NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wong Edan

"Tu-- tunggu tuan!" Ucap Wijoyo yang berlari dengan panik.

Dari pandangan Wijoyo Janu dan yang lainnya itu semakin buram, seolah mereka akan menghilang begitu saja.

"Tuan! Tolong berhenti tuan! Tolong tunggu saya!" ucap Wijoyo.

Wijoyo yakin sekali sebentar lagi Tuan Janu dan yang lainnya akan pergi dari tempat ini, Wijoyo benar benar panik kalau ia tak bisa menyusul ia tidak akan bisa keluar dari tempat terkutuk ini.

Namun sayang sekali karena terlalu kelelahan membuat Wijoyo tidak bisa mengimbangi kecepatan motor Janu.

Dari pandangan Wijoyo bayangan Janu dan yang lainnya secara perlahan menghilang.

"Tidak! Tuan tolong..." lutut Wijoyo langsung bertekuk, tak lama kemudian ia ambruk ke tanah.

Kesempatan emas untuk ia bisa pergi dari dunia lain ini hilang sudah.. dia sudah melewatkan kesempatan yang harusnya tidak ia lewatkan.

"Andai saja..." Penyesalan langsung menyelimuti hati Wijoyo. Ucapan ucapan yang di awali dengan kalimat 'andai' langsung teringiang ngiang di pikiran Wijoyo.

Seumpama dia bisa membalikan waktu seperti MC novel mungkin ia akan melakukannya. Namun sayang sekali ia hanyalah pemeran sampingan yang tak memiliki kemampuan itu.

Wijoyo memandangi arah Tuan Janu yang menghilang untuk terakhir kalinya, kemudian Wijoyo menunduk pasrah.

"Bodohnya diriku.." ucap Wijoyo yang penuh kepasrahan dan penyesalan.

Sementara itu Janu menoleh kebelakang, dia melihat Wijoyo yang duduk bersimpuh di tanah..

"Lah? Ada apa dengan orang itu? Tadi dia sangat berisik, mengapa tiba tiba diam?" Batin Janu yang heran dengan Wijoyo.

Kemudian Janu berteriak, "hei, ikut keluar tidak?!" Teriak Janu. Seketika itu juga teriakan Janu menembus batas antara dua dunia ini.

Wijoyo langsung menatap ke arah depan.. Janu dan yang lainnya kembali terlihat.

Wajah Wijoyo langsung sumringah ia buru buru berdiri, "terimakasih Tuan!" Ia buru buru berlari menuju ke arah Janu..

Sementara itu Tarjo dan Mbah Sukini menelan ludahnya dengan ngeri, mereka melihat sendiri betapa mengerikannya Tuan Janu ini.. bisa menembus batas dua dunia dengan sangat mudah.

Kekuatan seperti ini tentu saja bukan kekuatan yang bisa di miliki oleh manusia sakti biasa. Hati mereka berdua semakin yakin, bahwa Tuan Janu adalah Tuan Tiada Tanding!

Sementara itu Wijoyo terus mengejar Janu, ketika Wijoyo sudah berjarak dekat Janu kembali menarik gas motornya.

Hingga akhirnya mereka semua tiba juga di sebuah jalanan pedesaan yang tersusun dari batu susun..

"Hahahahahah...!!!! Aku berhasil keluar dari tempat terkutuk itu! Aku tiba di dunia nyata!" Teriak Wijoyo penuh eforia kebahagiaan.

Dia berlutut di atas jalan kemudian mengelus ngelus bebatuan yang ada di sana.

"Wong edan!" Ucap Janu yang memandangi Wijoyo dengan pandangan aneh. Benar benar aneh.

"Di sini sudah ada sinyal, aku akan menghubungi keluargaku ya... kalian lanjutkan saja perjalanannya kerumah sakit." Ujar Rina.

Janu dan yang lainnya mengangguk kemudian memberikan ruang untuk Rina agar turun..

Rina pun turun dan berjalan ke sebuah arah meninggalkan mereka semua.

Tak lama setelah kepergian Rina sebuah mobil bak seorang petani sayuran melintas.

"Pak tunggu! Tolong bantu kami!" Teriak Janu yang memanggil para petani itu.

Petani sayuran dengan mobil bak itu berhenti.

"Pak Tolong antarkan kami kerumah sakit! Nenek ini terkilir di hutan!" Ucap Janu.

Petani dengan mobil bak itu memandangi kaki mbah Sukini yang bengkak.. dari sini saja sudah terlihat betapa besar rasa sakit yang di alami Mbah Sukini.

Wajah petani ini menjadi sangat khawatir.ia juga memiliki orang tua yang sudah renta, tentu ia sangat berempati dengan nenek ini.

Kemudian petani itu mencoba melihat wajah Mbah Sukini.

"Loh!" Seketika itu juga ia heran, karena wajah Mbah Sukini sama sekali tidak berekpresi kesakitan dan kesedihan.

Malah tampak sangat bahagia sekali, pringas pringis. Yang paling mencolok adalah air mata kebahagiaan terlihat di wajahnya.

"Yo opo iki!" Ucap Petani itu dalam hatinya.

"Tolong aku untuk mengantarkan nenek ini apakah bisa pak?" Tanya Janu dengan gelisah.

"Ya! Ya! Cepat masuk naik ke atas bak! Akan aku antar kerumah sakit." Ucap Petani itu.

Dengan cepat Janu membantu Mbah Sukini untuk naik ke atas bak dengan di bantu Tarjo dan Wijoyo, kemudian mereka menaikan motor Janu.

Dengan cepat mereka semua langsung berangkat menuju rumah sakit.

****

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tujuan mereka adalah rumah sakit terdekat dari Gunung Sentul. Walaupun rumah sakit terdekat, namun jaraknya masih sangat jauh.

Mereka semua menaiki mobil bak terbuka dan melintasi jalanan perkotaan yang penuh dengan hiruk pikuk.

"Tu-- tunggu! Apakah itu mobil? Mengapa bentuknya tidak kotak!"

"Loh, mobil apalagi itu? Kenapa ukurannya sangat besar dan rodanya ada 10!" Teriak Wijoyo menunjuk Truk Tronton yang melintas.

"Loh? Kenapa pakaian bolong bolong dan kurang bahan seperti itu di pakai?" Tanya Wijoyo heran dengan wanita yang memakai pakaian trendi.

"Buset! Balihonya bisa bergerak gerak!"

Wijoyo terus berteriak penuh histeris. Sambil mencengkram tepi bak mobil itu dia terus saja berteriak teriak penuh kekaguman.

Hal ini sangat di maklumi, bagaimana pun juga Wijoyo tidak pernah melihat kemajuan di zaman sekarang.

Sebenarnya Mbah Sukini dan Tarjo juga sama terkejut seperti Wijoyo yang kagum dengan perkembangan zaman. Namun berbedanya mereka tak berteriak teriak histeris hanya diam dan mengagumi dalam hati.

Janu memandangi Wijoyo dengan tatapan dingin dan ekspresi datar.

Tarjo dan Mbah Sukini melihat tatapan dingin Tuan Janu yang mengarah ke arah Wijoyo, sontak mereka berdua menelan ludah mereka dengan ngeri, "hah! Untung saja aku tidak banyak berbicara."

Mereka berdua sadar, kalau Tuan Janu murka akan terjadi hal yang sangat mengerikan.

Dalam hatinya Janu berucap, "sialan, aku harus memasukan orang ini ke dalam poli jiwa! Sepertinya dia sangat tidak waras!"

"Seharusnya aku tidak membawa orang ini ke kota, kalau mengamuk bisa melukai warga sekitar. Ini akan sangat merepotkan!" Imbuh Janu.

***

Akhirnya setelah perjalanan cukup lama mereka tiba di rumah sakit.

Singkat cerita terlihat Janu duduk di kursi ruangan yang cukup rapi. Ruangan ini tidak lain tidak bukan adalah ruangan dokter.

Janu telah memasukan Mbah Sukini ke dalam IGD dan Mbah Sukini di tunggu oleh Pak Tarjo.

Sementara untuk Wijoyo Janu sudah memasukannya ke dalam poli jiwa. Janu saat ini sedang berhadap hadapan dengan dokter jiwa yang menangani Pak Wijoyo.

"Bagaimana menurut anda dok?" Tanya Janu dengan serius kepada dokter yang ada di depannya.

Dokter itu terdiam, ekpresinya terlihat sedang berpikir keras. Mungkin ia sedang merangkai ucapan yang baik dan tak menyinggung.

Janu yang memperhatikan dokter ini entah mengapa ikut menjadi tegang.

Kemudian Dokter itu memandangi Janu dengan serius.

1
Siti Arbainah
sifat dan kesaktian Jalu mirip bgt sama Tuan Muda Sugi ya
OneSpace
males baca novel yg mcnya tolol gak bisa nyadarin kekuatan sendiri
bedul: anda belum paham jalan ceritanya🙏 coba baca dulu sampai 10 bab.
total 1 replies
Tini Nurhenti
🙏🙏🙏💪
Tini Nurhenti
minal aidin walfadzin juga thor,mhn mf lahir dn bathin.
Tini Nurhenti
sdh mw lebaran nih thor,puasa sehari lgi lusa lebaran thor.🤭💪💪💪💪🙏
Sutono jijien 1976 Sugeng
👍👍👍
Sutono jijien 1976 Sugeng
🤭🤭😁😁😁👍👍👍
Tini Nurhenti
ayo jan selametin/ keluarin smua org yg ada disitu jan 😄😄💪💪
Tini Nurhenti
up yg byk thor 💪💪💪
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!