Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Hari yang di tunggu oleh Dani dan keluarga nya sudah tiba, hari ini mereka akan pergi ke Vila dan melihat perkebunan teh di puncak. Mela sudah memberi tahu ibu nya bahwa dia dan Dani akan datang ke sana.
"Akhir nya kita pergi juga, ibu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang tua mu!" Bu Ana berkata dengan wajah bahagia.
"Iya bu, aku juga udah ngasih tahu ibu ku bahwa hari ini mas Dani dan keluarga nya akan datang. Ibu ku sudah membuat persiapan menyambut kita bu!" Ujar Mela sambil tersenyum.
Dani dan keluarga nya sedikit pun tidak perduli dengan perasan Marsya, mereka merasa bahwa mereka sudah menemukan wanita yang kaya raya, wanita yang pantas menjadi menantu dan istri untuk Dani.
Setelah mobil nya Dani pergi, Marsya pun segera pergi dari rumah. Dia pergi ke toko kue nya, setelah itu dia akan pergi ke rumah orang tua nya. Bulan depan adalah acara pertunangan Galih dan Arum, Marsya berencana untuk memberi kejutan untuk Dani dan Mela dalam acara itu.
Marsya akan memberikan kejutan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan di dalam hidup mereka, Marsya berniat memperlakukan Dani dan juga Mela di dalam acara itu. Sebagai karyawan kantor nya Arum, sudah pasti mereka akan di undang. Marsya tidak akan menyia - nyia kan kesempatan untuk memperlakukan mereka berdua.
Di tempat yang berbeda, di sebuah Vila mewah di puncak. Seorang wanita tampak sedang mempersiapkan kedatangan anak nya, Wanita itu adalah bu Nani, ibu nya Mela.
"Aku senang sekali, akhir nya anak ku akan mendapat kan laki- laki kaya raya. Aku akan menyambut mereka, aku akan membuat mereka terkesan dengan mewah nya tempat ini!" Guman Bu Nani.
Bu Nani dan suami nya tinggal di sebuah rumah kecil di belakang Vila itu, Vila itu adalah milik majikan nya sekaligus pemilik perkebunan teh ini. Suami nya, pak Anton di tugas kan sebagai mandor yang mengawasi perkebunan ini. Sedang kan dia bekerja sebagai buruh pemetik daun teh, selain itu mereka di tugas kan untuk mengurus dan menjaga Vila keluarga itu.
"Wah, udara nya sejuk banget!" Bu Ana membuka kaca mobil ketika mobil mulai memasuki area perkebunan yang luas.
"Iya bu, aku udah gak sabar lagi untuk melihat Vila keluarga nya mbak Mela!" Bela pun tampak sangat antusias.
"Sabar, bentar lagi kita sampai kok!" Jawab Mela sambil tersenyum.
Mela tampak bersemangat, dia berperan sebagai penunuk jalan. Mela ingin agar Dani segera menikahi nya, dan dia mengaku sebagai orang kaya yang memiliki kebun teh dan juga Vila Mewah. Mela tidak sabar ingin segera menjadi istri dari seorang manager, padahal tanpa dia ketahui bahwa semua itu di dapat kan oleh Dani karena Marsya yang merekomendasi kan nya pada Arum.
"Kita udah tiba mas, itu Vila nya!" Mela menunjuk kan sebuah Vila bersantai 2 yang sudah mulai terlihat di depan mata mereka.
"Wah mewah banget!" Bela tampak takjub melihat pemandangan di depan mata nya.
Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah Vila mewah bersantai 2, tak henti - henti nya bu Ana berdecak kagum melihat kemewahan nya.
Mela segera turun dari dalam mobil, seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka dengan sangat antusias.
"Ibu,,,!" Mela segera memeluk ibu nya.
"Kamu sudah datang sayang!" Bu Nani pun memeluk erat tubuh putri nya.
"Bu, kenalin ini mas Dani, ibu serta adik nya!" Mela memperkenalkan mereka pada ibu nya.
"Selamat datang, saya bu Nani, ibu nya Mela!" Bu Nani memperkenalkan diri nya pada mereka.
"Saya ibu nya Dani, senang sekali bisa bertemu dengan ibu!" Bu Ana langsung memeluk ibu nya Mela dengan hangat.
Tak lupa Dani pun mencium tangan ibu nya Mela, di ikuti oleh Bela. Mereka sangat senang karena impian mereka untuk menikah kan Dani dengan wanita kaya raya akan segera terwujud.
"Mari masuk!" Bu Nani pun mempersilahkan tamu nya masuk.
Bu Ana semakin kagum setelah masuk ke dalam Vila itu, semua sudut Vila itu tampak mewah dan elegan.
'Dani memang pintar, dia berhasil mendapat kan wanita yang kaya raya. Aku tidak sabar lagi untuk menikah kan Dani dan Mela, aku akan ikut senang dan bisa menikmati kekayaan keluarga nya Mela!' Batin Bu Ana di dalam hati.
"Ibu, mas, Bela, kalian istirahat dulu ya. Aku mau bicara sebentar sama ibu!" Mela berkata pada mereka.
"Iya nak Mela, gak papa kok!" Jawab bu Ana sambil tersenyum.
Mela dan ibu nya segera pergi dari hadapan mereka, mereka pergi ke area dapur.
"Gimana bu? Aman kan? Pemilik Vila ini tidak akan datang kan bu?" Tanya Mela pada ibu nya.
"Kamu tenang saja, mereka biasanya datang pas hari - hari libur tertentu saja. Lagian kan sebelum datang biasa nya mereka akan memberi tahu!" Jawab Bu Nani menenangkan anak nya.
"Bagus lah bu, mas Dani itu seorang manager. Aku tidak sabar lagi untuk bisa segera menikah dengan nya bu, setelah menikah nanti aku akan menguasai seluruh gaji nya mas Dani!" Mela memberi tahu ibu nya.
"Iya nak, pokok nya kamu harus buat Dani cepat - cepat nikahin kamu!" Ujar Bu Nani pada anak nya.
"Bapak kemana bu?" Tanya Mela pada ibu nya karena sejak datang dia tidak melihat kehadiran bapak nya sama sekali.
"Bapak sedang mengawasi para pekerja, dia tidak ada di rumah!" Jelas bu Nani.
"Bu, apakah bapak tahu bahwa mas Dani dan keluarga nya datang kemari?" Mela bertanya pada ibu nya.
"Gak nak, ibu sengaja gak kasih tahu bapak mu. Karena nanti dia tidak akan setuju jika kita menggunakan Vila ini untuk menyambut mereka. Jadi ibu sengaja gak kasih tahu sama bapak mu!" Jelas bu Nani.
"Oh, ya udah bu ayo kita temui mereka!" Ajak Mela pada ibu nya.
Ibu dan anak itu kembali ke ruang tamu menemui Dani dan juga keluarga nya, tidak lupa bu Nani membawa minuman dan cemilan untuk para tamu nya.
"Silahkan di minum!" Bu Nani mempersilahkan mereka untuk minum.
"Terima kasih bu, gak usah repot- repot!" Ujar bu Ana sambil tersenyum.
"Maaf ya bu, nak Dani. Saat ini bapak nua Mela sedang tidak ada di rumah. Dia keluar untuk mengawasi semua pekerja, dia tidak suka duduk di rumah saja!" Ujar Bu Nani pada mereka.
"Gak papa bu, itu arti nya bapak nya Mela pekerja keras. Walaupun dia pemilik perkebunan teh ini, tapi tetap saja dia turun tangan sendiri untuk mengawasi para pekerja nya!" Bu Ana memuji suami nya bu Nani.
Mereka tampak sangat bahagia, mereka juga mulai membahas masalah pernikahan Dani dan juga Mela. Mereka sudah tidak sabar lagi untuk saling menguasai harta satu sama lain nya.