NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Waktu wanita itu sudah hampir habis.

Lula menunduk dan langsung berlari meluncur melewati celah kaki pengawal yang sedang marah itu.

Sret!

Lula berhasil berlutut tepat di samping tubuh Arini yang sudah tidak bernapas.

"Bocah sialan, sudah kubilang menyingkir!" teriak pengawal itu sambil mengulurkan tangannya untuk menarik kerah baju Lula.

Namun tangan Lula lebih cepat menyentuh dada kiri Arini tepat di atas jantungnya.

Lula memejamkan matanya erat-erat dan menahan nafas.

"Pergi kau kabut jahat," batin Lula dengan penuh keyakinan.

Sebuah cahaya hijau redup yang hangat tiba-tiba mengalir dari telapak tangan kecil yang kotor itu.

Cahaya itu menembus kain gaun mahal Arini dan langsung menghantam kabut hitam di jantungnya.

Ssshhh!

Suara desisan seperti air yang menyiram api terdengar di telinga Lula.

Dalam hitungan detik, kabut hitam pekat itu hancur berantakan dan menghilang dari pandangan Lula.

Energi hijau milik Lula masuk ke dalam tubuh Arini dan mulai memompa jantung wanita itu kembali.

Hah!

Arini tiba-tiba menarik nafas sangat panjang seperti orang yang baru saja tenggelam.

Mata wanita elegan itu terbuka lebar menatap langit-langit lobi gedung.

Semua orang di kerumunan menjerit kaget dan mundur selangkah.

Pengawal yang tadinya ingin menarik baju Lula langsung mematung dengan mulut terbuka lebar.

Arini terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya yang kini terasa sangat hangat dan nyaman.

Hal pertama yang dilihat Arini saat dia menoleh ke samping adalah sepasang mata bulat hitam yang sangat indah.

Mata itu milik seorang anak perempuan berwajah cemong yang sedang tersenyum lega kepadanya.

"Tante sudah tidak apa-apa," ucap Lula dengan suaranya yang lembut dan menenangkan.

Arini menatap wajah kumal itu dengan perasaan yang campur aduk.

Saat dia berada di ambang kematian tadi, dia merasa ada sebuah tangan hangat yang menarik rohnya kembali ke tubuhnya.

Dan kini, anak kecil di depannya ini memiliki aura kehangatan yang persis sama dengan yang dia rasakan.

"Nyonya, syukurlah Anda sadar!" seru pengawal itu sambil berlutut di samping Arini dengan mata berkaca-kaca.

Arini mengabaikan pengawalnya dan perlahan duduk sambil terus menatap Lula.

"Siapa namamu, nak?" tanya Arini dengan suara yang masih serak.

"Namaku Lula, Tante," jawab Lula sopan sambil menundukkan kepalanya.

Arini melihat gaun lusuh Lula, tubuhnya yang kurus, dan tangan kecilnya yang penuh luka goresan.

Ada perasaan perih yang tiba-tiba muncul di hati Arini saat melihat kondisi anak ini.

Dia selalu menginginkan anak perempuan, namun Tuhan memberinya empat anak laki-laki yang sangat nakal.

Entah kenapa, melihat anak jalanan ini membuat naluri keibuannya meronta-ronta dengan sangat keras.

"Lula, di mana orang tuamu?" tanya Arini sambil menyentuh pipi kotor Lula dengan lembut.

Lula menggelengkan kepalanya pelan.

"Lula tidak punya ayah dan ibu, Lula tidur di jalanan," jawabnya jujur.

Mata Arini langsung berkaca-kaca mendengar jawaban polos itu.

Orang-orang di kerumunan kini terdiam, rasa iba mulai menggantikan cibiran mereka sebelumnya.

"Nyonya, ambulansnya sudah tiba di depan," lapor salah satu pengawal.

Arini menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Batalkan ambulansnya, aku sudah merasa sangat sehat sekarang," perintah Arini yang membuat pengawalnya kebingungan.

Arini lalu menatap Lula lagi dan menggenggam kedua tangan kecil yang kotor itu.

"Lula, apa kamu mau ikut Tante pulang?" tanya Arini dengan senyum yang sangat tulus.

Lula mengerjap kaget mendengar tawaran itu.

"Pulang? Ke rumah Tante?" tanya Lula memastikan.

"Iya, Tante punya banyak makanan enak di rumah, kamu pasti lapar kan?" bujuk Arini lembut.

Kruyuk!

Perut Lula berbunyi sangat nyaring sebagai jawaban atas pertanyaan itu.

Arini tertawa pelan dan langsung mengangkat tubuh kecil Lula ke dalam pelukannya.

Lula terkesiap karena ini adalah pertama kalinya seumur hidup ada orang dewasa yang memeluknya dengan sangat hangat.

Gaun mahal Arini langsung kotor terkena debu dari baju Lula, tapi wanita itu sama sekali tidak peduli.

"Siapkan mobil sekarang, kita pulang ke rumah," perintah Arini kepada para pengawalnya dengan nada dingin.

Para pengawal itu menunduk patuh dan segera membuka jalan menembus kerumunan.

Lula menyandarkan kepalanya di bahu Arini saat wanita itu membawanya berjalan menuju sebuah mobil hitam yang sangat mewah.

"Tuan Daun, Meng, Lula pergi dulu ya," batin Lula berpamitan kepada teman-teman jalanannya.

"Semoga bahagia, anak baik," suara samar tanaman hias itu terdengar terbawa angin.

Pintu mobil mewah itu ditutup rapat, memisahkan Lula dari panasnya jalanan Jakarta untuk selamanya.

Di dalam mobil yang sangat sejuk itu, Arini terus memeluk Lula sambil mengelus rambutnya yang kusut.

"Mulai sekarang, kamu tidak perlu kelaparan lagi, Lula," bisik Arini dengan nada penuh janji.

Lula hanya mengangguk pelan karena rasa kantuk yang luar biasa tiba-tiba menyerangnya akibat menggunakan kekuatan energinya tadi.

Mata bulat itu perlahan tertutup rapat.

Lula tertidur pulas dalam pelukan seorang wanita asing yang beberapa menit lalu baru saja dia tarik dari kematian.

Tanpa Lula sadari, keputusannya menolong Arini hari ini telah mengubah takdir sebuah keluarga besar yang sedang berada di ujung kehancuran.

Dan di sebuah rumah mewah bergaya Eropa di pusat kota Jakarta, empat pemuda tampan masih belum menyadari bahwa hidup mereka yang tenang akan segera dijajah oleh seorang bocah lima tahun yang sangat menggemaskan.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt Thor
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni support nya🙏
total 1 replies
kiyoe
terimakasih kak heni🙏
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: kemana aja kak Heni
total 1 replies
kiyoe
terimakasih kak kemna aja kak kok baru kelihatan 🤭
Astiana 💕
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!