Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.
Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.
Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 : Saat Takdir Memilihku
Devan beranjak ke kamar nya untuk membersihkan dirinnya, dia teringat bagaimana cara dia bisa kembali menemui para gadis itu "heii bagaimana cara ku menemui kalian kembali" batin Devan bertanya
"tuan hanya perlu memejamkan mata dan konsentrasi penuh"
"ohh baiklah, lalu apakah kalian bisa ke alam ku?" tanya Devan
"Tentu tuan jika tuan mengijinkan nya"
"ahh aku punya ide!" Ucap Devan
"apa itu tuan?"
"Bagaimana jika kalian tinggal saja di bumi? Bersama ku dan membantu usahaku? Apakah itu bisa?"
"tentu tuan apapun itu kami akan melakukan nya"
"Baiklah lebih baik seperti itu" ucap Devan
"tetapi kami tidak akan setiap saat berada di alam mu tuan, kami memerlukan istirahat di dalam alam jiwa mu"
"ahh itu tidak masalah!" Devan kemudian membuka baju nya dan segera membersihkan diri nya setelah dia selesai berbincang dengan para perempuan menggunakan telepati, Saat Devan selesai dia di kejutkan dengan kehadiran lima perempuan di kamarnya termasuk Malea, syafir dan Yunsi lalu siapa dua perempuan lain nya.
Tentu saja Devan terkejut dengan lima sosok yang ada di kamar nya itu mereka terduduk di kasur kecil di kamar Devan yang kecil itu, meskipun tak terlalu kecil namun jika dengan enam orang di dalam nya tentu terasa sesak bukan.
"astaga!! Kenapa kalian ada disini? lalu siapa kedua perempuan itu?.." tanya Devan terlonjak kaget, badan nya merapat ke arah dinding kamar
Malea segera menimpali ucapan Devan yang terlihat bingung "perkenalkan ini Meilin dan ini Ayumi!.." jawab Malea
Kedua perempuan itu berdiri dan memberi salam pada Marvin tuan nya itu, Ayumi menggunakan dress hitam dengan belahan dada yang terpampang jelas begitu ranum dan menggoda bagi kaum adam serta memiliki warna mata hijau dan rambut hitam yang terikat Rapih dan ada Meilin menggunakan dress yang senada dengan Ayumi hitam beraksen emas selutut memperlihatkan betis yang begitu mulus tanpa cacat dan terlihat begitu seksi
"salam tuan muda!..", ucap Meilin dan Ayumi bersamaan.
Devan tersekat seakan tenggorokan nya kering dengan jantung berdetak kencang, bagaimana tidak, keadaan Devan hanya menggunakan handuk dan bertelanjang dada "astaga kalian kenapa disini,aku akan berganti pakaian!.." ucap Devan setelah membalas salam dari kedua perempuan baru itu.
"tak apa tuan kami tak masalah, apakah perlu kami bantu menggunakan pakaian tuan?!.." timpal syafir membuat Devan menelan ludah dengan susah paya
Bagaimana tidak tentu dia pria normal jika melihat wanita seksi di hadapan nya itu akan merasakan ketegangan yang sulit di jelaskan. Gejolak gairahnya mulai tak terkendali namun Devan segera menyanggah hal tersebut dan segera menyadarkan diri.
"sebaik nya kalian kembali terlebih dahulu, akan berbahaya jika ibuku tau kalian ada disini!.." ucap Devan
Benar saja suara ketukan pintu terdengar dan suara Mariana pun membuat jantung Devan semakin bedetak keras.
Tok!! Tok! Tok!
"nak! Kau berbicara dengan siapa?..ibu kaya dengar suara perempuan?.." suara Mariana di balik pintu
Deug!!
"hadeuhh sial!" batin Devan "enggak ada siapa-siapa bu! Devan lagi telpon teman saja?.." jawab Devan memberi alasan.
"ibu kira kamu masukin perempuan ke kamar.." jawab Mariana
"astaga bu mana ada, ibu liat sendiri kan tadi Devan ga ada bawa siapa?!.." timpal Devan
"ohh yasudah kalo begitu ibu lanjut masak..kamu cepet keluar kamar buat makan na.." ucap Mariana
Mariana berlalu pergi setelah mendengar jawaban dari Devan, Namun ke lima gadis di kamar Devan hanya menutup mulut nya menahan tawa melihat kepanikan Devan itu.
"aduh kenapa kalian malah tertawa sih!" ucap Devan
"astaga tuan lucu sekali!..." ucap Malea tertawa cekikikan bersama yang lain nya.
Namun kedua perempuan yang terlihat kontras dari ketiga gadis yang berbeda pakaian dengan mereka membuat Devan bertanya mengapa kedua gadis itu berbeda pakaian dengan Malea, yunsi, dan Syafir
"heii kenapa kalian berpakaian berbeda dari Malea, Yunsi dan Syafir?.." tanya Devan pada Meilin dan Ayumi
"kami berbeda tingkat kekuatan tuan dengan ka malea ka Yunsi dan ka Syafir, karena Mereka yang memimpin kami dan mereka Selir utama dari tuan Devan" jelas Ayumi
"yang di katakan oleh Ayumi benar tuan, tiga dari kami selir utama tuan Devan, sementara ada selir lain nya itu hanya selir biasa..", jelas Malea
"hahahaha benarkah itu Malea? apa sebenar nya yang terjadi padaku hahaha.." ucap Devan dengan tawa frustasi nya karena tak mengerti dengan segala keanehan yang ada.