Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 22
"Wibyyyy ... Wibyyyy ... " panggil Ghazi saat tiba di rumah.
Tadi dia pergi ke rumah sakit namun ternyata Elea sudah pulang. Dia segera memacu kendaraannya ke rumah dengan sangat khawatir. Ternyata benar Elea berada di rumah sakit. Dia bahkan tak tahu dan tak menemani Elea. Ada sedikit rasa bersalah dalam diri Ghazi terutama kepada kedua orang tua mereka.
"Non Elea baru saja masuk kamar, Den!" ucap Mbak yang masih ada di rumah.
Ghazi segera berlari ke arah kamar dan ternyata Elea sedang berada di dalam kamar mandi. Ghazi menunggu Elea dengan gelisah di depan kamar mandi. Wanita itu pasti akan sangat marah padanya karena tak mengantarkan dia ke rumah sakit. Apa sesakit itu perutnya sampai dia harus pergi ke rumah sakit sendirian? Ghazi masih menunggu Elea di depan sana, ponsel di saku celananya terus bergetar. Celine tak henti menghubungi, kenapa dia malah menjadi risih seperti ini terus di hubungi oleh Celine tanpa henti dari tadi.
"Wibbyyy ..." panggil Ghazi lembut saat Elea membuka pintu kamar.
"Ada apa Ghazi? Apa ada yang mau kamu bicarakan denganku? Maaf hari ini aku izin tak ke kantor, tadi aku sudah mengabari Zain," jawab Elea dingin dan berjalan melewati Ghazi begitu saja.
Kenapa Ghazi merasa ada sedikit rasa sakit di sudut hatinya saat mendengar jawaban Elea yang begitu dingin. Elea benar-benar marah padanya?
"Kenapa kamu nggak bilang kalau sakit dan bahkan sampai ke rumah sakit?" tanya Ghazi mengekori Elea yang beranjak menuju tempat tidur.
"Aku tak apa-apa hanya ingin tidur dengan tenang dan nyenyak saja, tanpa berisik. Jadi aku pergi ke rumah sakit," jawab Elea bohong.
"Wibby, aku serius!" kesal Ghazi dan duduk di sebelah Elea yang sedang meminum obatnya. Ponsel Ghazi kembali bergetar tak henti-hentinya.
"Angkat di luar, aku ingin tidur dan istirahat. Kalau memang tidak bisa, aku pulang ke rumah Mama saja. Aku hanya ingin istirahat tanpa ada yang berisik!" ucap Elea tenang tapi Ghazi tahu jika istrinya sedang marah.
Sudah tahu istrinya sedang PMS, dia malah bertingkah. Wanita yang sedang dalam masa itu apalagi sakitnya sampai seperti itu pasti tak bisa menahan diri untuk meledak. Hanya saja tenaga Elea baru saja terisi tadi di rumah sakit, sayang kalau harus habis karena Ghazi. Dia harus kembali ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. Ghazi mengambil ponselnya, dan nama Celine di sana, tanpa menjawabnya Gahzi mematikan ponselnya. Sedangkan Elea tak peduli, dia merebahkan badannya di tempat tidur.
"Jangan sen-tuh! pergilah aku ingin sendiri!" ujar Elea saat Ghazi akan mengusap punggungnya seperti kemarin.
"Tapi kamu pasti sakit kan Wibby, kemaren saja aku usap-usap gini kamu tidur!" jawab Ghazi malah sengaja mengusapkan tangannya di punggung Elea.
plaaaakkk
"Aku bilang jangan sentuh!" Elea kesal dan menepis tangan Ghazi dengan keras membuat suaminya kaget bukan main.
"Wibby, sayang! Kamu kenapa sih? Marah-marah sama aku nggak jelas? Apa kamu cemburu karena semalaman aku menghubungi Celine? Bukannya aku selama juga sudah cerita kalau ada wanita yang bisa menerima Aku apa adanya saat aku bilang aku tak punya apa-apa dan miskin! Dan Celine salah satu orangnya!" Ghazi juga lama-lama kesal dengan sikap Elea.
"Kalau begitu bawa dia kapada papi dan mami kamu, selesaikan pernikahan kita. Bukannya kamu sudah menemukan wanita yang benar-benar menerima kamu di saat kamu bilang miskin kan? Aku juga ingin kembali kedalam kehidupan aku yang dulu! Aku ingin bebas dan tenang dengan hidupku!" jawab Elea dengan tatapan yang membaut Ghazi sakit.
"Ya nggak secepat itu juga Wibby! Kita baru menikah satu bulan! Aku juga baru intens bertukar pesan dengan dia semalam! Nggak mau nanti aku malah benar-benar di usir oleh Papi dan mami dan jadi gembel!" jawab Ghazi.
"Astaga! katanya wanitamu itu bisa terima kamu jadi gembel miskin! Ya kali jadi gembel miskin nggak pake pakaian mahal gini lah! Sana aku mau tidur! Repot banget ngomong sama kamu dari tadi! Sana kerja!" Elea mendorong Ghazi yang malah akan memeluknya.
"Nggak! aku mau izin sama papi hari ini nemenin kamu!" jawab Ghazi malah ikut berbaring di sebelah Elea.
"Ghazi gila!" kesal Elea dan beranjak dari sana bermaksud akan tidur di sofa saja. Tapi Ghazi malah menarik tangan Elea dan akhirnya terjatuh dalam pelukan Ghazi.
"Lepasin gila! Aku mau tidur di luar saja!" Elea berontak. Tapi Ghazi malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Maafkan aku Wibby ..." ucap Ghazi pelan dan mencium kepala istrinya.
"Nggak perlu! Nggak usah cium-cium! Yang boleh cium aku adalah suamiku nanti yang mencintai aku dengan tulus!" jawab Elea ketus dan mendorong Ghazi dengan keras.
"ck! Apa dia si Irham itu?" tanya Ghazi yang juga jadi kesal karena sikap istrinya. Padahal dia sudah bersikap manis kepada Elea.
"Bisa jadi! Karena hanya dia selam ini yang mengerti aku! Lagi pula kamu bukan suami untukku kan? Kita sementara, bukannya kamu sudah ada Celine? Jangan ganggu aku pergilah! Aku hanya ingin istirahat!" jawab Elea.
"Apaan ini? Kamu tadi di rumah sakit sama si Reynaldy?" tanya Ghazi saat tak sengaja ponsel Elea di sebelahnya berbunyi dan ada pesan dari Reynaldy.
"Kebetulan, dan dia menemani aku di sana. Dia juga yang memberikan aku sarapan!" jawab Elea mengambil ponselnya di tangan Ghazi tapi Gahzi sepertinya malah marah dan menarik kembali Elea.
Ghazi memeluk Elea dengan erat dan tak mau melepaskannya lagi. Entah kenapa dia marah dan kesal saat ada pria lain yang perhatian kepada istrinya. Rasanya tak rela jika ada pria yang mencoba mendekati Elea. Apalagi dia juga kembali teringat tatapan mata Reynaldy kemarin saat meeting yang selalu mencuri pandang ke arah Elea. Enak saja pria modelan dia mau mendekati Elea.
"Lepas Ghazi! Apa yang kamu lakukan!" kesal Elea saya Ghazi malah memeluk dia dengan erat.
"Berisik, sayang! Tidur saja!" jawab Ghazi lembut dan tangannya mengusap-usap punggung Elea. Walau Elea terus berontak, tapi Ghazi tak melepaskan pelukannya.
"Dasar gi-la!" umpat Elea kepada suaminya. Tapi Ghazi tak peduli dan santai saja dengan wajah datarnya.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan