NovelToon NovelToon
Sang Sopir Penakluk

Sang Sopir Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Bad Boy
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Bima Sakti hanyalah seorang sopir di Garuda Group yang dikenal malas, sering terlambat, dan suka menggoda perempuan cantik. Namun, di balik sikapnya yang sembrono, Bima menyimpan identitas dan kemampuan luar biasa yang tidak diketahui siapa pun.
​Kehidupan santainya berubah ketika ia harus berurusan langsung dengan Sari Lingga, Presiden Direktur Garuda Group yang dijuluki "Si Cantik Gunung Es". Di tengah persaingan bisnis yang kejam dan kejaran pria-pria berkuasa, Bima hadir bukan hanya sebagai sopir, melainkan sebagai pelindung rahasia bagi Sari.
​Dari ruang kantor yang kaku hingga konflik dunia bawah Jakarta, Bima menunjukkan bahwa ia jauh lebih berbahaya daripada sekadar sopir armada biasa. Akankah si "Gunung Es" Sari Lingga akhirnya luluh oleh pesona sang sopir misterius ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Suara Dewi menjadi lebih lembut. “Aku sudah mengikuti Sari sejak dua tahun lalu, sejak Garuda Group baru berdiri dan dia baru lulus kuliah. Aku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perusahaan ini berkembang.”

“Itu benar-benar tidak mudah baginya. Dia tidak memiliki bekingan kuat ataupun koneksi pejabat. Semua yang dia miliki sekarang diperjuangkan dengan keringat sendiri.”

Bima sedikit terkejut. “Tidak punya bekingan? Tidak punya koneksi?”

Di masyarakat sekarang, wanita cantik biasanya punya dua cara untuk sukses: entah pria di belakangnya sangat hebat, atau pria yang ia nikahi sangat hebat. Tanpa keduanya, mencapai puncak hampir mustahil.

“Ada banyak orang yang mencoba mendekatinya dengan niat busuk,” lanjut Dewi. “Dia bisa bertahan sampai sekarang meski tekanannya luar biasa. Kau sekarang sopir sekaligus asistennya. Kalau bisa… bantulah dia. Lindungi dia.”

“Beres!” Bima menepuk dadanya mantap. “Aku memang spesialis pelindung wanita, apalagi yang cantik. Siapa pun yang menyakiti wanita cantik akan berurusan denganku!”

Ia lalu menyeringai nakal. “Oh ya, Mbak Dewi. Ada satu pertanyaan yang sudah dua hari ingin kutanyakan.”

“Apa?” Dewi langsung merasa firasat buruk melihat senyum licik di wajahnya.

“Waktu itu kau bilang ‘punyaku memang asli dari lahir’. Itu benar?”

“Apa maksudmu?!” Dewi langsung sadar. “Kau bajingan! Sini kau, jangan lari!”

...

Hari itu berlalu dengan santai bagi Bima. Menjelang pukul tujuh malam, ia pulang tepat waktu. Sari mengirim dua pesan berturut-turut. Pesan pertama mengatakan bahwa malam ini ia harus menemani klien, sehingga tidak bisa datang. Namun alamat rumah Bima sudah diberikan kepada Bianca, dan polwan itu akan datang sendiri. Pesan kedua berisi peringatan agar Bima bersikap sopan—dan sebaiknya meminta maaf kepada Bianca.

“Minta maaf?” Bima mendengus. “Ini wilayahku. Kalau si Bianca itu berani macam-macam di sini, aku akan berubah jadi serigala dan langsung memetik bunga liar itu… sekalian mencicipi polwan cantik!”

Tak lama kemudian, terdengar ketukan keras di pintu. Namun begitu pintu terbuka—yang muncul bukanlah Bianca.

Melainkan sekelompok pria kekar yang berdiri di depan rumahnya. Pintu rumah ditendang hingga terbuka. Lebih dari dua puluh orang menerobos masuk dengan aura garang, memenuhi hampir setengah ruang tamu kecil milik Bima.

Di barisan paling depan berdiri Dimas, pemuda yang beberapa hari lalu dipermalukan oleh Bima. Hari ini ia tampak penuh percaya diri, berjalan angkuh seperti pemenang. Ia berhenti beberapa langkah dari Bima lalu berkata dengan nada sombong:

“Hmph! Tidak kusangka kita akan bertemu lagi secepat ini, Bima. Bukankah sudah kukatakan—kau tidak akan mampu menanggung akibat karena menyinggungku!”

Bima masih duduk santai di sofa. Ia melirik Dimas dan puluhan orang di belakangnya, lalu tersenyum tipis. “Agak mengejutkan juga. Aku bahkan belum sempat mencarimu, tapi kau sudah datang sendiri untuk menyerahkan nyawa.”

“Brengsek!” Dimas langsung murka. “Masih berani tertawa? Nanti bahkan kalau kau menangis darah pun tidak akan berguna!”

Ia benar-benar tidak menyangka. Dengan membawa begitu banyak orang, ia pikir Bima pasti akan ketakutan setengah mati. Siapa sangka pria itu tetap duduk setenang gunung? Bahkan masih berani bicara besar. Mungkin… pria ini ketakutan sampai gila?

“Bang Tigor, orangnya yang ini!” kata Dimas sambil menggertakkan gigi. “Malam ini aku serahkan semuanya pada saudara-saudaramu. Selama tidak sampai mati, aku yang tanggung urusannya. Cepat selesaikan. Nanti aku traktir kalian 'main' sepuasnya!”

Dimas hanya sibuk memamerkan kesombongannya. Ia sama sekali tidak menyadari perubahan ekspresi Bang Tigor di sampingnya. Sejak melihat Bima dari pintu, pria bermuka garang itu tiba-tiba membeku. Tubuhnya terasa seperti disambar petir.

Ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang diminta Dimas untuk dihajar malam ini ternyata pria "iblis" yang ia temui tadi malam. Mengingat bagaimana mereka dihajar habis-habisan semalam, jantung Bang Tigor langsung berdegup kencang.

“Di… Dimas… apakah mungkin ada salah paham di sini?” tanyanya dengan suara sedikit gemetar.

“Salah paham apanya!” Dimas mencibir. “Orangnya memang dia! Hari ini aku harus membuatnya cacat. Berani-beraninya merebut wanita dariku!”

Ia berkata dengan arogan: “Asal kau tahu, Sari itu milikku! Kudengar dia juga punya manajer namanya Dewi. Bodinya juga bagus. Kalau kau suka, nanti aku seret gadis itu ke tempat tidurmu!”

Seluruh tubuh Bang Tigor langsung merinding. Ia merasa ingin mati saja. Menyeret Dewi ke tempat tidurnya? Apakah orang ini tahu bahwa gara-gara Dewi semalam, ia hampir saja dipotong-potong oleh pria di depannya ini?

“Bang Tigor, cepat! Urusan hari ini selesai, aku Dimas tidak akan pelit!” desak Dimas.

“Dimas…” Bang Tigor hampir putus asa. Ia sebenarnya ingin segera mundur bersama anak buahnya. Namun tiba-tiba ia melihat Bima yang duduk di sofa menggelengkan kepala pelan.

Bima jelas tidak berniat membiarkannya pergi begitu saja. Lagi pula ia sedang senggang. Sedikit hiburan juga tidak buruk. Biarkan Dimas menikmati kesombongannya sedikit lebih lama. Semakin tinggi ia melambung sekarang, semakin menyakitkan saat nanti diinjak.

Bang Tigor yang sangat peka membaca situasi langsung mengerti maksud Bima. Dalam hatinya ia memandang Dimas dengan iba. Namun di permukaan ia tetap berkata dengan garang:

“Baik! Dimas, katakan saja bagaimana kita akan mempermainkan anak ini malam ini. Selama kau yang minta, saudara-saudaraku dari Geng Cobra akan melakukannya untukmu!”

“Bagus!” Dimas menepuk tangan puas. “Aku suka saudara seperti ini!”

Ia menatap Bima dengan tatapan kejam.

“Patahkan dulu kedua kakinya. Setelah itu aku akan membereskannya sendiri!”

“Baik!”

Bang Tigor pura-pura menggulung lengan bajunya.

Barulah saat itu Bima yang sedari tadi duduk santai bergerak sedikit. Ia memandang Dimas sambil tersenyum.

“Tuan Muda Dimas benar-benar kejam. Begitu bergerak langsung ingin menghancurkan kedua kakiku?”

Dimas mencibir dingin.

“Bukan hanya kakimu! Bahkan kalau aku membuatmu jadi cacat seumur hidup pun, kau bisa apa? Menyinggungku, Dimas—kau bahkan tidak akan tahu bagaimana kau mati!”

Bima mengangkat bahu.

“Kau memang kejam. Silakan bermain sesukamu. Tapi jangan salahkan aku karena tidak mengingatkanmu.”

“Cara kau memperlakukanku hari ini… nanti akan kukembalikan dua kali lipat.”

“Persetan!” Dimas semakin marah. “Masih berani bicara besar di saat seperti ini! Bang Tigor, cepat habisi anak ini!”

Namun tepat saat itu—

BRAK!

Pintu kembali ditendang hingga terbuka.

“Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?”

1
Sastra Aksara
Terimakasih kak 😍🙏
Rio Armi Candra
kopi dah meluncur Thor 👍👍👍💪
Rio Armi Candra
jiahahaha 🤣🤣🤣🤣.. kereeeen bima👍👍👍
Jack Strom
Ihhh... Seram!!! 😁
Jack Strom
Mantap. 😁
Jack Strom
Hadeh, jadi kacau... 😔
Jack Strom
MC nya konyol namun asik!!! 😁
Jack Strom
Eh... Chapternya dah habis... 😭😭😭
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Hahaha... sudah 5 orang... 👍👍👍👍😁
Jack Strom
Eh, muncul satu lagi!!! 😁
Jack Strom
Ayo, hajar premannya!!! 😁
Jack Strom
Hahaha... Mantap!!!
Jack Strom
Hahaha... Nyosor masuk parit loe, mampooos!!! 😁
Jack Strom
Ia ia, makan teruuus!!! 😁
Jack Strom
Keren!!! 😁
Jack Strom
Hahaha... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sangat konyol!!!
Jack Strom
Mantap!!! 😁
Jack Strom
Hahaha... Dasar tukang onar!!! 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!