NovelToon NovelToon
Marni, LC Sholehah

Marni, LC Sholehah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Marni gadis desa yang mencoba peruntungannya di kota namun karena ditipu oleh temannya sendiri membuatnya terpaksa menjadi seorang LC disebuah karaoke, saat bulan ramadhan tiba karaoke tempatnya bekerja harus ditutup dan terpaksa membuatnya pulang kampung untuk sementara waktu.

Namun siapa sangka pekerjaannya yang sudah ia tutup rapat-rapat itu tak sengaja terbongkar oleh warga desa hingga membuatnya hampir diusir dari kampungnya jika saja Firman anak pak lurah seorang pemuda sholeh menolongnya, saat pria itu berkeinginan melamarnya tiba-tiba ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri karena pekerjaan gadis itu yang tidak pantas dan juga mereka telah menyiapkan seorang calon istri yang jauh lebih sholeha.

Lalu bagaimana nasib hubungan Marni dan Firman selanjutnya, akankah mereka akan direstui saat di hari kemenangan tiba atau justru kandas begitu saja sebelum hari raya? yuk kepoin di cerita Marni, LC sholeha (cerita edisi ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~25

"Maria?"

Sepanjang perjalanan Firman nampak sibuk dengan kepalanya sendiri, sudah dua kali seseorang salah manggil Marni dengan sebutan Maria. Sebuah nama yang terdengar begitu modern, apa hanya kebetulan semata? seketika ingatannya melayang jauh saat mereka berada di mall waktu itu dimana seorang wanita berpakaian seksi menyapa wanita itu dengan akrab seakan hubungan mereka sangat dekat sebelumnya.

Kenapa wanita sepolos dan sealim wanita yang duduk disampingnya itu bisa berteman dengan wanita seperti itu? wanita yang dalam pandangannya kurang beradab selain pakaiannya yang seksi dan dandanannya yang menor wanita itu juga sepertinya sedang menjalin hubungan gelap dengan om-om yang bersamanya itu.

"Astagfirullahaladzim," Firman pun diam-diam istighfar dalam hatinya.

Sementara Marni kini nampak serius mendengarkan lagu-lagu islami dalam gawainya, biasanya saat ada waktu luang wanita itu memang memilih mengaji karena targetnya ia harus bisa katam alquran selama bulan ramadhan dan ketika datang haid seperti sekarang ia lebih suka mendengarkan sholawat daripada scroll media sosial yang banyak mudharatnya.

"Kenapa mas?" Marni tak sengaja mendapati Firman yang diam-diam sedang menatapnya.

Pria itu pun menggeleng kecil. "Tidak," sahutnya sembari tersenyum kecil menatapnya.

Bagaimana ia bisa berpikiran macam-macam tentang wanita itu sedangkan kepribadiannya begitu ia kagumi, sosok gadis sederhana yang memiliki adab yang sangat bagus tanpa dibuat-buat.

Wanita itu pun mengangguk kecil lalu kembali fokus mendengarkan berbagai sholawat yang terdengar begitu indah saat di lantunkan dalam gawainya, hari ini pria itu tak lagi membahas tentang buka bersama kemarin dan ia pun juga enggan memulainya meski ia penasaran bagaimana reaksi kedua orang tua pria itu dan bagaimana kelanjutan hubungan mereka.

Tak terasa bulan puasa sudah memasuki pertengahan bulan, bagi Marni hari rasanya begitu cepat padahal ia ingin berjalan melambat agar kesempatannya berada di rumah bisa lebih lama lagi. Mungkin ia tidak tahu takdir ke depannya seperti apa bahkan apa yang terjadi hari ini pun itu masih menjadi kuasa Tuhan namun dalam hati terkecilnya ia selalu berharap tak kembali lagi ke lubang yang sama yaitu bekerja menjadi pemandu karaoke.

Mungkin pekerjaan yang lumayan menghasilkan uang namun setiap kali melayani pelanggannya hatinya selalu terasa nyeri mengingat ia harus melanggar prinsipnya sebagai seorang wanita muslimah. Ia harus merias wajahnya semenggoda mungkin, berpakaian seseksi mungkin, harus tahan asap rokok bahkan mampu mengisapnya maupun tahan dengan minuman beralkohol. Mungkin mami pemilik karaoke membebaskan para LC nya untuk menerima atau menolak pelecehan yang dilakukan oleh para pelanggannya namun ia harus melakukannya dengan tanpa menyinggung perasaan mereka tapi ia hanya seorang wanita dan sekuat tenaga wanita untuk menghindar kadang hal tersebut tetap terjadi diluar keinginannya.

Ia memang masih perawan tapi ia merasa kotor, apalagi ketika ibunya tiba-tiba telepon mengatakan ayahnya maupun adik-adiknya sedang sakit jadi ia terpaksa mencari uang lebih dengan mengandalkan uang tips dari pelanggannya dan tentunya itu tidak cuma-cuma.

Sepanjang malam ia sudah berpikiran masak-masak untuk menyudahi memberikan harapan kepada Firman atau berbicara jujur saja agar pria itu tak lagi berharap akan hubungan ini, pria itu pantas mendapatkan wanita yang lebih baik seperti Kania bukan wanita kotor yang hanya akan membuat hidupnya susah.

Mungkin pertemuannya dengan Rio semalam dan Paijo saat di pasar adalah pertanda dari Tuhan jika ia harus segera mengakhiri ini semua, ia tak perduli jika setelah ini hubungan keduanya akan menjadi asing.

"Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

"Mas, boleh aku bicara?" ucapnya setelah menyimpan ponselnya di dalam tasnya dan juga telah memantabkan hatinya.

"Hm, tentu saja." Firman pun mengangguk dari balik kemudinya.

Wajah pria itu terlihat begitu teduh dan juga menenangkan jadi bagaimana mungkin Marni tega membohonginya terus menerus.

"Ngomong-ngomong bagaimana tanggapan kedua orang tua mas, aku ikhlas mendengarnya?" ucapnya mengawali pembicaraannya.

"Mereka hanya memintaku untuk mempertimbangkan baik-baik itu saja," sahut pria itu dengan santai ditengah kedua tangannya memegang stir kemudi.

"Lalu?" ucap Marni lagi, jika memang pria itu memilih Kania ia takkan lagi melanjutkan pembicaraan mereka namun jika sebaliknya ia akan berkata dengan jujur.

Firman kembali tersenyum menatapnya. "Aku tetap memilihmu, hanya kamu tak ada yang lain." ucapnya dengan wajah seriusnya.

Entah Marni harus senang atau bersedih mendengarnya karena itu tandanya ia harus berterus terang kepada pria itu tentang siapa dirinya karena lebih baik mendengar langsung dari bibirnya sendiri daripada dari orang lain bukan?

"Bismillahirrahmanirrahim,"

"Mas, sebenarnya ada hal penting yang ingin ku katakan padamu." ucapnya menatap pria itu.

Firman yang sedang fokus dengan jalanan depannya pun langsung menatap wanita itu. "Ya silakan!" ucapnya dengan wajah kembali serius, entah kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak.

"Sebenarnya ...."

Brakk

Tiba-tiba Firman membanting stirnya ke kiri ketika sebelumnya melihat ada seseorang yang menyeberang jalan.

"Mas ada apa?" Marni pun nampak terkejut dibuatnya.

"Sepertinya mas sudah menabrak seseorang," sahut Firman seraya melepaskan safety beltnya dengan terburu-buru.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun," Marni pun juga segera melepaskan safety beltnya dan segera menyusul pria itu turun.

Dilihatnya seorang nenek-nenek sudah terkapar di depan mobilnya, beruntung tak ada yang terluka mungkin hanya terkejut saja tapi bagaimana pun juga untuk memastikan keadaannya mereka segera membawanya ke rumah sakit.

Marni nampak menghela napas panjangnya di tengah menunggu dokter memeriksa nenek tersebut, padahal ia sudah seniat mungkin untuk berkata jujur namun ada saja halangan untuk melakukannya.

"Bagaimana dokter?" ucap Firman setelah mondar mandir di depan pintu ruangan pemeriksaan.

"Semuanya baik-baik saja, tak ada luka serius hanya sedikit lecet karena benturan dengan aspal saat jatuh karena mungkin terkejut mobil anda mengerem mendadak." terang sang dokter hingga membuat Firman maupun Marni nampak lega.

"Alhamdulillah," ucap mereka bersamaan.

Setelah membayar biaya administrasi, mereka pun segera mengantar nenek tersebut pulang yang kebetulan rumahnya ada disebelah kampungnya.

Kini Marni pun urung mengatakan yang sebenarnya karena waktu yang tidak sesuai dan setelah sampai mereka juga nampak disibukkan dengan membagikan paket beras kepada warga kampungnya.

Entah takdir sedang ada rencana apa untuknya hingga untuk mengatakan yang sejujurnya ada saja halangannya, kini menjelang sore Marni pun pulang dan segera membantu ibunya membersihkan halaman belakang rumahnya karena wanita paruh baya itu sedang sibuk menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Saat sedang menyapu sisa-sisa daun tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan seseorang hingga membuatnya hampir berjingkat kaget apalagi sebelumnya ia telah melepaskan hijabnya karena dibelakang rumahnya tak ada siapapun kecuali Astuti itu pun wanita itu jarang melihat kebunnya.

"Mas Paijo?" ucapnya tak percaya ketika melihat Paijo sedang melangkah mendekat dengan smirk menakutkannya.

1
Rahmawati
wes mundur alon alon mar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
dah pada gila ..anak pondok tapi geh begitu si Kania sama Farah 😌.... Astuti kamu pantes nya pake karung goni pas di badan mu 🤣
Arsyad Algifari.
Astuti ini ga punya kaca besar kali ya .yang kampungan itu kamu Astuti .kalau beneran lebel baju mu beneran ga di copot .sangat memalukan.dan PD amat kau Astuti punya badan kaya kerbau beranak aja .masih aja julid sama orang
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Curiga si ibu sering konsumsi oseng kecubung /Sob/...
Ngereog mulu 🤦...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aduh.. mana udah diulti kalo ini karya gasampe lepas lebaran lagi ,sama othornya 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gada hubungannya wooiii.. salahin noh tiang listrik dipinggir jalan 😂😂
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduhh jaga lilin kali dianya Mar, atau jual warisan /Panic/...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aku mulai ada di posisi ini, gabutuh validasi
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Hati-hati Mas Paino nanti rezekimu seret penuh dengan elemen negatif 🙊...
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘢𝘴𝘵𝘶𝘵𝘪 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘦𝘭👟
Arsyad Algifari.
ibunya Marni ko gitu ya .di mana" seorang ibu itu mendoakan yang terbaik untuk anaknya dari segi jodoh dan pekerjaan .ini MH seperti di pakai umpan . walaupun miskin jangan keterlaluan lah Bu .
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduuuww ketemu kumbang ganasss lagi 😱, predator kelas kakap..
Arsyad Algifari.
tinggal di panti jompo kalau ga ada duit pasti ga akan di terima mar .
aku juga orang kampung Lo bang qinan .aku anak ke 11 dari 18 bersaudara..tapi ga terlalu susah walaupun bapakku seorang petani . sekaligus pegawai pemerintah . karena walaupun petani tapi lahan punya sendiri
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Nasibmu Mar, sana sini apes mulu /Sob/..
Penggemarmu gentayangan di mana -mana 😣...
Shafa 💫💫
perilaku Muh itu yg miskin akhlak astuti😆😆😆
Shafa 💫💫
wkwkw benar semahal apapun y tetap aja lebar 🤭🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
Tuti....Tuti mulutmu ya pengen di kasih salam biar mingkem....mau ibadah masih aja sempat bikin dosa 😤😏

sabar Marni fokus ibadah jangan dengarkan omongan seyton" di sekitar mu
Hanima
Oooooo
Naysila mom's arga
si astuti corocos aja kyk petasan imlek ya allah kalo aku gx kuat tetanggan sama dia, kapan tuh mulut bisa diem dpt karma sekalian
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Sabar y Mar, jodoh g akan kemana mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!