Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 6 CSKB
Universitas ganesha tempat kevin dan sahabatnya menimba ilmu Sedang di heboh kan kedatangan cogan yang masuk ke kantin ya siapa lagi kalau bukan kevin dan teman temannya.
"Ih kak kevin makin hari makin ganteng aja "
"Wow ayang gue makin cool aja bikin gue meleot deh"
"Pingin deh jadi kekasihnya kak kevin jadi selingkuhannya pun juga gak papa"
"Tapi kak dio sama kak radit gak kala ganteng juga"
Banyak lagi komentar para mahasiswi itu saat melihat robongan kevin masuk kantin.
"Hai kevin ni gue bawain bekel yang dibuat sama nyokap gue lo makan ya" ucap serly menyodorkan kotak bekalnya.
"Tidak perlu gue udah makan" ucap dingin kevin. Radit yang melihat itu langsung menghampiri serly
"Bak sini, Mayan dapat makanan gratis, mubazir kalau dibuang" seru Radit mengambil kotak bekal serly dan membukanya.
"Radit, itu punya kevin" seru serly kesal, Radit menoleh kearah kevin, lalu mengangkat bahunya.
"Dia juga tidak mau apa salah lo kasih ke gue" seru Radit langsung menyodokkan makanan ke dalam mulut.
"Emm, ini, ini terlalu asin besok besok kurangi garemnya" comen Radit, yang yang melihat tingkah Radit menjadi jengkel dia menghentakkan kakinya langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apa apa
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
"Lo beneran mau nikah vel, lo gak bercandakan" ucap ella
Velycia menyelenggarakan "gue serius" awalnya velycia pun tidak percaya dia akan dijodohkan dengan orang yang baru ia temui semalam, entah mengapa velycia yang mengingat kejadian itu mendadak kesal
" sama sape lo dinikahi, tidak sama kambing kan" anggi masih belum percaya apa yang dia dengar, velycia langsung menoleh melihat kearah anggi
"Eh mulut kagak lah mana mungkin sama kambing kaya tidak ada manusia aja, harus nikah sama kambing"sesungut velycia
" siapa namanya? Dia beneran lakik kan? "Tanya ella
"Ya elah, dia lakik lah bambang kan tidak mungkin wedok (perempuan) yang bener aja lo mana mungkin gue nikah sama sesama gue kan tidak belok, tapi... Untuk namanya siapa ya kok gue lupa" tutur velycia sambil mengingat siapa nama calon suaminya.
"Yah nanti bakalan kangen deh sama lo" merajuk anggi
" bener vel, nanti gue bakalan kangen sama lo"sahut ella yang merasa sedih, hal itu membuat velycia sedih juga, karena harus jauh dari teman-temannya
"Gue juga" mereka pun saling berpelukan.
"Lo harus janji sama kita kita jangan lupain kita yang ada disini walaupun disana lo juga dapat teman-teman baru" ucap anggi
"Kalian tenang aja, kalian selalu di hati gue tidak mungkin gue lupa sama kalian" tulus velycia dan mereke melepaskan pelukan mereka pelukan mereka.
"Emm, tapi, gimana ya nasib kak rangga dengar ini dia pasti syok. karena yang kita lihat lihat inikan, kak rangga suka sama lo vel" ucap ella bisa bisanya dia mengingat rangga di saat seperti ini
"Apaan sih lo, tidak mungkinlah kak rangga suka gue" ucap vely dia rangga tidak mungkin menyukainya, jika itu hanya sebatas teman saja.
"Ella bener vel, dari dia menatap lo beda banget sama kita, seperti lebih intes begitu, emang lo nggak ngerasa" ujar anggi
"Emang gue gak ngerasa"ucap vely ella dan anggi hanya bisa menghela nafas panjangnya. Capek kerena vy tidak pekaan terhadap sekitarnya.
Tidak terasa hari semakin siang dan matahari pun sudah berada ditengah-tengah. Belum yang sudah pulang berbaring dikamarnya dengan ditemani bantal dan ponselnya melihat drama kesukaannya. Tanpa dia sadari ada yang menunggunya diruang tamu.
" nak kevin sudah lama disini? "Ucap winda. Yang menunggu vely sejak tadi
" belum tante, Kevin baru beberapa menit disini " jujur kevin.
"Kamu sudah makan belum! Atau mau makan dulu? " tanya winda
"Tidak usah tante, tadi sebelum kesini udah makan"
"Ya sudah, tante panggively dulu" ucap winda diangguki kevin, lalu winda pun naik keatas menuju kamar putrinya
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kamar vely.
"Siapa sih,? " vely beranjak dari kasur dan membuka pintu
"Mah ada apa! Gangguin adek masih nonton saja"geruntu vely
"Dek, kamu sudah siap? "Tanya winda, vely mengerutkan keningnya
" udah siap apa? "Tanya balik vely.
" ya ampun dek, kamu lupa kalau mau fitting baju hari ini. Gimana sih? "
"Oemo (ya ampun) adek lupa gimana ini? "Ucapnya sambil mondar-mandir.
" ya kamu siap siap bukan mondar-mandir kaya seterikaan"keluh winda
"Oh ya bener" ucap vely langsung lari masuk membanting pintu dengan keras
Brakk..
Suara gebrakan pintu mengagetkan winda lalu dia geleng-geleng kepala melihat putrinya itu
Setelah selesai mandi, vely berjalan menuju walk in closet dan membuka lemari matanya tertuju pada dress warna Navy selutut. Vely mengambil dan memakainya setelah itu dia mempoles bedak diwajahnya agar terlihat natural. Sebagai sentuhan terakhir dia mengoles liptint di bibirnya dan merasa penampilannya sudah bagus vely pun turun ke bawah dengan percaya diri.
Tap.. Tap.. Tap...
Di lantai bawah kevin mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga dia pun menoleh
Deg
Kevin terpaku melihat kecantikan velycia yang mempesona yang membuatnya tidak berkedip. Vely jalan mendekati kevin sambil senyam senyum tidak jelas
"Woi, kok melamun terpesona lo sama gue kan? " percaya diri vely. Kevin yang disenggol pun tersadar
"Dih, geer " ucap kevin memalingkan wajahnya kearah lain, yang bersemu merah
"Eleh bohong, kenapa tuh muka merah kaya saus tomat, naksir lo sama gue yakan, yakan, ngaku aja deh, kalau velycia yang cantik jelita titisan dari para putri ini sangatt.. Mempesona, yang tidak bisa bikin seorang kevin berpaling dari gue "ucap vely yang menaikkan alisnya menggoda kevin.
"Dih, narsis titisan para putri yang ada titisan dari dugong" ucap kevin keluar sambil terkekeh melihat wajah syoknya vely
"Eh, enak aja lo bilang titisan dari dugong lo kira gue ikan, tapi..kalau ikan cupang boleh lah..."ucap velycia sambil berjalan lenggak lenggok mengikuti kevin.