mendengar percakapan Pasya dan ibunya, yang menganggapnya "ATM berjalan". Janji pertunangan dan pernikahan yang diimpikan hanyalah kebohongan belaka.

Dalam keputusasaan di tepi pantai, matanya tertuju pada Abiyan Zimraan, pria misterius berkursi roda yang dikiranya hendak bunuh diri. Tepat ketika ibunya mendesak untuk segera menikah dan Inayah menolak untuk kembali pada Pasya, ia membuat keputusan ternekat dalam hidupnya.

Menatap Abiyan, meski lumpuh tapi memiliki ketampanan memikat, Inayah berpikir: "pria ini seribu kali lebih berharga dibanding pengkhianat seperti Pasya." Tanpa ragu, Inayah melamarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JAGOAN DARI CONDET

Kehadiran Jesika di kantor membuat suasana kerja Inayah terasa jauh lebih segar. Hanya dalam beberapa hari, kedua wanita itu sudah sangat akrab. Jesika yang adaptif dan santai begitu cepat melebur dengan kepribadian Inayah yang ceplas-ceplos. Mereka kerap berbagi cerita, tertawa bersama di sela-sela jam istirahat, hingga bertukar pengalaman hidup.

Saat bel jam makan siang berbunyi, Inayah langsung meregangkan kedua tangannya ke atas. "Jes, makan siang bareng yuk! Gua tahu café enak di depan kantor," ajaknya penuh semangat.

"Boleh, Nay. Bikin lapar juga dari tadi ngelihat dokumen," jawab Jesika tersenyum.

Namun, sesampainya di café tujuan, harapan mereka pupus. Tempat itu dipadati oleh para karyawan dari berbagai gedung sekitar yang mengantre hingga ke luar pintu.

"Duh, penuh banget lagi," gumam Inayah sambil memutar pandangan. "Ya udah deh, kita jalan dikit cari tempat yang agak sepi. Ada warung makan lain di sebelah sana."

Jesika mengangguk setuju, melangkah di samping Inayah sembari menyapu pandangan ke sekitar dengan naluri pengawalnya yang tetap waspada.

Baru berjalan beberapa puluh meter menyusuri trotoar yang agak lengang, sebuah mobil van berwarna hitam tanpa plat nomor mendadak berhenti tepat di samping mereka! Suara decitan ban menggelegar keras. Sebelum Inayah sempat menyadari apa yang terjadi, pintu geser van itu terbuka kasar.

Empat pria bertubuh kekar, berotot besar, dan berwajah garang langsung meloncat keluar, mengepung dan hendak mencengkeram tangan mereka secara paksa!

"Ikut kami sekarang kalau mau selamat!" gertak salah satu pria bertubuh paling besar.

Namun, dengan refleks yang amat kilat, Jesika langsung berdiri menyilang di depan Inayah. Tanpa membuang waktu, Jesika melayangkan tendangan lurus yang amat keras tepat ke dada pria terdepan!

BAMM!

Pria kekar itu terdorong ke belakang, terbatuk-batuk menahan napas yang mendadak sesak.

Melihat adegan itu, jiwa pemberani Inayah seketika terbakar. "Wah, ngajak ribut lu pada?!" Inayah memutar badannya penuh gaya, berniat mengeksekusi tendangan memutar untuk membantu Jesika.

Naas, Inayah lupa satu hal penting: hari itu ia memakai gamis anggun yang bagian bawahnya tidak terlalu lebar!

Saat kakinya terangkat setengah jalan, kain gamisnya menegang menahan gerakan. Keseimbangannya langsung hilang total.

BRUKK!

Inayah jatuh terjerembap ke atas aspal dalam posisi telungkup yang sangat tidak estetis.

Pria bertubuh besar yang berdiri di hadapannya mendadak menghentikan langkah. Melihat aksi Inayah yang sok gagah namun berakhir jatuh konyol, pria itu tidak bisa menahan tawa. "Pfft... Hahaha! Mau gaya apa sih lu, Mbak? Malah nyungsep!"

Darah Inayah seketika naik ke puncak kepala. Wajahnya memerah padam bukan karena sakit, melainkan karena malu dan emosi yang meluap-luap.

"Kampret lu! Malah ketawain gua!" bentak Inayah seraya menatap galak dari bawah. "Cepat bantu gua berdiri!"

Anehnya, terintimidasi oleh bentakan galak dan tatapan mata Inayah yang seperti mau menelan orang hidup-hidup, pria itu malah menurut tanpa sadar. Ia mengulurkan tangannya dan menarik lengan Inayah untuk membantunya bangkit.

Tepat saat tubuhnya kembali berdiri tegak, Inayah mengepalkan tinjunya dan...

BUKKK!

Satu pukulan mentah mendarat telak di rahang pria tersebut! Pria itu tersentok ke belakang, memegang pipinya yang mendadak ngilu luar biasa.

Tanpa membuang waktu, Inayah langsung menyibak kain gamisnya ke atas hingga sebatas lutut. Di balik gamis itu, ia rupanya sudah mengenakan celana panjang hitam yang fleksibel. Gerakannya mendadak berubah seratus delapan puluh derajat, sangat lincah, gesit, dan penuh perhitungan.

Inayah dan Jesika kini berdiri saling membelakangi, membentuk formasi tempur yang solid. Tubuh mereka yang mungil berbanding terbalik dengan empat pria berotot di hadapan mereka, namun kelincahan menjadi senjata utama.

Ketika seorang pria mencoba memukul Jesika dari samping, Jesika menangkisnya dengan sapuan tangan dan melayangkan uppercut presisi. Sementara itu, Inayah berputar cepat menghindari cengkeraman penyerang lain, lalu melayangkan tendangan putar yang mendarat mulus di pelipis lawannya!

PLAKK! BUKK! BRUKK!

Kerja sama keduanya begitu padu bagaikan sudah terlatih bertahun-tahun. Dalam hitungan menit, keempat pria bertubuh besar itu bertumbangan di atas aspal, mengaduh kesakitan sambil memegangi perut dan wajah mereka yang lebam.

Inayah berdiri tegak di atas kemenangan, kedua tangannya berkacak pinggang dengan napas yang sedikit terengah-engah.

"Mampus lu pada kan!" teriak Inayah lantang dengan gaya khasnya. "Jagoan dari Condet kok dilawan! Hah?!"

Inayah membusungkan dada, "Siapa yang nyuruh lu pada, hah?! Sini suruh dia kemari, lawan gua secara langsung! Jangan sembunyi di belakang pria lembek kayak kalian!"

Melihat situasi yang sama sekali tidak menguntungkan dan sadar kedua wanita itu bukanlah mangsa empuk, keempat pria itu merayap panik kembali ke dalam mobil van. Pintu digeser kasar, dan mobil itu langsung tancap gas ngacir meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi.

"Huh! Dasar pengecut! Sama wanita aja langsung lari!" teriak Inayah lagi, melambaikan tangannya penuh ejekan ke arah mobil yang melaju makin jauh.

Jesika segera menghampirinya, merapikan blazer dan hijabnya yang sedikit berantakan. Wajahnya menunjukkan kecemasan yang sungguh-sungguh, meski di dalam hati ia sangat terkejut. "Kamu tidak apa-apa, Nay?"

"Gua enggak apa-apa, Jes!" sahut Inayah santai sambil menepuk-nepuk debu di celana panjangnya. Ia lalu memalingkan wajah dan menepuk bahu Jesika yang posturnya sedikit lebih tinggi. "Tapi ngomong-ngomong, ilmu bela diri lu oke juga ya? Gerakan lu rapi banget!"

Jesika tersenyum tipis, mencoba tetap merendah. "Kamu juga, Nayah. Ilmu bela diri kamu keren banget, ada tendangan putar segala tadi."

"Iya dong!" balas Inayah bangga, dadanya menepuk pelan. "Kata bokap gua, anak cewek tuh kudu bisa bela diri buat menjaga diri dari orang-orang rese kayak tadi. Kalau lembek, bakalan jadi bulanan orang jahat, Jes. Makanya bokap gua udah ngajarin gua silat sedari umur 6 tahun."

"Widih, keren banget bokap kamu, Nay. Kapan-kapan aku mau deh berlatih sama beliau," puji Jesika sejujurnya, kemampuan tempur resminya sebagai agen elit berada di tingkat atas.

"Boleh aja! Entar kapan-kapan gua ajak deh lu ke kampung gua," sahut Inayah ceria. Rasa pegal di tubuhnya hilang, digantikan oleh suara keroncongan dari perutnya. "Tapi ngomong-ngomong, sebaiknya kita makan dulu ya... Lapar banget gua habis berantem!"

Jesika tertawa kecil melihat perubahan drastis raut wajah Inayah. "Yuk, aku yang traktir."

Keduanya pun kembali berjalan santai menuju rumah makan Padang pilihan Inayah, seolah bahaya besar baru saja lewat begitu saja tanpa bekas.

Sementara itu, di perusahaan besar Zimraan Group.

Pintu ruang kerja Presdir terdorong cukup keras. Bara melangkah masuk dengan tergesa-gesa.

"Bos! Ternyata tebakan Anda sangat tepat!" seru Bara penuh nada takjub. "Tadi di dekat kantor Nyonya, ada mobil van yang berusaha menculik Nyonya!"

Abiyan yang sedang memeriksa berkas langsung menghentikan penanya. Matanya mendatar tajam. "Lalu?"

"Beruntung mereka melawan, Pak. Dan yang paling mengejutkan... ternyata Nyonya juga menguasai ilmu bela diri! Kelihaian dan refleksnya hampir setara dengan Jesika!" lapor Bara dengan mata berbinar.

Mendengar laporan itu, sudut bibir Abiyan terangkat perlahan, membentuk sebuah senyuman tipis yang amat langka.

"Heh... ternyata wanita aneh itu menyimpan banyak rahasia rupanya," gumam Abiyan pelan, ada rasa puas dan bangga yang tersirat jelas dari nadanya. "Bagaimana keadaan mereka sekarang?"

"Mereka baik-baik saja tanpa luka sedikit pun. Sekarang mereka sedang makan di restoran Padang," jawab Bara lagi

"Bagus," Abiyan mengangguk pelan. Pandangannya berganti fokus. "Oh iya, bagaimana persiapan untuk acara di kampung Inayah?"

"Sudah dipersiapkan dengan matang, Tuan. Besok saat Anda tiba di sana, semuanya dipastikan sudah selesai seratus persen."

"Sangat baik. Kalau begitu, kamu segera belikan semua kebutuhan yang sekiranya akan dibawa Nyonya untuk perjalanan besok," titah Abiyan tegas.

"Baik, Tuan. Segera dilaksanakan!" Bara membungkuk hormat lalu memutar badan keluar dari ruangan.

Sepeninggal Bara, Abiyan bangkit dari kursi kebesarannya. Ia melangkah perlahan menuju dinding kaca raksasa, menatap pemandangan kota di bawahnya. Bayangan wajah Inayah yang penuh tekad dan tidak pernah menyerah berputar di benaknya.

"Ternyata aku tidak salah memilih wanita," gumam Abiyan halus namun mantap. Tatapannya memancarkan tekad yang membara. "Ini yang selama ini aku cari... seseorang yang tidak hanya dilindungi, tapi juga sanggup berdiri dan berjuang bersamaku."

1
Sribundanya Gifran
thor dmn drimu thor lanjut double up thor💪💪💪💪💪
Baek chanhun
nenek sm kakek tempat inayah sj,.agar awet muda
Sribundanya Gifran
lanjut
falea sezi
lanjuttt🤭 q kirim hadiah
Naftali Hanania
keren nayah...🤩 biarpun tetep aja ada kejadian lucu nya 🤭✌️
Baek chanhun
next thourt💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
mama
top mar kotop abiyan gk ad duany pokok ny,sat set gk bakal ngasih celah buat musuh 😄
Teh Fufah
keren nayah nih... udah punya pengawal
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyak thor💪💪💪💪💪
Mutiara Nisak
mimpi apa dirimu nay semalam,dpt cincin seharga milyaran,klo hilang belinya kyk beli kerupuk pasir....😄😄😄
Naftali Hanania
wadaw...ini sultan di atas sultan ya...10m klk ilqng tinggal beli lg.....mantabbbb👍👍👍👍
Naftali Hanania
gak dpt mangsa baru..mangsa lama diudak - udak 😎
Naftali Hanania
begitu kalok jodoh kali ya....saling ngelengkapin 😍👍
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 kaget kali sm.interaksinya nayah sm nrnek nya....gak pernah gitu ya byan sm nenek nya 😁✌️
Naftali Hanania
kasihtau gak ya....😁✌️🤭
Naftali Hanania
👍👍👍👍
Naftali Hanania
no jaim2 ya inna 🤭
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 inna tidurnya sorah...parah 🤣🤣🤣🤣
Naftali Hanania
mendadak jd orang ssuper duper have ya In 🤭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!