NovelToon NovelToon
Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Fantasi
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Nadine, seorang gadis belia harus menikah muda karena sebuah insiden, kehidupan yang sederhana dengan sang suami membuatnya bahagia , Nadine tidak mau tahu tentang kehidupan suaminya, yang ternyata seorang CEO yang kabur dari keluarga nya karena akan di jodohkan. namun kejadian tragis menimpanya, pasangan suami istri itu kecelakaan, sang suami di bawa pergi oleh mata-mata dari keluarga nya, lalu Amnesia, sedangkan Nadine koma saat melahirkan putra pertama mereka sampai usia putranya empat tahun,

Assalamualaikum....
Yuh... ikuti kisah selanjutnya....
Nadine yang sudah sadar dan berusaha mencari sang suami yang ternyata Amnesia

mohon dukungannya para pembaca...
terimakasih 🥰🥰🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Adelia melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Aurel, memaksa wanita itu untuk menatapnya.

"Jangan menangis. Air mata tidak akan mengembalikan pertunanganmu. Kita harus pakai cara halus," bisik Adelia licik. "Aku tahu Ardan tidak akan tinggal diam. Ardan sangat menjunjung tinggi martabat di mata semua orang, . Aditya boleh saja memutuskanmu, tapi dia tidak bisa melawan ayahnya sendiri jika menyangkut kelangsungan keluarga besar kita."

Aurel menghapus air matanya kasar. "Lalu aku harus bagaimana, Tante? Pelayan itu... dia bukan pelayan biasa. Dia punya sesuatu yang membuat Aditya tunduk."

"Kita cari tahu siapa dia sebenarnya," ucap Adelia. "Aku curiga dia sengaja dikirim oleh pihak saingan bisnis kita untuk menghancurkan keluarga kita. Aku akan menyuruh orang untuk menggeledah kontrakan itu saat mereka di kantor. Dan untukmu..."

Adelia tersenyum miring. "Berpura-puralah depresi. Jangan keluar kamar, jangan makan. Biar Ardan yang turun tangan memaksa Aditya meminta maaf padamu. Ingat, Aditya itu punya rasa bersalah yang besar. Kita gunakan itu."

Tanpa mereka sadari, melalui kamera tersembunyi yang tertanam di bingkai foto kamar Aurel, yang dipasang oleh Nadine saat ia menyelinap ke kamar Aurel yang memang sengaja tidak di kunci saat malam, karena Aurel menginginkan Aditya untuk memasuki kamarnya, dan benar saja pembicaraan itu terekam sempurna.

Di rumah kontrakan, Noah menyipitkan matanya. "Oh, mau main depresi ya? Dan mau menggeledah rumah Noah?"

Noah segera mengirim pesan teks ke ponsel ibunya,

"Ibu, Si Lampir dan Nenek Adelia mau kirim orang ke rumah. Tenang saja, Noah sudah aktifkan jebakan penyambut tamu. Fokus saja sama Ayah, jangan biarkan dia lepas dari pantauan Ibu!"

Sementara itu, suasana di mobil Aditya jauh lebih tenang namun intens. Aditya menyetir sendiri, sementara Nadine duduk di sampingnya. Aditya sesekali melirik pipi Nadine yang mulai membiru.

"Mona, setelah sampai di kantor, jangan langsung bekerja," ucap Aditya tiba-tiba. "Tunggu di ruanganku. Aku sudah menyuruh sekretarisku membeli es batu dan salep terbaik."

Nadine menoleh pelan. "Tuan Muda, Anda benar-benar memutuskan pertunangan itu? Itu bisa berdampak buruk bagi perusahaan Anda. Tuan Besar Ardan pasti sangat marah."

Aditya mencengkeram kemudi lebih erat. "Aku lebih takut kehilangan kewarasanku karena harus menikahi wanita seperti itu, daripada kehilangan investasi. Dan entah kenapa... melihatmu terluka tadi, membuatku merasa seolah aku baru saja gagal melindungi duniaku untuk kedua kalinya."

Nadine tertegun. "Untuk kedua kalinya?" batinnya. Apakah ingatan bawah sadar Aditya mulai kembali?.

___

Suasana di ruang kerja Ardan Pratama mendadak panas. Di hadapannya, dua orang pria berbadan kekar, mata-mata sewaan Adelia, berdiri dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Salah satunya kepalanya terbungkus perban karena terkena lemparan panci otomatis, sementara yang lain bajunya penuh noda tepung dan saus sambal yang lengket akibat jebakan penyambut tamu di kontrakan Nadine.

"APA MAKSUDNYA INI?! KALIAN BERDUA KALAH OLEH SEORANG WANITA ?!" gertak Ardan, memukul meja kerjanya.

"Bukan Ibu dari Mona, Tuan Besar!" rintih salah satu mata-mata itu dengan suara sengau. "Anaknya... anak kecil itu iblis, dia anak dari pelayan buruk rupa itu tuan ! Dia memasang kabel setrum di gagang pintu dan menyemprotkan air cabai lewat ventilasi! Kami bahkan tidak sempat menyentuh selembar kertas pun!, itu saja, kami mendapatkan berita dari para tetangga Mona, bahwa Mona memiliki anak yang ttidak memiliki ayah yang tinggal bersama neneknya, "

Adelia, yang duduk di sofa sambil mengipasi wajahnya yang memerah, melempar sebuah map hasil laporan penyelidikan cepat ke atas meja.

"Lihat ini, Mas Ardan! Ini lebih buruk dari yang kita duga," ucap Adelia dengan nada jijik. "Wanita kusam itu... dia bukan cuma pelayan udik. Dia punya anak haram! Namanya Noah, usianya hampir lima tahun. Dan tebak apa? Tidak ada catatan siapa ayahnya. Dia wanita tidak jelas yang punya anak di luar nikah!"

Ardan terbelalak. "APA?! Jadi Aditya menghancurkan pertunangannya dengan Aurel demi seorang wanita muda yang tidak jelas asal-usulnya?"

"Bukan cuma itu," Adelia memanas-manasi. "Kabar dari mata-mata ini, Aditya menginap di sana semalam. Mereka pasti sudah melakukan hal yang menjijikkan! Wanita itu sengaja menggunakan anaknya untuk menarik simpati Aditya. Dia wanita penggoda yang sangat berbahaya, Mas!"

Ardan berdiri, napasnya memburu. "Berani sekali dia mengotori nama besar Pratama! Dia pasti mengincar harta kita dengan memanfaatkan kebaikan Aditya!"

Sementara itu, di ruangan CEO yang kedap suara, suasana justru sangat kontras. Aditya sedang duduk di pinggir meja kerjanya, sementara Nadine duduk di kursi kebesarannya.

Aditya memegang bungkusan es batu yang dibalut sapu tangan . Dengan gerakan yang sangat kaku namun lembut, ia menempelkan es itu ke pipi Nadine yang memar.

"Sstt... diamlah. Ini akan membantu," gumam Aditya. Wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Nadine.

Nadine menahan napas. Dari jarak sejauh ini, ia bisa melihat bulu mata suaminya dan merasakan kehangatan tubuhnya. "Tuan Muda... ini tidak pantas. Jika ada karyawan yang masuk..."

"Biarkan saja," potong Aditya pendek. Matanya menatap intens ke arah mata Nadine di balik kacamata tebal itu. "Mona, kenapa kamu tidak pernah bercerita kalau kamu punya anak sehebat Noah? Dan... kenapa kamu sendirian membesarkannya?"

Nadine menunduk. "Ayah Noah... dia sedang tidur panjang dalam pikirannya sendiri, Tuan."

Aditya mengernyit, tangannya tanpa sadar mengusap rahang Nadine. "Pria itu bodoh. Jika aku jadi dia, aku tidak akan pernah membiarkanmu menanggung beban ini sendirian."

" ini sudah menjadi takdir ku Tuan, asal Noah tumbuh dengan baik, saya akan bahagia " sahut Nadine pelan.

" Tapi Noah itu butuh figur seorang ayah Mona, ayah yang bisa melindungi nya dari kejamnya dunia" ucap Aditya dengan bijak . "(dan ayah Seperti aku tentunya)" gumamnya yang hanya bisa di ucapkan dalam hati.

Aditya menggelengkan kepalanya cepat, pikiran nya jadi ngawur kalau menyangkut Noah.

Tiba-tiba, komputer di meja Aditya berbunyi 'Ting!'. Sebuah jendela pop up muncul di layar monitor besar milik Aditya. Ternyata Noah kembali meretas sistem kantor!

Wajah Noah muncul di layar dengan kacamata hitam kegedean. "Ehem! Permisi, Om Bos Ayah! Noah cuma mau mengingatkan, kalau mau pegang-pegang pipi Ibu, harus bayar pajak dulu ya! Dan Om Bos, jangan terlalu dekat, nanti Ibu saya jantungan!"

Aditya terlonjak kaget hingga hampir menjatuhkan es batunya. "Noah?! Bagaimana kamu bisa masuk ke sistem kantorku,...?!" Aditya sangat terkejut karena anak sekecil itu bisa meretas keamanan sistem,dan dengan mudahnya bisa masuk.

"Sistem Om Bos Ayah itu gampang banget dibobol, kayak pintu kandang ayam," ejek Noah sambil memakan biskuit di layar. "Oh iya, ada pesan penting, Tuan Ardan dan nyonya Adelia lagi otw ke ruangan Om Bos. Mereka bawa surat pemecatan lagi. Siap-siap ya, Noah mau matikan liftnya sebentar supaya mereka capek naik tangga!"

Nadine menepuk jidatnya. "Noah! Matikan sekarang!"

"Oke, Bu! Tapi janji ya, kalau Om Bos nakal, cubit saja hidungnya! Dadah!" Layar kembali normal.

Aditya menganga , mulutnya terbuka , terkejut dengan yang di ucapkan oleh anak sekecil itu, lalu menoleh ke arah Nadine, ia meminta penjelasan....

Nadine hanya nyengir miris, memantapkan diri untuk menceritakan keahlian putranya yang sangat jenius, bukan hanya hafalan Al-Quran nya, melainkan keahliannya dalam meretas yang baru beberapa bulan saja pelajari.

1
@Mita🥰
Noah mau di bikin kan adik🤭🤭
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya mereka kembali bersatu , semoga mereka mampu menyingkirkan parasit dari kehidupan mereka...dan Noah menjadi anak yang paling bahagia...
Sri Supriatin
alhamdullilah n sukses utk selanjutjya ms Adit n Nadine 😍😍😍
Indriani Kartini
Alhamdulillah, mulailah berjuang bersama2
nunik rahyuni
syukurlah..mudah mudahn g ada lg yg mengganggu...buat ortu mu tak bisa bekutik adit klo tidak mereka akan betingkah lg memisahkan kalian
Sukarti Wijaya
alhamdulillah sdh menyatu🤭👍
Meiny Gunawan
lanjuuttt....💪
@Mita🥰
wah Ardan ketemu noah
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 syukur in kamu Aurel 🤣🤣🤣
Rosna Marleni
kapan lah para lampir itu tobatnya ya....gak sabaran nunggu mereka bertobat dan menjadi orang baik....kasihan Nadin penderitaannya masih belum berakhir...semangat Nadin semoga perjuanganmu tidak sia sia...
Dewi kunti
Adelia dan Ardan sedang mendatangi pesta kerabatnya,sedangkan Adelia berpura-pura menjadi gadis polos,ini benar gak nulis nya,trus belum ada pergerakan mungkin ya bukan pergelangan 🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: 🙏🙏🙏🥰, terimakasih koreksinya
total 1 replies
Rosna Marleni
kenapa gak jujur aja Adit supaya Nadin bahagia....
Sukarti Wijaya
masih diulur2 ya thor, bikin penisirin😄
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih untuk hari ini 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
tks upnya yg buanyaak 👍💪💪💪
Sri Supriatin
Thor bikin readers penasaran dulu 🤭🤭😍😍
@Mita🥰
la kirain langsung jujur sama Nadine adit
Sri Supriatin
sy ikut seneng thor perjalanan bertahun...tahun slmt berpieran Amnesia Adit semoga membuahkan hasil...bertemu abang Asep membangun desa bersama 🙏🙏🙏
nunik rahyuni
sedikit sandiwara dlu..hancurkn ego kelg mu...mereka hidup diatas derita ank istrimu..ingat kekejaman mereka..pindh kn smua aset kerja keras mu buat mereka miskin biar bisa merasakn bagaimn jd org miskin biar g terus memandang rendah org
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya ingatan Aditya kembali lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!