Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelah
Jadwal Bu Julia (Irma)
Jadwal IPA, 1 Minggu ada 5 les (2 kali pertemuan)
Senin : upb, 7⁶ (2,3&4), 7⁷ (6,7&8)
Selasa : 7⁶ (1&2), 7⁸ (4,5,&6)
Rabu : 7⁷ (1&2), 8¹ (5,6&7)
Kamis : 7⁸ (1&2), 8² (6&7)
Jum'at : 8¹ (1&2)
Sabtu : 8² (1&2)
...----------------...
Setelah menulis jadwal mereka pun melanjutkan obrolan yang sempurna terhenti sebelumnya, sungguh mereka tidak menyangka menulis saja sangat melelahkan. Mana sebentar lagi sudah hampir jam istirahat, dan mereka semua takut kalau guru pamong nya akan marah.
Kini para guru dan siswa telah keluar dari ruangan kelas, guru pamong pun menghampiri mereka di meja piket. Suasana menjadi tegang, bahkan mahasiswa dari kampus sebelah juga merasa ketegangannya. Mereka sebenarnya belum mengetahui apa yang di perintahkan oleh guru pamong itu kepada mahasiswa bimbingannya, tetapi mereka merasa hawa yang tidak enak.
" Mengapa semua guru pamong mereka di meja piket?" tanya Khalid
" Aku juga tidak mengetahuinya, tetapi hawa di sini sangat tidak enak." ucap Kenan
" Aku kira aku saja yang merasakan hawa itu, ternyata kalian juga." ucap Kurniawan
" Mudah-mudahan saja mereka tidak di apa-apain, melihat wajah guru pamong mereka saja sudah sangat menyeramkan." ucap Jenny
" Sebenarnya aku juga penasaran dengan alasan para guru pamong itu ke meja piket, tetapi aku tidak mau merasakan hawa dingin itu." ucap Jessica
" Sudahlah kita melihat dari sini saja, nanti kalau para guru sudah pergi kita baru menemui mereka." ucap Jovita.
Mereka terus memperhatikan, jiwa penasaran mereka meronta-ronta. Tetapi mereka tidak berani dengan para guru itu, dan mereka hanya menyaksikan dari kejauhan saja. Dan berharap semuanya akan baik-baik saja, walaupun sebenarnya mereka sudah sangat khawatir.
" Apakah kalian sudah menyelesaikan tugas yang kami berikan?" tanya Haris
" Sudah pak " jawab Irma dan mereka semua segera memberikan jadwal yang di catat kepada guru pembimbingnya masing-masing.
Para guru itu pun mengecek tugas yang mereka berikan, dan setelah semuanya mengecek. Akhirnya mereka pun tersenyum karena semuanya mengerjakan tugas tersebut, sebenarnya tugasnya sepele. Tetapi bila tidak mengerjakan, tentunya pamongnya pasti akan sangat kecewa.
" Setelah jam masuk nanti, kalian ikut kami ke dalam kelas. Kita akan melakukan perkenalan dengan para siswa." ucap Bu Jasmine dan tentunya mereka terkejut.
" Maaf sebelumnya Bu, bukannya kita masuk ke ruangan kelas seharusnya Minggu depan ya?" tanya Ira dengan sesopan mungkin walaupun sebenarnya ia merasa takut.
" Memang seharusnya kalian masuk Minggu depan, tapi setelah pertimbangan. Akhirnya kami memutuskan untuk kalian masuk ke kelas hari ini juga, dengan begitu para siswa juga mengetahui kalau kalian akan mengajar mata pelajaran apa." jelas pak Kevin.
" Baiklah Bu, kami akan mengikuti perintah ibu." jawab intan
" Ya sudah, nanti begitu bel langsung masuk ke kelas yang sesuai dengan jadwal ya. Dan bagi yang kosong di jam berikutnya baru akan masuk kelas." jelas Bu Julia.
" Baik Bu." jawab mereka serentak
Tentunya yang jantung mereka berdebar dengan sangat kencang, dan akhirnya terdengar bunyi bel masuk ke kelas. Saat ini jam menunjukkan waktunya masuk jam ke-4, Mereka pun mulai memasuki ruangan kelas.
Grace mulai melangkahkan kakinya masuk ke ruangan 8¹, tentunya ia pergi tanpa Bu Ika. Karena memang Bu Ika telah memintanya untuk pergi lebih dulu ke ruangan, dan dia pun memperkenalkan diri kepada para siswa di kelas tersebut.
" Halo semuanya, perkenalkan nama saya Grace Hanif dan kalian semua bisa memanggil saya Miss Grace. Saya adalah mahasiswa bimbingan Bu Ika, dan selama beberapa bulan ke depan saya yang akan bersama dengan Bu Ika untuk mengajarkan pembelajaran bahasa Indonesia kepada kalian."
" Halo Miss Grace, akhirnya Miss masuk ke kelas kami juga." ucap salah seorang siswa.
" Adakah pertanyaan sebelum kita memulai pembelajaran anak-anak?"
" Miss dari universitas mana?"
" Saya dari universitas a."
" Miss magang sama berapa bulan?"
" Kurang lebih sekitar 4 bulan."
" Alamat rumah Miss di mana?"
" Saya ngekos di dekat universitas a."
" Umur mis saat ini berapa?"
" Saat ini usia saya masih 19 tahun."
" Miss masih sangat muda dan juga cantik."
" Jangan memuji, nanti telinga saya naik bisa jadi bahaya." ucapnya yang diiringi dengan tawa dan mereka semua pun tertawa.
" Ternyata miss lucu juga ya."
" Satu yang perlu saya tekankan kepada kalian, Saya orangnya tidak terlalu serius amat. tapi jika jam proses pembelajaran Saya tidak ingin ada yang melakukan hal lain selain pembelajaran, terserah kalian jika ingin bercanda dengan saya di luar jam pembelajaran. Saya orangnya cukup tegas saat jam pembelajaran, tetapi untuk hari ini saya tidak akan terlalu menekankan kalian pada pembelajaran karena ini adalah pertemuan pertama kita." jelasnya dan tentu saja suasana di ruangan kelas itu menegang, mereka sangat tidak menyangka kalau guru magang Mereka ternyata adalah orang seperti itu. Suasana di situ mencekamkan, dan mereka merasa takut kalau telah berbuat sesuatu pasti akan mendapatkan hukuman yang berat.
' Ternyata miss Grace sangat mengerikan, Tapi nggak papa deh daripada harus menghadapi Bu Ika yang main tangan.' batin seorang siswa.
" Kalian semua paham dengan prinsip saya yang baru saja saya jelaskan dan kalian mengerti?"
" Kami mengerti Miss." jawab mereka secara serentak.
" Syukurlah kalau kalian mengerti dengan apa yang baru saja saya jelaskan, Dan saya harap tidak akan terjadi penyitaan buku atau apapun di dalam ruangan kelas ini. Apalagi kelas ini saya dengar ada kelas unggulan, Saya harap kalian tidak mencemarkan nama kelas unggulan." ucapnya dengan tegas
" Baik Miss."
" Kalau begitu usahakan buka bukunya halaman... dan silakan dikerjakan." ucapnya dan semua siswa itu pun langsung mengerjakan tugas yang telah diberikan, entah kenapa mereka merasakan aura yang sangat mengerikan dari grace dan mereka merasa takut.
...----------------...
Saat ini Intan sedang memasuki ruangan 8³, tentunya awalnya jantungnya berdebar-debar karena ini adalah momen pertamanya masuk ke dalam ruangan kelas. Ia pun menatap ke arah sekeliling siswa, dan ia pun mencoba menenangkan dirinya setelah itu memperkenalkan dirinya di hadapan kelas.
" Halo semuanya, perkenalkan nama saya Intan Hilman. kalian bisa memanggil saya dengan sebutan Miss Intan dan saya mengajar bahasa Indonesia bersama dengan Pak Kevin, selama beberapa bulan ke depan saya akan selalu bersama dengan Pak Kevin untuk mengajarkan pembelajaran bahasa Indonesia kepada kalian. Saya harap kalian bisa belajar dengan baik, dan tidak akan mengecewakan saya serta pak Kevin."
" Halo Miss Intan."
" Ada pertanyaan sebelum kita memulai proses pembelajaran?"
" Miss Intan dari universitas mana?"
" Saya berasal dari universitas a."
" Kira-kira berapa lama ya misalkan magang di sini bersama dengan Pak Kevin?"
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)