Dalam kehidupan sebelumnya, Vanylla Anderson adalah legenda di dunia teknologi. Ia seorang jenius yang berdiri di puncak, ditakuti sekaligus dihormati oleh banyak orang.
Namun ketika membuka mata untuk kedua kalinya, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis yang dianggap tidak berguna.
Namanya Vanylla Kennedy. Putri keluarga konglomerat yang dikenal bodoh, malas belajar, dan sering menjadi bahan ejekan di kalangan keluarga kaya.
Lebih buruk lagi, sebuah rahasia besar baru saja terungkap. Vanylla Kennedy ternyata bukan anak kandung keluarga Kennedy. Bayi yang tertukar delapan belas tahun lalu akhirnya ditemukan.
Putri asli keluarga itu, Emilly, kembali dengan kecantikan, kecerdasan, dan reputasi yang sempurna.
Sementara Vanylla hanya dianggap sebagai putri pengganti palsu yang memalukan. Ia dihina, diusir, dan dibuang dari keluarga yang dulu ia sebut rumah.
Namun sayangnya. Gadis yang mereka hina itu bukan lagi Vanylla yang dulu.
Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang Ratu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semangka
Ucapan itu membuat Vanylla tiba-tiba teringat banyak kenangan buruk.
Pemilik tubuh ini dulu memang melakukan banyak hal yang menyakiti Lisa demi memutus hubungan dengannya.
Vanylla menatap Easton dengan tulus. “Paman, dulu aku memang salah. Aku sudah melakukan banyak hal yang menyakiti Mama. Aku tahu Aku salah. Tolong maafkan aku.”
Easton memandangnya dengan wajah penuh curiga.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Bagaimana Vanylla tiba-tiba berubah seperti ini?
Ini benar-benar aneh. Seolah-olah matahari terbit dari barat.
Dia langsung berkata dengan nada peringatan. “Kalau kamu berani main trik atau menyakiti kakakku lagi, aku nggak bakal biarin kamu!”
Lisa tertawa kecil dan mencoba menenangkan suasana. “Easton, Vanylla itu anakku. Mana mungkin dia menyakitiku?”
Easton mendengus dingin. “Belum tentu! Siapa tahu dia sama nggak tahu dirinya kayak Emilly!”
Mendengar itu, Vanylla sedikit mengangkat alis.
Dari ucapan tadi, jelas bahwa Easton memiliki pendapat yang sangat buruk tentang Emilly. Sepertinya masih ada banyak hal yang belum ia ketahui.
Lisa berkata, “Sudahlah, jangan bahas lagi soal tidak tahu balas budi. Aku yakin Vanylla bukan orang seperti itu! Oh iya, kamu pasti lapar setelah kerja sampai malam begini. Di dapur masih ada mi. Ambil saja, ya. Aku mau menyiapkan tempat tidur untuk Vanylla.”
“Aku bantu, Ma,” kata Vanylla.
“Baik.”
Ibu dan anak itu kemudian masuk ke kamar untuk menyiapkan tempat tidur.
Di musim panas, sebenarnya cukup membentangkan seprai saja. Namun mereka tinggal di ruang bawah tanah. Tempat itu selalu lembap dan dingin sepanjang tahun, tidak peduli bagaimana cuaca di luar.
Lisa masih merasa canggung dengan putrinya sendiri. Karena itu, gerakan dan ucapannya terlihat hati-hati.
Bahkan saat merapikan tempat tidur, ia tidak tahu harus berkata apa, membuat suasana menjadi sedikit kaku.
Vanylla bisa merasakan sikap hati-hati itu. Dia tersenyum dan berusaha mencari topik pembicaraan.
Dia bukan pemilik tubuh ini yang asli. Namun dia yakin tidak akan mengecewakan Lisa. Di kehidupan sebelumnya, Vanylla adalah seorang yatim piatu.
Karena itu, sekarang ketika akhirnya merasakan kasih sayang seorang ibu, dia pasti akan menjaganya dengan baik.
Setelah tempat tidur selesai disiapkan, Lisa berniat membawakan potongan semangka untuk Vanylla.
Namun Easton menghentikannya dengan wajah tidak senang. “Kak, dia kan anak keluarga kaya. Katanya cuci muka saja pakai air Evian. Mana mungkin dia mau makan semangka dari tempat kumuh kayak rumah kita? Nanti malah dihina lagi.”
Easton masih ingat kejadian air Evian itu. Saat itu dia hampir saja memukul Vanylla. Kalau bukan karena Lisa menahannya, dia pasti sudah melakukannya. Gadis itu benar-benar keterlaluan waktu itu.
Lisa sedikit mengernyit. “Dia sudah mengakui kesalahannya. kamu ini pamannya, kenapa masih mempermasalahkan hal itu?”
“Hati manusia susah ditebak! Kak, anak yang kamu besarkan sendiri saja bisa jadi anak yang nggak tahu balas budi. Apalagi anak yang dibesarkan orang lain! aku cuma takut kamu bakal terluka lagi.”
Walaupun Easton terlihat agak ceroboh, dia sangat peduli pada kakaknya. Dia hanya takut Lisa akan kembali tersakiti.
“Tenang saja. Tidak akan terjadi.” Lisa berkata dengan yakin. “Alu bisa lihat dari matanya. Anak ini sudah berubah.”
Easton menghela napas. “Kak, kamu ini baru menyerah kalau sudah benar-benar kecewa.”
Lisa tersenyum, lalu membawa semangka menuju kamar Vanylla.
Sebelum pergi, dia masih sempat menoleh dan mengingatkan, “Setelah makan, cepat istirahat. kamu kalah sembilan dari sepuluh kali kalau berjudi. Jangan berjudi lagi.”
Easton mengangguk.
Tak lama kemudian Lisa tiba di kamar Vanylla sambil membawa semangka. “Makan semangka dulu, Vanylla.”
“Terima kasih, Ma.”
Vanylla mengambil sepotong semangka dengan tusuk gigi. Dia menggigitnya. Ternyata sangat manis. Bagian yang diberikan padanya adalah bagian tengah semangka.
“Mama juga makan,” kata Vanylla sambil memberikan sepotong.
Lisa tersenyum. “Mama nggak suka semangka. kamu saja yang makan.”
Seperti semua ibu di dunia, Lisa selalu ingin memberikan bagian terbaik untuk anaknya.
Hati Vanylla tiba-tiba terasa hangat. Dia meletakkan semangka itu lalu memeluk Lisa.
“Mama jangan khawatir. Aku pasti akan membuat Mama dan Paman hidup lebih baik lagi.”
recommend bgt👍👍👍
aq suka kak ,,
byk pelajaran yg bisa qta ambil dr cerita ini ,,
dtggu next episode ny yx kak