NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ke Masa Lalu

Napasnya memburu, seiring dengan matanya yang membelalak menatap langit-langit kamar bernuansa putih bersih. Bau khas antiseptik langsung menusuk indra penciumannya. Alexa Steviola terpaku. Ia mengenali ruangan ini. Ini adalah kamar rawat inap sebuah rumah sakit swasta yang pernah ia tempati tahun lalu atau lebih tepatnya, di kehidupan sebelumnya.

​Dada Alexa berombak kencang. Jemarinya yang gemetar pelan-pelan turun menyentuh bagian perutnya. Ada tonjolan besar di sana.

​Tubuhnya seketika bergetar hebat. Air mata menetes begitu saja membasahi pipinya yang pucat. Ia kembali. Tuhan benar-benar memberinya kesempatan kedua. Ia terbangun tepat beberapa jam sebelum kematian mengenaskannya dalam kecelakaan mobil yang menghancurkan tubuh dan masa depannya. Kematian konyol yang dipicu oleh obsesi gilanya sendiri.

​Di kehidupan lalu, Alexa begitu memuja suaminya, Lucas Damarion Clinton. Ia terlalu percaya diri bahwa cinta mati yang ia miliki bisa melelehkan es di hati pria itu. Alexa bersikeras menggoda, menempel, dan menuntut perhatian tanpa henti, tanpa menyadari bahwa setiap tindakannya justru membuat Lucas merasa risih, muak, dan jijik.

​Hubungan mereka sejak awal memang beracun. Lucas sebenarnya adalah tunangan dari Catherine, bibi Alexa sendiri. Alexa yang dipenuhi rasa iri karena menganggap Catherine selalu merebut perhatian keluarga, nekat menjebak Lucas hingga malam malapetaka itu terjadi. Pernikahan terpaksa digelar karena Alexa hamil. Keluarga besar membencinya, mengutuknya sebagai perusak hubungan orang lain.

​Hati Alexa semakin hancur mengingat nasib malang bayi di dalam kandungannya di kehidupan lalu. Saat usianya menginjak delapan bulan, Alexa nekat terbang sendirian ke Sydney hanya karena mendengar kabar bahwa Catherine berada di sana untuk sesi pemotretan dan Lucas sedang ada tugas bisnis di kota yang sama. Dibakar cemburu buta, Alexa mengabaikan peringatan dokter. Akibatnya, fisiknya drop parah dan janin di dalam kandungannya meninggal di dalam rahim sebelum sempat melahirkan ke dunia.

​Alexa mengusap perutnya dengan penuh penyesalan dan kasih sayang. Kepalanya menggeleng pelan.

​"Maafkan Mama, Sayang..." bisiknya lirih dengan suara serak.

"Kali ini Mama berjanji... Mama tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Mama akan lindungi kamu."

​Soal Lucas? Alexa menghela napas panjang, meresapi rasa sesak yang perlahan mengikis egonya. Ia harus tahu diri. Lucas tidak pernah menjadi miliknya. Pria itu adalah milik Catherine yang ia rebut secara paksa. Sudah sepantasnya ia melepas impian konyolnya. Kali ini, ia akan membuang jauh-jauh perasaannya pada Lucas. Ia hanya perlu fokus pada kesehatan diri sendiri dan bayi dalam kandungannya, lalu berpisah secara baik-baik jika waktunya tiba.

​Klek.

​Pintu kamar inap mendadak terbuka, ​sesosok pria tinggi berwajah tegas melangkah masuk. Kulitnya yang kecokelatan eksotis, dipadu dengan postur tubuh tegap berotot di balik kemeja formal yang tergulung hingga siku, memancarkan aura dominan yang sangat kuat. Pria yang mampu membuat wanita mana pun bertekuk lutut.

​Lucas Damarion Clinton.

​Alexa berdecih sangat pelan di dalam hati. Betapa beruntungnya Catherine dicintai oleh pria sesempurna ini. Namun detik berikutnya, Alexa langsung menetralkan ekspresi wajahnya. Tatapannya menatap lurus ke depan, kosong dan datar.

​Lucas menghentikan langkahnya di ujung tempat tidur. Alis tebalnya menyipit tajam. Ada sesuatu yang aneh. Biasanya, begitu ia melangkahkan kaki melewati pintu, Alexa akan langsung ngerocos tanpa henti. Wanita itu pasti akan mendesah manja, menanyakan alasan kenapa ia terlambat datang, berpura-pura kesakitan, atau melakukan segala cara untuk menarik perhatiannya.

​Namun kali ini, Alexa hanya diam. Bibir wanita itu terkunci rapat, seolah keberadaan Lucas di dalam ruangan sama sekali tidak mempengaruhi atmosfer di sekitarnya.

​Lucas berdeham pelan, memecah kesunyian yang membendung di antara mereka. Suaranya berat dan dingin.

​"Bagaimana keadaanmu?" tanya Lucas singkat.

​Alexa mengalihkan pandangannya sebentar ke arah Lucas, lalu kembali menatap jemarinya yang saling bertaut di atas perut.

​"Sudah lebih baik," jawab Alexa dengan nada suara yang teratur, tenang, dan tanpa intonasi manja yang biasa ia buat-buat.

"Dokter menyuruhku istirahat, besok sudah boleh pulang."

​Lucas memiringkan kepalanya sedikit. Sikap acuh tak acuh Alexa terasa begitu asing. Pria itu menarik kursi di samping tempat tidur dan duduk dengan gerakan santai namun tetap terkesan mengintimidasi.

​"Kamu tidak ingin bertanya kenapa aku baru datang?" pancing Lucas, mengamati setiap celah reaksi di wajah istrinya.

​Alexa menggeleng pelan. "Tidak. Aku tahu kamu sibuk dengan urusan pekerjaanmu."

"​Dan mungkin urusan Catherine," tambah Alexa dalam hati, namun ia memilih menyimpannya sendiri. Tidak ada gunanya memunculkan pertengkaran yang hanya akan menguras energinya.

​Lucas menyilangkan kakinya. "Dokter bilang tekanan darahmu sempat naik tadi pagi. Apa yang membuatmu stres?"

​"Hanya kelelahan biasa," balas Alexa datar.

"Kurang tidur."

​"Bukan karena berita tentang Catherine?" tanya Lucas langsung pada intinya, menatap Alexa dengan pandangan menguji.

​Di kehidupan sebelumnya, setiap kali nama Catherine disebut, Alexa akan langsung meledak-ledak, menangis, atau melemparkan barang-barang di sekitarnya. Namun sekarang, reaksi Alexa benar-benar di luar dugaan.

​Alexa menatap mata abu-abu gelap milik suaminya tanpa ada sedikit pun kilatan emosi.

"Kenapa harus karena Bibi Catherine? Dia punya kehidupannya sendiri, dan aku punya kehidupanku."

​Lucas bungkam sejenak. Mata tajamnya menyelusuri raut wajah Alexa, mencari tanda-tanda kebohongan atau drama baru yang sedang direncanakan wanita itu. Namun yang ia temukan hanyalah kelelahan yang mendalam dan ketenangan yang tidak biasa.

​"Kamu berubah, Alexa," ujar Lucas pelan. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya.

​"Orang bisa berubah kapan saja, Lucas," sahut Alexa tenang.

"Lagipula, bukankah ini yang kamu inginkan? Kamu selalu risih kalau aku terlalu banyak bicara atau menuntut perhatianmu. Sekarang aku hanya mencoba memberikan apa yang kamu sukai. Ketenangan."

​Lucas mengerutkan dahi. Ada rasa ketidaknyamanan yang aneh berdesir di dadanya mendengarkan ucapan itu. Ketenangan ini justru terasa asing dan menekan.

​"Aku datang ke sini untuk memastikan kamu dan bayi itu baik-baik saja," kata Lucas, mengalihkan pembicaraan dengan nada datar khas dirinya.

"Besok aku ada jadwal terbang ke luar kota untuk beberapa hari."

​Jika ini adalah Alexa yang dulu, ia pasti sudah berteriak melarang, mengancam akan menyakiti dirinya sendiri, atau bersumpah akan menyusul ke mana pun Lucas pergi. Namun Alexa yang sekarang hanya mengangguk pelan.

​"Baiklah. Hati-hati di jalan. Semoga urusan pekerjaanmu lancar," balas Alexa tulus tanpa embel-embel cemburu.

​Lucas menatap Alexa cukup lama, seolah sedang berhadapan dengan orang asing yang menggunakan tubuh istrinya.

"Kamu tidak menanyakan ke mana aku pergi?"

​"Apakah itu penting?" Alexa balik bertanya dengan senyum tipis yang terkesan formal.

"Lagipula, itu urusan pekerjaanmu. Aku tidak mau mencampuri hal-hal yang tidak seharusnya aku campuri lagi."

​Keheningan kembali menyelimuti ruangan itu. Lucas menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, merasa kepalanya sedikit berdenyut menghadapi perubahan drastis wanita di hadapannya.

​"Soal keluarga..." Lucas membuka suara lagi, memilih topik lain.

"Ibu menelepon tadi siang. Dia bertanya tentang tentangmu."

​Alexa terkekeh pelan, sebuah tawa kecil tanpa rasa humor. "Ibumu hanya peduli pada bayi ini, bukan padaku. Kamu tidak perlu berpura-pura, Lucas. Aku tahu persis bagaimana pandangan keluargamu terhadapku."

​"Alexa—"

​"Aku tidak menyalahkan mereka," potong Alexa cepat sebelum Lucas sempat menyelesaikan kalimatnya.

"Aku sadar posisi. Cara kita menikah memang salah dari awal. Aku tidak mengharapkan mereka untuk menyukaiku. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot menjadi perantara atau berpura-pura menjaga perasaanku di depan mereka."

​Lucas menatap jemari Alexa yang terus mengelus perutnya dengan lembut. Kasih sayang yang dipancarkan wanita itu terhadap bayinya terasa sangat nyata, berbeda dengan sikap dingin yang ditunjukkan kepadanya.

​"Bayi itu butuh keluarga yang utuh," kata Lucas pelan.

​"Bayi ini hanya membutuhkan kasih sayang dari orang yang benar-benar menginginkannya," ralat Alexa. Matanya menatap tajam ke arah Lucas.

"Dan aku akan memastikan dia mendapatkan itu dariku. Sepenuhnya."

​"Maksudmu aku tidak menginginkannya?" suara Lucas memberat, ada nada ketidaksukaan yang tersirat di sana.

​"Apakah kamu pernah menginginkannya?" balik tanya Alexa dengan wajah polos.

"Kamu menikahi ku karena terpaksa, Lucas. Karena skandal yang kubuat dan janin yang ada di dalam perutku ini. Kalau bukan karena anak ini, kamu mungkin sudah menikah dengan Bibi Catherine sekarang."

​Lucas mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Kata-kata Alexa menghantamnya dengan kebenaran yang telanjang, namun cara Alexa mengucapkannya tanpa rasa marah, tanpa nada menuduh, hanya seperti menyampaikan fakta sederhana membuatnya merasa sangat terpojok.

​"Itu masa lalu," desis Lucas pendek.

​"Dan masa lalu itu yang membentuk hari ini," sambung Alexa santai.

"Tapi kamu tidak perlu khawatir lagi. Aku tidak akan membebani mu lebih jauh. Setelah bayi ini lahir dan kondisiku pulih..." Alexa menggantungkan kalimatnya sebentar, menatap lurus ke dalam iris mata suaminya.

"Kita bisa bicara tentang perceraian."

​Ruangan itu mendadak menjadi sangat hening. Udara di sekitar mereka seolah membeku.

​Mata Lucas melebar sedikit, terkejut dengan kata yang baru saja keluar dari mulut wanita yang sebelumnya rela melakukan apa saja asal bisa terikat dengannya.

​"Apa yang baru saja kamu katakan?" tanya Lucas dengan suara yang sangat rendah dan berbahaya.

​"Perceraian," ulang Alexa tenang, tanpa ada ragu sedikit pun di suaranya.

"Aku akan mengembalikan kebebasanmu. Kamu bisa kembali pada Bibi Catherine jika kamu mau. Aku tidak akan menghalangi kalian lagi. Aku sudah cukup lelah berpura-pura bahwa pernikahan ini memiliki masa depan."

​"Kamu sedang emosional, Alexa. Jangan bicara sembarangan!" tegas Lucas, rahangnya mengetat.

​"Aku justru sedang sangat sadar, Lucas," balas Alexa pelan.

"Selama ini aku terlalu percaya diri. Aku pikir jika aku terus berusaha, kamu akan melihatku. Tapi aku salah. Cinta tidak bisa dipaksa. Aku sudah lelah menggoda pria yang bahkan jijik hanya untuk sekadar menatapku."

​"Aku tidak pernah bilang aku jijik padamu," sanggah Lucas cepat.

​"Tapi sikapmu menyatakannya dengan sangat jelas," pangkas Alexa halus.

"Sudahlah, tidak perlu diperdebatkan. Fokusku sekarang hanya melahirkan bayi ini dengan selamat. Soal dokumen perceraian, kita bisa mengurusnya nanti."

​Lucas berdiri dari kursinya secara mendadak. Tingginya yang menjulang memberikan bayangan intimidasi di atas tempat tidur Alexa, namun Alexa sama sekali tidak bergeming. Ia tidak lagi gemetar atau takut seperti dulu.

​"Istirahatlah," ujar Lucas dingin, mencoba mengendalikan emosi aneh yang tiba-tiba bergejolak di dadanya.

"Jangan memikirkan hal-hal konyol yang bisa membahayakan anak itu."

​"Aku paham," sahut Alexa pelan.

"Terima kasih sudah menjenguk."

​Lucas menatap Alexa untuk terakhir kalinya sebelum berbalik dan melangkah menuju pintu. Langkah kakinya terasa lebih berat dari biasanya. Ketika tangannya menyentuh gagang pintu, ia sempat berhenti sejenak, berharap Alexa akan memanggil namanya atau memintanya untuk tetap tinggal seperti yang selalu wanita itu lakukan.

​Namun hingga pintu itu terbuka dan tertutup kembali, tidak ada suara apa pun dari dalam kamar.

​Di dalam ruangan, Alexa menghela napas lega saat sosok Lucas menghilang dari pandangannya. Ia menyandarkan kepalanya pada bantal yang empuk dan memejamkan mata. Ada rasa hampa di dadanya karena harus mengikis perasaan cinta yang telah tumbuh bertahun-tahun, namun rasa lega jauh lebih mendominasi.

​Ia mengusap perutnya lagi dengan lembut, menyalurkan kehangatan seorang ibu.

​"Kita pasti bisa melewati ini, Sayang," bisik Alexa pelan pada janinnya.

"Mama tidak akan biarkan siapa pun menyakitimu lagi. Terutama rasa egois Mama sendiri."

​Di luar kamar, Lucas berdiri membatu di koridor rumah sakit yang lengang. Tangannya masih mengepal erat di dalam saku celananya. Pikiran pria itu kacau. Sikap pendiam Alexa, tatapannya yang dingin, dan keputusannya untuk melepaskan hubungan ini seharusnya menjadi hal yang paling ia inginkan sejak dulu.

​Namun entah mengapa, ada perasaan janggal dan tidak terima yang mulai merayap pelan di dalam hatinya. Penolakan dari wanita yang dulu sangat memujanya itu meninggalkan rasa dahaga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
ina
sedihnya alexa
Sribundanya Gifran
thor kpn pernikahannya diresmikan,setidaknya ada catatan buku nikah secara sah walau belum pesta, kasian anakny nanti mau sekolah susah
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
It's me Ri🥕: Sabar ya kak🙏
total 1 replies
Dila Dilabeladila
ko jadi curiga sm chatherine ya??????.🤔🤔🤔🤔
It's me Ri🥕: Waduhhh... bisa jadi
total 1 replies
Dewi Anggraeni
keluarga Lucas udah tau keburukan keluarga Cathrine
Sumawita
apa sih rencana keluarga nya lucas pada Alexa
Isma Nayla
mungkinkah Alexa di jebak bibinya sendiri?🤔
lanjut thor
It's me Ri🥕: Hmmm... bisa jadi
total 1 replies
Shuttttttttttt
ayoo up lagi
Kusii Yaati
tapi tidak ada salahnya juga kan kalau Lucas mau memperbaiki rumah tangga mereka.kecuali Lucas sendiri yang menginginkan perceraian itu
Dewi Anggraeni
Aduh Lucasss ... yg gak jelas itu sikap /Hammer/, bukannya diumumkan pembatalan pertunangan dgn Catherine
Dewi Anggraeni
Pasti yg menjebak Alexa sm Lucas ortunya 🤭,mungkin ortunya Lucas udah tau sifat aslinya Catherin /CoolGuy/
Kusii Yaati
alexa bukan anak kandung mungkin 🤭
Ita Putri
tapi kyknya keluarga clinton semua sayang sama alexa
Ita Putri
🤣aturan dr mana orang lain gk boleh nyakitin istrinya tp malah dia sendiri yg buat istrinya nangis ketakutan 😭
Ita Putri
jangan " yg njebak Alexa & Lucas malam itu Orlando sama Esmeralda 🤣
It's me Ri🥕: Wkwkwkwk... Entahlah 🤭 Sepertinya bukan sihh
total 1 replies
mery harwati
Masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang masa lalu Alexa
JasmineA
kek nya keluarga Lucas maunya Alexa yg jadi mantu mereka bukan Catherine
It's me Ri🥕: Jeng... Jeng... Jeng... Rahasia 😁
total 1 replies
Wulan
pasti dalang dr pernikahan Lucas dan Alexa ,, Mami n papi ny lucas
Bela Viona: nunggu reaksi lucas 🤭
total 3 replies
Susi Nugroho
Semoga keluarga lucas mau menerima Alexa.... Di tunggu lanjutannya....
Potatoes 🥔
Bagus banget.🥰
mery harwati
Aq baca dulu Alexa sampai tamat ah, kuatir malah gak keburu baca kisah novel yang baru karena aq bisa nyantai baca klo udah beres bekerja 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!