(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)
Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.
Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.
Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.
Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.
Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 133: Jimat Darah ke Neraka
Angin malam berhembus kencang di atas Puncak Tebing Hitam, membawa bau anyir darah dari pembantaian di garis utara.
Zhao Xuan melempar sisa apel di tangannya ke jurang. Ia menatap Tiga Utusan Bencana Gui Huo, Xue Ying, dan Po Sui yang kini membeku dalam ketegangan. Insting tingkat Nascent Soul (Kelahiran Jiwa Baru) mereka menjeritkan peringatan mematikan saat berhadapan dengan pemuda berpakaian hitam ini.
"Kau... Pangeran Ketiga Kerajaan Zhao," geram Utusan Po Sui, raksasa bermata empat itu mencengkeram gagang palu barunya. "Kau adalah monster yang membantai Jenderal Ba-Ghul lima tahun lalu!"
Zhao Xuan tidak menjawab. Ia hanya mengangkat tangan kirinya.
Mata hitam pekatnya memancarkan kilatan emas keabu-abuan. Roda Bintang Ketiga: Domain Waktu.
WUSSS!
Seketika, radius ratusan meter di sekitar tebing itu terbungkus oleh pusaran energi tak kasat mata. Ketiga utusan iblis itu langsung merasakan tubuh mereka seberat gunung. Aliran waktu di sekitar mereka dilambatkan hingga sepuluh kali lipat.
Zhao Xuan melangkah santai melintasi ruang yang melambat itu, berhenti tepat di depan Utusan Gui Huo yang tubuhnya diselimuti api hijau.
"Aku punya beberapa pertanyaan tentang Altar Darah dan Raja Iblis Xue Sha," bisik Zhao Xuan sedingin es. Jari telunjuk Zhao Xuan memancarkan cahaya biru ruang. Ia menggoreskannya ke udara kosong di depan dada Gui Huo.
Srettt.
Di dalam dimensi waktu yang melambat itu, rasa sakit akibat sayatan spasial dilipatgandakan secara psikologis. Gui Huo meraung tanpa suara saat hukum ruang merobek lapisan jiwanya. Satu detik siksaan di dunia nyata terasa seperti satu abad dikuliti hidup-hidup di dalam pikirannya.
"Beritahu aku di mana titik koordinat Altar Darah itu, dan aku akan membiarkan kalian mati dengan utuh," ancam Zhao Xuan.
Utusan Xue Ying, sang iblis wanita bersayap, membelalakkan matanya melihat rekannya disiksa secara brutal. Ia menyadari bahwa memohon ampun pada monster ini adalah hal yang sia-sia.
"TIDAK ADA JALAN KELUAR! TELAN PIL DARAH ASAL!" telepati Xue Ying menjerit histeris kepada kedua rekannya.
Tanpa ragu, ketiga utusan itu merogoh cincin penyimpanan mereka dan menelan sebuah pil berwarna hitam kemerahan yang memancarkan aura busuk ekstrem. Ini bukanlah pil yang mereka berikan pada fana Kerajaan Yan; ini adalah Pil Darah Asal Primordial, obat terlarang yang membakar esensi jiwa mereka untuk mendapatkan kekuatan absolut sementara!
BOOOOOOOOM!
Ledakan Qi Iblis yang dahsyat meletus dari tubuh ketiga utusan tersebut! Aura tingkat Nascent Soul mereka melonjak gila-gilaan, menerobos batas akal sehat, menembus Nascent Soul Puncak, dan setengah langkah menyentuh ranah Soul Transformation (Transformasi Jiwa)!
Kekuatan mentah yang begitu masif dan brutal itu bertindak layaknya badai, secara paksa meretakkan dan menghancurkan Domain Waktu milik Zhao Xuan!
PRANG!
Domain waktu pecah seperti cermin. Zhao Xuan terdorong mundur belasan langkah, jubah hitamnya berkibar keras menahan gelombang kejut tersebut. Ia menyeka setitik darah yang merembes dari sudut bibirnya.
"Menarik," Zhao Xuan menyeringai dingin. Di dalam Dantian-nya, kultivasi Core Formation Puncak nya bergejolak hebat menahan tekanan yang terpaut dua alam besar darinya. "Ternyata anjing yang disudutkan masih bisa menggigit."
"KAMI AKAN MENGIRIMMU KE NERAKA!" raung raksasa Po Sui, yang ukuran tubuhnya kini membesar dua kali lipat. Ia mengayunkan palunya dengan kecepatan kilat, menghantam tanah tempat Zhao Xuan berdiri.
BLAARRR!
Tebing Hitam terbelah menjadi dua. Zhao Xuan melesat ke udara menggunakan Seni Langkah Udara, menghindari hantaman tersebut. Namun, dari titik buta di atasnya, Utusan Xue Ying telah menunggu. Ratusan bulu sayapnya berubah menjadi pisau darah yang melesat bagaikan hujan meteor.
Roda Bintang Pertama: Penolakan Gravitasi!
Zhao Xuan membalikkan tangannya, menciptakan perisai tolakan gravitasi yang mementalkan sebagian besar pisau darah itu. Namun, beberapa pisau darah yang dilapisi Qi Soul Transformation palsu itu berhasil menembus, menggores lengan dan bahu Zhao Xuan, merobek jubahnya dan mengalirkan darah merah segar.
"Hah! Dia bisa terluka! Dia hanyalah manusia fana dengan trik dimensi!" teriak Utusan Gui Huo dengan gembira, menyemburkan lautan api hijau yang membakar langit malam.
Pertarungan sengit meletus. Langit di atas tebing itu dipenuhi ledakan api, kilatan darah, dan distorsi ruang.
Zhao Xuan terdesak. Menghadapi tiga musuh yang setengah langkah mencapai Soul Transformation secara bersamaan terbukti terlalu berat untuk ditangani hanya dengan menggunakan Roda Bintang secara pasif (dari dalam tubuhnya). Fisiknya yang berada di Core Formation mulai mencapai batas toleransi.
"Tuan!" suara Jue Ying dari alat komunikasi bambu terdengar panik melihat tuannya berdarah. "Kami akan segera ke sana!"
"Jangan ikut campur!" perintah Zhao Xuan mutlak, suaranya menggelegar melalui Qi. "Tetap di posisi kalian!"
Zhao Xuan melayang mundur, menghindar dari tebasan palu Po Sui. Napasnya sedikit memburu, namun matanya yang hitam pekat tidak memancarkan ketakutan, melainkan kegembiraan seorang tiran yang sudah lama tidak melakukan pemanasan.
"Tiga lalat ini... kalian benar-benar memaksaku merusak pemandangan," gumam Zhao Xuan. Ia menutup matanya perlahan. "Baiklah. Sudah lama jiwaku tidak merenggangkan otot."
Zhao Xuan merentangkan kedua tangannya. Cincin Jiwa Kuno beresonansi dengan hebat.
WUUUUUUSSSSH!
Seketika, seluruh langit malam berubah menjadi segelap tinta. Bintang-bintang di atas Tiga Ribu Dunia seolah meredup, tunduk pada eksistensi yang baru saja ditarik keluar dari dalam jiwa sang pangeran fana.
Di belakang punggung Zhao Xuan, ruang dimensi bergetar hebat. Tiga buah piringan raksasa berbentuk Roda Bintang berwarna hitam legam muncul bermanifestasi ke dunia nyata secara fisik!
Roda pertama memancarkan pendaran perak (Gravitasi), roda kedua memancarkan pendaran biru kehampaan (Ruang), dan roda ketiga memancarkan pendaran emas keabu-abuan (Waktu). Ketiga roda kuno itu berputar perlahan di belakang Zhao Xuan, menciptakan mahkota kosmik yang membuat hukum alam di sekitarnya runtuh.
Ketiga utusan iblis yang sedang bersiap menyerang tiba-tiba membeku di udara. Serangan mereka menguap begitu saja. Mata mereka membelalak hingga nyaris robek, menatap tiga roda hitam raksasa di belakang anak manusia itu.
"I-Itu... Manifestasi Roda Bintang?!" Utusan Gui Huo bergetar hebat, api hijaunya meredup karena ketakutan yang tertanam dalam garis keturunan iblisnya. "Aura kosmik absolut... I-Ini adalah garis darah tabu dari Klan Dewa Bintang (Star God Clan)!"
Utusan Xue Ying menjerit histeris. "Mustahil! Klan Dewa Bintang berada di Alam Atas! Dan Roda Bintang mereka memancarkan cahaya elemen! Kenapa milik anak ini... berwarna hitam?! Roda hitam adalah simbol dari Pembantai Dewa Bintang!"
Ketiga utusan itu akhirnya menyadari seberapa bodohnya mereka. Mereka tidak sedang melawan kultivator fana yang jenius. Mereka sedang berhadapan dengan pewaris garis keturunan paling mematikan di alam semesta, sebuah anomali yang membawa kekuatan ruang dan waktu sekaligus!
"Lari...? Tidak, kita tidak bisa lari dari hukum ruang!" Utusan Xue Ying menoleh ke arah Gui Huo dengan wajah dipenuhi keputusasaan mutlak. "RAJA IBLIS HARUS TAHU! WADAH YIN PRIMORDIAL DIJAGA OLEH KLAN DEWA BINTANG!"
"Po Sui, tahan dia!" teriak Gui Huo.
Utusan Po Sui meraung. Mengetahui ia akan mati, raksasa itu membakar seluruh sisa nyawanya, mengubah dirinya menjadi bom daging raksasa, dan menerjang lurus ke arah Zhao Xuan untuk menghalangi pandangannya. Di saat yang sama, Gui Huo melakukan hal yang sama.
Di belakang mereka berdua, Utusan Xue Ying menggigit lidahnya, memuntahkan segumpal darah esensinya, dan menggambar sebuah Jimat Darah Transendensi di udara.
"Beraninya kalian merencanakan pelarian di depanku," suara Zhao Xuan bergema ganda, bercampur dengan distorsi kosmik.
Zhao Xuan menunjuk ke depan. Tiga Roda Bintang di belakangnya berputar selaras.
Penghancuran Asura!
Hukum Gravitasi, Ruang, dan Waktu menyatu di ujung jari Zhao Xuan. Sebuah titik hitam seukuran kelereng melesat ke depan. Saat titik itu menyentuh tubuh raksasa Po Sui dan Gui Huo yang sedang menerjang...
Tidak ada ledakan. Tidak ada suara.
Tubuh kedua utusan tingkat setengah langkah Soul Transformation itu tersedot ke dalam titik hitam tersebut, terlipat secara gravitasi, teriris oleh ruang, dan menua jutaan tahun dalam sedetik akibat waktu. Mereka terhapus dari eksistensi, menjadi debu tanpa sempat meledakkan diri.
Namun, pengorbanan mereka memberi Xue Ying waktu sepersekian detik yang ia butuhkan.
"PERGILAH KEPADA SANG LELUHUR!" jerit Xue Ying.
Jimat Darah itu menyala terang, merobek lapisan langit fana, dan melesat masuk ke dalam retakan dimensi menuju Alam Iblis dengan kecepatan cahaya.
ZRAAAAK!
Zhao Xuan muncul tepat di hadapan Xue Ying dalam sekejap mata, namun jimat itu telah masuk ke dalam retakan yang langsung tertutup rapat.
Xue Ying menatap Zhao Xuan. Meski ia tahu kematiannya telah tiba, ia tertawa gila. "Hahaha! Kau terlambat, Pangeran! Raja Iblis Xue Sha akan mengetahui wujud aslimu! Saat dia turun ke dunia fana ini, dia tidak hanya akan mengambil Su Yue, dia akan mengambil Roda Bintangmu untuk Leluhur Darah kami!"
Zhao Xuan menatap jimat yang telah menghilang itu, lalu menatap iblis wanita di hadapannya dengan ekspresi datar yang mencekam.
"Kau pikir aku mencoba menghentikan jimat itu?" Zhao Xuan memiringkan kepalanya, matanya memancarkan arogansi seorang kaisar tiran.
Xue Ying terdiam, tawanya terhenti.
"Aku membiarkanmu mengirimnya," bisik Zhao Xuan sedingin es, meremas leher Xue Ying dengan tangan kosong yang dilapisi kekuatan bintang. "Aku sudah muak mencari gerbang neraka kalian satu per satu. Biarkan Raja Iblis kalian, Xue Sha, datang kemari. Biarkan dia membawa seluruh pasukannya."
Mata Xue Ying membelalak ngeri menyadari kebenaran ucapan pemuda ini. Dia sengaja memancing invasi!
"Katakan halo pada leluhurmu di neraka untukku," ucap Zhao Xuan.
KRAK.
Leher Xue Ying patah. Zhao Xuan melempar mayat iblis itu ke dasar jurang, lalu menarik kembali Tiga Roda Bintangnya ke dalam jiwanya. Langit malam kembali cerah, memperlihatkan taburan bintang yang damai.
Zhao Xuan memutar bahunya yang sedikit kaku, menatap ke arah langit yang baru saja tertutup. Pertarungan tadi akhirnya membuatnya berkeringat. Kekuatan fisiknya harus segera ditingkatkan jika ia ingin menahan Roda Bintang Keempat nantinya.
Di bawah sana, kelima Pemimpin Paviliun melihat Tuan mereka mendarat di atas tebing. Mereka menundukkan kepala dengan kekaguman yang semakin fanatik.
"Perang fana di utara sudah selesai," ucap Zhao Xuan membelakangi mereka, menatap ke arah Ibukota Zhao yang jauh. "Tapi badai yang sesungguhnya baru saja kuundang. Bersiaplah, Pasukan Asura. Kita akan menyambut Raja Iblis."