NovelToon NovelToon
Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action / Fantasi Isekai / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)

Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.

Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.

Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.

Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Terlahir Kembali.

Kesadaranku kembali perlahan, bukan oleh cahaya matahari aneh atau suara lonceng merdu, tetapi oleh sebuah insting yang lebih primal, lebih mendasar.

Lapar.

Tapi bukan lapar biasa.

Ini adalah rasa lapar yang membakar, yang membuat seluruh tubuhku yang mungil dan lemah ini bergetar.

Tunggu?! Mungil?!

Aku tidak bisa membuka mataku dengan sempurna. Hanya celah cahaya kabur dan bentuk-bentuk bayangan. Suara desis dan gemerisik kain. Aku merasa diri ini sangat kecil, sangat ringkih. Lenganku hanya bisa bergerak tak tentu.

"Shhh … tenang sayangku. Ibu di sini."

Suara itu. Hangat, lembut, mengalun seperti lagu pengantar tidur yang langsung menembus ke sesuatu yang paling dalam dalam diriku, jiwa atau ingatan atau apa pun ini. Suara itu menjawab setiap seruan kepanikan dalam darahku.

Aku merasa tubuhku diangkat, digoyang dengan lembut dalam dekapan. Bau yang menenangkan seperti susu, vanila, dan sesuatu yang sangat feminin yang memenuhi inderaku.

Lalu, sebuah kehangatan yang lembut menyentuh bibirku. Insting mengambil alih. Mulutku yang kecil membuka, mencari, dan menemukan sesuatu yang lunak dan hangat.

Susu.

Bukan susu dalam botol, tapi sesuatu yang langsung, alami, dan penuh dengan kehidupan.

ASI?

Aku … sedang menyusu?

Tapi pikiran itu segera tenggelam oleh gelombang kenikmatan dan kepuasan yang membanjiri setiap sel tubuh bayi ini.

Rasa susu itu manis dan hangat, mengalir ke tenggorokan dan memenuhi perut yang keroncongan.

Setiap tegukan meredakan kegelisahan, setiap isapan memberiku kepastian bahwa aku aman, bahwa aku dicintai.

Aku membuka mataku sedikit lebih lebar.

Di atasku, ada wajah seorang wanita. Dia bukan Ai Ni si Heroine dari donghua dengan rambut perak yang kukenal.

Wajah ini lebih dewasa, lembut.

Dengan mata berwarna madu yang memandangku dengan kasih sayang yang begitu dalam hingga hampir membuatku tersedak.

Andai saja aku tidak sedang sibuk menelan.

Rambutnya berwarna cokelat hangat, diikat longgar. Dia tersenyum, dan senyum itu terasa seperti matahari.

"Pelan-pelan, Shen Yu kecilku," bisiknya, jarinya yang halus membelai pipiku dengan lembut. "Ibu punya banyak untukmu."

Shen Yu? Siapa Shen Yu? Apa itu aku?!

Dan Ibu, kata itu menggema di dalam diriku, mengisi ruang kosong yang tidak kusadari ada.

Di kehidupan sebelumnya, ibuku bahkan wajahnya sudah kabur dalam ingatanku. Tapi wanita ini, dia adalah Ibu.

Dengan setiap tegukan, ikatan itu menguat. Aku tidak hanya meminum susu.

Aku meminum rasa amannya, cintanya, keberadaannya.

Pikiranku yang dewasa melayang, tak berdaya melawan gelombang sensasi dan emosi bayi ini.

Aku, Ma'Ling Sheng, si pengamat mesum yang mati di selokan kotor dan terlahir kembali di dunia yang aneh. Dan hal pertama yang kulakukan di kehidupan baruku adalah menyusu pada ibu baruku.

Ironinya tidak hilang bagiku. Di kepala ini, masih ada yang ingin becanda.

Nilai untuk kenyamanan dan ketersediaan.

Tapi lelucon itu terasa hampa, tenggelam oleh pengalaman yang begitu murni dan menghanyutkan ini.

Ini bukan tentang nafsu.

Ini tentang kelangsungan hidup.

Tentang kasih sayang yang paling dasar.

Tentang menjadi benar-benar tak berdaya dan ditopang sepenuhnya oleh orang lain.

Aku merasakan tangannya yang besar dan lembut menepuk-nepuk punggungku dengan ritme yang menenangkan.

Detak jantungnya berdebar stabil di dekat telingaku, menjadi musik latar yang sempurna.

Rasa kenyang yang nikmat mulai menyebar.

Kelopak mataku terasa berat.

"Sudah kenyang, ya sayang?" suara Ibu bergumam, merasakan kecepatan isapanku yang melambat. "Tidurlah. Ibu akan menjagamu."

Dia dengan hati-hati melepaskanku dari payudaranya, dan untuk sesaat, aku memprotes dengan rengekan lemah.

Tapi kemudian dia mengangkatku, mendekapku ke bahunya, dan kembali menepuk-nepuk punggungku.

Sebuah sendawa kecil keluar, dan rasa nyaman itu menjadi sempurna.

Dari pangkuannya, mataku yang setengah tertutup melihat sekeliling.

Kamar ini terbuat dari kayu hangat yang diterangi lentera ajaib yang bersinar lembut. Ada jendela dengan tirai yang tertiup angin sepoi-sepoi.

Ini bukan istana mewah yang kubayangkan, tapi tampak seperti kamar yang nyaman dan penuh kasih.

Inilah permulaanku yang sesungguhnya. Bukan sebagai pahlawan yang turun dengan cahaya, tapi sebagai bayi yang menangis, lapar, dan sepenuhnya bergantung pada kasih seorang wanita yang menyebut dirinya Ibuku.

Dengan perut kenyang dan tubuh hangat, kesadaranku memudar.

Dilahirkan kembali, ya. Ternyata permulaannya hangat dan manis.

Pikiran terakhir sebelum aku tenggelam dalam tidur bayi yang lelap.

1
^_^
tampar balik aja wajahnya (๑˃ᴗ˂)ﻭ
Aku Suka Plagi, Kamu Diam
aku nunggu adegan insectnya kk
Auzora Taraka Vesta
yang komentar Ironside semua /Sweat//Sweat//Sweat/
Auzora Taraka Vesta: Tapi bagus tuh...bang yoga jadi ada reader setia /Proud//Smile/
total 5 replies
Ironside
/Doge/
Ironside
owalah, kukira timeskip
Ironside
Gak sadar, udah lima tahun aja 🗿
Lin Mei: kecepatan kalo timeskip lima tahun, Pace slow-burn ini bg Leo 🗿
total 1 replies
Ironside
Tidak bisa dipungkiri, memakai antithesis itu enak /Chuckle/
Ironside: bentuk keren dari penolakan
total 2 replies
Ironside
👀
Ironside
Dongjua /Tongue/
Lin Mei: ahh iya typo njrr
total 1 replies
Ironside
Pengungkapannya kurang bagus menurutku, sebenarnya bisa tunjukkan lewat deduksi Malingseng aja 👀
Lin Mei: iyasih seharusnya MC yg ambil kesimpulan soal mata saktinya, tapi yg tahu soal seluk beluk dunia itu cmn si ibu 😭
total 1 replies
Ironside
Mana mesumnya? 🥀💔
Lin Mei: belum 🗿
total 1 replies
Ironside
Mirip-mirip nih novel Fantim Ucok, gak pakai dinkus.
Lin Mei: fantim emang aku ambil referensi dari Ucok, termasuk pecah bab juga
total 1 replies
Ironside
kyknya ini lupa tanda petik
Lin Mei: jirr iyaa 🗿
total 1 replies
Ironside
Chapter ini mengingatkanku dengan satu karakter wanita berambut pink itu /Chuckle/
Lin Mei: hentikaaaan bg Leo /Curse/
total 1 replies
Ironside
Kebiasaan malingseng dengan elipsisnya
Lin Mei: aowkaowkaok hampir setiap dialog, bahkan narasi pun /Facepalm/
total 1 replies
Ironside
Yey ... susu itu kembali
@Xiao Han (GG) ୧⍤⃝🍌 : SUSU!!
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!