Bayangin kalo kamu jadi Aku?
Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?
penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Welcome Keluarga kecilku
Nahh january 2026 masih dingin😭🥶
...
"Assalamualaikum Anak anak yang Abi cintai? Santriwan dan Santriwati yang Kiai hormati... pada malam ini Kiai Mau memberi sanjungan manis untuk hari ini bahwa Ada Santriwan dan Santriwati di umumkan besok akan Saya nikahkan resmi di rumah Kiai jam 8 pagi."
Sontak semua Santriwan bertanya tanya dan Santri perempuan terkejut bahkan ada yang Pingsan 3 sampai 6 santriwati.
"Ihh siapa besok nikah? kak Fattah sama Kak Riana kah?" ujar Nisa pada Ilma.
Aku menoleh,"sepupu an ga bisa nikah," datarku.
"Ayuluh Nis, Aku ga ikutan."
Nisa menunduk.
...
"Siapa yang nikah sih besok??"
"Astaga kepo banget besok pagi!"
"Besok Kan Aku dan Nathan Nikah?
ujar santriwati mencairkan suasana.
Semua pada menoleh dan menyorakinya.
...
"Hentikan semuanya, Kiai Harap malam ini jangan ada keributan dulu. malam ini masih ulang tahun Putra Saya, Baik dari pada penasaran Saya Akan memanggil Fattah untuk masuk ke dalam menemani saya. Akbar Muhammad Al Fattah masuklah!" tegas Abi.
Fattah berjalan dan menampilkan wajah seriusnya tidak Ada senyum atau tatapan seperti sedang mencariku.
"Selamat malam semua, Saya tidak mengerti kenapa Abi panggil Saya Saya datang saja memenuhi perintahnya,"
Abi rehadi memanggutkan kepala, Ayahnya tahu hati Fattah sedang kalut. Matanya kosong tidak ingin menatap siapapun.
"Baik Fattah Putraku, bisa panggilkan Hamdan sahabatmu malam ini,-- jangan sebut calon istrinya ya Fattah, ini perintah Abi."
Bisik Abi Rehadi.
"Baik Abi Perintah, di laksanakan, Untuk Hamdan Arkatama, silahkan kedepan memenuhi panggilan Ayah saya Abi Rehadi." kepalanya condong ke kiri tepat Hamdan disana, tapi matanya kosong.
Hamdan berdiri dan berjalan membungkuk.
Saat ini kondisi sudah mulai menegang.
"Hamdan Arkatama adalah anak kelas 2 Aliyah di pesantren ini. tak menyanhka dia memilih berhenti demi ingin serius pada 1 perempuan Jannahnya?"
...
"Wahhh siapa istrinya nanti!?" Ilma tercengang.
"Astaga Kaka Hamdan!"
"Sumpahhh korek kupingku woy! Aku budek ga sih!
"Kak Hamdanku udah slot!"
"Sold out!" kata Marissa pada putri.
Ilma dan Nisa terbahak bahak karena itu lucu Nathan tertawa disana mungkin terdengar.
"Alhamdulilah!! Saya ucapkan terimakasih yang menyempatian hadir malam ini untuk menerima info status masa lajang saya dan Calon Istri saja disana?"
Aku memejamkan mata.
Astaga Hamdan! bisa ga jangan buat jantung mau lompat!
Ya, Aku sudah Move on secepat itu sambil berdoa setelah Salam pertamaku ibadah magrip berjamaah tadi.
Doanya-- "Ya allah terimalah Apa yang akan jadi Suamiku nanti, berikan Aku Cinta yang Adil setelah Pria itu memilikiku nanti, buatlah Fattah melepaskan aku dan jangan biarkan Aku menyakiti Fattah lebih dalam lagi Ya Rabb, bantu Aku hancurkan Cinta Aneh ini dan berikanlah Aku Perasaan yang Aman untuk Fattah sebagai sepupuku Ya allah!! Aaaminn..." Air mataku jatuh di sajadah setelah salam kedua selesai.
Aku bersujud dengan doa itu.
Fattah melirik Hamdan dan berdoa menatap sahabatnya-- Ya allah Jika Hamdan sungguh akan bersama Riana, Aku akan coba lepas sepupu Hamba Ya Rabb! biarkan perasaan Aman ini membuatku dan Riana tetap saling menyayangi satu sama lain ya Rabb!! Berikan Riana keyakinan bahwa Aku merelakannya Ya Allah!"
Fattah tersenyum tulus.
Namun Aku melihat senyum itu, tapi senyum dalam artian apa?
Hamdan masih berceramah.
"Kak Put? Kak Hamdan mau Nikah ama siapa sih?"k
Putri menoleh,"yang jelas bukan sama Gue!" gertaknya.
Aku menyenggolnya,"put bahasa Gua lu nya hilangkan... mereka bawahan kita loh?"
"Emosi Aku Ri..." lirihnya.
Aku menggeleng geleng.
"Ri? ga nyangka besok kamu udah jadi istri dia?"
"Hmm," jawabku pada Marissa.
Setelah lamanya berceramah Aku ingin ke rumah Bunda Syana mumpung belum Isya.
Tapi mata Hamdan menatapku.
"Aku -- izin ke rumah Fattah." ucapku suara Angin pada Hamdan.
Hamdan memanggutkan kepakanya tipis tidak terlihat.
....
"Mau kemana? kata Marisaa.
" Ada perlu sama Bunda,"
Putri dan Marissa menurut.
....
Di rumah Fattah.
"Bunda!!?" tangisku meledak.
Aku menangis gila di dekapan bibiku sendiri.
"Menangislah Nakk!! Allah menghadirkan emosional buat apa di pendam?"
"Bund??? Apaa Fattah?---
"LAA-- ( tidak )." ucap Bunda.
"Fattah ga marah-- ga benci---"
"Riana? Kamu anak Bunda yang paling Cantik!!" Bunda memujiku.
Aku tahu Bunda hanya menghiburku.
Bunda tahu maksudku mendatanginya.
"Fattah insya allah sudah bisa melepasmu Anak bunda yang cantik. jangan mikir yang engga engga ya?"
"BUNDAA MAAF!!!"
Aku menangis lagi, Aku merasa sedih meninggalkan Bunda Syana yang telah menjagaku. Bunda udah seperti ibu kandung.
"Kamu dan Fattah adalah saudara Kan? buat apa kalian merasa terpisah hayoooo? tuh Ada Fattah! sini Nakk!"
Aku menoleh kebelakang.
Aku melihat Fattah tersenyum.
"Halo Sepupu. Jangan merasa bersalah Ri, Aku pengen minta maaf."
Fattah mengulur tanganya.
Fatta yang berlutut di sampingku tepat di depan Bunda tampak hening saat ini.
"FATTAHH MAAFIN AKU! MAAF MEMBUAT KAMU PATAH HATI, KITA TETAP BERSAMA YA! KAMU SAYANG AKU DAN AKU JUGA SAYANG KAMU! SETELAH AKU NIKAH SAMA HAMDAN. AKU HARAP KAMU BISA NIKAH SAMA PUTRI TEMANKU!"
"Putri?" katanya Fattah merasa Canggung.
Aku menghapus Air mataku dan menghapus Air mata Fattahh dengan Mukenaku.
Bunda Syana terkekeh.
"Kalian tuh yaa udah seharusnya sepupuan aja kaya gini... ga udha melampuai batas!" Bunda Syana mengulur tangannya.
Fattah dan Aku berebutan memeluknya.
"Ri, Sayang Bunda!" kataku.
"Fattah Sayang Bunda Juga!"
Diam diam aku menggenggam tangan Fattah dia membalas juga memegang tanganku dengan isyarat JANGAN MENJAUH KARNA KITA SEPUPU.
"Aku harap kamu paham Fat!"
Fattah melirikku sambil terus menahan tanganku.
"Berjalanlah di sisi Hamdan ya, Aku memantaumu dari kamar!" tukas Fattah membuatku tertawa lepas.
Bunda Syana terkekeh dan kita tertawa bersama bertiga.
Esok paginya.
Ramai sekali marawis dan Santriwan berbaris koko putih enam kakak kelas Fattah menjadi pendamping Pengantin pria.
Putri dan Marissa menemaniku berjalan ke kamar Bunda Syana.
#Di luar gerbang rumah Abi rehadi.
.
.
"Kaget Aku? Kak Riana nikah sama Kak Fattah?"
Nisa mendorong punggung Ilma.
"Fattah mulu! Kak Hamdan Aku!" Nisa terlihat Galau.
"Kok bisa sih Kak Hamdan Nikah sam Kak Ri?"
"Tanya sama Kiai Rehadi!" omel Nisa.
"Patah hati ya lo!" ledek Ilma.
"DIEM! JANGAN NGESELIN ILAM!"
ilma tertawa Nisa Typo manggil dia.
"Ilam? sejak kapan nama Gue ganti?"
"Bodo!"
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Hamdan tinggal menyebutkan Ijab Qabul karna Bunda Syana terlambat Hadir.
Aku keluar barengan sama Bunda menantikan Aku akan menjadi Istri Hamdan.
Di iringi sholawat Nabi acara pernikahan Sakral langsung Menikah, kedua mempelai Dari Hamdan Arkatama dan Riana Amirani.
Fattah stay di kamar dia tidak keluar tetap dalam pendiriannya.
"Saya nikahkan Ananda Hamdan Arkatama dengan Anak Saya Riana Amirani Atas nama KEPONAKAN Saya sendiri dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai! ucap Abi Rehadi.
"Saya terima nikahnya Riana Amirani putri Kiai Rehadi selaku PAMAN. berupa 1 mobil Alphard, perhiasan 2 kotak emas dengan berat 9 kg, 2 motor yang ada di rumah, tersebut Tunai!" jawab Hamdan Arkatama.
"Gimana para Saksi?"
jawab Abi.
"SAHH!!" jawab seluruh Santri.
Aku tercengang sekarang resmi menjadi Istri Dari Hamdan.
Seperti Mimpi rasanya...
Baru kemaren di Jagain Fattah, di Sayang sama dia... di jaga Abi rehadi dan Bunda.
Sekarang memutuskan menjadi pasangan Halal menjadi Istri orang.
Nathan menerobos untuk masuk dan duduuk di sebelah Bunda.
"Riana.. selamat menjadi Istri Hamdan ya! Gua ikhlas!"
Bunda Syana merangkul Nathan dan menguatkannya.
Flaschbck..
"Bunda!! boleh ga Saya kejar Riana?"
"Apa maksudnya?"
"Kejar Riana itu suka sama anak Bunda loohh boleh ga Bunda?"
pinta Nathan.
"Mencintai Riana ga salah, boleh saja Asal berani tanggung jawab!"
"Riana udah ada pemiliknya blom bunda?"
Bunda Syana terdiam.
"Bunda pasti tau ya?"
"Riana udah ada Calonnya dek Nathaan."
"Bukan Fattah kan?" asbunnya.
"Tentunya Bukan Sepupunya,"
Nathan berbalik menahan pilu,"gapapa Bunda! Aku tetap kejar cinta Nathan meski belum di bales atau dia ga tau pun gapapa!"
Flsbck off...
"Kamu berhasil melihat Cintamu pindah kehati orang Nat?"
Aku tersentak,"kamu suka Aku Nat?"
"Iye... lu nya kaga peka kaya Upil!"
Nathan ketawa seadanya.
Namun Aku terlanjur tertawa juga dibuatnya. dan Hamdan menoleh melihat Aku tertawa seketika Aku berjalan menemui Hamdan dan menyalaminya sebagai suamiku.
"Makasih Ri, udah menerimaku."
"Maaf Hamdan, udah buat -- tidak tapi makasih menerimaku apa adanya. Buat 2 motor tadi Aku ga minta ya?!!" Congorku lepas.
Membuat Fattah terkejut baru saja dia keluar kamar,"Riana! sopan lah sama suami? bersyukur motor.. nanti seperangkat sholat sama 2 upil Nathan mau kamu?"
"FATTAH!" omelku.
Abi Rehadi menepuk jidatnya pasrah lalu Bunda Syana membuang napas dan merangkul Abi rehadi yang sudah terbiasa dengan kekonyolan Fattah.
Seluruh santri tertawa dan terhibur dengan randomnya Fattah dan acara pernikahanku dan Hamdan lancar.
...
✨ Sebulan kemudian...
Aku mampir ke Masjid pesantren karna baru saja libur habis menikah.
Banyak pesan kesan dari Hamdan padaku yang tidak boleh di lakukan meski Aku dan Fattah sepupu.
"Sayang? Aku jemput abis magrip di depan ya, Atau mau di jemput sampai rumah Abi?"
"Terserah kamu aja Mas," senyumku lebar.
"Baik, Aku ada urusan jadi panitia. lusa kita ada acada Sholat Nisfu di rumah. kalo mau nginep di rumah Abi rehadi aku izinin jangan sungkan!?"
Aku mengangguk ramah.
"Makasih Sayang, udah sebulan pergi dari pesantrem ga sekolah juga tapi kangennya kaya 1 tahun aja!"
Hamdan tertawa singkat.
"Woy Hamdan Riana?" kata seseorang.
"Nathan?" ucapku.
"Gimana? udah hamil blom?"
Hamdan menendang betis Nathan reflek.
"Canda Gua Dan... sehat lu berdua?"
"Ucapannya jaga Nat... Aku sehat. Belum allah izinin kita punya anak mungkin nanti."
Begitulah hari ini Aku dan Hamdan mampir ke pesantren karna aku merindukan Rumahku! Hahaha😀
TBC.
Lanjut?
makasih dh mampir🥰🙏
semangat tor