NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Gelap Mahira....

​Udara pagi di akhir musim gugur terasa makin menusuk tulang. Hembusan angin dingin khas awal musim dingin sudah mulai berani menyapu pelataran jalanan Tokyo, meskipun butiran salju pertama belum memutihkan atap-atap kayu kediaman utama klan Uchiha.

​Namun, di dalam area rumah utama yang hangat, ada sebuah keajaiban langka yang terjadi jam sepuluh pagi ini.

​Yoona Alexander Uchiha—yang biasanya kalau akhir pekan sulit dibangunkan dari kasur empuknya—entah kesurupan setan dari mana hari ini sudah rapi, cantik, dan harum sepagi ini!

​Penampilan Yoona pagi ini mengusung gaya casual-streetwear yang amat sangat fresh dan modis.

​Yoona mengenakan kaus Graphic Logo Cropped T-shirt warna biru dongker pekat dari Calvin Klein Jeans yang membungkus rapi bagian atas tubuhnya. Bawahannya dipadukan dengan rok mini bahan denim Mid Rise Mini Denim Skirt warna hitam pekat berhiaskan deretan kancing perak di bagian depan yang memamerkan kaki mulus jenjangnya. Rambut hitamnya dibiarkan terurai bergelombang halus, memancarkan pesona Ice Queen yang siap menyambut hari libur.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Berhubung ini jam sepuluh pagi—alias jam sarapan yang sangat terlambat—Yoona menikmati sajian brunch-nya di atas meja santai teras dalam.

​Nampan kayu hidangannya tampak amat memanjakan mata dan perut:

​Semangkuk nasi hangat bertabur irisan daging salmon panggang gurih lengkap dengan butiran umeboshi (asam jawa Jepang) di tengahnya.

​Sepiring salmon avocado fresh rolls—gulungan transparan isi irisan salmon segar, alpukat lumer, wortel, dan selada yang disajikan bersama mangkuk kecil saus cocolan pedas manis.

​Dua potong roll cake bertekstur lembut dengan isian krim putih yang melimpah.

​Segelas tinggi Thai iced tea warna oranye manis yang dipenuhi es batu gemerincing.

REFERENSI MAKANAN cr. Pinterest

​"Mmm~ salmonnya mantap banget," gumam Yoona puas, menyuapkan gulungan salmon alpukat ke mulutnya sambil menonton video perjalanan kota Bangkok di iPad-nya.

​Usai perutnya terisi penuh dan piring-piring bersih di kembalikan ke dapur, Yoona mendadak bingung mau melakukan apa. Hari Sabtu begini tidak ada jadwal kuliah, teman-temannya sedang sibuk dengan urusan masing-masing, dan keluar rumah sendirian tanpa tujuan rasanya malas.

​Gabut parah!

​Yoona melangkah mengayunkan kakinya menuju ruang gaming pribadi yang terletak di lantai dua sayap timur kediaman utama.

​Ruang gaming milik Yoona ini benar-benar didesain bagaikan markas cyberpunk masa depan!

​Dinding berpanel geometris putih diterangi garisan lampu LED RGB warna ungu neon yang berpendar futuristik. Di tengah ruangan, bertengger meja custom putih berukuran raksasa yang menopang satu unit monitor ultra-wide curved berukuran super besar, didampingi PC water-cooling custom berlapis kaca transparan dengan lampu fan ungu menyala terang. Kursi gaming ergonomis warna putih-ungu bersanding anggun di atas karpet bulu ungu yang empuk. Rak-rak kaca di sekeliling dinding dihiasi jajaran action figure anime langka edisi kolektor.

*Cr. Pinterest*

​Yoona mendaratkan bokongnya di kursi gaming, menyalakan PC-nya, lalu membuka game pertempuran online.

​Namun, namanya juga Yoona... Baru sepuluh menit pertandingan berjalan, keheningan ruang gaming mewahnya langsung pecah oleh omelan pedas sang Ice Queen!

​"ANJIRLAH! INI TIM GUE PADA BEGO APA GIMANA SIH?!" cerceh Yoona emosi sambil menepuk mejanya kesal. "Gue udah carry dari tadi, mereka malah jalan-jalan kagak jelas kayak ayam kehilangan induk! Awas aja lu ya, tank-nya gue report habis ini!"

​Di saat Yoona sedang sibuk ngamuk-ngamuk di depan monitor futuristiknya, situasi pengawalan di rumah utama terasa sangat santai.

Jika sudah berada di rumah utama Kakashi tidak sering menempel pada Yoona 24 jam. Dia akan sibuk dengan urusan di markas belakang, dan bisa dengan tenang melepas tugas pengawalan langsungnya.

​Lalu, bagaimana dengan si kadal gurun Sasuke?

​Jangan ditanya. Jam sepuluh pagi begini, Sasuke masih tergeletak pingsan di dalam kamarnya!

​Gara-gara libur akhir pekan, Sasuke kemarin malam push rank sampai jam 7 pagi. Sekarang, pria bermuka model itu tidur terlentang dengan selimut tebal menutupi dadanya, mulutnya sedikit terbuka, dan suara dengkur harus lolos dari bibirnya tanpa memedulikan matahari yang sudah tinggi.

​Sementara si kadal gurun masih molor parah, mas-mas ultimate green flag kita—Shisui Uchiha—sudah produktif sejak jam enam pagi!

​Meskipun udara akhir musim gugur pagi ini menusuk dingin, Shisui justru memanfaatkan kesegaran pagi untuk membakar kalori dan mencari keringat.

​Bukan naik hypercar ratusan miliar atau Vespa putihnya, pagi ini Shisui memilih gowes kencang mengendarai sepeda balap track bike kesayangannya: sebuah FUJI Track Pro warna merah-hitam berkerangka aero-carbon yang dipasangi velg serat karbon Fast Forward (FFWD) tipe disc wheel di roda belakang yang sangat mahal dan langka!

*Cr. Pinterest*

SZZZT... SZZZT...

​Suara deru roda karbon sepeda FUJI milik Shisui membelai aspal bersih kawasan pemukiman eksklusif. Memakai setelan jersey balap ketat warna hitam dan helm aero, otot-otot paha dan lengan Shisui yang terbentuk sempurna bekerja keras membelah angin dingin Tokyo.

​Setelah menempuh jarak tiga puluh kilometer mengelilingi taman kota, Shisui membelokkan sepedanya masuk ke gerbang utama kediaman klan Uchiha.

​Shisui memarkirkan sepeda FUJI Track Pro-nya di selasar samping, mengusap keringat di lehernya dengan handuk kecil, lalu melangkah turun menuju ruang strategi bawah tanah. Shisui berniat mengeringkan badan sekalian meneliti kembali berkas profil Mahira yang dikirimkan Kakashi semalam.

​Di dalam ruang kerja bawah tanah yang sepi, Shisui menyalakan monitor enkripsi.

​Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi kulit, menatap deretan data transkrip dan rekam jejak Mahira yang sudah berhasil dibuka oleh Kakashi.

​Awalnya, Shisui menduga Mahira adalah seorang peretas jenius atau agen terlatih yang dikirim oleh klan musuh. Tapi semakin dalam berkas itu dibedah... fakta sebenarnya yang terungkap justru membuat Shisui menyunggingkan senyum sinis yang penuh dengusan cemooh.

​"Cih... ternyata cuma begini?" gumam Shisui dingin.

​Fakta sebenarnya: Mahira murni hanyalah cewek panjat sosial (social climber) dan pick-me yang haus akan status tingkatan sosial tinggi.

​Berkas terenkripsi "Project Velvet" yang sempat dicurigai Kakashi ternyata bukanlah buatan Mahira. Berkas itu murni ciptaan kelompok hacker klan musuh. Para peretas itu memanfaatkan ambisi buta Mahira yang kebelet ingin dipandang sebagai "wanita akademisi sukses dan terpelajar".

​Mahira tidak punya keahlian peretasan sama sekali. Dia hanyalah cewek "pecun" (pawn) tingkat tinggi yang menjual tubuh dan kehormatannya kepada para pejabat kampus, atasan akademis, hingga bos-bos nakal demi mendapatkan rekomendasi jabatan dosen di Universitas Tokyo serta sertifikasi prestasi fiktif!

​Para peretas klan musuh menyuapi Mahira dengan dokumen palsu dan gelar instan. Sebagai imbalannya, Mahira yang lugu dan kebelet gaya itu membiarkan para peretas menanamkan perangkat node jaringan rahasia di dalam laptop kerja dan ruang dosennya—membuat server universitas menjadi benteng perantara buat menyerang sistem Uchiha Group!

​Shisui menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap foto Mahira di layar dengan pendaran mata Yakuza yang amat sangat dingin dan jijik.

​"Menjual diri demi status sosial kepalsuan... terus bertingkah sok paling suci dan sok paling terpelajar di depan anak-anak kampus," bisik Shisui dengan suara beratnya yang menusuk. "Cuma kotoran yang rela dijadikan umpan sama musuh."

​Di saat yang bersamaan... di sebuah suite hotel berbintang lima yang remang-remang di kawasan elit Ginza...

​Aroma alkohol murah, parfum menyengat, dan asap cerutu memenuhi ruangan berpendingin udara.

​Di atas tempat tidur besar, Mahira sedang merapikan pakaian kerjanya yang sempat terlepas. Di sampingnya, seorang pria paruh baya berkulit tambun—salah satu pejabat tinggi lembaga akreditasi kampus—sedang duduk bersandar sambil menyesap whiskey.

​Mahira menyunggingkan senyuman manis yang dipaksakan, mengelus lengan pria tua itu dengan gaya sok manja.

​"Bapak jangan lupa ya... surat rekomendasi kenaikan jabatan saya sebagai dosen tetap fakultas bisnis harus keluar minggu depan," bisik Mahira dengan nada suara yang dibuat-buat sehalus mungkin.

​Pria tua itu terkekeh berhak-hak, menepuk pinggul Mahira dengan kasar. "Tenang saja, Mahira. Asal kamu rajin melayani saya di kamar ini setiap akhir pekan... jabatan dosen tetap dan posisi terbaik di kampus itu pasti ada di tanganmu."

​Mahira tersenyum lebar, membayangkan dirinya yang makin dihormati di kampus, makin bisa memamerkan posisinya di depan para mahasiswa, dan makin punya peluang buat mendekati pria-pria kaya sekelas Shisui atau jajaran direksi Uchiha.

​Dia merasa dirinya sangat cerdik dan sukses memanjat tangga sosial tertinggi.

​Tanpa sedikit pun Mahira sadari... bahwa seluruh gerak-geriknya, setiap helai napas palsunya, dan borok kebusukannya sudah sepenuhnya berada di dalam genggaman jemari dingin para penguasa kegelapan—klan Uchiha.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!