NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:179.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 06

Setelah pesta pernikahan, Oza membawa Trisna pulang ke rumah pribadinya. Rumah yang memang sudah disiapkan setelah ia menikah.

Mata Trisna berbinar dan wajahnya begitu cerah bak mentari pagi yang bersinar. Dalam kepalanya bayangan tentang indahnya senyum dan sentuhan manis Oza di malam hari nanti sudah menari di pelupuk mata. Akan tetapi malam itu tenyata berlalu begitu saja.

"Oh dia mungkin lelah," ucapnya maklum. Trisna tak berkata apa-apa kepada suaminya.

Gaun malam yang ia kenakan masih rapi. Riasan yang ia sapukan ke wajah sama sekali tak bergeser, dan ranjang pengantin juga begitu tenangnya.

Malam selanjutnya Trisna tetap memoles wajahnya. Parfum yang dia beli khusus untuk malam ini, disemprotkan ke leher dan juga pergelangan tangan. Rambut miliknya yang sepanjang punggung, digerai begtu saja. Sekali lagi Trisna mamatut tampilannya di depan cermin, senyumnya mengembang melihat tampilan yang terasa sangat sempurna

"Kemarin malam gagal, tapi malam ini nggak boleh," harapnya dengan sungguh-sungguh.

Namun Trisna harus kembali menelan kekecewaan. Ia menanti Oza sepanjang malam, akan tetapi suaminya tak kunjung datang. Hingga pada akhirnya Trisna tertidur tanpa ia sadari.

Sisi kasur yang seharusnya hangat, terasa begitu dingin ketika pagi menjelang. Matanya menyipit saat melihat Oza yang tak ada di sisinya. Ia menyapu ke seluruh kamar, lalu matanya terkunci pada sosok suaminya yang terbaring di atas sofa.

Degh!

Dada Trisna berdenyut, sejenak dia menahan nafasnya. Dan hembusan kasar meluncur dari bibir serta hidungnya.

Ia mengalihkan pandangannya dari Oza ke jari manis tangan kanannya. Jari yang biasa kosong itu terasa mengganjal. Senyum kecut terbit dari bibir seorang istri yang tak disentuh setelah akad.

Ia pikir setelah menikah, dirinya akan terbangun di pelukan Oza seperti yang sangat didambakannya. Tapi ternyata Trisna tertinggal sendiri di ranjang pada malam kedua setalah pernikahan

Trisna lalu menggelengkan kepalanya kuat, mengusir pemikiran buruk yang muncul pada otaknya.

Wanita itu memilih segera turun dari ranjang. Ia melenggang pelan ke kamar mandi, membersihkan diri lalu pergi ke dapur dengan langkah yang hati-hati. Trisna tak ingin membuat Oza terbangun.

Belum ada bahan makanan di dapur, tapi ada bahan untuk membuat minuman entah itu teh maupun kopi.

Trisna kemudian tersenyum simpul, tangannya lincah meracik kopi, gula dan air panas.

"Pasti Mas Oza suka," lirihnya

Secangkir kopi panas dan segelas teh hangat siap. Trisna meletakkannya ke atas nampan lalu membawanya ke kamar.

"Lho, udah mau berangkat Mas? Bukannya kita dapat cuti menikah seminggu?"

Trisna mengerutkan alisnya ketika memasuki kamar. Ia meletakkan nampan yang berisi kopi dan teh di atas nakas, lalu mendekat kepada Oza yang sudah berpakaian rapi.

"Aku nggak ambil itu," jawab Oza singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari depan cermin. Pria itu tengah fokus dengan dasinya.

Mata Trisna membulat sempurna. Dadanya berdegup kencang. Tapi sebisa mungkin ia menguasai hatinya. Ia berjalan semakin mendekat, tangannya mengulur ingin membantu Oza memakai dasi. Tapi tubuh Oza reflek mundur setengah langkah.

Kening Trisna langsung berkerut, wajahnya yang sedari tadi muram semakin bertambah gelap. Tangannya yang menggenggam angin, turun perlahan. Tubuhnya juga ikut mundur lalu pandangannya terarah pada lantai.

"Tapi kita baru aja nikah, Mas. Masa kamu udah mau berangkat kerja?" ucapnya lirih, nyaris berbisik.

Oza menghentikan tangannya yang memegang dasi. Matanya terpejam sejenak, ia mengambil nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan.

"Kerjaan ku banyak. Kamu tahu kan aku jadi kabag belum lama. Aku harus membuktikan kemampuanku agar posisiku stabil," jawab Oza realistis.

Setelah selesai mengenakan dasi, Oza mengambil cangkir kopi dan meneguknya pelan. Ia meletakkan dengan cepat dan bergegas pergi.

Trisna mengikuti Oza, mencoba menyeimbangkan langkah kakinya yang tak selebar milik suaminya.

"Mas, apa nggak bisa kamu libur barang sehari. Kita baru aja nikah, Mas. Aku, aku pengen kita berdua ... ."

"Trish," Oza memotong perkataan Trisna. Dia mengulurkan tangannya membelai lembut pipi wanita yang baru dua hari jadi istrinya tersebut.

"Aku harus berangkat, sungguh banyak kerjaan yang harus aku tangani. Maka dari itu aku nggak ambil cuti menikah."

Perkataan Oza terdengar begitu lembut di telinga Trisna. Sentuhan tangan itu juga terasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.

Trisna mengangguk kecil, namun ia menggenggam tangan Oza dengan sangat erat.

"Tunggu, aku ikut. Aku juga nggak jadi ambil cuti hari ini."

Trisna berbalik dan hendak pergi ke kamar, namun tangan Oza menahan tubuh Trisna dan membawanya ke dalam pelukan.

"Kamu istirahatlah untuk hari ini. Besok aja berangkat kerjanya," ucap Oza sambil mengecup pucuk kepala Trisna singkat.

Degh!

Dada Trisna berdegup dengan cepat. Ada rasa menggelitik di sana.

"B-baik kalau gitu. A-aku akan masak buat makan malam kita nanti."

Trisna berbicara dengan sedikit terbata-bata. Wajahnya yang tadinya muram kini menjadi berseri dan sedikit bersemu merah.

"Oke, aku akan aku usahakan pulang tepat waktu. Aku berangkat ya."

"I-iya, hati-hati."

Trisna mengantarkan Oza hingga ke pintu. Ia meraih tangan suaminya lalu menciumnya dengah hikmat.

Trisna masih berdiri di teras rumah sambil terus melihat mobil Oza yang melaju pergi. Meski mobil itu sudah tak nampak lagi di pelupuk matanya, Trisna masih belum bergeser dari tempat berdirinya.

Sekali lagi ia mengusap cincin yang melingkar pada jarinya. Wanta itu mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Bibirnya mengembangkan senyuman. Pernikahan kemarin masih seperti mimpi. Ia tak menyangka bahwa akhirnya Oza memilihnya.

Namun sebuah bayangan melintas di kepala Trisna, membuat senyum lebarnya sirna begitu saja.

"Rhea," ucapnya lirih. Trisna menggeleng kepalanya kuat, bulu kuduknya seketika berdiri. Ia pun bergegas masuk ke rumah dan mengunci pintunya rapat.

Sedangkan itu Oza, meski matanya melihat lurus ke depan, namun beberapa kali dia hampir saja melewati lampu merah. Tak hanya sekali dirinya diteriaki oleh pengendara lainnya karena tindakannya tersebut.

Oza hanya diam, mengangguk pelan dan kembali ke posisi yang benar.

Haaah

Hembusan nafas kasar meluncur dari bibirnya. Oza menepikan mobil dan mematikan mesinnya.

Ia menyandarkan bahunya, matanya sejenak terpejam lalu tangannya memijit pangkal hidung.

Saat membuka mata, ia melihat cincin yang melingkar pada jari manisnya. Cincin yang sama dengan milik Trisna dan disematkan setelah akad diucapkan.

"Pernikahan."

Satu kata meluncur dari bibir Oza disertai degan sebuah seringai.

Pria itu menegakkan tubuhnya, bukan untuk menyalakan mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju kantor, tapi untuk membuka dasboard mobilnya. Ia mengambil sesuatu dari sana, mengangkatnya tinggi dan berkata, "Rhea."

TBC

1
Esther
katanya gak suka ternyata langsung diminta ke ortunya Laila😄
ElHi
gaknbos..gak anak buah .kelakuan sama aja. Maen datang tiba2 ke rumah orang..maen lamar anak gadis orang...ini kalo aku jadi ibunya Laila..tak thutuk kepala si Tono 😤
GiZaNyA
waahhh beneran iniii bakal diledek abis2an sama Rhea... bilang aja gak suka... ternyata malah ngelamar... 🤣🤣
GiZaNyA
eh eh eh... kok udah diajak ngopi bareng si Laila sama Tono... asli bakal diledek terus nih sama Rhea kalau dia tau.. 🤣🤣🤣
GiZaNyA
hohoho... Nayaka mau bantuin si Laila... mantaappp... nikmati detik2 kebebasan kamu Romi... bentar lagi keciduk sama yang punya LT lhoo.. 🤣🤣🤣
GiZaNyA
wahhh si Romi parah banget sih.... pantes Laila gak mau... modelan kadal begitu...
Lela Angraini
terima saja laila,,utk menghindari si romi. tresno jalaran soko kulino laila 😁. di pastikan kamu aman klo sama tono,,di jamin sama othornya 🤭🤭
Lela Angraini
eeehhhg ya ampuuuunnnn,,bakaln ganti julukan nih si tono dari si kulkas jadi si bucin 🤣🤣🤣
ElHi
eh .eh..Ton....jangan kliatan bangett Napa....gengsi dikitt🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
cie cie mulai perhatian
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng nih Tono KLO soal perasaan g peka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
dugaan tepat rhea
D_wiwied
ehhh, aku terkezuutt... 🤭🤭
perhatian yg ga biasa loh ini, sekarang nawarin kopi besok apa lagi yaaa
go pak Tono go... kutunggu gebrakanmu selanjutnya 😆😆😆
Esther
Rhea....aku kasih tahu itu Tono lagi ngajak ngopi Laila🤭😄
Cicih Sophiana
orang yg dingin blm tentu tdk perhatian kan...
D_wiwied
eaaaa.. awalnya perhatian ke anak buah ntar jd perhatian krn cintaaaa ya kan Ton 😆🤭
GiZaNyA
aih... awal2 care yaaa Tono ke Laila... lama2 dilamar deh Laila nya... 😁🤣🤣
dewi rofiqoh
Pak tono jadi kepikiran terus ya🤔🤔🤔
Tapi pak nayaka juga 👍 perhatian dengan bawahan nya
ElHi
Keylaaa kan Tin. Kalo Laila kan perempuan yg kamu benci ituuh..gak mgkn kaaann😂😂😂😂
爾妮
wahhh matap niehhh lanjutkan tor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!