NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Cantika

Suami Dadakan Untuk Cantika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika perempuan miskin dari desa ,karena salah paham warga hingga dipaksa menikah dengang pria yang baru ia kenal,dan Cantika tidak menyangka kalau suami dadakannya adalah CEO, bagaimana Cantika menjalankan rumah tangga dadakannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa yang sulit dirasakan

Melihat Cantika menangis,membuat hati Arka terasa sakit,walupun ia belum mengenal jauh siapa cantika,tapi dia bisa melihat kalau Cantika perempuan yang baik dan terhormat,rasanya Arka tidak pantas kalau harus menyakitinya .

"Mas,Kalau suatu hari nanti kamu harus memilih … antara aku dan Viona … kamu akan pilih siapa?”

"kenapa kamu bertanya seperti itu?"

"Aku hanya ingin tahu,"

"kalau kamu sudah tahu ?"

"itu untuk aku kedepannya ,jadi gimana,mas,kalau suruh memilih antara aku dan mbak Viona ,mas lebih memilih siapa?"

Arka menatap Cantika lama. Pertanyaan itu berat. Ia merasa dadanya sesak. Di satu sisi ada Viona yang sudah lama bersamanya, penuh gairah dan kenangan. Di sisi lain ada Cantika yang sekarang duduk di depannya, rapuh tapi tulus.

“Aku belum bisa jawab sekarang,” katanya jujur.

"lho kenapa? Mas tinggal milih antara aku dan mbak Viona ?"

“jangan paksa aku untuk memilih Cantika,antara kamu dan Viona karena aku punya alasan untuk itu, Tapi malam ini, aku memilih untuk nggak menyakiti kamu lebih jauh.”

Cantika mengangguk pelan ia merasa tersentuh dengan apa yang dikatakan Elang barusan . Air matanya kembali mengalir, tapi kali ini ia tidak menyeka. “Terima kasih … setidaknya kamu jujur.”

"Cantika,walaupun pernikahan kita dadakan ,dan antara kita berdua tidak saling mengenal sebelumnya ,tapi aku tidak mau kamu merasa tersakiti,aku akan menjaga kamu,seperti janjiku pada pak penghulu dan juga keluargamu ."

"Tapi kenapa tadi kamu mengurungku disini,kenapa kamu tidak mengizinkan aku keluar ?"

"Aku tidak mau viona salah paham,aku tidak mau dia marah dan berimbas pada keluargaku ."

"Aku tidak berharap kamu memperkenalkan aku sebagai istrimu,tadi kamu bisa mengatakan kalau aku siapa gitu ? pembantu rumah kamu."

"Itu belum saatnya ,aku tidak mau terjadi keributan,apalagi kalau sampai viona tahu keberadaan kamu ,dia orangnya nekat,aku tidak mau kamu disakiti ."

Mendengar ucapan Arka,Mata Cantika berkaca - kaca ."Terimakasih,Mas sudah mau melindungiku ."

"Itu sudah menjadi kewajibanku ,walaupun pernikahan kita dadakan,tapi kamu adalah istriku,jadi sudah menjadi tanggung jawabku,sebagai seorang istri ."

Cantika merasa semakin terharu ,ia tidak menyangka,kalau Arka pria sangat bertanggung jawab

Arka bangkit berdiri perlahan, lalu mengulurkan tangan ke arah Cantika. “Ayo keluar dari sini. Lantainya dingin. Kamu bisa tidur di kamar. Aku nggak mau kalau kamu sampai sakit .”

Cantika memandang tangan yang terulur itu. Setelah ragu sebentar, ia menyambutnya. Tangan Arka hangat, kontras dengan tangannya yang dingin. Arka menariknya pelan hingga berdiri. Mereka berdiri berhadapan, jaraknya sangat dekat.

“Maafkan aku, Cantika,” kata Arka lagi, suaranya rendah. “Aku akan berusaha jadi suami yang lebih baik. Pelan-pelan.”

Cantika hanya mengangguk, tidak sanggup berkata-kata lagi.

"Sekarang kamu istirahatlah ,lupakan apa yang terjadi tadi."

Arka mengantar Cantika ke kamar tamu. Ia membantunya naik ke tempat tidur, menyelimuti tubuh Cantika dengan selimut tebal. Sebelum mematikan lampu, ia berdiri sebentar di samping tempat tidur.

"Kamu disini aman,aku tidak akan macam -macam sama kamu,sekarang tidurlah ." suara Arka terdengar lembut,tidak ketus seperti biasanya .Cantika hanya menggukan kepalanya tanpa banyak protes.

“Kalau kamu butuh apa-apa, panggil aku. Aku di kamarku.”

Cantika mengangguk kecil. “Mas … terima kasih sudah nggak … melakukan apa-apa dengan dia tadi.”

Arka tersenyum tipis, senyum yang penuh penyesalan. “Aku yang harus berterima kasih. Kamu sudah sabar sekali.”

"Sudah nggak usah memikirkan hal itu ,kamu istirahatlah,besok kita bisa ngobrol lagi."

Arka mematikan lampu utama, meninggalkan hanya lampu tidur kecil di nakas. Saat berjalan keluar kamar, Arka berhenti di ambang pintu dan menoleh sekali lagi. Cantika sudah memejamkan mata, tapi air mata masih mengalir pelan di pipinya.

Arka menutup pintu perlahan. Di ruang tamu, ia duduk di sofa yang tadi digunakan Viona untuk merayunya. Ia menyandarkan kepala ke belakang, menatap langit-langit apartemen yang gelap.

"Ya ,tuhan dosa apa yang aku lakukan,sehingga hidupku jadi begini ." Arka mengusap keras wajahnya,terlihat seperti banyak beban yang saat ini dia rasakan .

"Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan ,bagai mana kalau mama,papa,dan viona tahu tentang pernikahanku dengan Cantika,apa yang akan terjadi ?" gumam Arka dengan menarik rambutnya sendiri .

Malam itu, Arka tidak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi dua perempuan: satu yang penuh api dan gairah dan juga hubungan bisnis antar dua keluarga, dan satunya perempuan yang penuh kesabaran dan luka. Ia merasa bersalah pada keduanya, tapi yang paling menyakitkan adalah melihat Cantika menangis di pojok kamar mandi tadi.

Ia mengambil ponsel, membuka galeri, dan menemukan foto pernikahan dadakan mereka beberapa hari lalu. Cantika tersenyum malu-malu di sampingnya dalam kebaya putih sederhana. Arka menatap foto itu lama.

“Maaf, Cantika …” bisiknya pada dirinya sendiri. “Aku akan berusaha. Entah berapa lama, aku akan berusaha.”

Di kamar tidur, Cantika yang sebenarnya belum tidur mendengar gumaman pelan Arka dari balik pintu. Ia memeluk bantal lebih erat, air matanya kembali mengalir.

Malam itu, apartemen mewah itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Dua hati yang terluka sedang berusaha menemukan jalan di tengah kebingungan perasaan yang rumit.

-----

Sementara itu di tempat yang berbeda

Viona keluar dari apartemen Arka dengan hati mendidih. Gaun merahnya yang tadi terasa memesona kini terasa seperti kain lap yang menempel di tubuhnya yang panas oleh amarah dan hasrat yang tak terpuaskan. Hak sepatunya berderak keras di koridor apartemen mewah itu. Begitu masuk ke lift, ia langsung mengeluarkan ponsel dari tasnya dan membuka aplikasi chat pribadi yang jarang sekali ia gunakan.

Jarinya mengetik cepat:  

“Aku di depan apartemen Arka sekarang. Kamu di mana? Aku butuh kamu malam ini.”

Balasan datang hanya dalam hitungan detik.  

“Hotel biasa kita. Suite 1203. Aku sudah nunggu dari tadi. Buruan, Sayang.”

Viona tersenyum tipis, tapi senyum itu penuh dendam. Ia segera memesan taksi online agar sopir pribadinya tidak tahu ke mana ia pergi. Sepanjang perjalanan menuju hotel bintang lima di pusat kota, pikirannya berputar-putar. Arka … laki-laki yang ia cintai, yang ia banggakan di depan semua teman dan keluarganya, ternyata begitu dingin. Sudah bertunangan enam bulan, tapi Arka belum pernah menyentuhnya dengan benar. Setiap kali ia mencoba merayu, selalu ditolak dengan alasan capek, hormat, atau menunggu pernikahan. Malam ini penolakan itu terasa seperti tamparan keras di wajahnya.

“Dia pikir aku apa? Boneka cantik yang cuma boleh dipamerkan?” gumam Viona sambil menatap keluar jendela mobil. Dadanya masih naik-turun karena emosi. Tubuhnya terasa panas, hasrat yang tadi ia tumpahkan pada Arka kini semakin membara dan tak terbendung.

1
Nadia Zalfa
double up thorr. ..suka sama ceritanya cantika😍
MayAyunda: diusahakan kak🙏
total 1 replies
Lovelynzeaa🌷
lanjut thor, up yg bnyk
MayAyunda: di usahakan kak ..🙏🙏
total 1 replies
Alex
semoga segera kebongkar kebusukan mu viona dan Cantika gak sedih lagi arka gak bngung lagi 🥰
MayAyunda: iya kak
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak
MayAyunda: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!