NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Keesokan paginya, sinar matahari hangat menembus celah gorden kamar kos Kinara. Begitu membuka mata, perasaan sesak yang biasanya membayangi kini berganti dengan luapan energi baru. Kinara segera beranjak dari kasur busanya dan bersiap-siap.

​Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia berdiri di depan cermin dengan binar mata yang cerah. Kinara memutuskan untuk berdandan sedikit. Ia memoleskan cushion tipis, menyapukan sedikit blush on berwarna peach alami di pipinya, dan mengoleskan lip tint segar yang membuat wajahnya terlihat jauh lebih fresh dan hidup.

​Untuk pakaian, ia memilih rok lipit berwarna olive yang jatuh anggun di bawah lutut, dipadukan dengan blouse putih bersih berkerah feminin. Rambut panjangnya yang hitam berkilau dibiarkan tergerai bebas, membingkai wajah cantiknya dengan sempurna. Dengan senyuman manis dan semangat yang membara, Kinara menyandang tasnya lalu melangkah lebar keluar kos menuju halte bus untuk berangkat ke kampus.

​Begitu Kinara melangkah memasuki area koridor kampus, langkahnya langsung disambut oleh Sherly dan Ririn yang sedang duduk di bangku taman dalam. Begitu melihat sosok yang berjalan ke arah mereka, tawa ceriwis Sherly mendadak terhenti. Kedua sahabatnya itu melongo, menatap Kinara dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi terheran-heran sekaligus terpukau.

​"Heh! Ini beneran lo, Nara?" pekik Sherly heboh sambil berdiri dari duduknya. "Gila, kesambet apa lo semalam? Cantik banget, woi! Seger banget keliatannya, beda banget sama ayam sayur yang disiram air es kemarin!"

​Ririn ikut bangkit, memutari tubuh Kinara dengan mata yang berbinar takjub. "Wah, asli, Ra. Rok olive-nya cocok banget di lo. Anggun banget. Biasanya kan lo cuma pakai jins belel sama kaos oblong kalau ke kampus. Ada angin apa nih tiba-tiba dandan begini? Mau tebar pesona ya lo?" goda Ririn sambil menyenggol lengan Kinara jail.

​Kinara terkekeh renyah, merasakan kehangatan yang tulus dari gurauan kedua sahabatnya. "Nggak ada angin apa-apa, Rin, Sher. Gue cuma pengen memulai lembaran baru aja. Masa kuliah mau lulus gini penampilannya kucel mulu."

​"Nah, gitu dong! Ini baru sahabat gue yang paling cantik!" sahut Sherly bersemangat. Mereka bertiga kemudian berjalan beriringan menuju kantin, mengobrol santai tentang tugas akhir mereka yang menumpuk.

​Saat mereka sedang asyik meminum jus buah di meja kantin, Sherly tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke depan dengan wajah yang merona merah dan senyum-senyum sendiri. Tampang khas seorang gadis yang sedang kasmaran.

​"Eh, Ra, Rin... gue mau cerita deh. Tapi kalian jangan berisik ya," bisik Sherly sambil sesekali melirik ponselnya. "Gue... sebenarnya lagi dekat sama seorang cowok. Dia cutting kita dari fakultas sebelah. Orangnya manis banget, perhatian, pokoknya tipe gue banget deh. Kemarin dia bahkan ngajakin gue jalan weekend ini."

​Deg.

​Tangan Kinara yang sedang memegang sedotan mendadak berhenti bergerak. Detik itu juga, senyuman di wajahnya lenyap, digantikan oleh rasa tegang yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Ingatannya langsung berputar cepat ke masa depan. 'Cowok dari fakultas sebelah... pacar manipulatif yang nanti bakal merekam dan menjebak Sherly!' batin Kinara menjerit.

​Kinara meletakkan gelas jusnya dengan sedikit pelonggaran di atas meja, menimbulkan bunyi ketukan yang membuat Sherly dan Ririn tersentak bingung. Kinara menatap mata Sherly dengan sangat dalam, tajam, dan penuh penekanan, membuat suasana santai di meja itu mendadak mendingin.

​"Sher, dengerin gue," ucap Kinara, suaranya terdengar sangat serius hingga membuat Sherly merinding. "Gue minta... lo harus hati-hati banget sama cowok itu. Bahkan kalau bisa, jauhin dia dari sekarang sebelum lo melangkah terlalu jauh."

​Sherly tertegun, senyum kasmarannya memudar digantikan rasa heran. "Lho, kenapa, Ra? Lo bahkan belum kenal sama dia. Kenapa tiba-tiba ngomong begitu?"

​"Firasat gue nggak pernah salah, Sher. Nggak semua cowok yang keliatannya manis dan perhatian di awal itu beneran orang baik. Banyak serigala berbulu domba yang sengaja mendekat cuma buat manfaatin atau menjebak lo demi keuntungan mereka sendiri," kata Kinara dengan tatapan mata yang bergetar menahan emosi, mengingat betapa hancurnya hidup Sherly di masa depan akibat pria itu.

​Kinara menggenggam erat tangan Sherly di atas meja. "Gue sayang sama lo, Sher. Gue nggak mau lo kenapa-napa atau berakhir terluka karena salah milih orang. Tolong, jangan gampang percaya dan jangan pernah mau kalau diajak ke tempat sepi atau privat berduaan aja sama dia. Jaga diri lo baik-baik, oke?"

​Ririn yang melihat keseriusan tak biasa dari Kinara ikut terdiam dan menatap Sherly. "Sher, omongan Nara ada benernya. Di zaman sekarang kita harus ekstra waspada."

​Sherly menatap tangan Kinara yang menggenggamnya dengan begitu erat, ia bisa merasakan ketakutan dan ketulusan yang luar biasa dari sahabatnya itu. Walau bingung, Sherly akhirnya mengangguk pelan. "I-iya, Ra. Gue bakal inget omongan lo. Gue bakal hati-hati."

​Kinara menghela napas lega, meski hatinya tetap bersumpah untuk terus memantau pergerakan pria bajingan itu agar tidak ada satu pun video atau ancaman yang bisa menyentuh hidup Sherly di kehidupan kali ini.

Setelah memastikan Sherly paham akan peringatannya, pandangan Kinara beralih menatap Ririn yang duduk di sampingnya. Ririn tampak sedikit gelisah sejak tadi, matanya sesekali melirik kosong ke arah mangkuk baksonya yang baru disentuh sedikit.

​Kinara menghela napas pendek, lalu memajukan tubuhnya. "Rin," panggil Kinara lirih namun tajam. "Lo... lagi ada masalah keuangan yang cukup besar, kan?"

​Uhuk! Uhuk!

​Ririn yang baru saja menyedot es teh manisnya seketika tersedak hebat. Wajahnya langsung memerah, antara terkejut dan menahan batuk. Sherly dengan cekatan langsung menepuk-nepuk punggung Ririn.

​Setelah batuknya mereda, Ririn menatap Kinara dengan pandangan mata yang melebar sempurna, dipenuhi rasa syok yang luar biasa. Jantungnya berdegup kencang. Bagaimana bisa Kinara tahu? Padahal, selama beberapa minggu terakhir ini, Ririn mati-matian menyembunyikan fakta bahwa keluarganya sedang ditipu investasi bodong dan ia mulai berniat mencari pinjaman online untuk menutup lubang utang tersebut. Ia bahkan belum menceritakan hal ini kepada siapa pun, termasuk kepada ibunya sendiri.

​"Ra... lo... kok lo bisa ngomong begitu?" tanya Ririn dengan suara yang mendadak bergetar halus, mencoba mengelak walau matanya tidak bisa berbohong.

​Kinara tersenyum tipis, penuh simpati, lalu menggenggam tangan Ririn yang terasa dingin dan berkeringat. Di kehidupan lalunya, Ririn terlambat bercerita hingga utang pinjol dan rentenir terlanjur menggulungnya sampai nekat bunuh diri. Kali ini, Kinara tidak akan membiarkan dinding rahasia itu menghancurkan sahabatnya.

​"Gue sahabat lo, Rin. Gue bisa liat dari tatapan mata lo yang keliatan banyak pikiran beberapa hari ini," dusta Kinara lembut untuk menutupi pengetahuan masa depannya. "Dengerin gue, Rin. Apapun masalah keuangan yang lagi lo hadapi sekarang, jangan pernah sekali-kali lo sentuh yang namanya pinjaman online, rentenir, atau aplikasi dana cepat semacamnya. Itu lubang neraka yang bakal ngebunuh lo pelan-pelan."

​Ririn menunduk deep, air matanya hampir saja menetes di kantin yang ramai itu. Ia merasa tertangkap basah karena memang berniat mengajukan pinjaman siang ini.

​Kinara kemudian merogoh ponsel dari tasnya, membuka aplikasi sekuritas miliknya, dan memperlihatkan kode saham BIOT yang baru ia beli kemarin sore. "Gue punya saran buat lo. Kalau lo punya sisa uang tabungan, sekecil apa pun itu, atau modal apa pun yang tersisa, pakai uang itu buat beli saham perusahaan ini sekarang juga, sebelum bursa ditutup sore nanti."

​Ririn dan Sherly langsung mendekatkan wajah mereka ke layar ponsel Kinara, menatap kode saham tersebut dengan dahi berkerut bingung.

​"Saham, Ra? Tapi... gue nggak paham main ginian. Lagian bukannya saham itu berisiko tinggi?" tanya Ririn ragu-ragu.

​Kinara menggeleng cepat dengan tatapan mata yang sangat meyakinkan dan penuh kepastian. "Gue jamin, Rin. Gue berani taruhan dan jamin seratus persen, dalam waktu dua hari ini—begitu bursa dibuka hari Senin nanti—saham ini bakal melonjak naik berkali-kali lipat dari harga sekarang. Ini jauh lebih aman dan bakal ngasih lo keuntungan besar buat beresin masalah keuangan lo, daripada lo harus kejebak lingkaran setan pinjaman."

​Ririn dan Sherly saling berpandangan, benar-benar kaget dengan perubahan sifat Kinara hari ini. Kinara yang biasanya bersikap santai, agak tertutup, dan cenderung pasif, tiba-tiba menjelma menjadi sosok yang begitu tegas, penuh perhitungan, memiliki firasat yang tajam, dan sangat dominan saat berbicara. Auranya terasa begitu kuat, seolah-olah ia tahu persis apa yang akan terjadi di masa depan.

​Namun, rasa terkejut itu perlahan terkalahkan oleh rasa percaya yang mendalam. Selama bertahun-tahun bersahabat, mereka tahu Kinara tidak pernah menjerumuskan mereka ke dalam hal buruk. Tatapan mata Kinara yang penuh keseriusan dan perlindungan membuat Ririn luluh.

​Ririn menarik napas panjang, lalu mengangguk mantap. "Oke, Ra. Gue punya uang simpanan darurat sekitar lima juta di tabungan yang rencananya mau gue pakai buat muter utang awal. Gue bakal pakai uang itu buat beli saham yang lo bilang. Gue percaya sama lo."

​Kinara langsung tersenyum sangat lega hingga matanya menyipit bahagia. Ia menepuk tangan Ririn dengan lembut. 'Pilihan yang tepat, Rin. Lima juta itu bakal menyelamatkan hidupmu hari Senin nanti,' batin Kinara penuh kemenangan, tahu bahwa langkah awal menyelamatkan masa depan para sahabatnya telah berhasil dilakukan.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wiii ternyata emang bakat leluhur
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eeh, oma jangan2 dr masa depan juga ya yg balik ke masa lalu 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
inikah yg di namakan kalo jodoh ga akan kemana 🤣 kayaknya mau di ulang ribuan taun kalo jodohnya zergan nara ya gimana caranya semesta aja pokoknya mereka nikah 🤣
echa purin
👍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ngakak juga sih kinara sebelum penculikan masih mahasiwa trus habis penculikan & opname 14 hr pulang2 jadi wanita karir sampe punya asisten 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah anak dr gundik 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah bukan kakak kandung? di beberapa bab sebelumnya di sebut sepupu, jd dia ini siape sih sodara kandung bukan sepupu juga enggak 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kan aneh banget masa cuma selang 14hr dr kejadian penculikan tiba2 haura zergan sm kinara udah di timeline kerja wkwk padahal sebelum itu mereka masih mode di kampus bahkan masih jd mahasiwa, kocak kocak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini aku yg ga ngeh apa emang dia timeline nya aneh sih? perasaan kinara kembali ke masa lalu nya di masa kuliah kan? sebelum kejadian penculikan dan ketembak juga dia masih ceritanya mahasiswa kok sm si zergan kok cuma beda 14hr dia di rawat di rs udah kerja kantoran aja sih 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si zergan emang udah mulai ngantor? ga kuliah lagi dia?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nama kakak nya kinara ganti juga ya dr davin (bab 5) ke david?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
berarti si zergan juga balik dr masa depan ke masa lalu bawa ingatannya ya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan arsen kakak kandung yg di bawa sama ayah nya kok jd sepupu 🤷🏻‍♀️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
trus si davin ga pernah ikut makan gt sama keluarga ini? apa davin ga tinggal serumah sama keluarga ini? di bab 5 ada tokoh davin kakak nya si kinara kan? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kata aku mah gausah di pusingin kin, kalo di kehidupan kedua gini aku malah mikirnya mending mikirin diri sendiri aja wkwk zergan udah besar biar aja misal nanti si haura ternyata cuma manfaatin doang ya anggep aja itu karma yg zergan bayar buat 6 taun kalian nikah yg sia2 wkwk 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah gimana sih di bab 5 adeknya si kinara namanya keysha disini jd seila, nama sahabatnya kinara juga aneh dr sherly jd keysha, yg bikin nama gimana sih 🙈
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
tunggu deh perasaan Keysha itu nama adek nya kinara kan di penjelasan ttg keluarga kandung kinara di bab 5 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah perasaan kemarin sahabat nya sherly kok ganti 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Nah kan zergan jd ke recall memori2 sama kinara, tp kalo di pov zergan ini kilasan ingatan masa lalu apa masa depan?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lucu banget, si zergan ketemu sama kinara isteri dr masa lalu tp kayaknya di waktu yg ke ulang ini zergan bakalan suka sama kinara dengan cara berbeda hehe mungkin ga ya zergan juga bawa ingatan dia dr masa lalu trus ada recall2 memori dia sm kina 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!