NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:642.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 24.

Pagi itu, Rumah Sakit Cakrawala terlihat jauh lebih ramai dari biasanya. Di aula utama rumah sakit, sebuah acara besar sedang berlangsung.

Spanduk besar tergantung di panggung depan.

“Peluncuran Proyek Penelitian Medis Cakrawala – Regenerasi Sel dan Terapi Penyakit Langka.”

Puluhan dokter dari berbagai rumah sakit ternama hadir. Beberapa profesor medis, peneliti, hingga perusahaan farmasi juga ikut berpartisipasi.

Proyek ini bukan proyek biasa, ini adalah proyek penelitian medis terbesar yang pernah dipimpin oleh Rumah Sakit Cakrawala.

Di salah satu sudut aula, beberapa wartawan mulai berdatangan. Mereka mendapat kabar bahwa proyek ini melibatkan Dokter Jenius yang beberapa malam kemarin menyelamatkan seseorang dengan obat racikan sendiri di sebuah pesta.

Rumor itu menyebar sangat cepat di kalangan medis.

Di ruang tunggu belakang panggung, Arunika sedang membaca beberapa dokumen penelitian. Wajahnya tetap tenang seperti biasa.

Sementara di sisi lain ruangan, Angkasa berdiri sambil berbicara dengan beberapa profesor. Namun sesekali tatapan pria itu tetap mengarah ke Arunika, seolah memastikan wanita itu baik-baik saja.

Beberapa dokter muda yang melihat pemandangan itu mulai berbisik-bisik.

“Direktur Angkasa kelihatannya benar-benar memperhatikan Dokter Arunika.”

“Aku juga merasa begitu…”

“Katanya mereka akan memimpin proyek bersama.”

Di tengah suasana itu, seseorang tiba-tiba masuk ke aula rumah sakit. Seorang pria dengan jas mahal, si tangannya ada sebuah buket bunga besar—Simon.

Langkahnya sempat terhenti saat melihat betapa ramainya tempat itu.

Beberapa dokter langsung mengenalinya.

“Bukankah itu Direktur Wijaya Group?”

“Iya… suaminya Dokter Arunika, kan?”

Simon menggenggam bunga itu sedikit lebih erat, ia akhirnya menyadari satu hal yang sangat terlambat. Wanita yang selama ini ia remehkan… adalah orang yang berharga. Bahkan sebelum ia tahu Arunika Dokter Jenius, dia sudah lama menyesalinya.

Simon menarik napas panjang, lalu ia berjalan masuk.

Di panggung depan, pembawa acara baru saja selesai memperkenalkan proyek penelitian tersebut.

“Dan sekarang, mari kita sambut pemimpin proyek ini… Direktur Rumah Sakit Cakrawala, Tuan Angkasa Wiratama.”

Suasana aula langsung hening, lalu tepuk tangan langsung bergema. Angkasa berjalan naik ke panggung dengan langkah tenang, aura kepemimpinan pria itu membuat ruangan langsung terasa berbeda.

Ia berdiri di depan mikrofon. “Terima kasih atas kehadiran semua rekan medis hari ini.”

Suara Angkasa tenang namun tegas, ia menjelaskan tujuan proyek tersebut dengan singkat namun jelas. Semua orang mendengarkan dengan serius. Setelah beberapa menit, Angkasa berhenti.

Lalu ia berkata, “Namun proyek ini tidak akan berjalan tanpa satu orang penting.”

Angkasa menoleh ke arah belakang panggung. “Pemimpin tim penelitian medis… Dokter Arunika.”

Beberapa detik ruangan itu benar-benar sunyi. Lalu Arunika berjalan naik ke panggung. Wanita itu mengenakan jas dokter putih yang sederhana, tidak ada riasan mencolok. Namun ketenangannya, justru membuatnya terlihat sangat berbeda.

Saat ia berdiri di samping Angkasa, beberapa wartawan langsung saling berbisik.

“Itu dia… dokter yang menyelamatkan Nyonya Wiratama di pesta.”

“Katanya dia menciptakan obatnya sendiri.”

“Apakah dia benar-benar dokter jenius?”

Seorang profesor medis tua tiba-tiba berkata dengan suara cukup keras, “Dokter Arunika adalah lulusan terbaik dari Universitas Tokyo Medical.”

Beberapa orang langsung terkejut.

Profesor itu melanjutkan, “Penelitiannya tentang regenerasi sel pernah membuat para profesor Jepang tercengang.”

Ruangan itu langsung menjadi riuh.

Para wartawan langsung berdiri, kamera mulai menyala.

“Dokter Arunika! Apakah benar Anda menciptakan obat untuk penyakit langka?”

“Dokter! Apakah Anda akan membuka penelitian baru?”

“Apakah Anda dokter jenius yang dibicarakan semua orang?”

Arunika berdiri tenang menghadapi semua pertanyaan itu. Namun di tengah keramaian itu, Simon berdiri di tengah aula. Tangannya masih memegang bunga, matanya menatap Arunika dengan ekspresi campur aduk.

Percampuran antara kagum, dan penyesalan. Wanita yang dulu ia anggap biasa saja… ternyata berdiri di panggung itu sebagai sosok yang luar biasa. Namun sebelum ia sempat mendekat, seorang wartawan tiba-tiba bertanya dengan suara keras.

“Dokter Arunika! Apakah benar Anda sedang dalam proses perceraian dengan Direktur Simon Wijaya?!”

Ruangan itu langsung sunyi.

Beberapa kamera langsung mengarah ke Simon yang berdiri di tengah aula. Sebelum Arunika menjawab, Simon berjalan maju dengan cepat.

Ia berdiri di depan panggung. “Arunika…”

Suaranya sedikit serak, ia mengangkat bunga di tangannya. “Aku datang untuk menjemputmu pulang.”

Beberapa orang langsung terkejut.

Simon menatap wanita itu dengan penuh penyesalan. “Aku tahu aku salah.”

“Aku tidak ingin kita bercerai.” Ia berkata dengan suara rendah namun jelas terdengar di aula yang sunyi.

Arunika menatapnya tanpa ekspresi. “Simon, ini bukan tempat untuk drama.”

Wajah Simon berubah kaku. Namun ia tetap berkata, “Aku serius.”

“Aku menyesal.” Ia menatap Arunika dengan mata memohon.

Beberapa dokter mulai berbisik-bisik.

Sbelum Arunika sempat menjawab, seorang wanita paruh baya tiba-tiba berjalan masuk ke aula. Semua orang langsung menoleh. Wanita itu adalah... Nyonya Mirna—Ibu kandung Simon.

Ia berjalan cepat menuju panggung. Begitu sampai di depan Arunika, ia langsung memegang tangan menantunya itu.

“Arunika…” Suaranya terdengar lembut. “Maafkan Simon.”

Nyonya Mirna melanjutkan, “Kami semua tahu sekarang betapa hebatnya kamu.”

“Kamu menantu kebanggaan keluarga Wijaya. Jangan bercerai dengan Simon, ya?” Ibu mertua yang selalu meremehkan dan merendahkan Arunika itu tersenyum manis.

Simon juga menatap Arunika dengan penuh harap.

Suasana aula kembali sunyi.

Namun Arunika hanya menatap wanita itu dengan tenang.

Beberapa detik berlalu.

Lalu ia menarik perlahan tangannya dari genggaman Nyonya Mirna. “Menarik.” Suaranya tetap datar.

Nyonya Mirna sedikit terkejut.

Arunika melanjutkan dengan nada halus namun tajam. “Bukankah selama ini saya hanya menantu biasa saja, yang tak punya kelebihan apapun selain tinggal di rumah?”

Ruangan itu langsung terasa dingin.

Arunika menatap langsung ke mata wanita itu. “Anda bahkan begitu mengagumi Dokter Riana… dan selalu membandingkannya dengan saya yang dianggap tidak memiliki kemampuan apa pun.”

Wajah Nyonya Mirna langsung berubah pucat.

Beberapa wartawan mulai mencatat dengan cepat.

Arunika berkata lagi dengan tenang, “Sekarang setelah Anda tahu kemampuan saya… Anda baru menganggap saya menantu kebanggaan?”

Nyonya Mirna benar-benar kehilangan kata-kata, wajahnya memerah.

Sementara Arunika menatapnya tanpa emosi. “Maaf, tapi saya tidak tertarik menjadi menantu yang baru dihargai setelah dianggap berguna.”

Lalu ia menoleh pada Simon, tatapannya dingin. “Dan soal perceraian…”

Beberapa wartawan langsung menahan napas.

“Keputusan saya tidak akan berubah.” Arunika berkata dengan tenang namun tegas.

Simon berdiri membeku, bunga mawar di tangannya terasa semakin berat.

Di sisi panggung, Angkasa berdiri diam menyaksikan semua itu. Tatapannya pada Arunika, penuh kekaguman. Wanita itu benar-benar tidak membutuhkan siapa pun untuk berdiri tegak. Dan justru karena itu, Angkasa semakin yakin pada satu hal... ia tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan wanita itu.

1
Anre1201
Orang cerdas / jenius, kadang buta saat melihat character seseorang
Deera__
Aiiihhh Othor Daebak... GK nyangka Veronica malah dijodohin ma Kenzo 🤣🤣🤣
Deera__
benar... dunia kalu dibikin serius monoton GK asikk... harus sedikit menggila makin asyiikk 🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
oalah rupanya Kenzo tidak berbahaya dan jahat... akuu minta maaf sering seudzon padamu Kenzo.. dan cepat nuduh ke kamu lagi.. aduh aku malu 🙈🙈🤭🤭
Deera__
nah kan benar... banyak yg penasaran, ingin tau, mendekat lalu kagum kemudian timbul rasa rakus dan iri dengki serta dendam.
Deera__
emak e wes gendeng dan pembunuh darah dingin psycho
Deera__
masih penasaran .. Kenzo ini dri keluarga mana????
Deera__
dia dalang dan pelaku semua masalah . Ati² kamu sedang diadu domba supanya membenci keluarga Wiratama dan wijaya
Deera__
dia ini dri keluarga mana ya???
Deera__
astaghfirullah ngeri merinding aku 😰😰 anak 18 taun jdi pembunuh, biasa aja setelah itu dan malh manusia dibuat eksperimen dn mainan. GILA ITU ORANG..
Deera__
gila manusia sinting psycho ... kek di China, negeri barat dan india itu ya.. tubuh dan organ dibuat eksperimen.
Deera__
jadi Pelaku ini namanya Kenzo... dn kejutannya ortu Veronika masih hidup cuma di sekap untk dijadikan babu meracik obat²an.. karna ortu Veronika juga orang hebat
Deera__
keknya dia sama jenius kek Arunika dan ortu Arunika. Cuma dia GK suka ada orang yang menyaingi dia. makanya dia akan melenyapkan semua orang yg menghalangi langkah hidup dia. DENGAN KOTOR DAN KEJAM
Deera__
dia sangat kenal banget dan dekat ma arunika dan orangtua Arunika. apakah dia salh satu sahabat atau rekan ortu Arunika yg berkhianat?
Deera__
Arunika jelas utama yg di cari musuh bahkan orang yg iri pdanya bakal makin banyak 🤣🤣🤣
Deera__
super jenius keturunan emak dan bapaknya ini 😍😍😍😍😍😍😍
Deera__
nah loh perlu dipertanyakan dan dites ulang dia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
si mata batin yang tajam dan instingnya kuat . peka akan sekitar /Good//Good//Good//Smile//Smile//Smile/
Deera__
jenius. real anaknya pasangan doktor Arunika ini 😍😍😍😍😍😍😍
Deera__
in You're Dream!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!