NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Baik

Di sekolah Reina mengikuti pelajaran dengan seksama karena memang dia siswa yang rajin dan pandai. Karena kepandaiannya guru-guru banyak yang membanggakan dia dan murid-murid yang tidak suka karena Reina yang selalu di banggakan,tetapi banyak juga yang bertemen dengannya.

Meskipun banyak temannya Reina tidak terlalu dekat dengan teman lain hanya dengan Shasa.

" Ada yang bisa mengerjakan soal di depan ?" Tanya bu guru yang mengajar pelajaran fisika,Bu Reni namanya.

" Saya Bu " Reina mengangkat tangannya dan tidak ada yang lain selain dirinya saat dia menoleh kanan kiri.

" Kenapa Reina terus,yang lain nggak ada yang bisa mengerjakan ?" Tanya bu Reni. " huffff...contoh Reina dong jangan cuma main terus...belajar" ucap Bu Reni panjang lebar karena murid-muridnya tidak ada yang mau menjawab.

" Ya udah Reina silahkan kerjakan" ucap Bu Reni menyuruhnya ke depan karena tidak ada yang mau mengerjakan ke depan.

Reina maju ke depan dan mengerjakan soal itu dengan sangat cepat.

" Makasih ya Reina kamu boleh duduk kembali" ucap Bu Reni.

Tidak lama jam kelasnya telah habis. Reina membereskan buku-bukunya dan ingin keluar dari kelas namun terhenti karena panggilan dari Shasa.

" Boleh nebeng lagi nggak Re ? Males mau naik ojek" Ucap Shasa bertanya.

" Yaaaahhh...maaf banget ya,aku ada janji soalnya" Ucap Reina merasa tidak enak.

" Owh ya udah kalau gitu nggak papa aku naik ojek aja. Kamu nggak mau nemuin Ryan kan ?" Tanya Shasa menyelidik.

" Nggak kok aku ada janji sama....ada deh" ucap Reina sambil pura-pura berfikir. Sebenarnya benar Reina mau ketemuan sama Ryan tapi entah jadi atau nggak dia akan tetap datang ke tempat biasa.

" Kamu nih pakai rahasia-rahasiaan segala. Awas aja kalau kamu punya pacar sampai nggak bilang-bilang" Ucap Shasa cemberut.

" Ya elah aku belum mikir sha,udah ah aku duluan ya" Ucap Reina lalu pergi keluar dari kelas dan menuju parkiran motor.

Saat di parkiran dia terlebih dahulu melihat ponselnya,baru jam 1:30 dia masih punya waktu lebih baik dia pulang ke rumah lalu makan siang terlebih dahulu.

Reina pun menghidupkan motornya dan meninggalkan pelataran sekolah. Saat di perjalanan yang begitu macet dia melihat ada ibu dan anak-anak berusia 6 tahun sedang mengorek-ngorek tempat sampah sepertinya mereka mencari sisa-sisa makanan.

Reina menepikan motornya dan langsung menghampiri ibu dan anak tadi.

" Buk...ini saya punya roti sama air mineral,mungkin bisa buat mengganjal perut" Ucap Reina dengan tersenyum.

Reina bergegas membuka tasnya dan mengambil 1 bungkus roti dan air minum lalu memberikan ke anak kecil tadi.

" Makasih ya nak" ucap ibu itu sambil matanya berkaca-kaca.

" Iya buk,oh iya ini saya punya sedikit uang mungkin nanti bisa buat membeli nasi" ucap Reina mengambil uang di dalam saku bajunya lalu memberikan uang ke tangan ibu itu tanpa rasa jijik.

" Makasih ya nak,kamu baik sekali nak. Semoga nanti kamu bisa jadi orang sukses dan mendapatkan jodoh yang baik" ucap ibu itu sambil menitikkan airmata.

" Iya buk...amin" Reina pun mengusap tangan ibu itu agar kuat.

Ternyata ada sepasang mata yang tidak sengaja melihat Reina berinteraksi dengan pemulung itu tanpa rasa jijik. Ia pun menyunggingkan senyumannya. Dia terjebak macet saat ingin menuju lestoran.

" Ternyata hatimu begitu baik" gumam Bramasta lirih terus menatap Reina yang berbicara dengan pemulung tadi.

" Maaf tuan tadi ngomong apa saya tidak mendengar" tanya Hendy karena kurang jelas mendengar ucapan bosnya.

" Tidak apa-apa" ucap Bramasta yang masih setia melihat Reina apalagi saat dia tersenyum.

Tidak lama lampu pun berganti, mobil Bramasta pun meninggalkan kemacetan.

" Saya pulang dulu ya buk,adek jangan bandel ya kalau di bilangin ibuk" Ucap Reina berdiri sambil mengusap kepala anak tadi.

Reina pun menaiki motornya kembali melanjutkan perjalanannya pulang. Sesampainya di rumah Reina langsung masuk ke dalam rumah.

" Assalamualaikum" Ucap Reina sambil mencari keberadaan neneknya.

" Nenek...nek" panggil Reina yang tidak ada sahutan dari si empunya.

" Nenek di belakang nduk" teriak nenek Reina yang berada di belakang rumah sepertinya di kebun.

Reina pun mencari neneknya ke belakang rumah. Ya di belakang rumah ada kebun yang tak cukup luas yang banyak di tanami sayuran,nenek Reina selain penjual gado-gado mempunyai kesibukan lain yaitu bercocok tanam sayuran untuk di makan sendiri.

" Nenek..." panggil Reina lembut lalu menuntun neneknya untuk istirahat di pondok dekat kebun. " jangan capek-capek nek,kan kemarin udah Reina bilang" ucap Reina menasehati neneknya sambil menuangkan air putih yang memang tersedia di pondok.

" Nggak kok nduk,nenek bingung mau ngapain jadi nenek memetik sayur saja...lumayan buat makan malam nanti ini ada sawi,tinggal beli lauknya" ucap nenek Sri yang menerima air dari Reina.

" Tapi aku takut nenek kecapekan lagi nanti" Reina masih sangat khawatir.

" Nggak nduk,oh iya tadi pagi ada yang datang kesini nyari kamu nduk" ucap nenek Sri yang membuat Reina mengernyitkan keningnya bingung.

" Nyariin aku ? Siapa nek ?" Tanya Reina was-was takut kalau sampai salah satu teman laki-lakinya.

" Bramasta nak,yang katanya om teman kamu itu. Kemarin dia juga kesini katanya waktu nenek pingsan,tapi kok nenek lupa ya ?" tanya nenek Sri memberi tau.

" Ooohhh kak Bramasta,iya nek kemarin ke sini masak nenek lupa ?" ucap Reina mengingat kejadian kemarin.

" Dia ganteng ya nduk,sopan lagi. Kamu kenal di mana ?" Tanya nenek Sri.

" Kenal di taman nek kemarin sebelum dapat telpon dari bi Sumi kalau nenek pingsan eh ternyata dia om temanku." Ucap Reina yang bingung menjelaskan asal mula mereka kenal.

" Owh begitu...ya udah kamu ganti baju sana terus makan siang" Ucap nenek Sri menyuruh Reina untuk berganti pakaian.

" Iya nek,ya udah aku bantu bawain ke dalam ya sayurnya" Reina langsung mengangkat sayur yang ada di keranjang kecil.

Reina masuk ke dalam terlebih dahulu lalu menaruh sayuran di dapur dan dia pun beranjak menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah mengganti pakaiannya dengan baju rumahan Reina kembali lagi ke dapur dan mengambil makanan, Reina makan di meja makan sendiri karena neneknya sudah makan siang.

Setelah selesai makan siangnya Reina mencuci piring dan kembali lagi masuk ke kamar untuk bersiap-siap pergi menemui Ryan.

Reina memakai jaket jeans dan celana jeans lalu menguncir rambutnya dengan menguncir kuda. Dia memakai lipglos tidak memoles wajahnya dengan bedak karena Reina sudah memiliki wajah yang bersih seputih susu. Bukannya Reina tidak mau berdandan hanya saja dia tidak mempunyai uang untuk membeli alat kosmetik jadi dia hanya mempunyai lipglos agar bibirnya tidak kering dan pucat.

Dari pada membeli yang tidak penting Reina lebih memilih untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan berbagi ke orang yang tidak mampu. Reina sering mengunjungi panti asuhan dan membawa jajan untuk anak-anak yang berada di panti, hanya untuk memberi kesenangan untuk anak-anak yang kurang beruntung seperti dirinya.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!