Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Nenek
Sesampainya dirumah, Wening melihat seseorang sedang duduk diruang tamu. "Nenek, ucap Wening. Nenek kenapa kok kesini?ucapnya dalam hati."
"Yoo jangan panggil aku Nenek. Kamu kan bukan cucuku. Anaku sudah membiayai ibumu, malah bawa beban sepertimu. Kalian berdua, sungguh beruntung ya?ucap Lastri."
"Bu ... bu silahkan diminum ucap Sinta tiba tiba membawa teh untuknya." Dengan sengaja Lastri malah menyenggol gelas tersebut hingga tumpah dan menyiram tangan Sinta.
"Prang ... kamu sengaja ingin membakarku ya! Ucap Lastri. Gelas tersebut jatuh dan pecah hingga air nya terkena tangan Sinta." Sinta hanya pasrah menerima perlakuan itu. Wening yang melihatnya langsung membantu Ibunya.
"Ibu, Ibu tidak apa-apa? Nenek kenapa kamu ... belum sempat selesai Ibunya langsung menyela. "Ibu tidak apa-apa, ucapnya."
"Bu ... Ibu ada perlu apa kesini?tanya Sinta. "Aku kesini karena kamu dengan bebanmu ini. Anakmu kan sudah besar. Tiap hari tinggal dirumah anakku, bukanlah hal baik."
"Begini saja, aku kenalkan kamu dengan anak dari Paman ketigamu. Carilah waktu yang tepat untuk kalian membicarakan pernikahan. Lalu pindah kerumah Paman Ketigamu, ucap Lastri."
"Hah apa menikah ... aku tidak akan menikah dengan sepupuku. Sepupuku itu gila main,kakinya dipatahkan karena nakal. Sampai sekarang jalan saja tidak lancar. Nenek, kamu mau pake aku untuk menebus dosa mereka."ucap Wening dengan menunjuk jarinya kepada sepupunya.
"Wening kenapa kamu bilang begitu kepada Nenekmu. Ibu Wening masih kecil, belum harus menikah Bu,ucap Sinta."
"Kecil apanya, liat lah betapa besarnya dia sekarang dan liat saja mukanya yang cantik itu. Aku dengar,ada anak perempuan yang sengaja goda ayah tirinya,bantah Lastri."
"Aku tidak begitu ucap Wening. "Sudah lah Bu, kalian jangan ribut lagi. Wening masih kecil. Belum waktunya menikah,ucap Anton tiba-tiba datang."
"Makanan, pakaian dan tempat tinggal mu, semua itu dari anakku. Kamu berani melawanku?ucap Lastri. Beraninya kamu begitu ucapnya.
"Baik, aku akan pindah sekarang! Dan pergi dari sini ucap Wening lalu dia masuk ke kamarnya."
"Dasar anak kurang ajar, itu semua didikan kalian berdua hah, dia tidak menghormati Neneknya sendiri. Kalau mau pergi sana jangan pernah kembali lagi ucap Neneknya."
Didalam kamar Wening sibuk menyusun bajunya kedalam koper. Ibunya Sinta langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya dari dalam.
"Kamu lagi apa?tanyanya ke Wening. "Bu aku ingin pindah."ucap Wening. "Tidak boleh, Ibu tidak setuju. Lagian, keluarga mana sih yang tidak pernah ribut? Nenek memang begitu. Tahan saja, nanti juga diam sendiri ucapnya."
"Tapi dia tadi ingin menjualku ke Paman Ketiga, itu juga hal kecil?ucap Wening. "Ayah mu sudah bilang, dia akan membiayai mu seumur hidup. Asal ada Ayah, kenapa takut. "Tapi dia selalu ada niat buruk padaku?ucap Wening.
"Dia Ayahmu, mana mungkin dia jahat? Omong kosong!bantah Ibunya. "Tapi waktu aku baru selesai mandi,aku lihat dia mencuri celanaku. Pas aku lagi tidur dia diam-diam masuk kamarku,ucap Wening mengadu."
"Dia selalu anggap kamu anak kandungnya sendiri. Dia yang ngurus celanamu itu apa salah?dari kecil kan dia yang mencuci dan mengurus mu. Dan soal dia masuk kamarnya, dia hanya ini melihat kamu sudah tidur apa belum. Dan memberikanmu ucapan selamat malam! Kenapa kau berpikiran buruk pada ayahmu."
"Bu ... kenapa ibu tidak percaya sama aku? Aku kan anak kandung ibu. Kenapa Ibu percaya orang luar, bukannya aku?ucap Wening dengan berderai air mata."
"Plaaakkk ... kamu bilang siapa orang luar? Selama ini kalau bukan karena dia, kita berdua pasti sudah mati kelaparan! Keluarga Anton sudah baik sama kita. Kok Ibu besarkan anak tidak tahu diuntung sepertimu?ucapnya sambil menampar Wening."
"Sejak menikah, ibu jadi pembantu dikeluarga Anton. Nenek selalu meremehkan Ibu, rumah dan mobilnya semua itu harta pra-nikahnya. Dan gajimu pun harus diserahkan ke mereka. Memangnya keluarga Anton baik gimana sama kita?ucap Wening sambil menangis."
"Ibu menderita begini, untuk siapa, hah? Waktu itu kamu baru 8 tahun. Ibu bawa kamu, memangnya siapa yang mau menikahi ibu?Kalau bukan Anton. Kamu memang beban buat ibu, ucap Sinta sambil menangis dan pergi dari kamar Wening."
kalian bikin masalah🤣
sing eling, padahal semua kesalahan kamu sendiri
kampret emang teman ga setia ninggalin wening 🤣
rasain di buang semua orang kan kamu
kalian. pada salah paham kenapa ngiranya rani🤣
kalau ketahuan nnti dimarahin 🤣🤭