Vallerie tidak pernah menyangka bahwa menutup mata setelah membaca bab terakhir sebuah novel akan membawanya terbangun di tubuh seorang figuran dengan nama yang sama. Namun, ia tidak punya waktu untuk bingung. Sebilah belati tak kasat mata kini tergantung di atas kepala sahabatnya, sang Antagonis, yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Protagonis Pria demi membalas dendam kekasihnya
Demi mengubah naskah kematian tersebut, Vallerie harus memainkan peran yang berbahaya. Di mata dunia, ia adalah kaki tangan yang setia, ikut tertawa saat sang antagonis merencanakan kejahatan, dan terlihat sama busuknya. Namun, di balik bayang-bayang, Vallerie-lah yang diam-diam memotong tali jebakan, dan memastikan rencana jahat sahabatnya selalu gagal .
Berada di antara pedang Protagonis Pria dan obsesi gelap sahabatnya sendiri, satu-satunya teman bicara Vallerie hanyalah sebuah Sistem super cerewet dan berisik di dalam kepalanya. Terkadang Vallerie merasa kesal, tapi hanya dia yang bisa membantu V
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi harian
Di sofa ruangan Vallerie, ia dan Eleanor duduk berhadapan. Eleanor menatap Vallerie penuh tanya saat wanita itu hanya diam seperti memikirkan sesuatu.
"Apa yang ingin kamu bicarakan, Vallerie?"tanya Eleanor merasa penasaran.
Vallerie menghela nafas panjang lalu memalingkan wajahnya menatap Eleanor dengan serius.
"Aku ingin mengusulkan rencana untuk merebut Dominic dari wanita itu, tapi mungkin ini agak berat bagimu."ucap Vallerie.
Eleanor menaikkan sebelah alisnya dengan kebingungan. "Rencana seperti apa? Kalau itu bisa membuat dia jatuh ke pelukan ku, kenapa tidak dicoba?"
Vallerie mengangguk. "Aku yakin kamu akan keberatan dengan rencana ini."
"Memangnya seperti apa?"tanya Eleanor lagi.
"Dominic tidak suka dengan sifat mu yang sekarang, benar kan?"tanya Vallerie yang di angguki Eleanor. "Maka seperti yang pernah aku katakan, kamu harus bermain cantik. Hindari Dominic untuk saat ini, dekat dengannya pada saat urusan kerja saja, selain itu jangan ganggu dia atau pun Aleta. Kalau bertemu Aleta aku sarankan kamu menahan diri, jangan menyerang dia dulu."
Mendengar itu Eleanor menjauhkan tubuhnya dari Vallerie, menatap nya dengan pandangan tidak suka. "Aku tidak bisa."ucapnya lalu memalingkan wajahnya.
"Elea... Ini demi kamu juga, aku yakin dengan cara seperti itu Dominic akan penasaran dan mencoba mencari tau kenapa kamu berubah."bujuk Vallerie sambil menjangkau tangan Eleanor dan menggenggam kedua tangannya.
"Seperti main tarik ulur,"lanjutnya.
"Tapi aku tidak bisa menjauhi Dominic."ucap Eleanor.
"Hanya untuk sementara. Sekurang-kurangnya selama tiga bulan, setelah itu terserah padamu."mendengar itu mata Eleanor terbuka lebar, menyentak kasar tangannya yang digenggam Vallerie, terkejut dengan ucapan wanita itu.
"Apa? Tiga bulan? Yang benar saja!"teriak Eleanor.
"Tiga bulan itu sebentar kok, asal kamu sungguh-sungguh, dan pelan-pelan membuat Dominic melirikmu, aku yakin kamu pasti akan berhasil sebelum waktu tiga bulan."yakin Vallerie membuat Eleanor terdiam mencoba mempertimbangkan ucapan Vallerie.
"Kalau aku gagal bagaimana?"ucapnya karena tidak percaya dan merasa ragu dengan rencana itu, takut Dominic akan semakin jauh dengannya.
"Kalau kamu gagal, maka kamu boleh melakukan apa saja sesuka mu. Kalau kamu mau membunuh ku, aku akan terima."
[Ding! Kenapa kamu malah menyerahkan nyawamu? Apa kamu yakin rencana ini akan berhasil?] Ucap sistem tiba-tiba.
[Kalau rencana itu gagal bisa saja Eleanor benar-benar akan membunuhmu. Kamu tahu sendiri di cerita aslinya, Dominic tidak pernah mencintai Eleanor!]
[Lebih baik sekarang kamu gali kuburan untuk dirimu sendiri. Kamu akan mati karena perjanjian konyol itu]
Vallerie yang mendengar ocehan tiba-tiba dari sistem menghela nafas panjang. Tapi setelah itu dia menaikkan kedua bahunya tidak peduli. Kalau belum dicoba, bagaimana bisa tahu.
"Baiklah, aku akan mencoba rencana mu, ingat kalau gagal nyawamu taruhannya."ucap Eleanor, lalu tertawa kecil. Eleanor bangkit dari sofa, setelah itu melangkah keluar dari ruangan.
Begitu pintu tertutup rapat, Vallerie menyandarkan punggungnya dan memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. Tidak masalah dia menjanjikan nyawanya. Lagi pula dia yakin itu akan berhasil, alur ceritanya akan Vallerie ubah, dan Dominic pasti akan dia buat bertekuk lutut di hadapan Eleanor.
[Selamat ya! Kamu baru saja menandatangani sertifikat kematianmu sendiri!] suara sistem melengking di kepala Vallerie, terdengar lebih nyaring dari sebelumnya.
"Bisa diam tidak? Aku sedang berpikir," gumam Vallerie kesal.
[Berpikir? Kamu bilang berpikir?! Tadi itu bukan berpikir, itu bunuh diri! Tuan Putri! dengar ya, statistik Dominic jatuh cinta pada Eleanor itu di bawah 0,01%. Kamu memang bisa saja mengubah alur, tapi aku tidak yakin Rencana ini akan berhasil."
Vallerie memutar bola matanya. "Sistem, bukankah tugasmu membantuku? Kenapa kamu malah sibuk mengomel seperti ibu-ibu kehilangan jemuran?"
[Aku ini sistem yang realistis! Kamu tahu tidak, kalau kamu mati, aku juga repot cari host baru! Belum lagi Eleanor itu emosional. Tiga bulan? Dalam tiga hari saja dia pasti sudah gatal ingin melabrak Aleta. Dan saat itu terjadi, boom! Kepalamu taruhannya!]
"Aku punya kartu as," jawab Vallerie tenang sambil menatap ujung sepatunya. "Dominic itu pria yang suka tantangan. Selama ini Eleanor terlalu mudah ditebak dan menjengkelkan. Begitu Eleanor menghilang dari radarnya, ego Dominic akan terusik."
[Cih, teori novel picisan. Bagaimana kalau Dominic malah syukuran dan potong tumpeng karena Eleanor tidak mengganggunya lagi? Hah? Kamu sudah pesan peti mati warna apa?]
"Berhenti mengutukku!" potong Vallerie. "Lebih baik kamu beri aku data tentang jadwal harian Dominic yang tidak diketahui publik. Aku perlu memastikan rencana ku ini dieksekusi dengan sempurna."
[Ogah. Malas. Cari saja sendiri di Google!] sistem merajuk, namun sedetik kemudian terdengar suara denting.
[Ding! Tugas baru! Memantau pergerakan Eleanor selama 24 jam agar tidak lepas kendali. Hadiah: Menerima keberuntungan setiap hari. hukuman jika gagal: Aku akan berteriak di telingamu setiap lima menit selama setahun.]
Vallerie menghela napas pasrah. Dia merasa judul hidupnya sekarang adalah menghadapi sistem yang super cerewet. "Ya, ya baiklah."ucapnya dengan malas.