NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:296.9k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Sebuah Keyakinan

Ben cukup terkejut, bukannya seharusnya Ratih marah! Ya meskipun dia juga tidak mau Ratih marah, tapi seharusnya memang begitu kan?

Apalagi dia mengatakan tentang seorang wanita yang bertanya tentang poli kandungan. Tidak mungkin mereka iseng bertanya tentang poli kandungan di rumah sakit kan?

"Kenapa aku harus marah? bukannya itu bagus. Fandi sudah menggali lubang kehancurannya sendiri..."

"Ratih, bisa kamu jujur padaku. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ben yang merasa Ratih menyembunyikan sesuatu darinya.

Ratih menatap Ben. Dulu, dia tidak pernah menyembunyikan apapun dari Ben, begitu juga dengan Ben. Tapi semenjak dia menikah dengan Fandi. Semuanya berubah. Sahabat yang sudah bersama selama 20 tahun lebih itu mendadak menjadi sangat renggang hubungannya.

"Kamu ingat kenapa aku minta kamu menukar anakku dengan anak yang ada di rumah sakit saat itu?" tanya Ratih.

"Perawat melakukan kesalahan?"

Ratih menggelengkan kepalanya.

"Bukan, bukan karena perawat melakukan kesalahan. Fandi dan bibi Erma, bekerja sama untuk menukar Rafa dengan bayi lain, cucu kandung bibi Erma, anak Sarah, selingkuhan Fandi!"

Meski penjelasan Ratih dia katakan agak belibet, karena wanita itu memang merasakan emosinya semakin menjadi ketika dia mengatakan semua itu. Tapi Ben mengerti dengan sangat jelas.

Tangan pria itu terkepal kuat. Tatapan matanya juga menunjukkan kalau dia sangat emosi mendengar apa yang Ratih katakan.

"Mereka ingin menipuku, mereka ingin aku mengurus anak haramm itu. Mereka juga akan menjual anakku..."

Ratih tidak bisa menahannya, semua ingatan itu membuat hatinya sangat terluka. Air matanya matanya mengalir begitu saja.

Ben yang melihat Ratih menangis, merasa hatinya juga sangat sakit.

Tanpa di komando, tangan Ben terulur meraih Ratih ke pelukannya. Ratih yang memang sangat sedih menumpahkan air matanya di pelukan Ben.

Ben mengusap lengan Ratih beberapa kali dengan begitu lembut. Dia mencoba menenangkan wanita yang sebenarnya sudah lama mencuri hatinya itu.

Ben tak habis pikir, bagaimana bisa Fandi merencanakan hal seperti itu. Bahkan bibi Erma, orang yang sudah bersama mereka selama belasan tahun tega berbuat seperti itu. Merancang semuanya? Ben sungguh geram pada orang-orang itu.

Tapi Fandi, bagaimana dia punya rencana menjual anaknya sendiri.

"Ratih, tapi Fandi, bagaimana Fandi tega melakukan itu, Rafa anaknya..."

Ratih menggelengkan kepalanya.

"Bukan, Rafa bukan anak Fandi. Semenjak menikah, kami tidak pernah berhubungan, dan pria malam itu bukan Fandi!"

Deg

Ben yang mendengar hal itu sangat terkejut. Jantungnya berdebar sangat kencang. Rupanya Ratih sudah tahu, kalau pria malam itu bukan Fandi.

"Jadi, kamu sudah tahu pria malam itu..."

"Tidak! aku tidak tahu. Tapi dia bukan Fandi!" kata Ratih yang masih berada dalam pelukan Ben.

Ben menjadi sangat gugup.

"Ratih, seandainya..."

"Mama!"

Ratih yang mendengar suara Rafa segera menarik dirinya dari pelukan Ben. Ratih segera menyeka air matanya, dan berjalan ke arah pintu.

"Mama, buka!"

Ratih segera membuka pintu kamarnya.

"Ya ampun Rafa, kenapa lari-lari. Pinggang kakek aduh..."

Tapi setelah Ratih membuka pintu. Rafa malah berlari melewati ibunya.

"Paman Ben!"

Rafa memanggil Ben dan langsung berlari ke arah pria yang juga tengah menenangkan dirinya itu. Rafa bahkan memeluk kaki Ben dengan wajah yang begitu senang.

"Ibumu mengatakan ada Ben, Rafa langsung minta naik ke lantai dua! huhh, ayah akan bangun lift saja. Tangganya terlalu tinggi, bahaya!"

Ratih menatap ayahnya yang ngos-ngosan karena mengejar Rafa yang berlari ke arah kamar Ratih.

"Ayah, duduk dulu!" kata Ratih yang menuntun ayahnya ke sofa.

Panji tampaknya serius kelelahan. Dari pagi kan memang tak berhenti menemani Rafa lari sana sini.

"Ben, kapan kamu datang?" tanya Panji.

Sementara Ben masih menatap ke arah Rafa yang masih memeluk kakinya. Tatapan itu, dan perkataan Ratih tentang Rafa bukanlah anak Fandi. Membuat hati Ben bergetar.

'Apa dia anakku?' batinnya.

"Ben!" panggil Panji lagi.

Ben langsung menoleh ke arah Panji.

"Tuan, aku..."

"Paman, gendong!" kata Rafa yang langsung merentangkan tangannya ke arah Ben.

Ben pun tersenyum dan menggendong Rafa. Perasaan hangat itu, Ben yakin sekali Rafa memang anaknya. Wajah mereka, dan cara Rafa membuatnya selalu bisa tersenyum dan merasakan perasaan hangat dan berbeda. Membuat Ben yakin, Rafa adalah anaknya.

"Sudah malam, Rafa tidak mau tidur?" tanya Ben.

"Paman bisa mendongeng?" tanya Rafa.

Ben mengangguk cepat. Memangnya apa sulitnya mendongeng? Dia tinggal buka internet dan cari satu cerita fabel yang menarik.

"Bisa, Rafa mau paman dongengkan?"

Dan bocah itu mengangguk dengan cepat.

"Mau, mau! mau tidur di situ!" kata Rafa menunjuk ke tempat tidur Ratih.

Ratih sedikit terkejut. Tapi Panji segera berdiri dan mengajak Ratih keluar.

"Kita keluar dulu, biar Ben menidurkan Rafa!" ujar Panji yang mengarahkan Ratih keluar dari kamar itu.

Panji dan Ratih keluar, dan menutup pintu.

"Antar ayah ke bawah! ada yang ingin ayah bicarakan denganmu!" kata Panji.

Ratih pun mengangguk cepat. Kemudian menuju ke lantai bawah. Sampai di kamar ayahnya, Maya tampak menghampiri anak dan suaminya itu.

"Bisa terkejar tidak, yah?" tanya Maya.

"Iya, tapi ayah akan buatkan lift saja. Terlalu bahaya naik turun tangga untuk Rafa!" kata Panji.

"Begitu dia dengar paman Ben-nya datang. Dia langsung berlari, Hem... padahal ibu sudah siapkan tempat tidurnya!"

Ratih hanya tersenyum.

"Sepertinya dia akan tidur di kamarku, Bu. Masih ada besok malam kan. Dia pasti akan tidur dengan ibu!"

"Iya, oh ya Ratih ibu dan ayah mau mengatakan sesuatu!" kata Maya yang membuat Ratih sedikit penasaran.

"Ada apa?" tanya Ratih.

"Kamu dan Fandi, apa semua baik-baik saja?" tanya Maya.

Ratih sebenarnya ingin mengatakan yang sebenarnya. Tapi ayah dan ibunya akan sangat khawatir. Nanti saja, dia akan bilang pada Ben. Supaya jangan beritahu ayah dan ibunya dulu tentang persekongkolan bibi Erma, Fandi dan Sarah. Dia masih punya rencana. Setidaknya harus menyingkirkan pengacara Markus dulu.

"Tidak ada apa-apa, Bu!" jawab Ratih yang berbohong.

"Benarkah? tapi sikapmu pada Ben, bahkan lebih baik daripada pada Fandi! Biasanya tidak begitu! Jika ada masalah, katakan pada ayah dan ibu, nak. Kami akan selalu mendukung apapun yang kaku lakukan! kami akan selalu bersama kamu!" Panji mengusap kepala putri tunggalnya itu dengan begitu lembut.

Ratih tersenyum.

"Tentu saja, aku akan katakan pada ayah dan ibu. Karena hanya kalian yang tidak akan pernah mengkhianati ku!"

Ratih memeluk ibunya, ayahnya mengusap kepala Ratih dengan sangat lembut. Sebagai orang tua, keduanya bisa merasakan perbedaan sikap Ratih pada Fandi. Mereka cukup khawatir, jangan-jangan Fandi macam-macam. Makanya Ratih jadi berubah sikap begitu pada Fandi.

***

Bersambung...

1
Evy
Ben... memang tidak peka deh..
Evy
Kurang kerjaan juga si Ben..
Evy
Seharusnya biar kan saja mereka melihat dan menggendong bayi nya.. pasti mereka sayang banget dantidak akan mencelakai anak yang dikira anak kandung nya.nanti setelah kebenaran terungkap,. betapa shock nya menerima kenyataan,
Evy
Rasain tuh .. emang enak..
Evy
Apa jangan jangan pengawal pribadi itu lah Ayah dari bayi nya...
Sayekti 0519
s e m p u r naa... bravo author.
Noer Row_ling: terima kasih
total 1 replies
WHATEA SALA
Ben tolol,pengecut bisanya cuma bilang maaf..maaf terus mau minggat,gak malu,Ratih loh sudah lama cerai dari Fandi,kenapa gak tanggung jawab nikah sama Ratih dan Ratih belum nikah sama orang lain,gitu bilang gak kuat klu liat Ratih nikah sama orang lain terus mau minggat wkk..wkk,klu merasa bersalah ya di nikahin aja si Ratih,pakde..pakde..jelimet karepe dewe
Fitrian
cuuuuhhhhhhh mokondo tak punya 🧠🧠🧠🧠🧠🧠🖕🖕🖕
WHATEA SALA
Harus nya jangan di labrak dulu..bikin rencana matang untuk membalas,maaf cuma komen
Erna Masliana
bebaskan sambil kasih racun
Erna Masliana
Maya gak tau aja kehidupan pertama Ratih
Erna Masliana
Ben jadi sumber penderitaan Ratih karena diamnya dia
Erna Masliana
gitu dong ngobrol... apa yang mengganjal itu diobrolin jangan berasumsi sendiri...
Erna Masliana
aku setuju kamu ngasih tau Sarah..biar gak jadi hantu penasaran
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣selaw
Erna Masliana
nah kan jewer Bu 🤣🤣
Erna Masliana
greget ya Bu... nanti kalo ketemu jewer aja Bu
Erna Masliana
bagus..hajar 💪
Erna Masliana
sebenarnya sumber penderitaan Ratih emang Ben .. sebagai orang tua ngamuk wajar
Erna Masliana
efek bales dendam pelan pelan..ya gitu... duit ludes.. buat selingkuh.. buat foya foya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!