Seorang pria muda yang tegas dan berwibawa sedang duduk diruang kerjanya.
"Jika kau pergi selangkah saja maka hukumanmu akan semakin berat!"
"Aku tetap akan pergi!"
"Cih, gadis nakal dan sulit di atur! Coba saja kalau kau bisa pergi dari sisiku."
"Tentu aku bisa!"
"Pak Hen tolong ajari anakmu tata krama!"
"Baiklah Tuan."
"Jangan menyulitkan Ayah, diam dan patuhlah!"
"Ayah jangan berpihak kepadanya, dia pria jahat dan kejam!"
"Dia adalah Bos Ayah kau tahu apa tentangnya. Cepat patuh dan menurutlah kepadanya!"
"Ayah! Lepaskan!"
"Mulai sekarang kau harus ku didik dengan benar!"
Baca selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Xiao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Story 6
Persahabatan
_____________________________________________
Waktu menunjukan pukul 09.00 Malam. Kirana mengirim pesan kepada Dirga, kemudian Dirga menelfon Kirana.
"Hallo... apa kamu sudah tidur? Maaf aku mengganggumu ya?" tanya Kirana.
"Ahh! Belum, apa kamu sedang sibuk?" ujar Dirga kemudian kembali bertanya.
"lya, ada beberapa mata pelajaran yang harus aku kerjakan," jawab Kirana.
"Lalu, apa yang ingin kamu katakan tadi siang? Seperti nya sangat penting," tanya Dirga.
"Mungkin tidak terlalu penting bagi mu, tapi ini sangat penting bagi ku. Baiklah aku akan memberitahumu kenapa beberapa hari ini aku menghindar dari mu. Sebenarnya tidak seharusnya aku mengatakan padamu, tapi aku juga ingin punya teman atau seorang sahabat dimana suka dan duka ku, aku bagi dengan nya, tapi sebelum aku memberitahu mu. Aku ingin kamu berjanji merahasiakan ini dari siapa pun. Walau nantinya pertemanan pasti ada perselisihan atau kesalahan pahaman, berjanjilah kita tetap akan merahasiakan privasi hidup kita masing-masing, bagaimana?" tanya Kirana.
"Baiklah aku berjanji, aku juga sangat setuju dengan mu," jawab Dirga.
"Hmmm... terima kasih karena mau memahami ku, aku sedikit lega. Baiklah pertama-tama kita bisa berteman baik seperti sebelum nya, namun jika di kampus kita harus menjaga jarak, kamu tau Nick? dia teman satu fakultas dengan ku, dia selalu mengawasi ku di kampus, dia orang suruhan ayah ku, sebenarnya ayah ku yang menguliahkan nya bersama dengan ku," ujar Kirana.
"Apa? Kenapa ayah mu sampai berbuat seperti itu kepada anak nya? Bahkan aku saja yang anak seorang presdir dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan disini. Lalu?" tanya Dirga.
"Ayah sangat mengawasi ku dengan ketat, apa pun yang aku lakukan, sebenarnya aku ingin hidup layaknya teman ku yang lain, tapi aku tak bisa seperti mereka. Hidup ku di atur oleh ayah ku, namun aku tidak bisa menyebutkan siapa ayahku dan apa profesi nya, karena ini menyangkut orang lain juga. Sampai disini apa kamu memahami maksud ku?" tanya Kirana.
"Aku jadi penasaran apa pekerjaan ayah mu. Apa dia seorang polisi atau pengawal presiden. Baiklah aku memahami semua nya. Aku akan menjaga jarak dengan mu saat di kampus, tapi jika di luar kampus apa kita bisa dekat?" tanya Dirga.
"Kamu harus selalu waspada, baik di dalam maupun di luar, aku tidak mau gara-gara menjadi teman ku, kamu akan terluka nanti nya," ujar Kirana.
"Hahaha... tidak akan," jawab Dirga.
"Oh iya, maaf tentang aku menolak ajakan mu tempo hari tentang pertunjukan musim kedua tahun depan. Mulai hari minggu, kita akan berlatih. Kita berlatih seminggu sekali. Hmmm... ngomong- ngomong kita akan menunjukan kesenian apa?" tanya Kirana.
"Bagaimana jika pertunjukan wayang dan tarian jaipong? Aku bermain wayang dan kamu menari jaipong. Sungguh saat aku bertanya kepada teman - teman ku jika mereka berkunjung ke negara kita mereka sangat menyukai pertunjukan wayang dan tarian jaipong. Aku sudah menyiapkan semua nya termasuk pelatih dan alat - alat yang kita butuhkan. Aku juga mengajak beberapa teman untuk bergabung dan mereka sangat antusias," ujar Dirga.
"Benarkah? Aku setuju, tapi aku tidak pandai menari," ucap Kirana.
"Tenang saja pelatih yang aku kenal sangat profesional, dia pasti bisa mengajarkan mu menari jaipong dengan bagus dan indah, lagi pula waktu kita masih panjang jadi berusaha lah dengan giat ya?" tanya Dirga.
"Iya, baiklah. Hmmm ... sudah larut malam Dirga, aku mengantuk, sudah dulu ya? Sampai besok. Selamat malam?"
"Selamat malam Kirana, semoga mimpi mu indah malam ini."
***
Hari minggu pun tiba, cuaca nya sangat cerah dan mendukung untuk Dirga dan kirana pergi ke tempat latihan pentas seni.
Setelah sampai di tempat latihan Kirana diperkenalkan dengan pelatih nya dan beberapa teman dirga yang ikut latihan. Mereka pun segera memulai latihan sesuai arahan pelatih.
Dirga berlatih menjadi seorang dalang, dan kirana berlatih menari jaipong. Di tengah - tengah latihan dirga tidak fokus karena memperhatikan kirana yang meliuk - liuk indah dengan arahan pelatih nya ,kirana sangat tanggap dan cepat bisa menirukan gerakan - gerakan yang diajarkan oleh pelatih perempuan nya itu.
"Dirga! Dirga?" tegur sang pelatih.
"Ahh... iya maaf, akan ku ulangi," jawab Dirga.
"Baiklah istirahat lah dulu, sepertinya kamu kurang fokus hari ini," ucap sang pelatih.
Dirga pun mengangguk kepada pelatih nya yang tidak lain adalah pak dhe nya sendiri dan kembali memperhatikan Kirana.
"Dirga sepertinya kamu menyukai gadis itu, apa pak dhe perlu mendekatkan dia sama kamu? Kamu kan sudah lama menyendiri," ujar Pak dhe Dirga.
"Ahh... tidak perlu pak dhe, biarkan dia menyukai ku sendiri tanpa perantara orang lain," ujar Dirga.
"Jadi benar kamu menyukai gadis itu?" tanya Pak dhe Dirga.
"Tidak tau pak dhe, tapi aku merasa nyaman saat di dekat nya, dia gadis yang sederhana, cantik, dia bahkan tidak tau siapa diriku, saat aku mengajak nya naik kendaraan umum atau berjalan kaki pulang dari kampus dia tidak malu pak dhe, aku sering melihat nya selalu memberi sedekah kepada pengemis di jalan saat aku diam-diam mengikuti nya. Aku sangat mengagumi nya." Ungkap Dirga
"Wah ... berarti dia calon istri yang kamu idam-idam kan? Biarkan pak dhe bicara pada ayah mu ya, setelah lulus kuliah kalian bisa menikah. Kamu kan sudah menjadi seorang pengusaha sukses. Pasti ayah mu tidak keberatan kamu menikah muda," ujar Pak dhe Dirga.
"Tidak semudah itu pak dhe, masalah nya sangat rumit, aku tidak bisa menjelaskan nya. Biarkan aku sendiri yang mendekati nya, jangan bicara apapun pada ayah ku. Nanti akan mengganggu konsentrasi nya sebagai pemimpin negara. Aku anak laki-laki, biarkan aku menyelesaikan masalah ku sendiri," ucap Dirga.
"Lha wong kamu memang sudah mandiri dari kecil Dirga. Apa pernah ayah mu ikut campur urusan mu selama ini? Dia hanya mengawasi mu dari jauh," ungkap Pak dhe Dirga.
"Dirga ... aku sudah selesai. Bagaimana kalau aku pulang duluan ya?" tanya Kirana
"Aku akan mengantar mu. Pak dhe aku pamit ya? Hari ini cukup sampai disini latihan nya. Minggu depan kita latihan lagi," ucap Dirga.
"Hati - hati ya, semoga berhasil." Pak dhe Dirga tersenyum dan menatap Kirana dengan penuh arti.
"Iya, pak dhe."
***
Dirga pun mengantar kirana pulang dengan berpura - pura meminjam mobil milik pak dhe nya padahal itu mobil milik nya.
Ditengah perjalanan Kirana bertanya pada Dirga.
"Dir, apa maksud pak dhe mu tadi? Seperti nya ada sesuatu yang tidak aku ketahui, karena dia tadi menatap ku dengan tatapan yang sangat aneh dan dia bilang kepada mu semoga berhasil, apa maksudnya?" tanya Kirana.
"Tidak ada apa - apa Kirana, mungkin itu hanya perasaan mu saja," jawab Dirga.
"Hmmm ... tapi aku merasa lain," ungkap Kirana.
"Kirana, aku tidak akan melepaskan mu. Aku akan terus berusaha mendekati mu, sampai kau menyadari perasaan ku."
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
Lanjut ke episode berikutnya ya...
Jangan lupa like, komen dan vote novel ini.
Terima kasih. 😊
🌹~I Miss You~🌹
mohon di aaminkan bunda 😄
uda pacaran yahhh😂😂