NovelToon NovelToon
OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di balik tatapan kosong dan cemoohan sebagai "dokter idiot" yang selalu diremehkan di rumah sakit elit, Arka Prasetya sebenarnya menyimpan kejeniusan otak super serta sertifikasi bedah internasional yang tidak diketahui siapa pun. Ketika hidupnya terus diinjak-injak oleh para dokter senior yang arogan dan terjebak dalam perjodohan tak terduga dengan Clara, seorang pewaris konglomerat yang angkuh, Arka perlahan mulai menunjukkan taringnya lewat operasi-operasi mustahil yang akan memberikan tamparan telak bagi siapa saja yang berani merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Mobil sedan mewah berwarna hitam legam meluncur mulus kembali ke halaman depan gedung utama Rumah Sakit Medika Sentosa.

Jarum jam dinding di lobi utama yang besar dan megah itu baru saja menunjukkan pukul sembilan malam lewat seperat empat.

Suasana malam di lingkungan rumah sakit tampak jauh lebih tenang dan lengang dibandingkan dengan keributan luar biasa yang terjadi di siang hari tadi.

Clara Wijaya menolehkan kepalanya perlahan ke arah Arka yang duduk di sampingnya dengan ekspresi wajah yang sangat tenang tanpa beban.

Terima kasih banyak atas segalanya malam ini, Arka, ucap Clara dengan suara lembut yang memancarkan ketulusan yang mendalam.

Arka menoleh pelan lalu membalas tatapan wanita di sampingnya itu dengan senyuman tipis yang menawan.

Sama-sama, Nona, balas Arka santai sambil merapikan sedikit lipatan bajunya.

Sekarang pergilah beristirahat dengan tenang di rumahmu dan pastikan kakekmu tidak terlalu banyak pikiran lagi malam ini, lanjut Arka menasihati.

Clara menganggukkan kepalanya pelan sambil menggigit bibir bawahnya karena ada rasa enggan yang tiba-tiba menyelinap di dalam hatinya untuk berpisah dengan pemuda itu.

Apa kamu tidak mau ikut sebentar ke rumah utama untuk merayakan kemenangan kecil kita bersama kakek?, tawar Clara penuh harap dengan mata berbinar-binar.

Arka menggelengkan kepalanya perlahan menolak tawaran tersebut secara halus.

Tugas malamku di rumah sakit ini belum sepenuhnya selesai, jawab Arka misterius.

Clara menghela napas panjang pelan menyadari bahwa pria di depannya ini memiliki dunianya sendiri yang sangat luas dan tidak mudah untuk ditebak oleh siapa pun.

Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok pagi, Arka, ucap Clara tulus.

Pintu mobil terbuka secara otomatis dari luar oleh sopir pribadi yang sigap.

Arka melangkah turun ke halaman rumah sakit dengan langkah kaki yang ringan dan mantap.

Mobil mewah yang membawa Clara perlahan-lahan meninggalkan area parkir menuju ke jalan raya kota yang berkilau oleh lampu malam.

Arka merapikan kerah bajunya sebentar lalu berjalan masuk melewati pintu kaca otomatis lobi utama.

Di balik meja resepsionis yang bersih dan rapi, Siska tampak sedang membereskan beberapa berkas laporan medis shift malam.

Begitu melihat sosok Arka melangkah masuk ke dalam area lobi, mata perawat cantik itu langsung berbinar cerah menyambut kedatangannya.

Arka!, sapa Siska setengah berlari kecil menghampiri pemuda itu dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

Bagaimana urusanmu di markas besar keluarga Handojo tadi?, tanya Siska penasaran setengah mati ingin mendengar cerita lengkapnya.

Semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana awal, jawab Arka sangat tenang.

Blokade keuangan Grup Wijaya sudah dicabut sepenuhnya malam ini tanpa ada hambatan berarti, tambah Arka santai.

Siska spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan karena merasa sangat terkejut mendengar kabar luar biasa itu.

Kamu benar-benar berhasil menundukkan keluarga Handojo yang terkenal kejam itu hanya dalam waktu satu malam saja?, seru Siska takjub setengah mati.

Bukan menundukkan, tapi memberikan mereka sedikit terapi kesehatan gratis, ralat Arka bercanda ringan.

Siska tertawa kecil mendengar jawaban usil yang dilontarkan oleh pria di depannya itu.

Kamu ini selalu saja bisa membuat orang lain terkejut dengan cara yang tidak biasa, puji Siska tersenyum lebar.

Tapi kamu harus tetap berhati-hati, Arka, lanjut Siska dengan nada suara yang tiba-tiba berubah menjadi serius.

Berhati-hati soal apa lagi?, tanya Arka melirik sekilas dengan santai.

Meskipun Dr. Dimas dan temannya sudah dijebloskan ke tahanan bawah tanah, komplotan pendukungnya di jajaran dewan direksi rumah sakit masih berkeliaran bebas, jelas Siska dengan ekspresi cemas.

Mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang mencurigakan di ruang rapat lantai atas sejak sore tadi.

Arka mendengarkan penjelasan penuh kekhawatiran itu dengan senyuman tipis yang terukir di sudut bibirnya.

Biarkan saja mereka merencanakan apa pun yang mereka inginkan, balas Arka dingin.

Sementara itu, di lantai empat gedung administrasi utama rumah sakit, suasana di dalam ruang rapat dewan direksi tampak sangat tegang dan mencekam.

Tiga orang anggota dewan senior duduk mengelilingi meja rapat bundar ditemani oleh seorang pengacara luar berpenampilan licik bernama Malik.

Wajah para petinggi rumah sakit itu tampak sangat muram dan dipenuhi oleh amarah yang tertahan di dalam dada.

Berita tentang pemecatan Dr. Dimas dan kekalahan telak keluarga Handojo sudah sampai ke telinga kita semua, ucap Direktur Hartono dengan suara bergetar marah meninju meja.

Kalau kita terus membiarkan petugas kebersihan bernama Arka itu berkeliaran di rumah sakit ini, reputasi institusi kita akan hancur total!, tambah Direktur Hendra dengan wajah merah padam.

Kita tidak boleh tinggal diam dan membiarkan anak bau kencur itu merusak sistem yang sudah kita bangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, timpal Malik sang pengacara dengan senyum licik.

Lalu rencana busuk apa yang harus kita ambil untuk menyingkirkannya secepat mungkin dari rumah sakit ini?, tanya Direktur Hartono mendesak.

Malik menyeringai lebar memperlihatkan deretan giginya yang tampak rapi namun berbahaya.

Kita akan mengadakan sidang disiplin darurat besok pagi dengan menggunakan tuduhan-tuduhan palsu yang menguatkan, usul Malik penuh percaya diri.

Tuduhan palsu apa yang bisa kita gunakan untuk menjeratnya secara hukum rumah sakit?, selidik Direktur Hendra mengerutkan keningnya penasaran.

Kita tuduh dia melakukan malpraktik ilegal dan menyamar secara sengaja menjadi dokter bedah tanpa memiliki izin resmi di IGD kemarin malam, jelas Malik licik.

Meskipun dia sempat menyelamatkan pasien kritis, kita bisa memutarbalikkan fakta dengan menyuap beberapa saksi mata dan memalsukan berkas laporan medis.

Direktur Hartono mengangguk-angguk setuju mendengarkan rencana kotor yang disusun oleh sang pengacara bayaran tersebut.

Ide yang sangat cemerlang, Malik, puji Direktur Hartono tersenyum kejam.

Buat surat pemanggilan resmi sidang disiplin darurat sekarang juga dan letakkan langsung di meja loker kerjanya malam ini agar besok pagi dia tidak bisa berkutik.

Kembali ke koridor lantai dasar rumah sakit, Arka sedang berjalan santai mendorong troli pembersihnya seperti biasa.

[Sistem Mendeteksi Konspirasi Baru Dari Jajaran Dewan Direksi Korup]

[Misi Sidang Disiplin Palsu Terdeteksi Secara Otomatis]

[Peluang Membalikkan Keadaan Dan Menjatuhkan Dewan Korup: 100 Persen]

Suara notifikasi bernada datar berderik pelan di dalam kesadaran kepala Arka.

Arka menghentikan dorongan trolinya sejenak lalu tersenyum dingin menatap udara kosong di depannya.

Rupanya tikus-tikus comberan itu masih belum merasa jera juga setelah apa yang terjadi kemarin, gumam Arka pelan seorang diri.

Tiba-tiba, seorang staf administrasi berjas rapi berjalan mendekati Arka dengan langkah kaki tergesa-gesa dan angkuh.

Apakah kamu Arka Prasetya si petugas kebersihan lantai dasar rumah sakit ini?, tanya staf itu dengan nada suara meremehkan.

Benar, ada keperluan apa ya Mas ganteng?, jawab Arka santai tanpa menunjukkan beban sedikit pun.

Staf administrasi itu melemparkan sebuah amplop putih tebal berlogo resmi rumah sakit langsung ke atas troli Arka dengan kasar.

Ini adalah surat pemanggilan resmi dari dewan direksi untuk menghadiri sidang disiplin darurat besok pagi tepat pukul sembilan, cetus staf itu dengan senyum sinis.

Kamu dituduh melakukan pelanggaran etik berat dan penyamaran ilegal di lingkungan medis rumah sakit.

Arka mengambil amplop putih tebal tersebut lalu membukanya secara perlahan-lahan dengan tenang.

Sidang disiplin darurat, ya?, baca Arka pelan dengan nada suara mengejek.

Jangan lupa datang tepat waktu besok pagi dan jangan coba-coba melarikan diri untuk memalukan diri sendiri di depan para petinggi dewan, ancam staf itu sebelum berbalik badan pergi meninggalkan tempat tersebut.

Siska yang kebetulan baru saja selesai membereskan berkas dan mendekati mereka langsung melihat amplop di tangan Arka dengan perasaan cemas.

Arka... itu surat dari siapa?, tanya Siska khawatir setelah membaca sekilas judul di amplop resmi tersebut.

Surat pemanggilan sidang disiplin darurat dari dewan direksi rumah sakit, jawab Arka sangat tenang.

Mereka menuduhku melakukan malpraktik dan penyamaran ilegal di IGD.

Wajah Siska mendadak berubah menjadi pucat pasi mendengar penjelasan yang diucapkan oleh Arka.

Ini pasti ulah sisa-sisa pendukung setia Dr. Dimas yang ada di jajaran dewan direksi!, seru Siska panik setengah mati.

Mereka sengaja ingin menjebakmu karena tidak terima kekalahan telak kemarin.

Arka mengulurkan tangannya untuk mengelus pucuk kepala Siska dengan lembut guna menenangkan kecemasan perawat setia tersebut.

Jangan khawatir berlebihan begitu, Siska, ucap Arka ramah dengan senyuman hangat.

Sidang disiplin besok pagi justru akan menjadi panggung pembersihan terakhir bagi orang-orang kotor di rumah sakit ini.

Siska menatap lurus ke dalam manik mata Arka yang tampak sangat tenang, penuh keyakinan, dan memancarkan wibawa yang luar biasa.

Gelombang rasa aman yang besar kembali meresap ke dalam dada Siska, perlahan-lahan menghilangkan segala rasa ragu di hatinya.

Aku akan mendampingimu besok pagi apapun rintangan yang terjadi di ruang sidang, janji Siska dengan tulus.

Arka mengangguk pelan menerima dukungan penuh dan kesetiaan dari wanita di hadapannya itu.

Malam semakin larut menyelimuti gedung megah Rumah Sakit Medika Sentosa dengan kesunyiannya.

Di balik ketenangan malam itu, badai besar yang sesungguhnya sedang dipersiapkan untuk menyambut fajar keesokan harinya.

Arka melangkah kembali menuju ruang ganti petugas untuk beristirahat sejenak sebelum hari penentuan tiba.

Di dalam kepala Arka, sistem cerdas terus memproses seluruh data kejahatan keuangan dan korupsi yang dilakukan oleh Direktur Hartono dan komplotannya.

Esok hari adalah saat di mana seluruh topeng kemunafikan di rumah sakit ini akan dirobek hingga tuntas tanpa tersisa.

1
nadymaddy
hebat🥰
Cherlly: makasih kaka😍
total 1 replies
Shinta geol
karya yang bagus dan masuk ke dalam alur
Cherlly: makasih kaka/Kiss/
total 1 replies
Shinta geol
salut sama sikap thor yang tenang menguasai keadaan,saya kasih vote lah biar rame😍
Cherlly: trimakasih kaka😊
total 1 replies
Shinta geol
kasihan si arka selalu dekerjain para dokter lain nya😭
setiawan
motivasi hidup,saya kasih bintang 5
Cherlly: trimakasih kaka ku🙏
total 1 replies
Jangkar pion
🥰😍🤩
Anton barly
saya suka karakter Thor🤗
gofur
karya yg menarik
Cherlly: makasih kaka😊
total 1 replies
yani
😶‍🌫️
fitri
motivasi untuk org normal biar tambah wawasan
fitri
hebat nya orang idiot tpi otak melebihi orang normal👍
Angel
sangat berkesan untuk orang nornal biar tambah semangat dalam bekerja💪
Angel
walaupun banyak yang hina tpi dia tidak runtuh sama sekali👍👍👍
Anton barly
orang idiot aja masih punya musuh,apalagi dia normal
Cherlly: motivasi hidup sesungguh nya kak
total 1 replies
Anton barly
orang pintar walaupun udiot masih aja punya musuh
fitri
sikap thor yang tenang menghadapi masalah👍
pricilia
jangan meremehkan orang yang memiliki kekurangan,belum tentu orang kekurangan itu di bawah batas kita,saya sadar orang normal belum tentu baik😒
clara
sangat bagus
Cherlly: trimakasih kaka🙏
total 1 replies
clara
saya suka alur crita nya saya kasih vote 1 deh biar bisa lanjut baca nya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!