NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 06 - Berkah Sang Dewi

 "Aku mendengar bahwa kau adalah dewi yang turun kembali ke dunia setelah tujuh ratus lima puluh empat tahun. Apakah kabar itu benar?"

 "Tentu saja tidak, Yang Mulia. Saya hanyalah gadis biasa."

 "Gadis biasa, katamu?" Raja tersenyum tipis. "Lalu, gadis biasa mana yang memiliki tiga elemen sihir dengan tingkat Bintang Lima sekaligus?"

 Aku terdiam. Beliau memang sengaja memojokkanku di hadapan seluruh bangsawan. "Itu hanyalah kebetulan, Yang Mulia," jawabku setenang mungkin.

 "Izinkan saya berbicara, Yang Mulia."

 Suara Kak Vian memecah keheningan. "Saya telah memastikan bahwa tidak ada kesalahan sedikit pun dalam proses Pembaptisan Sihir yang dilakukan di ibu kota." Tatapan mata birunya kemudian beralih kepadaku. "Dan aku ingatkan kepadamu, Celestia. Kepalamu bisa saja terpenggal apabila terbukti berbohong di hadapan Yang Mulia."

 Aku menggenggam ujung gaunku erat. Aku tahu. Kalimat itu bukan sekadar ancaman. Kak Vian tidak mungkin mengucapkan kata-kata seperti itu tanpa keyakinan. Aku baru saja memperoleh kehidupan yang selama ini kuimpikan. Aku tidak ingin kehilangan semuanya.

 Setelah berpikir beberapa saat, aku akhirnya mengangkat kepala. "Yang Mulia, bisakah kita berbicara di tempat yang lebih tertutup?"

 Raja menatapku sesaat sebelum menganggukkan kepala. "Baik."

 Tak lama kemudian, seluruh bangsawan diminta meninggalkan aula pertemuan. Sementara itu, beberapa penjaga mengantar kami menuju sebuah ruangan yang lebih tertutup sesuai permintaanku.

 "Apa yang sedang kamu pikirkan, Celestia?" Suara ayah membuyarkan lamunanku saat kami berjalan menuju ruangan yang telah disiapkan.

 Aku menoleh ke arahnya. Sejak tadi, wajah ayah dipenuhi kekhawatiran. Dulu aku sempat mengira beliau tidak terlalu menyayangiku karena aku hanyalah anak ketujuh dan seorang perempuan. Namun kini aku sadar bahwa anggapan itu sepenuhnya salah. Ayah menyayangiku sama seperti beliau menyayangi kakak-kakakku.

 Yang paling beliau khawatirkan bukan hanya diriku, tetapi juga ibu. Ibu sangat menyayangiku, bahkan lebih daripada dirinya sendiri. Ayah takut ibu tidak akan sanggup menerima kenyataan apabila aku benar-benar diambil oleh kerajaan. Bahkan, setelah mendengar bahwa aku meminta bertemu dengan raja secara pribadi, ibu langsung pingsan. Saat ini beliau sedang beristirahat di salah satu kamar tamu istana.

 "Jadi, apa yang ingin kamu katakan, Celestia?" Raja membuka pembicaraan setelah kami tiba di ruang tamu kerajaan.

 "Baiklah, Yang Mulia. Izinkan saya menjelaskan semuanya."

 "Ah, sudahlah." Raja melambaikan tangannya sambil tersenyum. "Di ruangan ini hanya ada kita. Tidak perlu terlalu formal. Bukankah begitu, Rion?"

 Saat itulah aku menyadari dugaanku ternyata benar. Ayah dan raja memang saling mengenal. Sejak awal pertemuan, raja memanggil ayah menggunakan nama depannya, bukan marganya. Kini beliau bahkan memanggilnya dengan nama panggilan. Hubungan mereka jelas bukan sekadar hubungan antara raja dan bawahannya.

 "Baiklah. Kalau begitu, saya tidak akan terlalu sungkan lagi."

 Aku berjalan mendekat, lalu duduk di kursi yang berada tepat di hadapan raja.

 "Celestia!"

 Suara Kak Vian terdengar dari samping raja. Dilihat dari ekspresinya, seolah-olah ia sangat ingin menghentikan tindakanku. Namun begitu raja mengangkat tangan sedikit saja, Kak Vian kembali terdiam.

 "Baik. Akan kujelaskan semuanya."

 "Tapi sebelum itu..."

 "Lihatlah ini."

 Aku mengangkat tangan kananku ke atas. "Wahai cahaya yang menyinari langit... perlihatkanlah anugerahmu kepada mereka."

 Sesaat setelah mantraku selesai, cahaya putih yang lembut memenuhi seluruh ruangan. Di langit-langit muncul pemandangan langit yang dipenuhi cahaya suci, seolah-olah langit benar-benar terbuka.

 Semua orang yang berada di ruangan itu langsung membelalakkan mata.

 Beberapa detik kemudian...

 Mereka serempak berlutut.

 "B-Berkah Dewi..."

 "Wahai Dewi..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!