NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ular Masalah

Sore hari pun tiba, ketika itu aku baru saja bangun dari tidur lalu melihat suasana posko yang sepi. Saat itu aku belum menyadari apa yang sudah terjadi pada teman-teman ku.

“Kak” panggil seorang anak kecil lalu aku menolehnya kearahnya

“Kakak pintar buat layangan?” tanyanya

“Pintar” jawab ku dengan percaya diri

“Bisa buatin” ujarnya

“Boleh sini” balas ku lalu menyuruh anak itu untuk mencarikan alat dan bahan untuk membuat layangan dan setelah itu aku pun membuatkanya. Dia pun sangat senang dan mengucapkan terima kasih padaku. Tapi—dia merasa ada yang berbeda pada layangannya. Bentuknya itu berbeda dari layangan yang biasanya dia lihat. Memang, karena layangan itu aku buat berdasarkan khas layangan dari daerah asal ku.

“Bisa terbang nggak nih” ujar anak itu

“Bisa lah, coba aja kalau nggak percaya” balas ku

“Hmm ku coba dulu kalau gitu” katanya lalu berlari sambil menerbangkannya dan benar saja layangan itu bisa terbang dengan tinggi. Aku pun ikut senang ketika melihat dia senang, lalu teman-temanya yang melihatnya pun juga jadi pengen dibuatkan juga

“Kak, buatkan juga kak...Aku juga kak, tolong!” ujar mereka

“Ehh?” keluh ku lalu menyuruh mereka untuk pergi dulu dan akan membuatkannya lain kali. Sebenarnya ada alasan lain yang membuat ku menolak mereka, itu adalah hal aneh yang aku rasakan saat melihat teman-teman ku lewat—saat itu aku melihat sosok aneh berjalan mengikuti mereka.

“A-apa itu barusan?” gumam ku saat melihat Fatin dan Tian berjalan berdua. Aku pun berusaha untuk mengabaikan hal tersebut tapi ternyata tidak semudah itu. Aku pun kembali dikuasai oleh pikiran buruk ku mengenai hal-hal aneh yang terjadi selama ini ditempat KKN. Sebelumnya karena dianggap aneh oleh teman-teman ku sehingga aku pun berusaha keras untuk mengabaikannya dan menganggap semua kejadian aneh yang aku alami disini hanyalah imajinasiku saja—semua itu tidak benar-benar terjadi. Aku tidak mau menjadi aneh sendirian sehingga beranggapan itu tidak pernah terjadi. Tapi ketika melihat sosok aneh berbentuk ular tadi maka aku pun jadi kepikiran kembali.

“Huff, ayolah. Pasti ini cuman ilusi” kata ku meyakinkan diri. Aku mencoba untuk berjalan-jalan sebentar menggunakan sepeda yang ku pinjam dari anak-anak, aku melakukan hal tersebut agar bisa menghilangan pikiran buruk ku mengenai hal aneh barusan.  Saat dijalan aku bertemu banyak warga yang menyapa ku dengan ramah lalu aku pun membalas mereka juga dengan lebih ramah.

“Udah berapa hari kalian disini?” tanya salah satu warga yaitu seorang kakek tua

“Empat hari pak” jawab ku

“Jadi bagaimana rasanya, enak nggak KKN disini” tanya lagi beliau

“Enak pak, kami betah banget ada disini. Soalnya tempatnya itu bagus terus warganya juga baik-baik, apalagi kemarin kami disambut dengan meriah oleh mereka” balas ku

“Bagus lah kalau begitu...baik-baik yah kalian disini, kalau ada sesuatu yang terjadi apapun gak usah takut. Semua itu adalah bagian dari ujian kehidupan KKN kalian. Kelak nanti akan menjadi sesuatu yang berharga dan selalu teringat” tutur beliau memberikan nasehat tambahan kalau kami punya masalah maka sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik dan diskusi bersama teman-teman ku.

“Umm” aku membalasnya dengan anggukan lalu lanjut mengayuh sepedaku lagi. Entah kenapa perasaan ku jadi lebih lega setelah bertemu dan mendapatkan nasehat dari kakek tadi, pikirkan ku jadi lebih ringan. Dari kejauhan aku melihat Fatin dan Tian lalu aku pun mengejar keduanya.

“Ayolah, jangan takut diriku” gumam ku saat dekat lalu menyapa mereka berdua.

“Halo, kalian mau kemana?” lalu mereka berhenti dan menoleh kearah ku

“Hai, kami mau jalan-jalan aja” jawab Tian lalu menanyakan hal yang sama kepadaku

“A—aku sama, mau jalan-jalan juga” jawab ku

“Ohh” lalu aku pun mengikuti mereka pelan menggunakan sepeda

“Sepada siapa itu yang kamu pakai?” tanya Fatin

“Punya anak-anak yang sering datang diposko, tapi aku belum tau namanya” jawab ku

“Jadi kamu ambil aja gitu”

“Iyah hehe” balas ku sambil cengir lalu Fatin pun bicara ingin meminjamnya juga dan aku pun langsung memberikanya.

“Bisa nggak” ujar ku karena melihat dia kesusahan untuk naik lalu Tian pun membantunya. Saat itu aku pun memperhatikan mereka dengan baik

“Hm sepertinya sebelumnya itu memang cuman imajinasi ku saja” pikir ku karena tidak melihat lagi sosok bayangan yang mengikuti mereka. Aku pun jadi sedikit lega lalu tak lama kami bertemu dengan Ruka, Sri, Dila dan Zee.

“H-a-ii” aku mencoba untuk menyapa mereka tapi tiba-tiba terkejut melihat kembali sosok bayangan berbentuk ular yang seperti melilit mereka

“Ada apa Nal” tanya Ruka namun aku hanya diam saja. Mereka pun berjalan saling melewati namun tak saling menyapa. Saat itu perasaan buruk pun kembali menyelimuti ku—ada sesuatu yang aku khawatirkan mengenai teman-teman ku.

Beberapa saat kemudian ketika hari mulai gelap, kami pun berkumpul didalam posko. Makan malam kami malam itu masih sangat canggung dan dingin.

“Huff, tenang lah diriku—itu cuman ilusi, jangan takut” batin ku menenangkan diri karena melihat sosok bayangan ular yang masih mengikuti teman-teman ku yang perempuan. Kali ini aku lebih berani karena teringat pada nasehat kakek tua yang bertemu dengan ku sore tadi. Meskipun begitu, aku tetap masih bingung dengan apa yang harus aku lakukan.

Aku melihat ular itu masih mengelilingi teman-teman ku dan sepertinya cuman aku yang bisa melihatnya. Ular itu mendekati wajah Zee lalu mendesis

“Baik, silahkan yang mau bicara duluan” ucap Zee lalu Ruka memulai pertama dengan membahas kejadian saat di TK yaitu ketika Zee dan Eni yang seharusnya membantu mengurusi anak-anak tapi malah keasikan bermain sehingga lalai. Terus juga dia menyinggung masalah saat makan siang tadi ketika Fatin marah dan Anwar membanting piring. Dia meminta klarfikasi dari mereka. Setelah dari Ruka, ular itu pun mendekati Dani dan tiba-tiba pemuda itu terkejut dan langsung menunjukan ekspresi ketakutan

“U-ularr” ucapnya lalu teman-teman ku melihat kearah yang ditunjuk oleh Dani tapi mereka tidak melihat apapun.Kemudian ular itu langsung menyerang Dani dan aku pun langsung menariknya agar terhindar. Karena serangannya meleset ular tersebut pun seperti kesal lalu melihat kearah ku

“Ayo lari Dan” ucap ku mengajak Dani keluar lalu ular itu pun mengejar kami berdua.

“Woi kalian mau kemana? Masih evaluasi ini” panggil Zee

“Sudah biarkan saja mereka, ini adalah masalah kita perempuan saja” bicara Fatin

“Oke” balas Eni lalu suara mereka mulai tinggi dan saling menyerang dengan kata-kata kasar. Anwar pun mencoba untuk menenangkan mereka tapi malah ikutan kena marah

“Diam kamu Anwar, lagipula kalau bukan kamu yang mulai duluan tadi pagi maka masalah ini gak akan pernah ada” bentak Tian sehingga membuat Anwar terdiam. Pertengkaran antar perempuan didalam pun makin memanas. Sementara itu diluar aku dan Anwar masih berhadapan dengan sosok ular yang terus menyerang kami. Setiap seranganya berhasil kami hindari tapi mau sampai kapan. Setiap kami mau masuk kembali dalam posko ular tersebut pasti manahan kami.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!