NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan, Selamanya

Menikahi Mantan, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: VYI_syi

Dulu mereka saling mencintai. Lalu berpisah.
Kini, karena perjodohan, mereka dipaksa bersatu kembali sebagai suami istri.
Ia (pria) masih mencintainya, namun memilih menyembunyikan perasaan di balik sikap percaya diri dan ejekan.
Sedangkan istrinya yang lembut namun mudah kesal, berusaha bersikap biasa—meski hatinya tak pernah benar-benar lupa.
Pernikahan mereka lebih terlihat seperti hubungan kakak dan adik yang gemar bertengkar kecil, daripada pasangan yang saling mencinta.
Tapi di balik cincin dan candaan sinis itu… cinta lama ternyata belum pernah benar-benar pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VYI_syi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa Hangat Semalam

Cahaya matahari pagi yang cerah masuk melalui celah gorden, menyinari ruang tamu yang kini sudah rapi. Luna terbangun di atas sofa dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Ia terdiam sejenak, mengumpulkan kesadaran, sebelum ingatan tentang tangisannya dan pelukan Isaac semalam menghantamnya. Wajahnya seketika memanas.

Ia menoleh dan mendapati Isaac sedang duduk di meja makan, hanya mengenakan kaus hitam santai, sedang sibuk dengan laptopnya. Tidak ada ejekan yang biasanya menyambut Luna. Pria itu tampak lebih tenang, bahkan mungkin... lembut.

"Kau sudah bangun?" tanya Isaac tanpa menoleh, namun suaranya terdengar jauh lebih hangat dari biasanya. "Aku sudah menyiapkan sarapan. Mandilah dulu, atau kau akan terlambat ke kantor."

Luna duduk dengan canggung, merapikan rambutnya yang berantakan. "Isaac... soal semalam..."

Isaac menghentikan ketikannya dan berbalik menatap Luna. Tatapannya dalam, tidak ada lagi kilatan sinis yang biasa ia gunakan sebagai tameng. "Semalam adalah hal paling jujur yang terjadi di antara kita selama bertahun-tahun ini, Luna. Jangan menyesalinya."

"Aku tidak menyesal, hanya saja..." Luna menggigit bibir bawahnya. "Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap sekarang. Apakah kita masih harus berpura-pura membenci satu sama lain?"

Isaac berdiri dan berjalan mendekati sofa. Ia berjongkok di depan Luna agar tinggi mereka sejajar, lalu menggenggam tangan Luna dengan lembut. "Kau tidak perlu berpura-pura lagi. Jika kau masih marah, marah saja. Jika kau masih kesal, kau boleh mengumpat padaku. Tapi jangan pernah lagi menyembunyikan rasa sakitmu sendirian."

Luna menatap mata Isaac, mencoba mencari sisa-sisa kebohongan di sana, namun yang ia temukan hanyalah ketulusan yang telanjang. "Kau sangat menyebalkan, kau tahu itu?"

Isaac terkekeh pelan, kali ini tawanya terdengar sangat ringan. "Aku tahu. Itu sebabnya hanya kau yang bisa menghadapiku selama ini. Sekarang, cepat mandi. Aku tidak mau calon istriku terlihat seperti seseorang yang habis bertarung dengan bantal di depan staf kantorku."

"Isaac!" seru Luna sembari melempar bantal sofa ke arah pria itu, yang dengan lincah menghindar sambil tertawa.

Keadaan di antara mereka mulai mencair. Meski luka lama tidak bisa sembuh dalam semalam, setidaknya kini tidak ada lagi tembok tebal yang menghalangi mereka untuk saling melihat.

Setelah selesai bersiap, Luna melangkah ke meja makan dengan langkah yang lebih ringan. Di sana sudah tersaji roti panggang dengan selai stroberi kesukaannya dan segelas susu hangat—bukan kopi pahit yang biasanya Isaac siapkan untuk dirinya sendiri.

Isaac menutup laptopnya dan memerhatikan Luna yang mulai makan dengan lahap. "Pelan-pelan, Luna. Roti itu tidak akan lari ke mana pun."

Luna meliriknya dengan mulut yang sedikit penuh. "Aku lapar sekali. Menangis selama berjam-jam ternyata sangat menguras tenaga, kau tahu?"

Isaac terdiam sejenak, lalu menyunggingkan senyum tipis yang tulus. Ia mengulurkan tangan, ibu jarinya mengusap sudut bibir Luna yang terkena sedikit selai. Gerakan itu begitu lembut hingga membuat Luna mematung, jantungnya kembali berdegup kencang.

"Kau selalu berantakan saat makan," gumam Isaac. Suaranya merendah, menciptakan suasana yang mendadak terasa sangat intim di antara mereka.

"Dan kau selalu merasa perlu mengaturnya," balas Luna, mencoba menutupi kegugupannya dengan ejekan kecil, meski ia tidak menjauhkan wajahnya dari sentuhan Isaac.

Isaac menarik tangannya kembali, namun matanya tetap terkunci pada mata Luna. "Luna, soal pernikahan kita... aku tahu awalnya ini adalah paksaan. Tapi setelah semalam, aku ingin kita memulainya dengan cara yang benar. Bukan karena bisnis, bukan karena orang tua kita."

Luna meletakkan rotinya, menatap Isaac dengan serius. "Maksudmu?"

"Aku ingin kita mencoba lagi. Benar-benar mencoba," ujar Isaac tegas. "Bukan sebagai kakak dan adik yang suka bertengkar, dan bukan sebagai dua orang yang terikat kontrak. Tapi sebagai aku dan kau."

Luna tertegun. Ia melihat kejujuran yang begitu besar di mata pria yang pernah meninggalkannya itu. Ada rasa takut untuk kembali terluka, namun ada kerinduan yang jauh lebih besar untuk kembali memiliki Isaac seutuhnya.

"Kau tahu ini tidak akan mudah, kan? Aku masih sering kesal padamu. Kau masih sombong, dan aku masih benci cara kau memerintahku," ucap Luna dengan nada menantang namun diakhiri dengan senyum kecil.

"Justru itu bagian yang menarik," balas Isaac sembari berdiri dan mengambil kunci mobilnya. "Ayo, Nyonya Waren masa depan. Kita punya proyek hotel yang harus diselesaikan, dan aku janji tidak akan terlalu kejam padamu di kantor hari ini."

Luna tertawa pelan sembari menyambar tasnya. "Janji itu biasanya kau langgar dalam lima menit pertama."

Saat mereka melangkah keluar apartemen bersama, untuk pertama kalinya sejak pertemuan kembali mereka, tidak ada aura permusuhan yang menyelimuti. Di balik pintu yang tertutup itu, mereka meninggalkan dendam masa lalu, bersiap menghadapi dunia sebagai tim yang kembali bersatu.

1
Nhi Nguyễn
😄
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!