Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
"Kamu yakin membuka kartu Reno?". Tanya ayah Ray
"Yakin sekali, kita lihat bagaimana dia dengan uang 10 juta itu. Inilah kamu terlalu memanjakan dia, ya ada untungnya perempuan itu sudah meninggal kalau tidak entah bagaimana aku akan memperlakukan wanita itu". Ancam mama Ray
"Mulai lagi, sudah-sudah bagaimana dengan persiapan pernikahan Asael".
"Aman yah, dan apa ayah tahu Ray sekarang sudah punya pacar akhirnya anakku itu tidak jomblo sampai tua".
"Siapa?".
"Jangan kaget ya, dia Leana. Oh akhirnya gadis cantik itu akan menjadi anakku".
"Tapi kan ma?".
"Kenapa? Apa karena dia bekas anak kesayanganmu itu?".
"Asal anda tahu suami saya yang terhormat, saya sudah sakit hati dengan kelakuan anda dahulu ya, jadi jangan membahas anakmu itu, aku tidak peduli Leana bekas anak kamu, tapi akan ku pastikan Leana akan bahagia bersama anakku".
Kecam mama Ray.
Sungguh sebuah penyesalan besar yang ayah Ray rasakan, bagaimana tidak ada istri dan anak-anak yang sudah begitu mencintainya namun dia berpaling dari keluarganya dan memutuskan untuk selingkuh hingga selingkuhannya hamil, namun takdir berkata lain setelah melahirkan madunya meninggal karena pendarahan hebat. Sejak saat itu dia membawa Reno kerumah untum dia rawat, namun kini sang anak malah mengecewakan dirinya.
...****************...
Kantin kampus
Melinda bergelayut manja di lengan Reno, dia meminta pacarnya itu untuk mentraktir semua teman-temannya karena tidak jadi pergi karaoke di club malam.
"Kenapa di kantin sih Mel, kan bisa di restoran saja". keluh teman Melinda
"Iya nih, bosan tau makan di kantin padahal kan Reno kaya ya masa traktir kita-kita di kantin aja sih". Keluh teman Melinda yang lain
"Duh sori deh, nanti ya kapan-kapan". Janji Melinda pada teman-temannya.
"Sayang transferin aku dong 5 juta aja ya".
"Tapi Lin ini uangku selama 1 bulan".
"Duh kamu kan bisa minta lagi sama ayah kamu gimana sih kamu ini, nggal sayang lagi sama aku atau masih mikirin Leana itu?". Marahnya pada Reno
Dengan sangat terpaksa Reno mentransferkan uang bulanannya pada Melinda.
"Kamu mau kemana Ren?". Tanya Melinda melihat Reno beranjak dari tempatnya
"Mau keruang klub".
"Ih aku nggak di ajak".
"Sudah kamu sama teman-teman kamu aja".
seperginya Reno, kedua teman Melinda duduk disampinya.
"Kok jadi pelit Reno sama kamu Lin? Perasaan kemarin dia royal banget loh". Tanya Fira
"Iya nih, biasanya kan 5 juta itu untuk sekali kamu beli barang ya". Ucap Luna
"Wah jangan-jangan dia punya yang lain nih".
"Fira nggak boleh begitu, kita nggak ada bukti kalau Reno punya pacar lain kan".
"Apa? Nggak boleh Reno itu punyaku. Aku sudah rebut dia dari Leana masa aku kecolongan sama cewe lain sih, duh kayaknya Reno nyembunyiin sesuatu deh dari aku masa orang tuanya kan kaya kenapa anaknya cuma di kasih 10 juta untuk satu bulan".
"Aku punya usulan nih".
"Apa Lun?".
"Coba aja kamu punya anak sama Reno dia kan sayang banget sama kamu, terus kamu minta pertanggung jawaban dia. Nah diakan katanya anak terakhir di keluarganya pastinya dia bisa kasih kamu kehidupan yang layak kamu juga bisa mengontrol dia". Saran Luna
"Kuliahku gimana?".
"Jangan sekarang Lun tanggung banget lagian sebentar lagi kita juga wisuda kan, nah setelah wisuda aja".
Melinda mengangguk- angguk dengan saran yang Luna berikan, jika dia takut dengan kehilangan Reno bukankah lebih baik dia menjeratnya dengan seorang anak?
Ide bagus batin Melinda.
sepulangnya dari kampus, dia mengajak Reno untuk cekin karena dia sudah memesan kamar di sebuah hotel biasa. Sudah lama juga mereka tidak melakukannya dan Reno setuju mungkin dengan membuang hasratnya dengan Melinda dia bisa sedikit meredam sakit kepala yang dia rasakan.
Reno memeluk erat Melinda, pacarnya ini memangnya cantik hanya saja dia tidak suka sifatnya yang semakin lama semakin menyebalkan.
Malamnya Reno pulang kerumah keluarga Wilder.
"Baru pulang?". Tanya mama Ray
"Hmmmm". Jawab Reno
"Ya ampun memang nggak ada sopan-sopannya sama orang tua".
"Kenapa sih ma, aku baru pulang juga".
"Anak kuliahan kok baru pulang sejam begini".
"Nggak usah khawatir sama Reno ma, Reno bisa menghandle kehidupan Reno sendiri".
"Siapa juga yang khawatir sama kamu, mama nungguin Ray kok".
Reno merasa marah mendengar nama Ray, kenapa selalu saja tentang Ray ataupun Asael dirumahnya ini.
Melihat rekeningnya yang tersisa 5 juta selama 1 bulan membuatnya hanya bisa menarik nafas.
"Siapa sih pacarnya Ray itu". Gumam Reno di kamarnya
Ting! Pesan masuk ke ponselnya
(Sayang lagi apa?).
(Mau tidur).
(Baru sejam begini juga, oh iya lihat ini? Ini Leana bukan sih). Melinda mengirimkan foto Leana dari sosial medianya
(Bukan paling, masa Leana secantik itu)
(Ya kan, lagian jauh cantikan aku kan dari dia).
(Iya iya, sudah aku mau tidur).
(Besok jangan lupa jemput ya).
(Iya).
Reno melihat lagi foto yang dikirimkan Melinda, dia memang terlihat mirip dengan Leana tapi tidak mungkin bahwa gadis itu bisa jalan-jalan keluar negeri dan dengan pakaian yang bagus sedangkan dia hanyalah gadis biasa.
"Hah kenapa lagi ini? Kenapa bisa nggak bisa di stater gini sih?". Keluh Reno pada mobilnya
[Ren kamu dimana? Aku sudah telat ini].
[Mobilku mogok].
[Apa terus gimana, lagian kamu ku suruh beli yang baru juga nggak di hiraukan, sekarang baru merasakan].
[Sudah-sudah kamu minta jemput temanmu aja dulu].
[menyebalkan banget sih kamu].
Memukul setirnya dengan keras membuat Reno semakin geram dengan tingkah Melinda, dulu saja jika dia mengalami ini semua Leana akan bergegas membawa motornya dan menjemput dirinya untuk berangkat bersama-sama.
"Hah Lea, kenapa saat begini aku malah mikirin kamu sih, kenapa nggak ada sedikitpun tentang kamu pada Melinda".
Penyesalan yang datang saat terakhir. Reno keluar dari mobilnya dan mengunci diri di dalam kamar, sebelumnya dia meminta kepada satpam untuk membawakan mobilnya ke bengkel menggunakan towing.
Diruang santai rumah Wilder
"Rusak lagi tu yah mobil anak kamu".
"Biarkan saja, sejak kemarin dia merengek minta belikan yang baru, mungkin dia merasa mobilnya sudah akan rusak terus".
"Biar dia belajar ayah, biar dia tahu bagaimana susahnya saat mengalami musibah tapi tidak ada seorangpun yang membantunya, dia harus berfikir bagaimana caranya agar tidak bergantung kepada orang tuanya terus kan".
"Iya ma iya".
"Eh Ray mau ke kantor?".
"Iya ma".
"Sekali-kali ajak lah pacar kamu kerumah ya".
"Nanti ma, dia masih fikir-fikir dulu katanya".
"Oh ya sudah, buruan sana kerja jangan malas, nanti kamu susah menghidupi dia".
"Iya ma yah aku berangkat dulu". Pamit Ray kepada orang tuanya.
semangat ngetik thor sampe tamat..