NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:428.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Erlan Horison berdiri di balik kaca lantai tertinggi gedung Horizon Group, memandang langit Melbourne yang diselimuti awan. Jas hitam yang dikenakannya masih rapi, dasi longgar di leher, dan di tangannya tergenggam segelas whiskey yang hampir tidak tersentuh. 

Usianya baru menginjak tiga puluh lima, tapi nama belakangnya sudah cukup dihormati di kalangan bisnis Australia. 

Horizon Group, perusahaan yang ia bangun dari nol setelah meninggalkan Jakarta, kini memiliki cabang di tiga negara dan ratusan karyawan.Tapi hari ini, pikirannya tidak sedang berada di angka-angka atau rapat dewan direksi.

Di meja kerjanya, sebuah tablet masih menyala menampilkan informasi dari anak buahnya. Kabar perceraian Aslan dan Naya sudah terdengar di telinga Erlan. Tidak banyak detail, hanya penggalan informasi bahwa gugatan sudah masuk ke pengadilan agama.

Erlan meletakkan gelasnya, lalu mengusap wajahnya kasar. Naya, adalah nama yang selama bertahun-tahun ia coba kubur dalam-dalam.

Dulu, di bangku kuliah, mereka sering duduk di perpustakaan yang sama. Naya selalu membawa buku tebal, rambutnya dikuncir seadanya, dan senyumnya hangat setiap kali mereka berdiskusi soal tugas. Erlan menyukai wanita itu dalam diam. Ia menyukai cara Naya berbicara dengan tenang, cara ia menolak ajakan teman-teman untuk bolos demi menyelesaikan makalah, cara matanya berbinar ketika membahas rencana masa depan. Berkali-kali ia ingin mengucapkan perasaannya, tapi selalu tertahan di ujung lidah.

Sampai suatu hari, Naya datang ke kampus dengan wajah yang sedikit berbeda. Ia bilang sudah dilamar oleh seseroang yang bernama Aslan. Pria yang lebih tua, mapan, dan menurut Naya saat itu, terlihat serius.

Erlan hanya tersenyum dan mengucapkan selamat. Malam harinya, ia duduk sendirian di balkon kamarnya, memandang langit-langit, dan memutuskan bahwa ia tidak bisa tinggal di kota yang sama dengan wanita yang baru saja memilih orang lain. Beberapa bulan kemudian, ia pergi. Meninggalkan Jakarta, meninggalkan semua kenangan, dan memulai segalanya dari nol di Australia.

Tahun-tahun berlalu. Ia membangun Horizon Group dengan tangan dan kepala yang penuh luka yang ia simpan sendiri. Ia pernah mendengar kabar Naya menikah, bahkan kabar tentang penderitaan Naya selama menjadi istri Aslan. Ia tidak mencaritahu soal itu, tapi selalu ada kabar burung yang sampai ke telinganya. Entah dari teman dekatnya, atau teman dekat Naya sendiri.

Sampai hari ini. 

Erlan menatap lagi layar tablet. Perceraian. Naya digugat… atau justru menggugat. Ia tidak tahu detailnya. Tapi satu hal yang jelas, wanita itu sebentar lagi sudah tidak terikat dengan Aslan.

Ia berjalan kembali ke meja, membuka laptop, lalu memeriksa email dari divisi HRD. Ada laporan singkat tentang kandidat interview hari ini. Namanya langsung membuatnya berhenti menggulir.

Naya Adriani.

Erlan membaca data itu berkali-kali. Alamat sementara di Melbourne. Latar belakang pendidikan yang sama dengan yang ia ingat. Dan catatan dari HRD, kandidat ditawarkan posisi sekretaris CEO karena posisi sebelumnya sudah penuh.

Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, menutup mata sejenak. Ironi terasa begitu kental. Wanita yang dulu ia suka diam-diam, yang sempat membuatnya meninggalkan segalanya, kini tanpa dia sadari berada di kota yang sama, bahkan sempat duduk di ruang interview perusahaannya.

Erlan membuka mata. Jari-jarinya mengetuk pelan permukaan meja. Di dalam dada, rasa yang dulu ia kira sudah mati suri perlahan bergerak lagi, bukan lagi seperti dulu, bukan lagi naif, melainkan sesuatu yang lebih dewasa dan lebih hati-hati.

Ia tidak tahu apakah Naya masih mengingat dirinya atau tidak. Tapi yang jelas dia tahu semua tentang wanita itu. Tapi satu hal yang ia pastikan, ia tidak akan membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja tanpa memanfaatkannya.

Erlan mengangkat telepon internal. “Hubungi HRD. Saya ingin melihat berkas kandidat yang interview hari ini. Yang bernama Naya Adriani. Kirim ke saya sekarang.”

Setelah menutup telepon, ia berdiri lagi di depan kaca, memandang kota yang mulai menyala. Senyum tipis, hampir tidak terlihat, muncul di sudut bibirnya.

Dulu ia terlambat. Kali ini, ia tidak berniat mengulang kesalahan yang sama.

*****

“Kejarlah, Tuan,” ucap Sam akhirnya, suaranya tenang tapi tegas. “Sekarang dia sudah tidak ada yang memilikinya lagi. Jangan sampai Anda keduluan pria lain seperti sebelumnya.”

Erlan menghela napas panjang. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap langit-langit sejenak, lalu menutup mata. Kalimat Sam menusuk tepat di bagian yang selama ini ia sembunyikan. 

“Aku tidak yakin dia akan menerimaku,” ucapnya pelan, nada suaranya kehilangan kepercayaan diri yang biasanya ia pakai di ruang rapat. “Sudah bertahun-tahun, Sam. Kita bukan orang yang sama lagi. Bahkan mungkin dia tidak ingat aku lagi.”

Sam meletakkan tablet di meja, lalu menyilangkan tangan di dada. Ekspresinya serius, seperti seseorang yang sudah terlalu lama melihat bosnya menyimpan sesuatu.

“Anda sahabatnya tuan, tidak mungkin dia tidak mengingat anda. Kalau Anda tidak mencoba, Anda tidak akan tahu. Mau sampai kapan Anda menyimpan perasaan ini? Sudah berapa tahun Anda bangun perusahaan ini sambil membawa nama itu di kepala? Sudah berapa kali saya lihat Anda menolak kenalan hanya karena masih memikirkan seseorang yang bernama Naya itu?"

Erlan membuka mata. Ia menatap Sam, lalu mengalihkan pandangan ke jendela. Bayangan Naya di masa kuliah muncul lagi. Luka itu tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya belajar menindihnya dengan kerja, dengan ambisi, dengan kesuksesan yang akhirnya ia raih di negeri orang.

“Aku pergi dari Jakarta karena tidak sanggup melihatnya bersama orang lain,” gumam Erlan akhirnya. “Sekarang dia di sini, di kota yang sama, bahkan sempat duduk di ruang interview perusahaan ini… dan aku masih ragu.”

Sam menghela napas, lalu berbicara lebih pelan. “Ragu itu wajar, Tuan. Tapi menyesal karena tidak mencoba… itu jauh lebih berat. Dulu Anda terlambat karena diam. Jangan sekarang anda ulangi.”

Erlan terdiam lama. Jari-jarinya mengetuk pelan lengan kursi. Di kepalanya, dua pilihan bertarung, tetap menjaga jarak dan membiarkan Naya menjalani hidup barunya tanpa gangguan, atau mengambil langkah kecil, setidaknya memastikan bahwa wanita itu tahu ia masih ada.

Akhirnya ia menegakkan badan, meraih ponsel di meja, lalu menatap layar kosong beberapa detik. “Siapkan data lengkapnya,” perintahnya pelan. “Alamat sementara, nomor yang bisa dihubungi, jadwal kuliahnya kalau ada. Jangan langsung temui. Aku ingin tahu dulu… seperti apa hidupnya sekarang.”

Sam tersenyum tipis, lega. “Baik, Tuan. Saya kerjakan malam ini.”

Setelah Sam keluar, Erlan kembali menyandarkan kepala ke kursi. Di luar, kota terus bergerak. Di dalam dadanya, perasaan yang selama bertahun-tahun ia kunci pelan-pelan membuka diri lagi, bukan dengan keyakinan penuh, melainkan dengan hati-hati dan sedikit harapan yang takut ia akui.

Dulu ia kehilangan Naya karena terlalu lama diam. Dan sekarang tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.

1
Rini Maryani
lanjut thoor semangat
Cicih Sophiana
semoga bahagia Naya lupakan masa lalu mu bersama si Aslan... sosong masa depan mu bersama Erlan..
Cicih Sophiana
masih kurang tuh penderitaan Aslan dan si Liza seharus nya anak nya tdk selamat... kan kasian sama anak nya krn dia jd anak haram...
Cicih Sophiana
hak kamu apa Liza? nikah pun nikah siri yg gak punya hak... anak nya pun gak ada hak krn tdk terdaftar di negara... kamu mau nuntut siapa ? gak akan bisa biar kepengadilan pun
Cicih Sophiana
semoga yg jahat mendapat balasan yg setimpal... yg baik kedepan nya bahagia
Cicih Sophiana
yah awasin aja terus....
Cicih Sophiana
nih Aslan Liza..🤛🤛
Sholawat Nariyah
AUTHOR GUOBLOK membiarkan tokohu utamanya tdk tegas, dan tenggelam dlm kebodohan yg berlarut 👎
Cicih Sophiana
knp selamat... dulu Naya di larang punya anak... seharus nya keguguran dong si pelakor nya jgn di kasih bahagia mereka
Cicih Sophiana
terus lah begitu semakin hancur, rumah tdk terbayar, si Liza keguguran 😂 si Aslan bangkrut
Cicih Sophiana
sukur lah akhir nya rumah itu terjual... wah si Liza klo tau langsung stres dan langsung keguguran
Cicih Sophiana
untuk si Aslan cobalah sadar diri... itu emang sdh hak nya Naya... dia bukan merehut tp menganmbi hak nya Aslan..
Cicih Sophiana
hancur kan mereka... mereka yg serakah dan mereka yg zolim sama istri sah tapi mereka sll menyalah kan Naya...
Cicih Sophiana
perempuan yg aneh dia yg merebut kok di tuduhkan Naya yg merebut 😂😂😂😂😂
pake so kuasa pula... Naya bertahun tahun pernikahan nya yg hanya di jadikan pembantu gratisan... dia yg tinggal enak nya doang menikmati... nikah pun hanya nikah siri sekarang so kuasa
Cicih Sophiana
eh pelakor kamu tuh cuma nikah sirih jd gak ada tuh undang undang nya mendapat kan harta gono gini... anak kamu pun gak akan bisa mendapat kan apa apa... sekarang gigit jari aja yah sampe putus 😂😂😂
Cicih Sophiana
wah ternyata aset nya si Aslan banyak... pantesan dia ngamuk gak rela Naya ngambil...
Cicih Sophiana
ayo bahagialah kalian... karena kalian pantas untuk mendapat kan nya...
Cicih Sophiana
susah Nay cari mertua yg langsung baik seperti mama Erlan... mulai sekarang jgn menyia nyiakan nya...
Cicih Sophiana
wah ini sih langsung di terima jadi menantu kesayangan mama...😊😍😍
Cicih Sophiana
aneh banget si pelakor... ya wajar lah Naya dapat 50 % wong yg mendampingi si Arlan selama ini kan Naya... klo kamu siapa? kamu cuma pelakor yg di pungut setelah si Arlan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!