NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:891
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"

Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.

Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!

Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Musuh dalam Selimut

## 📖 BAB 29: Musuh dalam Selimut

Pegunungan Alpen berdiri dengan megahnya, puncak-puncaknya yang tertutup salju abadi tampak seperti raksasa perak yang menjaga rahasia dunia. Di salah satu lerengnya yang paling terisolasi, berdiri sebuah benteng modern bernama *The Eyrie*. Bangunan ini adalah mahakarya arsitektur pertahanan, dibangun jauh ke dalam perut gunung dengan sistem keamanan yang diklaim tidak bisa ditembus.

Namun, di dalam kamar yang hangat oleh perapian, Lin Qingyan tidak merasa aman. Ia menatap ke luar jendela besar yang menampilkan hamparan putih tak berujung. Peringatan Beichen tentang adanya pengkhianat di dalam tim Phoenix terus berdenging di telinganya seperti alarm yang tak kunjung padam.

### ❄️ Ketenangan yang Menipu

"Nyonya Gu, susu hangat untuk Anda dan cokelat untuk Tuan Muda Chenyu," suara lembut itu memecah keheningan.

Seorang pelayan wanita bernama Sarah—anggota tim pendukung Phoenix—masuk dengan nampan perak. Wajahnya ramah, senyumnya tulus, namun Qingyan mendapati dirinya memperhatikan setiap detail kecil. Bagaimana Sarah meletakkan cangkir, bagaimana matanya melirik sekilas ke arah boks bayi si kembar, hingga bagaimana tangannya sedikit bergetar saat menyebut nama "Tuan Gu".

"Terima kasih, Sarah. Letakkan saja di sana," jawab Qingyan datar. Ia tidak menyentuh minuman itu sampai Sarah keluar dari ruangan.

Qingyan beralih ke arah Chenyu yang sedang asyik membaca buku di dekat perapian.

"Chenyu, ingat pesan Ibu? Jangan pernah memakan atau meminum apa pun yang diberikan orang lain kecuali Ibu yang menyiapkannya."

Chenyu menatap ibunya dengan tatapan yang sangat dewasa. "Aku tahu, Bu. Aku juga melihatnya. Paman yang berjaga di koridor depan tadi... dia tidak mengenakan lambang Phoenix di kerah bajunya. Dia menyembunyikannya di balik jaket."

Jantung Qingyan berdegup kencang. Jika anak kecil saja bisa menyadarinya, artinya ancaman itu sudah sangat dekat. Ia segera menuju ke arah koper rahasianya, mengeluarkan sebuah alat pelacak frekuensi yang pernah diajarkan Beichen cara menggunakannya. Layar kecil itu berkedip merah. Ada transmisi ilegal yang keluar dari dalam benteng ini menuju satelit luar.

### 🌑 Sang Naga yang Terluka

Di tempat yang sangat jauh, di sebuah gudang tua di pinggiran Zurich, Gu Beichen sedang mengikat perban baru di pinggangnya. Darah masih merembes, tapi ia tidak punya waktu untuk beristirahat. Di depannya, Commander Phoenix—pria yang paling ia percayai—sedang berdiri dengan wajah kaku.

"Kau yakin dengan informasi ini, Commander?" tanya Beichen, suaranya serak dan dingin.

"Sangat yakin, Tuan. Data yang Anda kirimkan dari *flash drive* itu mengungkap adanya aliran dana gelap dari Klan Tua ke rekening salah satu perwira tinggi kami. Namanya adalah Viktor. Dia yang mengatur logistik di benteng Alpen," lapor Commander dengan nada penuh penyesalan.

Beichen memukul meja kayu hingga retak.

"Viktor... dia adalah orang yang menyelamatkan nyawaku di perbatasan lima tahun lalu. Bagaimana bisa?"

"Klan Tua tidak hanya menawarkan uang, Tuan. Mereka menyandera keluarga Viktor. Mereka menggunakan taktik yang sama yang selalu mereka gunakan: menghancurkan manusia melalui orang yang mereka cintai."

Beichen mengambil jaket hitamnya dan menyambar senapan runduk jarak jauh.

"Aku tidak peduli apa alasannya. Siapa pun yang mengkhianati keluargaku, mereka harus membayar harganya dengan nyawa. Siapkan unit cadangan. Kita akan melakukan infiltrasi ke benteng kita sendiri."

### ⚔️ Jebakan di Puncak Alpen

Kembali ke benteng, malam semakin larut. Badai salju mulai mengamuk di luar, menutupi jarak pandang hingga nol. Tiba-tiba, seluruh aliran listrik di benteng padam. Hanya lampu darurat merah yang menyala, memberikan kesan mencekam seperti di dalam film horor.

Qingyan segera menyambar bayi-bayinya, memasukkan mereka ke dalam gendongan khusus yang menempel di tubuhnya. Ia menggenggam pistolnya dengan mantap.

"Chenyu, pegang baju Ibu! Kita harus pergi ke ruang kendali sekarang!"

Namun, saat mereka membuka pintu kamar, sosok Viktor sudah berdiri di sana. Ia tidak lagi tampak seperti perwira yang ramah. Di tangannya terdapat senjata otomatis, dan di belakangnya berdiri Mo Ran dengan senyum kemenangan yang memuakkan.

"Selamat malam, Nyonya Gu. Sayang sekali tempat seindah ini harus menjadi makammu," sapa Mo Ran sinis.

"Viktor, bagaimana bisa kau melakukan ini pada Beichen?" tanya Qingyan, mencoba mengulur waktu sambil tangannya mencari tombol darurat di dinding.

Viktor menunduk, matanya menunjukkan konflik batin yang hebat.

"Maafkan aku, Nyonya. Mereka memiliki istri dan anak-anakku. Aku tidak punya pilihan lain. Berikan bayinya padaku, dan aku akan memastikan kalian mati tanpa rasa sakit.

"Jangan pernah bermimpi!" teriak Qingyan. Ia melepaskan tembakan ke arah lampu darurat, membuat koridor menjadi gelap total.

Dalam kegelapan itu, Qingyan menarik Chenyu masuk ke dalam saluran pembuangan binatu yang menuju ke lantai dasar. Mereka meluncur turun dalam kecepatan tinggi, sementara suara tembakan beruntun terdengar dari atas.

### 🔥 Sang Iblis Tiba

Qingyan mendarat di tumpukan kain kotor di lantai dasar. Ia segera berlari menuju pintu keluar darurat yang menuju ke hutan pinus di lereng gunung. Udara dingin yang ekstrem langsung menusuk kulitnya, namun ia terus berlari menembus salju setinggi lutut.

"Tangkap mereka! Jangan biarkan 'Mata Kristal' itu hilang di tengah badai!" teriak Mo Ran dari kejauhan.

Qingyan jatuh terjerembap di tengah salju. Kakinya mati rasa. Ia menatap ke langit, merasa bahwa ini adalah akhir dari perjalanannya. Namun, tiba-tiba, sebuah titik cahaya laser hijau muncul di dada salah satu pengejar yang berada paling dekat dengannya.

*Dorrr!*

Kepala penyerang itu meledak. Satu per satu, para pengejar bertumbangan di tengah salju tanpa sempat melihat dari mana arah tembakan berasal.

Dari balik kabut salju yang tebal, sebuah sosok berjalan perlahan. Ia mengenakan jubah panjang berwarna hitam yang tertutup salju, dengan masker taktis yang menutupi setengah wajahnya. Namun, Qingyan mengenali tatapan mata itu—mata yang penuh amarah sekaligus cinta yang tak terbatas.

Gu Beichen telah tiba. Dan kali ini, ia tidak membawa ampun.

"Siapa pun yang berani melangkah satu inci lagi ke arah istriku," suara Beichen menggema melalui pengeras suara di helm taktisnya,

"akan aku kirim langsung ke neraka tanpa perlu diadili."

Beichen berdiri di depan Qingyan dan anak-anaknya, seorang diri menghadapi puluhan tentara klan yang mengepung dari hutan. Ia membuang senapan runduknya dan mengeluarkan dua belah pedang pendek yang terbuat dari baja hitam.

"Sayang, tutup mata anak-anak," bisik Beichen lembut tanpa menoleh. "Ibumu tidak perlu melihat apa yang akan aku lakukan pada orang-orang ini."

Malam itu, salju di pegunungan Alpen tidak lagi berwarna putih. Darah segar mengalir, mengubah lereng gunung menjadi medan pembantaian yang mengerikan. Sang Raja telah kembali, dan ia sedang menagih hutang nyawa dengan cara yang paling brutal.

**BERSAMBUNG KE BAB 30*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!