[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.
Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?
kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ternyata aku didalam novel?
Pagi di apartemen mewah Distrik Xinyi itu terasa berbeda. Matahari Taiwan memang selalu cerah, tapi kali ini sinarnya terasa... aneh. Lin Yan duduk di meja makan marmer putih, menyantap semangkok mi instan merek Wei Li dengan lahap.
Rambut putih panjangnya diikat asal-asalan dengan karet gelang murahan, dan matanya yang merah delima masih setengah terpejam karena kantuk. Di depannya, layar hologram Sistem Xiyue melayang dengan ekspresi kesal—meski hanya berupa ikon anime, Lin Yan bisa merasakan tatapan sinis itu.
【Lu tau, kiamat tinggal dua minggu, dan lu malah sarapan mi instan?】 suara sistem terdengar di kepalanya, logatnya campuran antara sinis dan putus asa.
“Iya, namanya juga sarapan. Perut kenyang, hati senang. Lagian mi instan ini enak, ada varian baru rasa ayam bawang. Lu mau coba? Oh iya, lu kan cuma hologram, gabisa makan. Kasian~”
Lin Yan menyedot mi-nya dengan suara berisik, sengaja memprovokasi.
【...Gue nyerah. Lu tuh pasien rumah sakit jiwa beneran, ya? Udah tau kiamat, masih santai kayak lagi liburan ke Pantai Kenting.】
“Heh, di RSJ dulu gak ada mi seenak ini. Jadi wajib hukumnya buat dinikmati.”
【Denger, mending lo habiskan waktu dengan berguna. Daripada lo ngabisin waktu dengan sia-sia, gue jelasin situasi lo sekarang.】
Lin Yan mengangkat alis, sumpitnya berhenti di mulut. “Situasi? Bukannya gue udah tau? Gue di tubuh orang kaya gila, dua minggu lagi kiamat, terus gue punya lo. Itu aja, kan? Simple.”
【Bukan cuma itu, goblok.】
Sumpit di tangan Lin Yan jatuh, memercikkan kuah ke meja marmer. Matanya membelalak. “Eh, lo jangan kasar! Gue kan mantan pasien, wajar kalau agak lambat mikirnya.”
【Kenyataannya, lo nggak cuma pindah ke tubuh orang lain. Lo juga pindah ke dalam novel.】
Diam.
Mi instan di mangkuk mendadak dingin. Lin Yan menatap layar hologram dengan ekspresi campur aduk—antara kaget, bingung, dan... senang?
“Ha? Novel? Maksud gue... di dunia fiksi? Jadi gue kayak tokoh utama cerita isekai gitu?”
【Tepat. Tapi jangan keburu senang. Novelnya judul "Cinta di Tengah Kiamat" —《末世之恋》— sebuah novel romansa populer di dunia lo dulu. Genre-nya roman, latarnya kiamat. Bikin baper sekaligus deg-degan katanya.】
“Wah, seru dong! Jadi gue tokoh utama, ya? Pasti gue yang paling cantik dan paling kuat!”
【...Jangan mimpi. Lo tuh figuran. Bahkan figuran yang mati di awal cerita.】
Senyum Lin Yan langsung memudar. Mukanya masam, bibir manyun seperti anak kecil dilarang jajan. “Figuran? Mati awal? Jahat banget, ah! Emangnya gue tukang komparsin apa?”
【Tapi sekarang lo udah gantiin dia, jadi nasib lo bisa berubah. Tapi sebelum itu, denger dulu sinopsis novel ini. Jangan protes dulu!】
Sistem Xiyue mulai menampilkan layar dengan profil karakter. Lin Yan mendekat, matanya menyipit membaca.
【TOKOH UTAMA WANITA: LIN YUXI (林雨熙)】
Pengguna kekuatan Ruang. Bisa nyimpen benda mati dalam dimensi pribadi—kayak tas ajaib Doraemon tapi ini juga bisa menyimpan makhluk hidup, tapi versi kiamat. Di novel, dia mahasiswi biasa yang selamat berkat kemampuan ini. Ketemu tokoh utama pria, jadian, romantis-romantisan di tengah zombie. Sifatnya cerdas, hati-hati, dan sedikit tsundere. Katanya sih populer banget sama pembaca.
【TOKOH UTAMA PRIA: JENDERAL GU BEICHUAN (顾北川)】
Mantan komandan militer, pensiun dini karena cedera. Pas kiamat, aktif lagi dan pimpin kelompok penyintas. Kekuatannya Petir. Digambarkan dingin, tegas, tapi diam-diam perhatian. Tampan, tentu aja—soalnya tokoh utama. Wajahnya katanya kayak pahatan dewa Yunani, tapi bermulut pedas.
【ANTAGONIS PRIA 1: HUO LINGFENG (霍凌风)】
Pengguna kekuatan Es. Pengusaha muda tampan dan ambisius. Pimpin kelompok penyintas saingan. Di novel, digambarkan sebagai anti-hero dengan masa lalu kelam. Sering bantu tokoh utama, tapi punya motif sendiri. Katanya pembaca banyak yang salah fokus sama dia.
【ANTAGONIS PRIA 2: LIU MING (刘明)】
Pengguna kekuatan Api. Kepala keluarga Liu—sepupu lo sendiri di dunia ini! Yang nyuruh ngusir lo dari apartemen satu-satunya ini, dia juga yang mau rebut warisan. Di novel asli, dia antagonis kecil yang mati di pertengahan cerita karena keserakahan. Matinya gak spektakuler, cuma dimakan zombie pas lagi serakah ngumpulin harta.
Lin Yan menatap layar dengan mulut menganga. Setelah beberapa detik, ia melongo. “Jadi... sepupu brengsek yang mau ngusir gue itu ternyata antagonis juga? Pantas aja dari sononya udah nyebelin. Dulu di RSJ gue sering dijahatin suster galak, sekarang di sini dijahatin sepupu sendiri. Apakah gue magnet orang jahat?”
【Bukan cuma itu. Yang lebih penting: posisi lo di novel ini tuh krusial, meskipun cuma figuran.】
“Figuran krusial? Maksudnya?”
【Pemilik tubuh asli, Lin Yan, adalah yatim piatu yang kaya raya. Dia mewarisi kekayaan orang tua, plus punya kekayaan pribadi yang jauh lebih besar. Dia gila koleksi senjata dan teknologi, tapi juga jenius di bidangnya. Namun, di novel asli, dia mati di awal karena... yah, karena gak tahu cara pake kekuatan supernya. Dan dia terlalu hati-hati, gak pernah bilang ke siapa pun tentang kemampuannya. Akhirnya mati mengenaskan.】
“Kekuatan super? Tunggu, tunggu.” Lin Yan mengangkat tangan, matanya berbinar-binar seperti anak kecil lihat mainan baru. “Maksud lu, gue punya kekuatan super? Kayak di film-film? Bisa terbang? Baca pikiran?”
【Iya, lo punya. Tubuh ini punya bakat langka: Reality Warper. Lo bisa mengubah realitas sesuai keinginan lo. Apa pun yang lo bayangin, bisa jadi kenyataan. Api, air, tanah, angin, petir—semua elemen. Kekuatan fisik, mental, bahkan menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Bisa dibilang, dia tuh... kehendak itu sendiri. Sesuatu yang melampaui umat manusia.】
anjay terlalu op mc nya gesಥ‿ಥ
Lin Yan mengerutkan kening. Proses pencernaan informasi ini butuh waktu. Matanya mendelik, mulutnya setengah terbuka. Lalu tiba-tiba—
“WOW! BERARTI GUE BISA JADI KUAT TANPA USAHA?! INI MAH OVERPOWER BANGET KAYAK DI ANIMEK ANIMEK!!”
【biasa diam gak sih Lo, gak usah teriak-teriak kayak monyet..... dan yeah teorinya kayak gitu. Tapi sayangnya, lo pemalas. Latihan aja ogah, mana bisa kuasi tu kekuatan?】
“Eh, gak gitu juga! Gue bisa latihan dikit-dikit, kan? Terus jago?”
【Lo pikir ini sinetron? Latihan dikit langsung jago? Reality Warper itu butuh kontrol mental yang kuat. Lo yang pikirannya kacau balau kayak benang kusut, bisa apa?】
“Hush! Gak sopan sama pasien RSJ! Kami tuh kreatif!”
【kreatif kreatif, mata lu noh kreatif】
"Eh, gak sopan sama pasien kayak gitu"
Lin Yan mendengus, tapi matanya kembali menatap layar. Masih banyak yang belum dijelaskan.
“Hei, sistem. Lo bilang di novel ini setiap orang punya satu kekuatan. Kenapa gue bisa punya Reality Warper yang katanya langka? Itu termasuk apa? Apakah gue spesial?”
【Setiap orang cuma punya satu kekuatan dasar. Entah elemen (api, air, tanah, angin, petir, es), mental (telepati, telekinesis), atau fisik (kecepatan, kekuatan) dan juga dimensi atau ruang kayak protagonis wanita. Yang punya dua atau lebih dianggap langka. Dan yang lebih langka lagi biasanya baru muncul di tahun kedua sampai kelima kiamat. Tapi Reality Warper? Itu... beda level. Lo tuh kayak bug di game.】
Lin Yan mengangguk-angguk paham, lalu tiba-tiba tersenyum lebar. Senyum yang kalau dilihat perawat di RSJ dulu, mereka langsung siap-siap bawa obat penenang.
“Kalau gitu, gue bisa jadi kuat tanpa perlu kerja keras! Kan tinggal latihan dikit, udah jago. Hidup enak!”
【...Teorinya begitu. Tapi sayang, lo pemalas. Mungkin lo butuh motivasi lebih. Contohnya, zombie yang bakal gigit pantat lo kalau lo gak siap.】
“Ah, sistem jahat! Lo selalu nakut-nakutin gue!”
【Bukan nakutin, tapi nyadar-in. Lu kira gue ini siapa? Temen ngobrol lo? Iya, emang gue temen ngobrol lo. Tapi temen yang waras, beda sama lo yang gak waras.】
“Kasar!” Lin Yan cemberut, tapi matanya kembali menatap layar. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.
“Hei, sistem. Di novel asli, pemilik tubuh ini matinya gimana? Detailnya gue penasaran.”
【Mau tau? Siap-siap mental.】
“Iya, iya. Cepetan.”
【Di novel asli, Lin Yan mati di pertengahan kiamat. Dia punya kekuatan luar biasa, tapi terlalu takut untuk menggunakannya. Waktu kiamat tiba, dia bersembunyi di penthouse ini, bertahan dengan persediaan makanan. Bukan karena dia takut, tapi kondisi trauma nya yang membuat dia tidak ingin keluar. Tapi suatu hari, Liu Ming—sepupu brengsek itu—datang dengan anak buahnya. Mereka tahu Lin Yan punya harta, tapi gak tahu soal kekuatannya. Mereka memaksa masuk, dan Lin Yan yang takut akhirnya... gak berkutik. Liu Ming menusuknya dengan pisau, mengambil semua barang berharga, dan pergi. Lin Yan mati sendirian di lantai ruang tamu ini. Darahnya membekas di marmer. Mayatnya baru ditemukan seminggu kemudian, udah dimakan belatung. Adegannya detail banget, sampe pembaca pada komentar "kejam banget author" di kolom komentar.】
Diam.
Lin Yan menunduk, menatap lantai marmer putih di bawah kakinya. Tanpa sadar, ia menggigit bibir bawahnya.
“...Menyedihkan banget.”
【Iya. Makanya lo harus bersyukur bisa ada di sini. Lo punya kesempatan kedua. Jangan sia-siakan.】
“Iya, iya. Gue ngerti kok.” Lin Yan menghela napas. “Tapi... gue emang males, sih. Tapi demi gak mati dimakan belatung, gue usahain deh.”
【Nah gitu dong. Anak baik.】
“Eh, tapi tunggu.” Lin Yan mengangkat telunjuk. “Lo bilang di novel asli, dia mati karena gak pake kekuatannya. Tapi kan sekarang gue di sini. Berarti kalau Liu Ming dateng, gue bisa lawan?”
【Tentu. Kalau Lo bisa menguasai kemampuan itu, lu ming monyet itu bahkan tidak pantas untuk mengangkat sepatu lu bahkan berdiri di depan lu juga dia tidak pantas.】
Lin Yan mengangguk serius. Untuk pertama kalinya, matanya yang biasanya kosong atau liar itu menunjukkan fokus.
“Baiklah. Tapi sebelum itu...” Ia menatap sistem dengan mata berbinar. “Lo bilang gue punya adik?”
【OH IYA! GUE LUPA BILANG!】 Layar sistem berkedip-kedip, seperti panik. 【Lo punya adik laki-laki! Namanya Lin Feng (林峰), selisih usia dua tahun. Dia masih hidup, tapi di novel asli, dia mati di awal kiamat. Matinya gimana? Digigit zombie pas nyari kakaknya—pemilik tubuh asli—yang udah mati lebih dulu. Dia gak tau kalo kakaknya udah dibunuh Liu Ming. Jadi dia keluar asrama, nyari Lin Yan, dan mati sia-sia. Sedih, kan?】
Wajah Lin Yan berubah. Ingatan pemilik tubuh asli muncul perlahan—wajah seorang remaja laki-laki dengan senyum cerah, mata yang selalu hangat, dan suara yang memanggil, “Jie! Jie! (Kak!)”
Lin Feng. Adiknya.
Meskipun ingatan itu bukan miliknya, tapi entah kenada ada perasaan hangat menjalar di dada. Mungkin efek sisa dari pemilik tubuh. Atau mungkin... karena dulu di RSJ, ia tak punya siapa-siapa. Li Fei mungkin teman, tapi Li Fei juga yang menusuknya dengan jarum. Keluarganya? Sudah lama tidak datang menjenguk.
“Di mana dia sekarang?” tanya Lin Yan, nadanya tiba-tiba serius.
【Dia tinggal di asrama sekolah. SMA Taipei, dekat stasiun MRT. Sekarang lagi libur karena ada wabah misterius—tanda awal kiamat. Tapi lo harus jemput dia secepat mungkin. Karena di novel, wabah itu bakal berubah jadi zombie outbreak dalam hitungan hari.】
Lin Yan mengangguk. “Besok gue jemput.”
【Bukan besok, sekarang!】
“Eh, gak bisa, sistem. Sekarang gue masih capek. Baru bangun tidur, sarapan, terus dikasih info berat-berat. Otak gue mau meledak. Besok aja, ya? Janji!”
【...Lo tuh... Baiklah. Tapi ingat, kiamat gak nunggu lo selesai rebahan.】
“Iya, iya. Lo kayak emak-emak aja.”
【ini juga demi kebaikan Lo sendiri, jangan lupa untuk menyiapkan makanan untuk kiamat nanti】
"Iya iya ih"
Lin Yan bangkit dari kursi. Matanya beralih ke lorong menuju ruang penyimpanan. Ia penasaran.
“Hei, sistem. Pemilik asli katanya kolektor senjata. Gue boleh lihat?”
【Boleh. Tapi siap-siap kaget.】
Lin Yan berjalan menuju pintu besi tebal di samping kamar tidur utama. Pintu itu dilengkapi pemindai sidik jari dan pemindai retina. Ia menempelkan jari telunjuk masih ingat dari memori pemilik asli dan mencondongkan wajah. Lampu merah berkedip, lalu hijau.
Klik.
Pintu terbuka.
Di dalam, Lin Yan terpaku.
Ruangan itu luas, sekitar 30 ping—hampir sebesar apartemen kebanyakan. Di rak-rak besi tersusun berbagai senjata modern: beberapa pucuk senapan serbu Type 65 buatan Taiwan, pistol, granat, bahkan peluncur roket sekali pakai. Di sisi lain, peralatan bertahan hidup: tenda lipat, sleeping bag, water filter, kompor portabel, makanan kalengan, dan kotak P3K dalam jumlah besar. Ada juga beberapa panel surya lipat dan generator kecil.
“Gila...” gumam Lin Yan, matanya berbinar-binar. “Ini bukan penthouse, ini bunker!”
【Pemilik asli emang gila. Tapi gila dalam artian jenius. Dia mempersiapkan segalanya untuk kemungkinan terburuk. Sayang, dia mati sebelum bisa nikmatin persiapannya.】
Lin Yan berjalan menyusuri rak. Tangannya menyentuh dinginnya logam senapan. Rasanya... aneh. Menyenangkan. Seperti mainan baru.
Tiba-tiba, rasa hangat menjalar dari telapak tangannya. Tanpa sadar, lantai keramik di bawah kakinya bergetar sedikit. Retakan halus muncul, membentuk pola seperti akar pohon.
【Itu tandanya kekuatan lo mulai aktif. Lo harus segera latihan. Dan kalau lo bisa mengendalikannya, lo bakal selamat. Tapi kalau lo terus malas, lo bakal mati kayak pemilik asli.】
Lin Yan menatap retakan di lantai, lalu ke sistem. “Sistem... gue takut, deh. Gue gak ngerti apa-apa soal kekuatan beginian. Di RSJ dulu, gua cuman bisa main-main karena kata dokter rumah sakitnya udah gak mampu memperbaiki bangunan itu lagi kalau hanya lagi.”
【Sekarang lo gak di RSJ. Lo di dunia nyata—ya, novel ini nyata buat lo sekarang. Dan lo punya pilihan: lo bisa jadi korban, atau lo bisa jadi yang menakuti. Mau pilih yang mana?】
Lin Yan diam. Matanya menerawang.
Lalu, perlahan, senyum aneh mengembang di bibirnya. Senyum yang dulu sering muncul di RSJ—saat ia diam-diam merencanakan sesuatu yang hanya dipahami oleh orang gila sepertinya.
“Gue pilih jadi yang menakuti.”
【ngomong-ngomong kenapa RSJ lu kaga mampu bangun ulang rumah sakit nya lagi?】
"Hm... Kata suster cantik di sana, banyak pasien yang spesial"
【spesial kayak mana? Sistem belum mengumpulkan data kehidupan lu di dunia sebelumnya jadi tidak memilih data apapun】
"Hm... Disana itu beragam, ada seorang mantan militer, ada seorang dokter terkenal seperti dewa, ada yang pembuat racun dan banyak lagi"
【itu rumah sakit jiwa atau tempat pengumpulan orang-orang berbahaya? karena lu sudah hidup di sana bertahun-tahun pasti lu ngerti tentang pelatihan, kan?】
"ngerti sih, tapi sedikit. Karena gue malas melihat pria-pria tua itu mengoceh"
【setidaknya lu ada ngerti, dari pada baru login dunia baru eh malah log out lagi】
"Iya iya, nanti aku latihan. Masa langsung log out lagi"
【Nah, gitu dong. Tuh kan, lo bisa kalau mau.】
“Tapi... gue tetep mau rebahan dulu. Capek.”
【...BANGSAAT!】
Lin Yan tertawa kecil. Ia keluar dari ruang penyimpanan, menutup pintu besi itu, dan berjalan ke jendela besar di ruang tamu.
Di luar, kota Taipei berdenyut seperti biasa. Orang-orang berlalu lalang di trotoar, mobil-mobil macet di jalan, MRT melintas di rel layang. Semua terlihat normal.
Tak ada yang tahu bahwa dua minggu lagi, semua ini akan berubah jadi neraka.
“Sistem.”
【Apa? Mau ngeluh lagi?】
“Gak. Gue cuma mau bilang... makasih udah nemenin gue. Walaupun lo nyebelin dan suka ngatain gue goblok.”
【...Sama-sama. Walaupun lo nyebelin dan males banget. Tapi lo host gue, dan gue sistem lo. Kita bertahan bareng-bareng.】
“Iya.” Lin Yan tersenyum tipis. “Bertahan bareng-bareng.”
Diam sejenak.
【Eh, tapi serius. Lo harus latihan. Jangan cuma rebahan.】
“Iya, iya. Besok, besok.”
【Gue catat, ya. Besok lo latihan. Kalau gak, gue bakal bunyiin alarm terus di kepala lo.】
“Jahat!”
【Emang. Gue kan sistem, bebas mau ngapain.】
Lin Yan tertawa. Tawanya ringan, seperti orang yang untuk pertama kalinya dalam hidup merasa... punya teman sejati.
Untuk kali ini dia merasakan apa artinya kewarasan dan penantian.