NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mami dan Daddy lagi Ngapain?

Jeslyn sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Tawanya yang renyah memenuhi ruang makan, sementara lidahnya terus saja melontarkan godaan-godaan yang membuat rahang Keith semakin mengeras. Keith yang biasanya dingin dan tidak terganggu, kali ini benar-benar mencapai batas kesabarannya.

​"Jeslyn," suara Keith merendah, berat dan penuh peringatan.

​"Apa? Aku kan cuma bilang kalau kamu itu sebenarnya—"

​Sret!

​Dalam satu gerakan yang sangat cepat dan tak terduga, Keith menarik pinggang Jeslyn, mendudukkannya di atas pangkuannya sendiri. Jeslyn terkesiap, matanya membelalak sempurna. Ia terjebak dalam kurungan lengan Keith yang kokoh dan bidang. Napasnya tercekat, dan seketika mulutnya yang tadinya tidak mau diam kini terkunci rapat.

​Keith menatap seluruh wajah istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia menatap dari kening, turun ke mata, lalu berakhir di bibir Jeslyn yang kini membeku. Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi, mengurung Jeslyn di antara tubuhnya dan meja makan. Tanpa kata, tangan Keith terangkat, jemarinya yang panjang dan dingin menyentuh pipi Jeslyn.

​Sentuhannya sensual, perlahan mengelus permukaan kulit Jeslyn dengan ritme yang membuat jantung wanita itu berdetak seolah akan meledak. Jeslyn merasa seperti tikus kecil yang disudutkan oleh kucing besar yang lapar. Ia tidak bisa berkutik. Seluruh keberanian yang ia gunakan untuk menggoda Keith tadi mendadak menguap, digantikan oleh rasa panas yang menjalar di wajahnya hingga ke ujung telinga.

​"Tadi kamu bilang apa?" tanya Keith dengan suara serak yang sangat dekat dengan telinga Jeslyn.

"Coba katakan sekali lagi, kalau kamu berani."

​Jeslyn hanya bisa menelan ludah. Ia benar-benar mati kutu. "A-aku... aku cuma..."

​Tiba-tiba, suara langkah kaki yang berat terdengar dari arah tangga, diikuti oleh suara pintu yang bergeser.

​"Daddy..."

​Kegiatan itu terhenti seketika. Keith melepaskan cengkeramannya dari Jeslyn, memutar kursinya dengan gerakan cepat dan canggung, lalu kembali meraih koran bisnis di atas meja dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia berdehem dengan sangat keras untuk memperbaiki posisinya, mencoba kembali menjadi sosok pria kaku yang tak tersentuh.

​Jeslyn, yang tadinya hampir pingsan karena salah tingkah, memutar tubuhnya dengan cepat. Di ambang pintu ruang makan, Lucian berdiri mematung. Wajahnya yang biasanya dingin kini tampak jauh lebih tegang, matanya menatap tajam ke arah Keith dan Jeslyn bergantian.

​"Eh! Anak mami udah bangun!" Jeslyn langsung heboh, mencoba menutupi rasa malunya dengan suara yang sedikit melengking. Ia bangkit dari pangkuan Keith dengan gerakan kikuk.

"Kamu mau makan, ya? Ya ampun, demammu sudah turun? Kenapa tidak menunggu di kamar saja? Mami tadi mau ke sana, tapi... eh, Daddy kamu tadi menahan mami di sini untuk mengobrol sebentar."

​Lucian tidak menjawab. Matanya yang tajam tetap terpaku pada Keith, lalu beralih ke Jeslyn, seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu yang sangat besar di kepalanya. Tatapannya penuh tanya, penuh kebingungan, dan ada gurat kecemburuan atau mungkin ketidaknyamanan yang sulit ia sembunyikan.

​"Lucian?" panggil Jeslyn lagi, mendekat ke arah anaknya.

"Kenapa diam saja? Kamu mau makan apa? Mami masakkan sesuatu yang enak, ya? Sup ayam hangat? Atau kamu mau roti panggang?"

​Lucian tetap mengabaikan ocehan Jeslyn. Ia melangkah masuk, namun matanya terus melirik-lirik ke arah Keith yang kini sedang berpura-pura sangat sibuk membaca berita ekonomi.

​Keith berdehem sekali lagi, kali ini untuk memanggil otoritasnya. "Lucian, duduk. Jangan berdiri di sana seperti patung."

​Lucian menurut, ia menarik kursi yang berseberangan dengan Keith dan duduk dengan kaku. Keheningan yang canggung menyelimuti meja makan tersebut.

​"Ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?" tanya Keith tanpa mengalihkan pandangannya dari koran. Suaranya terdengar formal, namun ada nada kelembutan yang sangat tipis di sana.

​Lucian terdiam. Ia menatap ayahnya, lalu melirik sekilas ke arah Jeslyn. Ia menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak ada."

​Meskipun menjawab begitu, mata Lucian tidak bisa berhenti melirik Jeslyn yang kini sedang menempelkan telapak tangannya ke kening Lucian untuk memeriksa suhu tubuhnya.

​"Sudah turun," gumam Jeslyn dengan senyum lega.

"Syukurlah, demam mu sudah benar-benar hilang. Kamu tadi benar-benar bikin mami takut, tahu!"

​Lucian membiarkan Jeslyn menyentuh keningnya. Ia tidak menepisnya, tidak menghindar, malah matanya meredup, seolah menikmati kehangatan tangan wanita itu. Namun, di saat yang sama, ia kembali melirik Keith yang kini tampak mencuri pandang ke arah mereka berdua dari balik korannya.

​"Mami," panggil Lucian pelan, suaranya sangat lirih.

​Jeslyn tertegun. Itu adalah pertama kalinya Lucian memanggilnya dengan sebutan itu. Matanya membulat, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat.

"I-iya, sayang? Mami di sini. Ada apa?"

​"Tadi... tadi kalian sedang apa?" tanya Lucian, akhirnya memberanikan diri.

​Jeslyn nyaris tersedak ludahnya sendiri. Ia melirik Keith yang mendadak menjadi sangat serius menatap kolom saham.

​"Ah! Itu... tadi Mami cuma sedang membantu Daddy mencari kacamata bacanya yang terselip," bohong Jeslyn dengan senyum yang dipaksakan.

​"Benar?" Lucian menatap ayahnya, menuntut konfirmasi.

​Keith melipat korannya dengan satu gerakan tegas, menatap Lucian dengan tatapan yang sangat tenang.

"Ya, begitulah kira-kira."

​Lucian hanya mengangguk pelan, meski ia tampak tidak sepenuhnya percaya. Ia kembali menatap piringnya, namun sisa-sisa rasa bingung masih terpancar jelas di wajahnya. Jeslyn yang melihat itu merasa harus segera mengalihkan perhatian sebelum Lucian bertanya lebih jauh tentang posisi duduknya tadi.

​"Sudahlah, jangan bahas itu. Sekarang kamu makan, ya! Mami buatkan roti panggang spesial," seru Jeslyn, kembali ke mode cerewetnya yang ceria.

​"Aku bisa ambil sendiri," sahut Lucian dingin, namun tangannya segera meraih roti yang disodorkan Jeslyn.

​Jeslyn kembali duduk di samping Lucian, terus berceloteh tentang bagaimana Dokter Morgan memuji kesembuhan Lucian yang sangat cepat. Ia terus menggoda Lucian agar mau makan lebih banyak, sesekali menyentuh bahu anak tirinya itu dengan penuh sayang. Keith, yang tadinya berusaha mengabaikan mereka, kini perlahan-lahan menurunkan korannya. Ia menatap interaksi antara istri dan anaknya itu dengan sorot mata yang jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

​Suasana pagi itu perlahan mulai berubah. Tidak ada lagi ketegangan yang mencekik. Meski masih terasa canggung, rumah yang tadinya seperti kuburan itu kini mulai diisi oleh suara tawa Jeslyn dan jawaban-jawaban singkat namun penuh arti dari Lucian. Dan di ujung meja, sang kepala keluarga hanya bisa menghela napas, menyadari bahwa mungkin, inilah kehidupan yang selama ini ia lewatkan dan kini, ia tidak berniat untuk membiarkannya pergi lagi.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!