NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Action / Komedi
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan seorang agen kocak tapi cool

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana penangkapan

"Kok, kamu bisa mikir sejauh itu hanya dari beberapa nama orang yang terdengar familiar saja!?" Raisya bertanya.

Wawan kemudian menjawab. "Jarang aku akan ingat nama seseorang!"

"Kalaupun ingat alasannya hanya ada dua. Pertama orang itu dekat denganku atau orang penting, kedua dia adalah orang yang mencurigakan seperti orang-orang tadi!"

"Apalagi kalau itu beritanya benar-benar booming hingga tiap hari aku aku lihat beritanya dimana-mana hingga aku muak!" Kata Wawan.

"Lalu... Apa yang akan kita lakukan setelah ini? Perlukah kita tangkap orang-orang ini!?" Tanya Raisya sambil melirik ke layar monitor.

"Ngapain? Kita cuma ada dua orang, bagaimana bisa kita tangkap orang sebanyak itu?!" Terdengar bijak.

Tapi alasan sebenarnya adalah Wawan terlalu takut kalau harus menangkap mereka semua sendirian.

Karena kalau harus melakukan penangkapan Wawan pastinya harus melakukan itu sendiri.

Wawan takut kalau salah satu orang yang akan ia tangkap akan melakukan hal nekat seperti meledak kan tabung untuk melenyapkan bukti.

Bisa-bisa Wawan juga ikut hilang bersama bukti-bukti itu kalau sampai terjadi ledakan.

Pikir Wawan.

"Jadi. Apa kita hanya ada menangkap salah satunya saja!?" Raisya bertanya lagi.

"Ya, satu saja cukup... Dan orang ini akan jadi target kita!" Wawan menunjukan pada orang yang memiliki keterkaitan dengan sebagian besar orang yang ada di berkas.

Dari penampilannya, hanya orang ini saja yang memiliki postur tubuh kurus dan tampaknya tidak terlalu kuat.

Jadi Wawan pikir ini akan mudah.

"Arman Setiawan... Sepertinya memang hanya dia satu-satunya orang yang berguna dan perlu untuk kita tangkap!" Kata Raisya.

"Kalau begitu biar aku siapkan rencananya, kamu istirahat saja sekarang karena kamu harus berada dalam keadaan prima untuk menjalankan misi!" Wawan tak membantah.

Ia langsung mengangguk dan kemudian pergi tidur di sofa yang tak jauh dari sana.

Raisya lanjut bekerja keras untuk menyiapkan informasi yang di butuhkan dan juga memikirkan rencana penangkapan paling efisien.

Beberapa jam kemudian.

Keduanya telah berkumpul kembali di ruangan yang sama.

Tak banyak basa-basi, Raisya langsung memberikan beberapa informasi yang akan di butuhkan oleh Wawan.

"Ambil ini. Tidak banyak sih karena waktunya mepet, tapi itu masih cukup berguna untuk kelancaran misi kita!" Kata Raisya sambil memberikan secarik kertas.

Wawan langsung membacanya di tempat dan di sana Wawan di buat terkejut oleh banyaknya informasi yang sangat berguna yang Raisya kumpulkan hanya dalam waktu beberapa jam saja.

"Kamu bahkan tau kalau dalam waktu beberapa jam lagi target kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan bersama teman-teman pengusahanya!"

"Ini benar-benar mengesankan!" Kata Wawan.

Meskipun wajahnya masih datar tapi apa yang Wawan ucapakan itu benar.

Ia sangat terkesan sekarang ini.

Karena informasi telah di dapat dan rencana selesai di rancang, akhirnya tiba waktu untuk bersaksi.

Pada saat itu, jam dinding di rumah Wawan telah menunjukkan pukul 8.44 pagi.

Di rumahnya Wawan tampak sedang bersiap-siap dengan penyamarannya yang mana kali ini agak berbeda dari biasanya.

Kalau biasanya ia menyamar sebagai Ojo, kali ini Wawan akan menyamar sebagai seorang pengusaha muda.

Dan karena itu penyamarannya harus rapi selayaknya seorang pengusaha muda.

Wawan mengenakan jas rapih berwarna putih dengan rambut yang di sisir ke belakang.

Siapa sangka.

Ternyata Wawan benar-benar cocok dengan penyamarannya yang sekarang.

Ia terlihat sangat meyakinkan seperti seorang pengusaha muda yang sukses.

Di depan kaca Wawan berdiri sambil menatap dirinya sendiri.

Bahkan, Wawan pribadi pun terkejut ketika melihat penampilan yang sekarang. "Waah... Ternyata aku cukup keren juga mengenakan ini!"

"Aku yakin kalau aku keluar sekarang akan ada banyak cewek di luar sana yang tertarik dan berinisiatif untuk mendekatiku!" Agak narsis, tapi tidak sepenuhnya salah.

Memang, kalau ia keluar dari rumah sambil mengenakan pakaian seperti itu ia akan di sukai banyak orang.

Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah Wawan.

Dari mobil itu Raisya keluar dan langsung masuk ke rumah Wawan sambil celingak-celinguk melihat sekitar.

"Jadi di sini Wawan tinggal...."

"Di sini agak sunyi, tidak seperti kompleks-kompleks perumahan yang ada di luaran sana!"

"... Tapi, tempat ini cukup nyaman untuk di tinggali karena suasananya yang begitu tenang!" Ucapnya ketika ia tidak tahu apa-apa.

Andai saja Raisya tahu kalau pada saat ini semua warga komplek ini sedang ribut di rumah pak RT karena ada masalah.

Raisya pasti tidak akan berpikir tempat ini nyaman.

Setibanya di depan pintu Raisya langsung mengetuk pintu. "Wawan! Ini aku!" Terik Raisya yang api tidak begitu keras.

Wawan pun keluar sambil mengenakan penyamarannya.

Raisya yang melihat Wawan mengenakan pakaian rapih di buat terdiam dengan mata terbelalak dan pipi yang merona.

Ia tentu saja terpesona oleh ketampanan Wawan yang jarang di sadari orang.

"... Kok diam!?" Tanya Wawan sambil melambaikan tangannya tepat didepan wajah Raisya.

"Ah!!?... Enggak, aku gak apa-apa!" Raisya segera memalingkan wajahnya malu-malu.

"Kalau begitu ayo kita berangkat!" Dengan cepat Raisya berjalan dan menjauhi Wawan untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.

Wawan sendiri tidak menyadari apa-apa.

Ia hanya mengikuti dari belakang dengan santai.

Keduanya menaiki mobil dan setelah itu mereka langsung melaju ke tempat tujuan.

Tepat ketika mobil itu melaju pergi seorang perempuan dengan kepang dua muncul dan ia tampak sangat syok sekarang ini.

"Itu... Mas Wawan kan!?"

"Kok dia pergi sama cewek lain, sih. Apalagi cewek itu cantik!" Ia tampaknya merasa cemburu melihat Wawan pergi bersama seorang perempuan.

Entah ada apa antara dia dan Wawan, tapi perempuan itu langsung menangis ketika melihat Wawan di bawa pergi.

Ia kemudian melemparkan bingkisan yang ia bawa begitu saja di depan rumah Wawan dan berlari kembali sambil menangis.

"Mas Wawan jahat. Aku akan lapor pada ayah!" Ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.

Kembali pada Wawan.

Pada saat ini ia terlihat sudah tiba di tempat tujuan, yaitu rumah dari targetnya yang bernama Arman Setiawan.

Sejenak Wawan terdiam sambil melihat ke arah rumah targetnya.

Ia kemudian bertanya pada Raisya. "Kamu bilang dia akan mengadakan pesta kecil-kecilan dengan rekan-rekannya, kan!?"

"Lantas kenapa aku melihat pesat yang sangat mewah di sini!?" Tanya Wawan pada Raisya.

Raisya pun menjawab. "Ya, memang ini cuma pesta kecil-kecilan!"

"Kalau target kita itu mengadakan pesta yang besar yang datang pasti bukan hanya sekedar teman-temannya, tapi pejabat tingkat tinggi juga!"

"Lagipula... Di lihat dari manapun ini cuma pesat kecil-kecilan, kok!" Seketika Wawan terdiam.

Jiwa orang miskinnya meronta-ronta dan ingin mengacak-acak tempat yang katanya sedang mengadakan 'pesta kecil-kecilan' itu.

'Aku gak negeri sama cara pikir orang kaya.' Gumam Wawan dalam hatinya.

Segera setelah mereka siap, Wawan langsung menuruni mobil dan berbaur dengan para pengusaha lain yang juga sedang dalam perjalanan masuk ke rumah.

Karena ekspresinya yang dingin dan datar Wawan sama sekali tidak terlihat mencurigakan di mata para penjaga.

Jadi Wawan dapat masuk dengan mudah ke dalam rumah.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!