NovelToon NovelToon
Aturan Nomor 1 Jangan Jatuh Cinta Dengan Dosen

Aturan Nomor 1 Jangan Jatuh Cinta Dengan Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ziziyuuu

Aturan Nomor 1: Jangan pernah jatuh cinta dengan dosen sendiri.
Aturan yang dibuat Kila sendiri, dan kemudian dia langgar di detik berikutnya.
Kehidupan kampus Kila yang tadinya membosankan, berubah total setelah dosen baru itu masuk.
Tiba-tiba penuh dengan hal-hal mendebarkan. Bimbingan yang bikin jantung mau copot, jemputan mobil hitam di gerbang kampus, sampai makan malam canggung di mana dia dipanggil "calon mantu".

Dosen baru itu adalah Pak Rhaegar. Dosen dingin kayak kulkas, dan... orang yang paling Kila hindari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ziziyuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Setelah makan siang yang super canggung dan super nostalgia itu, akhirnya mereka pisah.

Pak Rhaegar harus kembali ke kampus untuk rapat dosen. Kak Elvar dan Kila kembali ke mobil untuk mengantar Kila pulang ke rumah kecilnya.

Di dalam mobil, AC dingin, jalanan kota besar siang itu macet seperti biasa. Lampu merah panjang.

Kak Elvar masih senyum-senyum sendiri sambil nyetir, sesekali ngecek HP. Kila yakin, dia lagi chat-an sama Pak Rhaegar. Kontak "Rhaegar - Si Kulkas" yang 6 tahun tidak aktif, sekarang aktif lagi.

Kila yang duduk di kursi penumpang depan, memeluk tasnya, mulai mode adik usil.

"Kak..." panggil Kila pelan.

"Hm?"

"Pak Rhaegar tadi... kupingnya merah lho pas Kakak peluk," kata Kila dengan nada menggoda.

Kak Elvar langsung batuk. "Ah, masa sih? Dia emang gampang gerah."

"Gerah atau kangen? 6 tahun lho Kak, tidak ketemu. Pasti Pak Rhaegar kangen sama Kakak," lanjut Kila, senyumnya sudah jahil.

Kak Elvar melirik Kila. "Kamu ini ya, sudah berani sama Kakak. Dulu yang Kakak ceritain nangis-nangis tiap malam ke Rhaegar itu kamu lho. Dia tau semua aib kamu pas masih SMA."

"HAH?!" Kila langsung duduk tegak. "Aib apa? Kakak cerita apa ke pak Rhaegar?"

Kak Elvar tertawa lepas. Akhirnya setelah beberapa hari tegang karena urusan Mama dan Papa, dia bisa tertawa lagi.

"Banyak. Cerita kamu kabur dari rumah bawa koper pink kebesaran, cerita kamu nangis karena tidak bisa masak mie waktu awal-awal tinggal sendiri, cerita kamu..."

"KAK ELVAR!!!" Kila menutup muka, malu setengah mati.

Kak Elvar kembali fokus nyetir, tapi senyumnya masih ada.

"Rhaegar itu orang baik, Kil," kata Kak Elvar, suaranya jadi lebih serius. "Dia memang terlihat dingin, seperti kulkas. Jam mahal, mobil mahal, perfeksionis. Tapi dia itu... kalau sudah sayang sama orang, dia jaganya mati-matian."

Kila diam, mendengarkan.

"Dulu waktu Kakak kuliah, Kakak pernah sakit tipes di kos. Rhaegar yang jagain Kakak 3 hari 3 malam tidak tidur, padahal dia sendiri ada UAS. Mamanya Rhaegar yang baik itu yang kirim sup ayam ke kos kita tiap hari. Papanya memang keras, tapi Rhaegar... dia tidak pernah setengah-setengah kalau sudah peduli sama orang."

Lampu merah berubah hijau. Mobil kembali jalan.

"Kenapa dia akhirnya jadi dosen, Kak? Kenapa tidak ngurus perusahaan keluarganya saja? Kan enak, tinggal duduk, uangnya banyak," tanya Kila pelan.

Kak Elvar menghela napas.

"Karena dia tidak bahagia, Kil. Keluarga Rhaegar itu sangat terpandang di kota. Dari luar kelihatan sempurna. Tapi tuntutannya tinggi sekali. Nilai harus sempurna, penampilan harus sempurna, jodoh pun harus sempurna. Rhaegar capek. Makanya dia kabur."

Kila mengangguk pelan. Sekarang semua puzzle tentang Pak Rhaegar yang bukan dosen pada umumnya itu akhirnya nyambung.

Mobil berhenti di depan rumah kecil Kila. Rumah pemberian Kak Elvar yang sederhana tapi rapi.

Kak Elvar mematikan mesin, menatap adiknya.

"Kil, Kakak titip satu hal ya," kata Kak Elvar serius.

"Apa Kak?"

"Jaga jarak sama Rhaegar. Dia itu sahabat Kakak. Kakak tau dia baik. Tapi... dia itu kalau sudah sayang sama perempuan, caranya bisa terlalu... intens. Kakak tidak mau kamu bingung."

Kila membeku. Pipinya langsung panas.

"Kak! Kila sama Pak Rhaegar itu dosen dan mahasiswi! Tidak ada apa-apa! Dia cuma bantu Kila urus kuesioner kemarin!"

Kak Elvar tersenyum tipis, seperti sudah tau semuanya.

"Rhaegar... dia anak baik dengan cara yang berbeda. Kakak cuma mau kamu hati-hati. Jangan sampai kamu salah mengartikan kebaikan dia yang dingin itu."

Kila turun dari mobil, masih dengan pipi merah.

Di dalam tasnya, HP-nya bergetar.

Satu chat masuk dari *Bapak Dosen (JANGAN DI-CHAT SEMBARANGAN!!!)*

Kamu sudah sampai rumah? Kuesionernya sudah selesai saya rekap. Besok tidak usah buru-buru ke kampus.

Kila menatap chat itu, lalu menatap Kak Elvar yang masih di mobil dan mengedipkan mata jahil ke arahnya.

Tsundere. Kulkas. Tapi jaga mati-matian.

Mungkin Kak Elvar benar.

1
Rini Hanindya Salma Nurazizah
bagus
Linda Natalia
lanjut kak,crita nya bagus
Rian Moontero
mampiiirr😍👍
Wien Ibunya Fathur
ceritanya lumayan seru...
ayok ada dibaca🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!