NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab enam

"Hah, kecelakaan? Mana mungkin Jake ada di sini."

Seketika Caroline menutup mulutnya. Ia lupa bahwa di hadapannya saat ini bukanlah Jake melainkan Tommy. "Iya, maaf saya salah bicara," ucap Cafoline dengan nada gugup.

"Saya akan segera kesana," ucap Caroline. Ia memutuskan panggilannya. "Biarkan saja, lagi pula dia tidak membutuhkan ku."

Jake membuat masalah kenapa ia harus kenak getahnya.

Caroline memilih menemani kakek dan neneknya mengantarkan ke bandara.

...

Bulu mata lentik itu perlahan bergerak. Dia melihat sekelilingnya yang berwarna cat putih. Bau obatan yang menyengat dan tangannya terasa nyilu.

Dia teringat saat mengalami sebuah kecelakaan saat ingin ke bandara.

"Hah, dimana Caroline?"

"Tuan Jake, anda sudah sadar." Seorang pria menghmapiri Jake. Dia Anton sang sekertaris sekaligus tangan kanan Jake.

Tadi pagi pihak rumah sakit menghubunginya saat ia sedang berada di kantor. Selama ini Jake menyuruhnya menemani Tommy saat dia bersama dengan Aurora.

Jake menatap ponselnya. Ia lupa bahwa Tommy yang saat ini sedang menemani Caroline jadinya ia tidak bisa menghubungi Caroline.

"Tuan saya sudah menghubungi Nona Aurora bahwa tuan mengalami kecelakaan. Nona bersikeras datang kesini, tapi saya melarangnya." Tutur Anton. Dia mengerutkan keningnya karena tidak ada respon dari sang tuan.

Jake menghubungi Tommy agar menemuinya. Sedangkan Tommy langsung berlari menaiki taksi tanpa memberitau pada Caroline tentang kepergiannya. Dia mengabaikan Caroline begitu saja.

"Pasti dia mau ke rumah sakit," ucap Caroline tersenyum sinis. "Bagaimana kalau aku membuat kejutan padanya? Pastinya dia senang."

...

"Jake," Nafas Tommy ngos-ngosan karena berlari. Ia ingin melihat keadaan kakaknya itu. "Kau baik-baik saja. Apa ada luka yang serius?"

Jake tersenyum penuh kehangatan. "Tidak. Hanya luka di dahi ku."

Tommy mengelus dadanya. "Aku dari bandara langsung kesini."

Jake mengerutkan keningnya. "Kenapa dari bandara? Jangan bilang kau mengizinkan Caroline perg." Tuduhnya.

"Bukan, Nenek dan Kakek mengunjungi kami."

Deg

Jake mulai gelisah, wajah khawatirnya begitu terlihat jelas dan sangat mudah terbaca.

Tommy tertawa, ia menggelengkan kepalanya. Lucu sekali melihat wajah itu. "Jangan khawatir Kak. Kami tidak membicarakan apa pun. Oh iya, apa Aurora sudah tau. Dia pasti khawatir."

"Jangan! Aurora pasti khawatir." Jake tidak ingin membuat kekasihnya gelisah. Lebih baik ia di salahkan karena datang terlambat. Ia lebih ingin di marahi saja. "Apa Caroline tau aku di sini?"

Tommy menyandarkan punggung sambil menyilangkan kedua tangannya. "Kakak, apa kau membutuhkan Caroline? Tentu saja dia tidak tau. Bagaimana mungkin aku mengatakannya sedangkan tadi aku baik-baik saja. Kakak tenang saja, aku yang akan merawat Kakak. Lagi pula Kakak tidak suka dengan Caroline."

Jake membuang wajahnya. Hatinya lebih tidak menyukai kehadiran Tommy. Ingin sekali ia mengatakannya.

Keesokan harinya, tepat malam harinya. Seorang wanita dengan memakai sebuah dres warna merah terkejut melihat kekasihnya terbaring di brankar dengan perban di kepalanya.

"Jake."

Sontak Jake membuka kedua matanya, begitupun dengan Tommy yang tidur di sofa beranjak duduk. Keduanya merasa lelah dan akhirnya tertidur.

"Aurora."

Kedua pria itu saling tatap dengan penuh tanda tanya. Tommy mencurigai Jake begitu pun sebaliknya karena tidak ada yang menghubungi Aurora.

"Jake aku sangat sedih karena mendengarkan kau kecelakaan," ucapnya sambil menangis.

Aurora memeluk Jake dengan erat. "Aku sangat merindukan mu. Aku kira kau melupakan aku makanya kau tidak menghubungi ku."

Jake mengurai pelukannya. Ia bingung dengan Aurora yang tiba-tiba mendatanginya. "Siapa yang menghubungi mu? Apa Tommy?"

"Jake aku tidak mungkin ingkar janji." Tommy mengelak.

"Aku yang menghubunginya."

Jake, Tommy dan Aurora langsung menoleh ke arah pintu. Ketiga orang itu terkejut, bukan hanya itu saja. Bahkan jantung mereka terasa di cabut. Tubuh Jake langsung panas dingin begitu pun Tommy, dia mengepalkan kedua tangannya.

"Apa maksud mu?" Sarkas Tommy.

Dia menarik lengan Caroline tepat ke hadapan Jake dan Aurora.

"Kau yang memanggil Aurora kesini?" Tanya Tommy memastikan. Ia tidak percaya bahwa Caroline yang cinta mati pada Jake melakukannya.

Caroline mengangguk sambil tersenyum. "Iya aku melakukannya. Tidak usah berterima kasih pada ku. Aku senang kalian di pertemukan lagi."

Caroline melirik lengannya. "Bisakah kau melepaskan aku?"

Tommy melepaskan tangannya. Ia tidak paham dengan isi kepala Caroline. "Apa kau merencanakan sesuatu?"

Caroline menatap Tommy kemudian mendekatkan wajahnya. "Apa aku terlihat ingin melakukan sesuatu?"

Jake mengerutkan keningnya sambil menatap tajam. "Caroline jangan berbuat semaumu."

"Aku ... aku tidak ingin melakukan apa pun. Aku berbaik hati pada kalian. Aku sudah tau bahwa kalian kembar."

Jake dan Tommy saling tatap, tidak mungkin Caroline juga tau bahwa merek sering bertukar identitas.

"Apa yang kau tau dari kami? Apa kau bisa membedakan siapa suami mu?" Tanya Jake.

Caroline tersenyum, ia tidak akan jujur pada mereka bahwa sebenarnya ia sudah tau. "Tentu saja, dia suami ku Jake." Tunjuknya pada Tommy. "Tapi ya sekarang bukan suami lagi. Karena kami sudah bercerai."

"Apa?" Teriak Jake terkejut. Dia tidak merasa menandatangani surat perceraian.

Begitu memahami keadaan, ia menoleh ke arah adiknya, Tommy. Pasti adiknyalah yang berbuat semaunya.

"Itu bukan ..." Jake menahan ucapannya untuk tidak melanjutkannya. Selamanya perceraian itu tidak sah karena ia tidak pernah melakukannya.

Aurora tersenyum tipis, ia menghampiri  Caroline dan menggenggam tangannya. Berpura-pura sedih dan tidak menerima perceraian mereka. "Kakak apa yang kamu lakukan. Jake pasti sedih, aku tidak bermaksud merebut Jake dari mu."

Caroline tersenyum melihat tangan Aurora yang menggenggam tangannya. "Kau tidak perlu khawatir. Jake memang milik mu. Kami menikah karena perjodohan. Kau tenang saja aku tidak akan mengganggu hubungan kalian." Ucap Caroline. Ia melihat Jake dan Tommy.

Apa-apaan ini? Kenapa Caroline tidak marah. Seharusnya dia marah pada ku batin Aurora.

Caroline melepaskan tangannya. Ia merasa jijik tangannya di sentuh wanita licik seperti Aurora. "Aku pergi dulu. Kalian bersenang-senang lah."

Jake dan Tommy tak mampu mengatakan apa pun. Sedangkan Jake langsung menatap tajam pada Tommy.

"Aurora keluarlah ada beberapa hal yang ingin aku katakan pada Tommy."

Aurora menatap Tommy, ia tidak setuju untuk meninggalkan mereka berdua.

"Tapi Jake aku ..."

"Aurora keluarlah sebentar." Jake mengulang perintahnya dengan nada dingin.

Aurora tidak bisa menolaknya karena ia merasa suasana ruangan ini begitu dingin. Apa lagi Jake terlihat kesal.

Setelah melihat Aurora pergi Jake langsung menarik kerah baju Tommy. "Apa yang kau lakukan? Kau menandatangani surat perceraian tanpa izin ku." Geramnya.

Tommy melihat tangan Jake. "Aku hanya merasa ini kesempatan bagus. Jadi aku melakukannya. Jake, ini kesempatan kita membahagiakan Aurora. Tidak ada yang menghalangi kita."

"Sudah cukup alasan yang kamu buat. Tidak masuk akal. Kebahagiaan, tapi kehancuran yang kamu buat. Apa kau kira nenek dan kakek tidak akan mengetahuinya?"

Jake melepaskan kerah pekaian Tommy. "Sebaiknya kau tidak perlu ikut campur lagi dengan urusan ku."

Hatinya memberontak untuk bercerai dengan Caroline dan pikirannya sangat kacau. Hatinya begitu bergetar ketakutan.

"Anton selidiki keberadaan Caroline."

Jake menutup ponselnya, ia mengepalkan tangannya begitu erat. Ingin sekali ia meninju Tommy.

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!