Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.Apa kau tidak lelah..?
Flowy melangkah mendekati Camelia dan menoleh kearah lantai satu.
"Kau masih bisa bersikap begitu manis dihadapan ku,padahal wajah lembut dan cantiknya mu telah retak sejak tadi.Camelia,apa kau tidak lelah?"
"Apa maksud mu?"
"Maksud ku tentu saja kau. Selama bertahun-tahun mencengkeram paha Carlos dengan erat.Membuat dunia percaya bahwa kau adalah gadis kesayangannya...kau tidak lelah? Jika bukan karena..kau yakin masih bisa menimati semuanya dengan nyaman saat ini?" Tanya Flowy tanpa rasa takut.
Sejujurnya,dia sangat enggan jika harus ikut campur dalam hubungan asmara orang lain.Bahkan jika itu adalah Carlos.Namun, melihat Camelia yang selalu bertingkah munafik,membuat Flowy tidak tahan.
"Flowy..aku tidak! Aku..."
Ah.
"Sudahlah, aku tidak berniat untuk berakting dengan mu.Bye!!!"
Flowy sama sekali tidak memberikan muka kepada Camelia.Padahal,siapapun di kediaman ini akan mencoba menyanjung Camelia,agar mendapatkan kesan baik dari Carlos.
Tetapi Flowy berbeda.
Dia tidak butuh itu.
Setelah membuat Camelia kesal setengah mati,Flowy memilih untuk turun dan bergabung dengan Jane dan Carlos.
....
Jane dengan sadar memutar daging dipahanya sendiri,dengan kuat.Sebagai upaya untuk tetap sadar dan tidak boleh terpesona akan aura yang terpancar dari Carlos saat ini.
Ehem!
Jane berdehem dengan kencang.Membuat pikiran Carlos yang sempat melayang, untuh kembali.
"Karena tidak ada yang ingin dibicarakan lagi.Saya akan pergi dulu." Kata Jane dengan sikap yang berpura-pura tenang.
Carlos mengangguk pelan.
Lalu,seolah teringat akan sesuatu,Carlos menghentikan niat Jane dengan cepat.
"Karena pernikahan kita mendadak.Kau mungkin belum mengenal semua anggota keluarga ku.Jadi, besok pagi,bersiaplah dengan rapi.Kita akan bertemu dengan Kakek ku." Jelas Carlos.
"Baik." Hanya satu kata,sebelum Jane menghilang dari pandangan Carlos.
Di setiap langkah yang diambilnya,Jane menyadari jika Carlos tengah menatap punggungnya dengan tajam.Ingin sekali Jane berhenti dan berbalik,lalu memaki Carlos agar berhenti menatapnya.Namun, dia sama sekali tidak berani melakukannya.
Jadi, yang dilakukan oleh Jane adalah berjalan secepat mungkin,meski kakinya menjadi sakit.Dan menghilang secepatnya dari pandangan Carlos.
Yang Jane tidak ketahui adalah begitu dia menghilang dengan cara yang terburu-buru dari pandangan Carlos,Carlos sempat terkekeh kecil.
Dan itu adalah pertama kalinya Carlos tersenyum tanpa paksaan.Tetapi sayang...Jane bukanlah orang beruntung yang melihatnya.
....
Keesokan paginya,
Seperti yang sudah disampaikan oleh Carlos kepadanya,Jane tengah bersiap untuk bertemu dengan kakek Carlos.
"Kakek adalah orang yang sulit untuk diajak bergaul.Kau harus berhati-hati ketika duduk berhadapan dengannya nanti." Kata Flowy.
Entah mengapa..? Dia yang awalnya tidak menyukai Jane,karena merasa sangat tidak cocok bersanding bersama Carlos.Mendadak selalu merecokinya setiap ada waktu.
Seperti saat ini, ketika mengetahui jika Jane akan menemui sang kakek ke kediamannya.Flowy langsung bangkit dari ranjang cantiknya,dan berlari menuju kamar tidur Jane dan mulai mengoceh tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan oleh Jane ,ketika menemui sang kakek.
"Apakah dia suka memakan orang?" Terhadap peringatan yang disampaikan oleh Flowy,Jane sama sekali tidak ambil pusing.
Jika pria tua itu pemarah maka akan lebih mudah untuk dihadapi olehnya.Dengan begitu,Jane bahkan tidak perlu menyanjungnya mati-matian.Lagipula, dia datang bukan untuk memperjuangkan rasa suka pria tua itu terhadapnya.Dia datang hanya untuk formalitas saja.
Flowy menatap Jane dengan tidak percaya.
"Kau yakin setenang itu? Jane, kau harus tahu bahwa bahkan ketika wanita itu ingin mendekati Kakek,dia tidak memiliki kesempatan.Tapi kau..."
Tentu saja wanita yang dimaksud oleh Flowy adalah Camelia.
Jane mengangkat kedua bahunya dengan acuh.
"Tapi aku bukan wanita itu,kan? Kau paling tahu bagaimana sebenarnya hubungan ku dengan sepupu mu.Jadi, aku rasa tidak perlu terlalu banyak sandiwara disini." Jawab Jane dengan singkat.
Dia meletakkan sisir yang baru saja dipakainya keatas meja rias.Jane memilih mengikat rambut panjangnya menjadi ekor kuda.Dia memilih mengenakan gaun paling sederhana dan santai.Hanya sebuah gaun sepanjang lutut,berwarna hijau tua tanpa lengan.Yang memperlihatkan betis putihnya yang sehat dan juga lengannya yang ramping dan kencang.Meskipun ada perban ditangan kanannya,tetapi secara keseluruhan penampilan Jane tampak segar,rapi,dan awet muda.
Bahkan Flowy tidak bisa menahan diri untuk tidak mendecakkan lidahnya ketika melihat penampilan keseluruhan Jane pagi ini.
Wah.
"Kau tampak seperti seorang gadis remaja yang baru saja duduk dibangku sekolah." Puji Flowy dengan jujur.
Jane memang tampak lebih muda saat ini.Keningnya yang kecil dan penuh tampak cerah ketika semua anak rambutnya disingkirkan.Belum lagi bibir merahnya yang penuh...Flowy memicingkan kedua matanya kepada Jane.
"Jika saja aku laki-laki,maka kau sudah habis ku gigit." Katanya dengan nada yang sembrono.
Flowy saat ini,sangat jauh berbeda dengan Flowy sebelumnya.Dia sangat vulgar dan frontal.
"Oh.Sayangnya kau bukan laki-laki." Sahut Jane pendek.
Dia meraih sebuah tas kecil yang hanya diisi dengan sebuah ponsel,lalu melampirkannya ke atas bahu.
"Karena sudah waktunya,aku akan pergi dulu.Bye!" Jane melenggang pergi dibawah tatapan kagum Flowy.
....
Carlos telah lebih dahulu selesai dan menikmati secangkir kopi dimeja makan.Tentu saja tidak sendirian.Dia ditemani oleh Camelia dan juga Mark,sang sekertaris pribadinya.
"Kau sudah memberitahu Kakek bahwa kami akan datang berkunjung?" Tanya Carlos kepada Mark.
Gerakan menyendok Camelia sempat berhenti sejenak,namun kemudian normal kembali.
"Sudah,Tuan Muda.Tuan Tua juga bersedia menunggu kedatangan Anda berdua." Jawab Mark dengan sopan.
Carlos mengangguk,lalu kembali melanjutkan kegiatannya.
Wajah Camelia tertunduk dalam.
Kedua tangannya mengepal dengan erat.
Namun dia sama sekali tidak berniat memperlihatkan ketidaknyamanannya dihadapan Carlos.
Suasana di meja makan menjadi sunyi.
Tak.
Tak.
Tak.
Suara langkah kaki yang riang,disertai dengan gumaman lembut seseorang,memecah keheningan di meja makan.
Sontak ketiga orang itu menoleh kearah sumber suara.Dan mereka melihat Jane,yang tengah menuruni tangga dengan ekspresi riang gembira.
Mata Carlos bahkan sedikit melebar ketika melihat aura positive yang terpancar dari Jane.Belum lagi mata hijaunya yang senada dengan warna gaun yang dikenakannya pagi ini.Membuatnya tampak sepuluh kali lipat lebih mempesona dari hari biasanya.Yang membuat Carlos terkesima sejenak.
Bahkan kopi hitamnya tidak semenarik Jane.
'Mengapa wanita ini semakin menarik setiap harinya?' batinnya bertanya-tanya.
Carlos begitu larut dalam kekagumannya sehingga gagal mendeteksi tatapan tidak suka dari sisinya.
Camelia yang tengah memergoki tatapan terpesona Carlos terhadap Jane,tidak dapat menahan rasa kesalnya.
Ini adalah kali kedua Camelia memergoki Carlos tengah menatap Jane.Dan dia sangat tidak menyukai perasaan itu.