NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Mengingat nama teman chatnya yang dulunya mengaku dengan nama Gunawan Rio, yang biasa disebut kak Rio atau kak Gun. Meski ternyata nama aslinya sangat jauh sekali dari namanya saat itu. Sazi hanya tersenyum sambil geleng kepala.

Menatap isian chat yang ia baca lagi dan lagi, seolah tidak ada bosannya dan menjadi hiburan tersendiri. Karena saat itu, saat dimana Sazi sedang kalut dan merindukan sosok ayahnya hanya Rio alias Fadli lah yang bisa menghiburnya saat itu dibalik chat misterius itu.

Namun ketika ia dihadapkan oleh kenyataannya saat ini, sungguh banyak kejutan yang terjadi dalam hidupnya yang begitu penuh drama. dan lagi Sazi hanya bisa menertawakan nasibnya sendiri meskipun pada akhirnya airmatanya jatuh begitu saja tanpa ia duga.

"Lucu banget sih nasib gue, kok kayak begini amat enggak ada enak enaknya. Gue kira jadi orang yang nikah sama orang kaya bakal hidup bahagia, taunya gue dah kayak janda aja." kedua netranya menerawang menatap langit yang sudah mulai menggelap.

"Gue harus lulus cepet biar bisa keluar dari rumah ini, ya harus, gue enggak mau jadi penghalang di hubungannya bang Fadli sama tuh cewek."

"Kenapa jadi dewasa tuh rumit banget ya" begitulah Sazi bicara pada dirinya sendiri, ditemani dengan hembusan semilir angin malam saat itu.

Dimana Sadewa jangan ditanya dia sudah ke alam mimpi sedari tadi. Di tempat lain Fadli sedang bertemu dengan Bryan teman lamanya itu. Orang yang selalu Nadia kejar namun tak pernah sekalipun Bryan menanggapinya. Apalagi Bryan tahu perasaannya Fadli saat itu.

Bryan hanya tak mau menambah masalah lagi dalam hidupnya apalagi harus rebutan cewek seolah hanya satu cewek cantik didunia ini. Oh tidak,.. Bryan yang tampan tajir tak mungkin kehabisan cewek cantik dalam hidupnya.

Ia hanya tak ingin ada konflik antara ia dan Fadli, meski kadang sikapnya suka membuat Fadli kesal juga.

"Ada apa bro long time no see ya, lama banget kita enggak ketemu, aku dengar kamu sudah menikah, dimana istrimu?."

"Jangan bilang kamu tidak mengajaknya bro, haish sungguh kasian sekali nasib istrimu itu, aku jadi penasaran ingin mengenalnya, boleh nggak?."

"Apa apaan sih kau Bryan, baru bertemu malah sudah mau mancing ribut sama aku hmm."

"Cih hahaha, kau tidak berubah Fad, hahaha, btw kompetesi Olimpiade Renangmu sebentar lagi ya?."

"Ya begitulah, aku masih harus terus berlatih."

"Semangat Sob, semoga elo bisa menang lagi buat jadi perwakilan negara kita ya?."

"Hmm semoga saja."

"Bryan, besok pagi aku akan kembali ke Bandung bisa titip Nadia, dia ada dihotel sebenarnya dia baru baru ini baru saja keluar dari rumah sakit dan masih dalam masa pemulihan."

"Hmm aku mengerti, pergilah biar Nadia aku tangani."

"Terimakasih Bro enggak sia sia gue telp elo."

"Kita teman dah lama Fad, santai aja."

Begitulah percakapan mereka saat di coffe shop malam itu. setelahnya keduanya sama sama saling berpamitan ke hotelnya masing masing. Fadli langsung mempersiapkan dirinya untuk segera mengatur keberangkatannya untuk esok pagi.

Di Bandung

Sazi yang Sadewa kira masih tertidur pulas entah jam berapa ia tidur semalam. Sadewa mengetuk pintu kamarnya berkali kali.

"Sazi, wey bangun jogging yok, hari libur gini biar seger." namun tak ada jawaban dibalik kamar yang tertutup pintu berwarna coklat itu.

"Sazi woe lah kebo banget elo dasar Miss tidurnya ga berubah juga dari dulu."

"SAZIII KEBAKARAN KEBAKARAN, KEBANJIRAN TSUNAMI SAZIII ASTAGA!, kudu pake toa masjid kali gue bangunin nih cewek gue dah teriak teriak masih belum bangun juga." ucap Sadewa dengan lantangnya yang kesabarannya mulai setipis kulit ari.

Padahal tidak tau saja saat ini Sazi sedang bersusah payah belajar renang seorang diridi area kolam renang.

Saat sudah selesai ia menemukan Sadewa yang sudah ngreog di depan kamarnya. Sazi hanya tertawa sambil melewati Sadewa yang tubuhnya sudah ditutupi oleh handuk kimono dan sedang mengeringkan rambutnya dengan memakai handuk kecil berwarna putih.

"Ngapain WA, haha?."

"Pagi pagi dah ngomel, cepet tua loh."

"Seketika Sadewa langsung mendelik, astaga Sazi gue kira elo belom bangun pantes kagak nyaut nyaut, ah elah gue jadi capek sendiri kan jadinya, tanggung jawab buatin gue sarapan ya hehe, gue mau ajak jogging padahal."

"Gas."

"Sekalian nyari sarapan."

"Yaudah ayo sana ganti baju dulu."

Ditempat lain seseorang sedang berada dibandara dan sudah berjalan dan hendak menaikinya pesawat. Hatinya sudah merasa lega dan ada rasa kangen pada istrinya entah kenapa Fadli juga tidak tau. tapi mengingat foto yang melihat kebersamaannya dengan sosok pria yang tak lain adalah sepupunya sendiri membuat rahangnya kembali mengeras.

Berusaha menghubungi Sazi berkali kali namun tak juga di angkat, ia mengeratkan ponselnya yang berada di genggamannya itu.

Sedangkan Sazi sedang menikmati cilok dan jajanan lainnya bersama Dewa saat itu. "Aah gila wa, enak banget gue beli dua bungkus lagi deh, Wa kesebalah sana yuk kayaknya dia somay dan cakue beli sekaliybuat si kakek ayah dan mama, itu tukang nasi uduk sama gorengan kayaknya enak."

"Ketoprak aja yuk Zi, gue lagi pengen ketoprak dah lama banget"

"Yaudah ayo, beli semua, kan elo yang traktir haha."

"Anjay marinjay takojay kojay ga enak endingnya cuy."

"Kan elo yang ngajak Wa, ya elo lah yang bayar haha."

"Hahaha iya Zi gue becanda,"

"Ayo gaslah,"

"Ciyee baru berapa hari Udha bisa niru bahasa gue elo Wa haha, tau artinya kagak?."

Sadewa hanya menggeleng"Emang apa artinya?."

"Sama gue juga kagak tau wkwkw."

"Anjir gue pikir elo tau haha kocak."

Tak lama keduanya di kejutkan dengan suara mobil yang berhenti didepan kedua netra mereka. Sosok itu membuka kaca mobil secara slow motion. Menampilkan kaca mata hitam yang dipakai dengan pakaian yang seksoynya selevel model papan atas

Tersenyum melihat kedekatan Sazi dan Sadewa, ia melirik memperhatikan Sadewa dari atas sampai bawah. Sadewa dan Sazi hanya berdiri mengamati saja dengan santai apa maunya wanita itu coba.

"Hi Sazi, masih ingat sama saya?."

"Ayu, ada apa kamu kesini?."

"Baguslah kalau kamu ingat sama saya, hmm gimana foto fotonya bagus kan?."

"Gimana ya kalo saya sebar ke media sosial Dan BOOM karir dan reputasi suami kamu hancur seketika hmm."

Sazi hanya menarik nafas seraya menghembuskannya perlahan. namun Sadewa yang menyimak pembicaraan keduanya menjadi geram. "Zi enggak usah didengar yuk jalan lagi."

"Hmm kamu Sadewa kan, kamu enggak takut jika Fadli tau ternyata kamu sudah mencintai Sazi sejak lama."

"Apaan sih, kalau bicara tuh yang benar, udah Zi kita pergi dasar cewek gila!." Sadewa berhasil membuat Ayu Qibtia geram, hingga emosinya terpancing dengan mudahnya. Sedangkan dewa langsung menarik tangan Sazi untuk menjauh dari wanita itu.

"HEY GUE ENGGAK GILA YAH, AWAS KALIAN, GUE PASTIKAN KALIAN AKAN HANCUR!." ancam Ayu yang saking geram ya ia langsung turun dari mobil dan mereog teriak teriak pada Sazi dan Sadewa di dalam keramaian pasar pagi saat itu.

"Aaargh sial." ucap ayu kesal hingga menutup mobil ya dengan kencang. Sampai semua orang disekitar itu menatap heran pada ayu.

Bahkan ada yang merekam kejadian itu. "SEORANG WANITA SEKSI BERPaKAIAN ALA MODEL TERIAK TERIAK SEPERTI ORANG GILA DIJALANAN PASAR KAMPUNG A DIDUGA MEMERGOKI PACARNYA YANG SEDANG JAJAN DIPASAR ITU TAK TERIMA DI PUTUS BEGITU SAJA." posting, dan tak lama viral.

Fadli melihat kabara diberanda kedua netranya terbelalak, hah Ayu, kenapa dia?."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!