NovelToon NovelToon
Kejarlah Cinta Sampai Ke Negeri China

Kejarlah Cinta Sampai Ke Negeri China

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:53
Nilai: 5
Nama Author: HaLiAs

Kejarlah ilmu sampai ke negeri cina, sepertinya berubah makna menjadi cinta. Reza dan keluarganya adalah penduduk lokal asli yang hidup dikawasan kota J, berteman dengan Chintya yang pendatang dari etnis cina bersama keluarganya yang mengelola toko kelontong.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaLiAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan x Teman VIP

‎   Waktu seakan berhenti berdetak di lorong Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya sore itu. Kelereng baret dengan motif pusaran merah-biru itu menggelinding lincah, memantul di atas ubin, dan meluncur mulus ke arah selokan terbuka yang menganga di sisi taman lorong.

‎

‎Bloop.

‎

‎Bunyi kecil itu terdengar seperti ledakan bom atom di telinga Reza. Tanpa berpikir panjang, tanpa mempedulikan setumpuk buku fotokopian materi Hanzi yang berserakan di lantai, dan tanpa mempedulikan Dini yang masih berdiri mematung di depannya, Reza mengambil langkah seribu.

‎

‎"Kelereng gue!" teriak Reza histeris.

‎

‎Dengan gerakan refleks bak kiper timnas yang sedang menyelamatkan gawang dari tendangan penalti, Reza melompat dan langsung nyebur ke dalam selokan kampus.

‎

‎"Ya ampun! Reza! Kamu ngapain?!" jerit Dini panik. Matanya membelalak tak percaya melihat pemuda pujaannya kini berada di dalam parit selebar setengah meter itu.

‎

‎Selokan FIB UI bukanlah kolam renang hotel bintang lima. Itu adalah perpaduan antara air comberan berwarna hitam pekat, daun-daun kering yang membusuk, lumut licin, bungkus permen, dan entah misteri biologis apa lagi yang mengendap di dasarnya. Bau busuk khas got seketika menguar, mengalahkan wangi parfum vanilla mahal milik Dini. Seragam kemeja flanel Reza yang tadinya cukup rapi kini basah kuyup oleh lumpur hitam yang bau menyengat hingga sebatas lutut.

‎

‎Namun, Reza sama sekali tidak peduli. Tangannya yang kurus tanpa ragu mengaduk-aduk lumpur hitam berbau busuk itu. Matanya memicing liar, menyapu setiap sudut selokan.

‎

‎"Za! Naik, Za! Itu kotor banget, jorok! Nanti kamu kena penyakit kulit!" seru Dini sambil berjongkok di pinggir selokan, menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Ia benar-benar tidak habis pikir. "Kamu nyari apa sih sampai rela nyebur ke got begitu? Kelereng? Astaga, Reza, nanti aku beliin yang baru! Sekilo aku beliin di pasar mainan! Naik sekarang!"

‎

‎Reza menghentikan gerakannya sejenak. Ia mendongak menatap Dini dari dalam selokan. Wajahnya dipenuhi cipratan air kotor, napasnya memburu.

‎

‎"Nggak bisa, Mbak," suara Reza terdengar bergetar, perpaduan antara panik dan putus asa. "Kelereng ini... kelereng ini nggak ada gantinya di dunia ini."

‎

‎

‎...

‎

‎

‎   Dini terdiam melihat raut wajah Reza. Tidak ada jejak canda atau kepolosan yang biasanya ia lihat saat pemuda itu meracik mi instan di Warkop Berkah. Yang ada hanyalah keputusasaan yang begitu dalam.

‎

‎Sambil terus meraba-raba dasar selokan dengan kedua tangan telanjangnya, Reza menyadari sesuatu. Ini adalah momennya. Poltak benar, ia tidak bisa membiarkan Dini terus berharap padanya. Ia harus membatasi perasaan Dini, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membeberkan kebenaran yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

‎

‎"Mbak Dini nanya kan kenapa saya rela nyari benda receh ini sampai nyebur ke got?" ucap Reza, suaranya kini lebih tenang meski tangannya masih sibuk mengais sampah daun.

‎

‎Dini mengangguk pelan, matanya tak lepas dari sosok Reza. "Iya, Za. Kenapa?"

‎

‎"Karena ini bukan sekadar kelereng, Mbak," Reza menarik napas panjang, membiarkan bau comberan memenuhi paru-parunya. "Kelereng ini... jimat saya. Kompas saya. Benda ini dikasih oleh seorang cewek tomboy yang selalu bikin saya jatuh cinta sejak kelas lima SD. Namanya Chintya."

‎

‎Mendengar nama perempuan lain disebut dengan nada yang begitu lembut oleh Reza, jantung Dini seakan mencelos. Rasanya seperti ada batu besar yang dijatuhkan tepat di atas dadanya.

‎

‎Dari dalam selokan basah itu, Reza menceritakan segalanya. Ia menceritakan tentang Toko Kelontong Sinar Makmur, tentang senyum dengan gigi gingsul Chintya, tentang tragedi Mei 1998 yang mencekam, dan tentang perpisahan yang merenggut separuh jiwanya. Ia bercerita bagaimana kelereng baret itu berpindah ke tangannya sebelum mobil kijang keluarga Chintya menghilang di balik tikungan menuju bandara, terbang ke Guangzhou, Cina, tanpa pernah kembali.

‎

‎"Mbak Dini mungkin bingung ngelihat saya yang hidupnya kayak robot. Pagi kuliah, sore di perpus sampai mau muntah lihat huruf Mandarin, malam kerja di Warkop sampai tangan saya keriting nyuci mangkuk mi," lanjut Reza, sesekali membilas tangannya dengan air got yang sedikit mengalir agar bisa meraba lumpur lebih jelas. "Saya ngelakuin itu semua bukan karena saya pengen kaya, Mbak. Saya ngelakuin itu karena saya miskin, dan satu-satunya cara buat anak miskin kayak saya buat nepatin janji ke cewek yang di Cina itu adalah lewat jalur beasiswa."

‎

‎Dini terkesiap. Semua teka-teki tentang sikap dingin, kebiasaan belajar yang gila-gilaan, dan penolakan Reza terhadap kehidupan malam kampus yang hingar-bingar seketika terjawab.

‎

‎Reza menatap mata Dini lurus-lurus. Ia tidak ingin menyakiti wanita di depannya, tapi kejujuran adalah pisau bedah yang harus digunakan untuk menyembuhkan luka sebelum infeksi bernanah.

‎

‎"Saya tahu Mbak Dini orang yang sangat baik," kata Reza dengan nada penuh hormat. "Mbak selalu temenin saya di perpus walau saya tahu Mbak benci bau buku tua. Mbak selalu datang ke Warkop tiap malam. Saya sangat berterima kasih... tapi saya harus jujur, Mbak. Hati saya udah lama ketinggalan di Toko Sinar Makmur itu. Dan kuncinya udah dibawa terbang ke Guangzhou. Nggak ada sisa ruang sedikit pun di hati saya buat orang lain di sini. Saya minta maaf kalau selama ini saya lambat sadar dan bikin Mbak Dini salah paham."

‎

‎

‎...

‎

‎

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!