NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Dua ekor serigala Duskfang keluar dari balik semak. Tubuh mereka yang ramping bergerak waspada, hidungnya mengendus-endus udara hingga akhirnya tertuju pada daging umpan.

Saat kedua serigala itu mulai mencicipi umpan, Albert memberi isyarat dengan jempolnya.

"Masing-masing satu!" bisik Albert tegas.

Tanpa membuang waktu, mereka melesat dari balik batu besar.

Sring!

Merasakan ancaman yang datang tiba-tiba, kedua monster itu langsung melompat mundur.

"Grrrrrh!!"

Serigala itu jauh lebih gesit daripada Mamut. Leon mulai kesulitan. Setiap kali ia mengayunkan pedang emasnya, serigala itu menghilang dalam sekejap dan muncul dari sudut yang tak terduga. Leon terpaksa bergerak ekstra lincah, menghindar dari cakaran maut dan lompatan yang mengincar lehernya.

Ia belum berani menggunakan skill Shield-nya karena Mana yang ia miliki sangat terbatas.

Sret!

"Ugh!" Leon kehilangan keseimbangan saat serigala itu berhasil menyambar kakinya.

Ia tersungkur ke tanah. Belum sempat bangkit, monster itu sudah melompat dan menindih tubuhnya. Taring-taring tajam yang meneteskan air liur berbau busuk itu hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya. Leon menahan rahang serigala itu sekuat tenaga dengan batang pedangnya.

Melihat kawan timnya dalam bahaya, Albert yang baru saja memukul mundur lawannya langsung bertindak. Ia berlari kencang, lalu memberikan tendangan keras ke rusuk serigala yang menindih Leon.

DUAK!

Serigala itu terlempar ke samping hingga menghantam pohon. Albert dengan cepat menyusul dan mengayunkan pedang besarnya, menebas leher serigala itu hingga tewas seketika.

"Kau baik-baik saja?" tanya Albert sambil mengulurkan tangan membantu Leon berdiri.

Leon meraih tangan itu dan mengangguk, napasnya tersengal. "Ya, aku baik. Terima kasih."

Namun, kemenangan kecil itu tidak berlangsung lama. Serigala pertama yang ditendang Albert tadi bangkit kembali. Ia menatap bangkai pasangannya yang tewas bersimbah darah.

"A-Awoooooooo!"

Suara auman yang panjang dan memilukan menggema ke seluruh penjuru hutan. Seketika, atmosfer di sekitar mereka berubah menjadi sangat mencekam. Hawa dingin merayap di tengkuk Leon.

"Sial, dia memanggil kawannya!" ucap Albert, suaranya berubah menjadi sangat waspada.

Grrrrrrh...

Suara geraman rendah mulai terdengar dari segala arah. Satu per satu, sepasang demi sepasang mata merah menyala mulai bermunculan di kegelapan hutan yang lebat.

Mereka terkepung. Belasan, atau mungkin puluhan serigala Duskfang kini sedang bergerak pelan mendekati mereka dengan tatapan haus darah.

Hutan yang semula sunyi kini berisik oleh deru napas binatang buas. Di tengah kepungan mata merah itu, sebuah jendela sistem tiba-tiba muncul di depan mata Leon.

...[Misi Terpicu!]...

...Tujuan: Kalahkan 5 ekor Serigala Duskfang....

...Hadiah: [+50] & [???]...

...Progres: 0/5...

"Lima ekor?" Leon mengumpat dalam hati. Melawan satu saja sudah membuatnya hampir mati, sekarang sistem memintanya membantai lima sekaligus.

Namun, Leon tak punya waktu untuk mengeluh. Puluhan serigala itu mulai bergerak serentak, menyempitkan lingkaran kepungan mereka. Dengan satu komando auman pendek, kawanan itu menerjang maju.

Grrrr—AUUU!

Leon dan Albert berdiri saling membelakangi. Suara dentingan pedang yang beradu dengan cakar keras mulai terdengar di setiap sudut. Albert bergerak seperti badai, tebasannya berat dan mematikan. Dengan satu ayunan lebar, ia berhasil membelah dada seekor serigala yang melompat ke arahnya.

"Satu mati! Sisa sembilan yang terlihat!" teriak Albert sambil menyeka percikan darah di wajahnya.

Sementara itu, Leon berada dalam posisi sulit. Tiga ekor serigala mengincarnya secara bergantian, menyerang dari titik buta. Saat Leon sibuk menepis serangan dari depan, dua serigala lain meluncur cepat dari arah samping, mengincar lehernya yang terbuka.

"Sial! Shield!" teriak Leon dalam hati.

Wush!

Sebuah pelindung transparan berpendar kebiruan muncul seketika, membungkus tubuh Leon. Cakar-cakar tajam serigala itu menghantam dinding pelindung dengan bunyi brak! yang keras, membuat mereka terpental mundur.

Albert yang sedang menebas serigala lain sempat melirik ke belakang. Matanya membelalak. Shield? batinnya heran. Bukankah itu skill pelindung yang biasanya hanya dimiliki para Mage? Kenapa Leon yang seorang Swordsman bisa menggunakannya?

Namun, Albert tak bisa bertanya lebih jauh. Serangan gelombang kedua sudah datang.

Leon tidak menyia-nyiakan kesempatan saat kedua serigala itu terhuyung karena memantul dari perisainya. Ia mengencangkan genggaman pada pedang emasnya, melangkah maju dengan cepat, dan menebas leher salah satu serigala hingga darah menghitam menyembur ke tanah.

... [1/5]...

"Baru satu..." desis Leon. Dadanya mulai terasa sesak, efek dari penyakit jantungnya mulai memberikan rasa nyeri yang menusuk saat adrenalinnya memuncak.

Ia menatap sisa kawanan serigala yang bukannya takut, malah terlihat semakin lapar setelah mencium bau darah kawan mereka.

Serigala-serigala itu tidak memberi Leon waktu untuk bernapas. Mereka bergerak sinkron, menyerang dari berbagai sisi bagaikan bayangan hitam yang mematikan.

Sret!

"Argh!" Leon memekik kesakitan saat cakar tajam salah satu serigala berhasil merobek bagian punggungnya. Darah segar merembes, membasahi armor kulit yang baru ia beli.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!