NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:288.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 20

Malam kian larut saat taksi yang ditumpangi Zivana berhenti di pelataran rumah orang tua Aidil. Di kursi belakang, Khaisar dan Amora sudah tertidur lelap akibat kelelahan menangis. Zivana menatap kedua wajah polos itu sejenak, mengusap lembut pipi mereka, sebelum akhirnya melangkah turun dan mengetuk pintu rumah mertuanya.

Pintu terbuka lebar. Mama Aidil berdiri di sana dengan raut wajah penuh kecemasan yang mendalam, sementara Papa Aidil mengekor di belakangnya.

"Ziva? Ya Tuhan, Ziva!" Mama Aidil langsung memeluk menantunya erat-erat, air matanya menetes.

"Mama dari tadi tidak tenang, Nak. Bagaimana keadaan di rumah? Kemana anak-anak?" Tanya Mama Hana khawatir.

"Anak-anak tidur di taksi, Ma. Ziva minta tolong Papa bantu papah Khaisar dan Amora biar Zivana yang gendong saja...," jawab Zivana dengan suara lembut namun teramat tipis.

Setelah Papa Bagas memindahkan kedua bocah yang terlelap itu ke kamar tamu, mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga. Suasana mendadak hening, terasa begitu sarat akan beban dan duka. Zivana duduk bersimpuh di atas karpet, tepat di hadapan kedua mertuanya.

"Ziva, berdiri, Sayang. Jangan seperti ini..." tegur Papa Bagas seraya hendak membimbing Zivana bangun.

Namun, Zivana menggeleng pelan. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan air mata yang sejak tadi ia tahan menetes satu per satu membasahi jemarinya.

"Mama... Papa... Ziva memohon ampun dan maaf yang sebesar-besarnya," tutur Zivana dengan suara bergetar parau.

"Ziva gagal menjaga rumah tangga ini. Ziva tidak bisa lagi meneruskan pernikahan Ziva dengan Mas Aidil."

Mama Hana terkesiap, dadanya naik turun menahan guncangan emosi.

"Maksudmu... bagaimana, Ziva? Apa yang terjadi di rumah tadi?"

Zivana mendongak, menatap kedua pasang mata di hadapannya dengan tatapan jujur dan penuh luka.

"Mas Aidil membawa Mbak Stela ke rumah malam ini, Ma," bisik Zivana, kalimat itu bagai belati yang menghujam dada orang tua Aidil.

"Mas Aidil juga tak berdiskusi dulu dengan Zivana, dan bukan hanya itu, Zivana sudah tahu jika satu bulan terakhir Mbak Stela sudah pulang dan sering bertemu dengan Mas Aidil di belakang Zivana. Mas Aidil juga mengakui di depan Ziva kalau dia masih sangat mencintai Stela."

Plak!

Papa Bagas memukul meja kaca di sampingnya, wajahnya merah padam oleh amarah yang meluap.

"Anak kurang ajar! Pria tidak tahu diri! Bagaimana bisa dia memperlakukan istri sepertimu seperti itu demi wanita penjahat itu?!"

"Pa, tenang dulu, Pa..." isak Mama Hana pecah, memeluk bahu suaminya sebelum berpaling menatap Zivana dengan tatapan hancur.

"Ziva... apa tidak ada kesempatan lagi? Kasihan Khaisar dan Amora, Nak... Mereka sangat menyayangi kamu!"

Zivana menggeleng mantap. Tatapannya kini berubah menjadi begitu tegar, melukiskan keputusan bulat yang tak lagi dapat diganggu gugat.

"Ziva menyayangi Khaisar dan Amora melebihi diri Ziva sendiri, Ma. Tapi Ziva tidak bisa membiarkan mereka tumbuh di dalam rumah yang penuh dengan kebohongan, penghinaan, dan maksiat. Ziva ke sini... ingin meminta izin dan restu dari Mama dan Papa."

Zivana menggenggam kedua tangan Mama Aidil yang gemetaran.

"Ziva memohon izin untuk bercerai dari Mas Aidil. Ziva sudah tidak sanggup lagi menjadi istrinya. Ziva ingin menyembuhkan luka Ziva sendiri, demi anak-anak. Yang di lakukan Mas Aidil dan Mbak Stela sudah melewati batas. Apalagi mereka sering di Apartemen Mbak Stela, Zivana memiliki semua buktinya. Bukti yang di kirimkan sendiri oleh Mbak Stela. Mohon maaf bukan Zivana tak mau memberikan kesempata Mama, tapi Ziva juga memiliki perasaan sebagi perempuan dan istri!"

Mama Hana menutupi wajahnya, menangis histeris. Ia tahu persis betapa mulianya hati Zivana selama tiga tahun ini, wanita yang rela merawat cucu-cucunya dengan penuh ketulusan saat Stela pergi menelantarkan mereka. Bahkan selama menikah juga Stela tak pernah bersikap baik. Ana-anak tak terurus karena dia lebih sibuk dengan dunianya. Dan anak-anak hanya di urus oleh pembantu mereka.

"Ziva..." suara Papa Bagas terdengar amat serak, matanya berkaca-kaca menatap menantu kesayangannya.

"Kamu wanita yang amat sangat baik. Kami yang gagal mendidik Aidil hingga dia menjadi pria pengecut yang tidak tahu cara bersyukur."

Papa Bagas memegang puncak kepala Zivana, memberikan restu yang teramat berat namun penuh hormat.

"Jika ini keputusanmu untuk menyelamatkan harga dirimu dan jiwa anak-anak... Papa ikhlas, Ziva. Papa dan Mama merestuimu. Kami tidak akan membela Aidil sedikit pun. Kamu tetap putri kami,"

"Terima kasih, Pa... Terima kasih, Ma..." bisik Zivana dalam isaknya, mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.

"Anak-anak biar tidur di sini malam ini," ujar Mama Hana seraya mengusap air mata di pipi Zivana.

"Lalu kamu mau ke mana sekarang, Sayang? Ini sudah malam."

Zivana mengusap air matanya, berdiri dengan anggun meski tubuhnya amat letih.

"Ziva harus kembali sebentar ke rumah itu, Ma. Ada berkas dokumen penting yang tertinggal di kamar. Ziva harus mengambilnya malam ini juga, sebelum Ziva benar-benar pergi dan tidak akan pernah menjejakkan kaki di rumah itu lagi."

Mama Hana dan Papa Bagas menatap Zivana dengan rasa cemas dan prihatin yang mendalam, tanpa tahu bahwa kepulangan Zivana ke rumah itu beberapa saat kemudian akan menjadi saksi kehancuran moral Aidil yang paling menjijikkan.

"Biar kami antar kamu ke rumah, Mama tak akan membiarkan kamu pergi sendirian dalam keadaan seperti ini, Nak!" ujar Mama Hana.

"Benar, kami akan mengantar kamu ke rumah, dan untuk beberapa hari kamu bisa tinggal dulu di rumah kami sebelum peroses perceraian kamu. Karena papa yakin Aidil dan Stela akan datang utuk menjadikan anak-anak sebagai alasan mereka..." ujar Papa Bagas.

Mereka akhirnya pergi dari sana menuju ruamh yang di tempati oleh Aidil dan Zivana selama ini. Namun rupanya di garasi masih ada mobil Aidil. Dia tidak pergi, kedua ornag tua Aidil juga akhirnya ikut turun, khawatir terjadi sesuatu kepada Zivana.

"Pah, Ma... Ziba ke kamar dulu, sepertinya Mas Aidil juga masih ada di rumah..." Pamit Zivana namun langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di dalam kamar utama.

Kamar yang selama ini menjadi saksi pernikahan dinginnya dengan Aidil, kamar dimana tempat dia memanjatkan doa untuk suami dan anak-anaknya. Di dalam sana dia melihat sesuatu yang benar-benar membuat hati dan hidupnya hancur. Pergulatan panas antara Aidil dan Stela benar-benar dia lihat.

Ternyata tangisan Aidil sebelum dia pergi dengan anak-anak hanyalah akting belaka, ternyata justru mereka menunggu moment Zivana pergi agar keduanya bisa bebas menikmati waktu berdua yang penuh gairah setelah sekian lama. Air mata Zivana keluar tanpa permisi, sedangkan tangannya yang memegang ponsel gemetar hebat.

1
Desifa Juni Raya
zivana janda tp masih bersegel resmi
Dewa Nara
kok sutet Thor, sutil kali 🤭🤭🤭
Mety Haula
padahalnga usah diundang dtang jeperkumpulan krluarga udah aja yg fiundang itu anaknya kakek subroto aja nga usah dua2nyaduduhdayangkangdaj betcerai ini
Mety Haula
aah ziva kenapa fiterima talak dayu bukan srkalian talak 3 aja jadi bebas cari pasangan kalau talak satu dgn ucap rujuk bisa bslik lg
Desifa Juni Raya
laki² pengecut aidil ni
Mursidahamien
Stela itu hamil anak org lain dan Aidil bodoh yg diminta pertanggung jawaban
Dewi Yanti
bukannha orag tua aidil udh janji sm zivana kalo mereka yg akan mengurus langsung cucu" nya.. tp ko malah di biarin tinggal di rmh aidil sih
Dewi 1234
Aidil laki2banciii
PNC
bisa ngurus perceraian anaknya pake pengacara
masak ngerebut hak cucunya dr ibu gila ga bisa

aneh kakek neneknya ini
PNC
kok nganu ya
si kakek ma neneknya kok ga itu
PNC
kok ga kepikiran utk diselidiki ya
tinggal jjr Ama orangtuanya klo dia diancam dan mohon bantuan Ama orangtuanya utk cari jalan keluar
si Bapak jg kok diam aza ga dibuka kedok si perempuan iblisnya
Rina Arie
good
Dewi 1234
anak2pintar...👍
Ma Em
Akhirnya cerita Zivana berakhir juga dgn happy ending bahagia bersama Melvin yg sangat mencintai dan menyayangi Zivana , terima kasih Thor semoga othor selalu sehat bahagia dan sukses dgn karya karyanya 🤲🤲.
nely_48
hapy ending, terimakasih atas cerita novel mu kk outhor
sukses untuk semua cerita² novel baru mu yg lain nya kk outhor favorit ku 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
semangat berbenah para hama n membukanlahan baru ya Melvin n zivana
Yul Kin
terimakasih kak, sukses terus ya😍💪
Fitria Syafei
kk cantik terimakasih 😍 terimakasih 😍 sukses yaa 😘
Yam_zhie: kak 😘
total 1 replies
Sri Angga
sebagai pasangan ,sebagai tim yg solid.💪👍
Yam_zhie: betul akk 💃
total 1 replies
nely_48
kata nya s Siska bukan ibu kandung Melvin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!