NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:209.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Waktu wanita itu sudah hampir habis.

Lula menunduk dan langsung berlari meluncur melewati celah kaki pengawal yang sedang marah itu.

Sret!

Lula berhasil berlutut tepat di samping tubuh Arini yang sudah tidak bernapas.

"Bocah sialan, sudah kubilang menyingkir!" teriak pengawal itu sambil mengulurkan tangannya untuk menarik kerah baju Lula.

Namun tangan Lula lebih cepat menyentuh dada kiri Arini tepat di atas jantungnya.

Lula memejamkan matanya erat-erat dan menahan nafas.

"Pergi kau kabut jahat," batin Lula dengan penuh keyakinan.

Sebuah cahaya hijau redup yang hangat tiba-tiba mengalir dari telapak tangan kecil yang kotor itu.

Cahaya itu menembus kain gaun mahal Arini dan langsung menghantam kabut hitam di jantungnya.

Ssshhh!

Suara desisan seperti air yang menyiram api terdengar di telinga Lula.

Dalam hitungan detik, kabut hitam pekat itu hancur berantakan dan menghilang dari pandangan Lula.

Energi hijau milik Lula masuk ke dalam tubuh Arini dan mulai memompa jantung wanita itu kembali.

Hah!

Arini tiba-tiba menarik nafas sangat panjang seperti orang yang baru saja tenggelam.

Mata wanita elegan itu terbuka lebar menatap langit-langit lobi gedung.

Semua orang di kerumunan menjerit kaget dan mundur selangkah.

Pengawal yang tadinya ingin menarik baju Lula langsung mematung dengan mulut terbuka lebar.

Arini terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya yang kini terasa sangat hangat dan nyaman.

Hal pertama yang dilihat Arini saat dia menoleh ke samping adalah sepasang mata bulat hitam yang sangat indah.

Mata itu milik seorang anak perempuan berwajah cemong yang sedang tersenyum lega kepadanya.

"Tante sudah tidak apa-apa," ucap Lula dengan suaranya yang lembut dan menenangkan.

Arini menatap wajah kumal itu dengan perasaan yang campur aduk.

Saat dia berada di ambang kematian tadi, dia merasa ada sebuah tangan hangat yang menarik rohnya kembali ke tubuhnya.

Dan kini, anak kecil di depannya ini memiliki aura kehangatan yang persis sama dengan yang dia rasakan.

"Nyonya, syukurlah Anda sadar!" seru pengawal itu sambil berlutut di samping Arini dengan mata berkaca-kaca.

Arini mengabaikan pengawalnya dan perlahan duduk sambil terus menatap Lula.

"Siapa namamu, nak?" tanya Arini dengan suara yang masih serak.

"Namaku Lula, Tante," jawab Lula sopan sambil menundukkan kepalanya.

Arini melihat gaun lusuh Lula, tubuhnya yang kurus, dan tangan kecilnya yang penuh luka goresan.

Ada perasaan perih yang tiba-tiba muncul di hati Arini saat melihat kondisi anak ini.

Dia selalu menginginkan anak perempuan, namun Tuhan memberinya empat anak laki-laki yang sangat nakal.

Entah kenapa, melihat anak jalanan ini membuat naluri keibuannya meronta-ronta dengan sangat keras.

"Lula, di mana orang tuamu?" tanya Arini sambil menyentuh pipi kotor Lula dengan lembut.

Lula menggelengkan kepalanya pelan.

"Lula tidak punya ayah dan ibu, Lula tidur di jalanan," jawabnya jujur.

Mata Arini langsung berkaca-kaca mendengar jawaban polos itu.

Orang-orang di kerumunan kini terdiam, rasa iba mulai menggantikan cibiran mereka sebelumnya.

"Nyonya, ambulansnya sudah tiba di depan," lapor salah satu pengawal.

Arini menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Batalkan ambulansnya, aku sudah merasa sangat sehat sekarang," perintah Arini yang membuat pengawalnya kebingungan.

Arini lalu menatap Lula lagi dan menggenggam kedua tangan kecil yang kotor itu.

"Lula, apa kamu mau ikut Tante pulang?" tanya Arini dengan senyum yang sangat tulus.

Lula mengerjap kaget mendengar tawaran itu.

"Pulang? Ke rumah Tante?" tanya Lula memastikan.

"Iya, Tante punya banyak makanan enak di rumah, kamu pasti lapar kan?" bujuk Arini lembut.

Kruyuk!

Perut Lula berbunyi sangat nyaring sebagai jawaban atas pertanyaan itu.

Arini tertawa pelan dan langsung mengangkat tubuh kecil Lula ke dalam pelukannya.

Lula terkesiap karena ini adalah pertama kalinya seumur hidup ada orang dewasa yang memeluknya dengan sangat hangat.

Gaun mahal Arini langsung kotor terkena debu dari baju Lula, tapi wanita itu sama sekali tidak peduli.

"Siapkan mobil sekarang, kita pulang ke rumah," perintah Arini kepada para pengawalnya dengan nada dingin.

Para pengawal itu menunduk patuh dan segera membuka jalan menembus kerumunan.

Lula menyandarkan kepalanya di bahu Arini saat wanita itu membawanya berjalan menuju sebuah mobil hitam yang sangat mewah.

"Tuan Daun, Meng, Lula pergi dulu ya," batin Lula berpamitan kepada teman-teman jalanannya.

"Semoga bahagia, anak baik," suara samar tanaman hias itu terdengar terbawa angin.

Pintu mobil mewah itu ditutup rapat, memisahkan Lula dari panasnya jalanan Jakarta untuk selamanya.

Di dalam mobil yang sangat sejuk itu, Arini terus memeluk Lula sambil mengelus rambutnya yang kusut.

"Mulai sekarang, kamu tidak perlu kelaparan lagi, Lula," bisik Arini dengan nada penuh janji.

Lula hanya mengangguk pelan karena rasa kantuk yang luar biasa tiba-tiba menyerangnya akibat menggunakan kekuatan energinya tadi.

Mata bulat itu perlahan tertutup rapat.

Lula tertidur pulas dalam pelukan seorang wanita asing yang beberapa menit lalu baru saja dia tarik dari kematian.

Tanpa Lula sadari, keputusannya menolong Arini hari ini telah mengubah takdir sebuah keluarga besar yang sedang berada di ujung kehancuran.

Dan di sebuah rumah mewah bergaya Eropa di pusat kota Jakarta, empat pemuda tampan masih belum menyadari bahwa hidup mereka yang tenang akan segera dijajah oleh seorang bocah lima tahun yang sangat menggemaskan.

1
Suryanto Atian
aku mampir thor💪👍
kiyoe: terimakasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Wulan
Luar biasa
kiyoe: terimakasih kak Wulan sehat selalu yaa 🥰
total 3 replies
Ida Lailamajenun
msh kecil aja dah kayak gini si manda gimana gede nya nanti
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Ida Lailamajenun
tamat la dirimu manda hbs ini
Sri Wulandari
Lula hatinya terlalu bersih jd dia mudah tersentuh klu ada yg sakit atau menderita
kiyoe: hehehe iyaa kak
total 1 replies
Didin Setyawan
mama arini mana😄
kiyoe: lagi istirahat kak
total 1 replies
Sri Wulandari
knp kalian tdk menawarkan sm karto utk menolong mengobati warga dr wabah yg melanda desanya dg membawa tim medis k sana dg begitu kalian bs melindungi Lula tanpa menyakiti siapapun
Didin Setyawan
bingung😄🤣
Ida Lailamajenun
mendgn ke sekolah SD negri aja Lula siapa tau mrk welcome klu sekolah elite emg bgt bersaing nya gk sehat pd sok kaya semua pdhl kaya nya baru setengah
Sri Wulandari
mulai skrng persiapkan utk menghadapi tantangan d masa depan karna kesatria Ayodya g selamanya bs melindunginya.....bw Luna belajar beladiri agar bs melindungi dirinya apalagi kelompok militer Eropa sdh mengincarnya pasti g akan berhenti mencari Luna utk bahan percobaan mereka sprti janji Arthur yg akan menghancurkan Lula d masa depan
Sri Wulandari
sprtinya kekuatan Arthur mmng hasil percobaan mutasi militer yg sengaja d jadikan petarung & anjing pelacak utk mangsanya yg mempunyai kekuatan sprti Lula ..... sedangkan kekuatan Lula murni sejak dia lahir
Yulya Muzwar
maaf ya kak, sedikit koreksi
pada bab 5, disitu ditulis bastian adalah putra kedua dan statusnya mahasiswa kedokteran, dan dewa adalah putra bungsu status masih smp.
kok disini malah dewa jadi anak kedua 🤔
kiyoe: yaa allah maaf yaa kak othor lupa kak makasih yaa kak atas koreksinya sekali lagi othor ucapkan minta maaf dan terimakasih buat kakak yulya 🥰🙏
total 1 replies
Sri Wulandari
pengen nya buat makanan special buat adik kecilnya yg ada mlh buat dapur kebakaran sprti medan perang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulya Muzwar
kok jadi kak dewa?
bukannya dewa itu anak bontot ya, sebelum adopsi lula?
di bab awal bukannya nama anaknya baskoro dan aruni itu :
adrian(ceo), bastian(mahasiswa kedokteran),cakra(sma),dewa(smp)
Didin Setyawan
bastian itu anak kedua😄
Didin Setyawan
adiknya🤣
Sri Wulandari
apa salahnya menurunkan ego mu sedikit Andrian qm lebih suka membuat dirimu terluka & membuat Lula terus²an sedih & menangis gara² kakaknya yg terus mengurung diri & menghindari smua klrgnya
Sri Wulandari
sikapmu yg overprotektif itu yg akan membuatmu d benci & musuhi oleh adik² mu sendiri Andrian bersikaplah bijak dlm bertindak qm punya klrg yg hangat diskusikan dg mereka smua & cari solusinya jg tanya pendapat Lula klu kalian mmng ingin Lula bahagia & punya banyak teman kalian jg harus tanya apa yg d inginkan Lula bkn mlh mengambil keputusan yg membuat Lula semakin sedih & tertekan karna Lula hanya ingin hidup normal sprti yg lainnya bkn penjagaan & perlindungan yg overprotektif dr kakak²nya smua yg sllu membuat orang takut dekat dg Lula
Sri Wulandari
sebagai guru harusnya menjadi memberikan pengertian & contoh yg baik sm murid²nya bkn mlh ikutan gara² mendengar cerita yg g benar justru anak yg sekecil Elvano yg lebih bijak dlm menilai sifat seseorang tanpa harus mendengarkan berita yg g benar
Novita Sari
ceritanya the best...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!